As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian
Yunus 10:45–70
10:45Page 214
وَيَوۡمَ يَحۡشُرُهُمۡ كَأَن لَّمۡ يَلۡبَثُوٓاْ إِلَّا سَاعَةٗ مِّنَ ٱلنَّهَارِ يَتَعَارَفُونَ بَيۡنَهُمۡۚ قَدۡ خَسِرَ ٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِلِقَآءِ ٱللَّهِ وَمَا كَانُواْ مُهۡتَدِينَ ٤٥
And on the Day when He will gather them, [it will be] as if they had not remained [in the world] but an hour of the day, [and] they will know each other. Those will have lost who denied the meeting with Allāh and were not guided.
"Dan (ingatlah) akan hari (yang di waktu itu) Allah mengum-pulkan mereka, (mereka merasa di hari itu) seakan-akan mereka tidak pernah berdiam (di dunia) hanya sesaat saja di siang hari (di waktu itu) mereka saling berkenalan. Sesungguhnya rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Allah, dan mereka tidak mendapat petunjuk." (Yunus: 45).
(45) Allah mengabarkan tentang cepatnya dunia berakhir, bahwa jika Allah membangkitkan dan mengumpulkan manusia pada hari yang tidak ada keraguan padanya maka mereka seolah-olah tidak hidup kecuali hanya sesaat saja di siang hari. Seolah-olah mereka tidak merasakan nikmat atau kesengsaraan, mereka saling mengenal seperti keadaan mereka di dunia. Pada hari itu, orang-orang yang bertakwa beruntung, dan merugilah ﴾ ٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِلِقَآءِ ٱللَّهِ وَمَا كَانُواْ مُهۡتَدِينَ ﴿ "orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Allah, dan mereka tidak mendapat petunjuk", kepada jalan yang lurus dan agama yang benar di mana mereka kehilangan nikmat dan berhak masuk neraka.
10:46Page 214
وَإِمَّا نُرِيَنَّكَ بَعۡضَ ٱلَّذِي نَعِدُهُمۡ أَوۡ نَتَوَفَّيَنَّكَ فَإِلَيۡنَا مَرۡجِعُهُمۡ ثُمَّ ٱللَّهُ شَهِيدٌ عَلَىٰ مَا يَفۡعَلُونَ ٤٦
And whether We show you some of what We promise them, [O Muḥammad], or We take you in death, to Us is their return; then, [either way], Allāh is a witness concerning what they are doing.
"Dan jika Kami perlihatkan kepadamu sebagian dari (siksa) yang Kami ancamkan kepada mereka, (tentulah kamu akan me-lihatnya), atau (jika) Kami wafatkan kamu (sebelum itu), maka kepada Kami jualah mereka kembali, dan Allah menjadi saksi atas apa yang mereka kerjakan." (Yunus: 46).
(46) Yakni jangan bersedih wahai Rasulullah terhadap orang-orang yang mendustakan itu, jangan terburu-buru karena mereka pasti akan ditimpa azab yang Kami janjikan, bisa di dunia yang kamu melihatnya dan membuat jiwamu tetap tenang, bisa di akhirat sesudah wafat, karena tempat kembali mereka adalah ke-pada Allah, dan Dia memberitahukan apa yang mereka lakukan. Allah mencatatnya walaupun mereka telah melupakannya, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Ini mengandung ancaman yang berat kepada mereka dan sekaligus hiburan kepada Rasul yang didustakan dan ditentang kaumnya.
10:47–49Page 214
وَلِكُلِّ أُمَّةٖ رَّسُولٞۖ فَإِذَا جَآءَ رَسُولُهُمۡ قُضِيَ بَيۡنَهُم بِٱلۡقِسۡطِ وَهُمۡ لَا يُظۡلَمُونَ ٤٧
And for every nation is a messenger. So when their messenger comes,1 it will be judged between them in justice, and they will not be wronged.
وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَٰذَا ٱلۡوَعۡدُ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ ٤٨
And they say, "When is [the fulfillment of] this promise, if you should be truthful?"
قُل لَّآ أَمۡلِكُ لِنَفۡسِي ضَرّٗا وَلَا نَفۡعًا إِلَّا مَا شَآءَ ٱللَّهُۗ لِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌۚ إِذَا جَآءَ أَجَلُهُمۡ فَلَا يَسۡتَـٔۡخِرُونَ سَاعَةٗ وَلَا يَسۡتَقۡدِمُونَ ٤٩
Say, "I possess not for myself any harm or benefit except what Allāh should will. For every nation is a [specified] term. When their time has come, then they will not remain behind an hour, nor will they precede [it]."
"Tiap-tiap umat mempunyai rasul, maka apabila telah da-tang rasul mereka, diberikanlah keputusan antara mereka dengan adil, dan mereka (sedikit pun) tidak dianiaya. Mereka mengatakan, 'Bilakah (datangnya) ancaman itu, jika memang kamu orang-orang yang benar?' Katakanlah, 'Aku tidak berkuasa mendatangkan ke-mudaratan dan tidak (pula) kemanfaatan kepada diriku, melainkan apa yang dikehendaki Allah.' Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat meng-undurkannya barang sesaat pun dan tidak (pula) mendahulukan-(nya)." (Yunus: 47-49).
(47) Allah تعالى berfirman, ﴾ وَلِكُلِّ أُمَّةٖ ﴿ "Tiap-tiap umat", dari umat-umat yang telah berlalu ﴾ رَّسُولٞۖ ﴿ "mempunyai rasul", yang meng-ajak kepada tauhid dan agamaNya. Jika ﴾ رَسُولُهُمۡ ﴿ "Rasul mereka" telah datang dengan ayat-ayat Allah, maka ada yang membenarkan dan ada pula yang mendustakan, maka Allah memutuskan di antara mereka dengan adil dengan menyelamatkan orang-orang Mukmin dan membinasakan orang-orang yang mendustakan. ﴾ وَهُمۡ لَا يُظۡلَمُونَ ﴿ "Dan mereka (sedikit pun) tidak dianiaya", dengan disiksa sebelum diutusnya Rasul dan penegakan hujjah atau mereka diazab tanpa ada dosa.
(48-49) Hendaknya orang-orang yang mendustakanmu mewaspadai sikap menyerupai umat-umat yang dibinasakan se-hingga mereka bisa ditimpa azab yang telah menimpa mereka (yang terdahulu), janganlah menantang azab Allah dan mengatakan, ﴾ مَتَىٰ هَٰذَا ٱلۡوَعۡدُ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ ﴿ "Bilakah (datangnya) ancaman itu, jika memang kamu orang-orang yang benar?" Karena ini adalah kezhaliman dari mereka di mana mereka menuntutnya dari Nabi, padahal dia tidak sedikit pun memiliki hak dalam urusan ini, tugasnya hanyalah menyam-paikan dan menjelaskan kepada manusia. Adapun hisab mereka dan penurunan azab atas mereka maka ia dari Allah, Dia menurun-kannya kepada mereka jika tiba waktu dan saat yang ditentukan dan diletakkan olehNya yang sesuai dengan hikmah Ilahiyah. Jika waktu tersebut telah hadir maka mereka tidak bisa menunda dan memajukannya sesaat pun. Orang-orang yang mendustakan hen-daklah mewaspadai sikap menuntut turunnya azab karena mereka menuntut disegerakannya azab Allah yang mana jika ia turun maka azabnya tidak tertolak dari orang-orang yang berdosa. Oleh karena itu, Dia berfirman,
10:50–52Page 214
قُلۡ أَرَءَيۡتُمۡ إِنۡ أَتَىٰكُمۡ عَذَابُهُۥ بَيَٰتًا أَوۡ نَهَارٗا مَّاذَا يَسۡتَعۡجِلُ مِنۡهُ ٱلۡمُجۡرِمُونَ ٥٠
Say, "Have you considered: if His punishment should come to you by night or by day - for which [aspect] of it would the criminals be impatient?"1
أَثُمَّ إِذَا مَا وَقَعَ ءَامَنتُم بِهِۦٓۚ ءَآلۡـَٰٔنَ وَقَدۡ كُنتُم بِهِۦ تَسۡتَعۡجِلُونَ ٥١
Then is it that when it has [actually] occurred you will believe in it? Now?1 And you were [once] for it impatient.2
ثُمَّ قِيلَ لِلَّذِينَ ظَلَمُواْ ذُوقُواْ عَذَابَ ٱلۡخُلۡدِ هَلۡ تُجۡزَوۡنَ إِلَّا بِمَا كُنتُمۡ تَكۡسِبُونَ ٥٢
Then it will be said to those who had wronged, "Taste the punishment of eternity; are you being recompensed except for what you used to earn?"
"Katakanlah, 'Terangkan kepadaku, jika datang kepada kamu sekalian siksaanNya di waktu malam atau di siang hari, apakah orang-orang yang berdosa itu minta disegerakan juga?' Kemudian apakah setelah terjadinya (azab itu), kamu baru mempercayainya? Apakah sekarang (baru kamu mempercayai), padahal sebelumnya kamu selalu meminta supaya disegerakan? Kemudian dikatakan kepada orang-orang yang zhalim (musyrik) itu, 'Rasakanlah oleh-mu siksaan yang kekal, tidaklah kamu diberi balasan melainkan dengan apa yang telah kamu kerjakan'." (Yunus: 50-52).
(50) Allah تعالى berfirman, ﴾ قُلۡ أَرَءَيۡتُمۡ إِنۡ أَتَىٰكُمۡ عَذَابُهُۥ بَيَٰتًا ﴿ "Katakanlah, 'Terangkan kepadaku, jika datang kepada kamu sekalian siksaanNya di waktu malam," pada waktu kamu tidur di malam hari. ﴾ أَوۡ نَهَارٗا ﴿ "Atau di siang hari", pada waktu kamu lalai. ﴾ مَّاذَا يَسۡتَعۡجِلُ مِنۡهُ ٱلۡمُجۡرِمُونَ ﴿ "Apakah orang-orang yang berdosa itu minta disegerakan juga?" Maksudnya berita apa yang ingin mereka segerakan kehadirannya, dan azab apa yang mereka inginkan?
(51) ﴾ أَثُمَّ إِذَا مَا وَقَعَ ءَامَنتُم بِهِۦٓۚ ﴿ "Kemudian apakah setelah terjadinya (azab itu), kamu baru mempercayainya?" Iman tidak lagi berguna pada waktu azab Allah turun. Dikatakan kepada mereka sebagai bentuk penyalahan dan pencacian dalam kondisi tersebut yang mana me-reka mengaku beriman. ﴾ ءَآلۡـَٰٔنَ ﴿ "Apakah sekarang", kamu beriman dalam kondisi sulit dan susah. ﴾ وَقَدۡ كُنتُم بِهِۦ تَسۡتَعۡجِلُونَ ﴿ "Padahal sebelumnya kamu selalu meminta supaya disegerakan?" Karena Sunnah Allah yang berlaku bagi hamba-hambaNya adalah bahwa Dia memperingat-kan mereka ketika mereka minta diturunkan peringatan sebelum azab itu turun dan jika azab telah turun, maka iman seseorang tidak lagi berguna sebagaimana Firman Allah tentang Fir'aun pada saat dia tenggelam. ﴾ قَالَ ءَامَنتُ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا ٱلَّذِيٓ ءَامَنَتۡ بِهِۦ بَنُوٓاْ إِسۡرَٰٓءِيلَ وَأَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُسۡلِمِينَ 90 ﴿ "Berkatalah dia, 'Saya percaya bahwa tidak ada Rabb melainkan Rabb yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)." (Yunus: 90). Maka dikatakan kepadanya, ﴾ ءَآلۡـَٰٔنَ وَقَدۡ عَصَيۡتَ قَبۡلُ وَكُنتَ مِنَ ٱلۡمُفۡسِدِينَ 91 ﴿ "Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan?" (Yunus: 91). Dan Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَلَمۡ يَكُ يَنفَعُهُمۡ إِيمَٰنُهُمۡ لَمَّا رَأَوۡاْ بَأۡسَنَاۖ سُنَّتَ ٱللَّهِ ٱلَّتِي قَدۡ خَلَتۡ فِي عِبَادِهِۦۖ ﴿ "Maka iman mereka tiada berguna bagi mereka tatkala mereka telah melihat siksa Kami. Itulah Sunnah Allah yang telah berlaku terhadap ham-ba-hambaNya." (Al-Mu`min: 85). Di sini Allah تعالى berfirman, ﴾ أَثُمَّ إِذَا مَا وَقَعَ ءَامَنتُم بِهِۦٓۚ ءَآلۡـَٰٔنَ ﴿ "Kemudian apakah setelah terjadinya (azab itu), kamu baru mempercayainya? Apa-kah sekarang", kamu mengaku beriman ﴾ وَقَدۡ كُنتُم بِهِۦ تَسۡتَعۡجِلُونَ ﴿ "padahal sebelumnya kamu selalu meminta supaya disegerakan?" Ini adalah akibat perbuatanmu, inilah yang kamu tuntut agar ia disegerakan.
(52) ﴾ ثُمَّ قِيلَ لِلَّذِينَ ظَلَمُواْ ﴿ "Kemudian dikatakan kepada orang-orang yang zhalim (musyrik) itu", manakala amal mereka dibalas pada Hari Kiamat, ﴾ ذُوقُواْ عَذَابَ ٱلۡخُلۡدِ ﴿ "Rasakanlah olehmu siksaan yang kekal", yakni azab di mana kamu kekal di dalamnya tidak terhenti sesaat pun da-rimu. ﴾ هَلۡ تُجۡزَوۡنَ إِلَّا بِمَا كُنتُمۡ تَكۡسِبُونَ ﴿ "Tidaklah kamu diberi balasan melainkan dengan apa yang telah kamu kerjakan", dari kekufuran, pendustaan, dan kemaksiatan.
10:53–56Page 214
۞ وَيَسۡتَنۢبِـُٔونَكَ أَحَقٌّ هُوَۖ قُلۡ إِي وَرَبِّيٓ إِنَّهُۥ لَحَقّٞۖ وَمَآ أَنتُم بِمُعۡجِزِينَ ٥٣
And they ask information of you, [O Muḥammad], "Is it true?" Say, "Yes, by my Lord. Indeed, it is truth; and you will not cause failure [to Allāh]."
وَلَوۡ أَنَّ لِكُلِّ نَفۡسٖ ظَلَمَتۡ مَا فِي ٱلۡأَرۡضِ لَٱفۡتَدَتۡ بِهِۦۗ وَأَسَرُّواْ ٱلنَّدَامَةَ لَمَّا رَأَوُاْ ٱلۡعَذَابَۖ وَقُضِيَ بَيۡنَهُم بِٱلۡقِسۡطِ وَهُمۡ لَا يُظۡلَمُونَ ٥٤
And if each soul that wronged had everything on earth, it would offer it in ransom. And they will confide regret when they see the punishment; and they will be judged in justice, and they will not be wronged.
أَلَآ إِنَّ لِلَّهِ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۗ أَلَآ إِنَّ وَعۡدَ ٱللَّهِ حَقّٞ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَهُمۡ لَا يَعۡلَمُونَ ٥٥
Unquestionably, to Allāh belongs whatever is in the heavens and the earth. Unquestionably, the promise of Allāh is truth, but most of them do not know.
هُوَ يُحۡيِۦ وَيُمِيتُ وَإِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ ٥٦
He gives life and causes death, and to Him you will be returned.
"Dan mereka menanyakan kepadamu, 'Benarkah (azab yang dijanjikan) itu?' Katakanlah, 'Ya demi Rabbku, sesungguhnya azab itu adalah benar dan kamu sekali-kali tidak bisa luput (darinya).' Dan kalau setiap diri yang zhalim (musyrik) itu mempunyai segala apa yang ada di bumi ini, tentu dia menebus dirinya dengan itu, dan mereka menyembunyikan penyesalannya ketika mereka telah menyaksikan azab itu. Dan telah diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dianiaya. Ingatlah, sesungguh-nya kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan di bumi. Ingatlah, sesungguhnya janji Allah itu benar, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui(nya). Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan dan hanya kepadaNya-lah kamu dikembalikan." (Yunus: 53-56).
(53) Allah تعالى berfirman kepada NabiNya, ﴾ وَيَسۡتَنۢبِـُٔونَكَ أَحَقٌّ هُوَۖ ﴿ "Dan mereka menanyakan kepadamu, 'Benarkah (azab yang dijanjikan) itu?" Maksudnya, orang-orang yang mendustakan menanyakan kepadamu dengan dasar penentangan dan penolakan bukan dengan dasar mencari kejelasan dan petunjuk. ﴾ أَحَقٌّ هُوَۖ ﴿ "Benarkah (azab yang dijanjikan) itu?" Maksudnya, apakah benar kebangkitan manusia dari kubur dan dikumpulkannya mereka untuk hari pembalasan kepada hamba-hamba sesuai dengan amal mereka, jika baik maka baik jika buruk maka buruk? ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah", kepada mereka dengan bersumpah atas kebenarannya dengan berdalil kepada dalil yang jelas dan bukti yang kuat. ﴾ إِي وَرَبِّيٓ إِنَّهُۥ لَحَقّٞۖ ﴿ "Ya demi Rabbku, se-sungguhnya azab itu adalah benar", tanpa ada keraguan dan kebim-bangan di dalamnya. ﴾ وَمَآ أَنتُم بِمُعۡجِزِينَ ﴿ "Dan kamu sekali-kali tidak bisa luput (darinya)." Maksudnya, kamu tidak mampu menghalangi Allah untuk membangkitkanmu, sebagaimana Dia menciptakanmu per-tama kali sementara kamu belum menjadi apa pun maka Dia pun akan mengembalikanmu sekali lagi untuk membalas perbuatanmu.
(54)(وَ) "Dan" pada Hari Kiamat kalau ﴾ أَنَّ لِكُلِّ نَفۡسٖ ظَلَمَتۡ ﴿ "se-tiap diri yang zhalim (musyrik) itu memiliki", dengan kekufuran dan kemaksiatan ﴾ مَا فِي ٱلۡأَرۡضِ ﴿ "segala sesuatu yang ada di bumi ini", dalam bentuk emas, perak dan lainnya untuk digunakan menebus azab Allah, ﴾ لَٱفۡتَدَتۡ بِهِۦۗ ﴿ "tentu dia menebus dirinya dengan itu." Namun itu semua tidaklah berguna baginya karena manfaat dan mudarat, pahala dan hukuman berdasarkan pada perbuatan baik atau buruk. ﴾ وَأَسَرُّواْ ﴿ "Dan mereka menyembunyikan" yakni mereka orang-orang yang zhalim, ﴾ ٱلنَّدَامَةَ لَمَّا رَأَوُاْ ٱلۡعَذَابَۖ ﴿ "penyesalannya ketika mereka telah menyaksikan azab itu." Mereka menyesal atas apa yang mereka la-kukan, dan pada waktu itu tidak ada lagi tempat aman. ﴾ وَقُضِيَ بَيۡنَهُم بِٱلۡقِسۡطِ ﴿ "Dan telah diberi keputusan di antara mereka dengan adil." Ke-adilan yang sempurna yang tidak ada kezhaliman padanya dari segi apa pun.
(55) ﴾ أَلَآ إِنَّ لِلَّهِ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۗ ﴿ "Ingatlah, sesungguhnya kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan di bumi." Dia menetapkan hukum pada mereka dengan hukum diniyah dan qadariyah, dan Dia akan menetapkan hukum pada mereka dengan hukum jaza'i. Oleh karena itu, Dia berfirman, ﴾ أَلَآ إِنَّ وَعۡدَ ٱللَّهِ حَقّٞ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَهُمۡ لَا يَعۡلَمُونَ ﴿ "Ingatlah, sesungguh-nya janji Allah itu benar, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui-(nya)." Oleh karena itu, mereka tidak bersiap-siap untuk bertemu Allah bahkan mungkin mereka tidak beriman kepadanya, padahal dalil-dalil yang pasti dan bukti-bukti aqli dan naqli telah mendu-kungnya.
(56) ﴾ هُوَ يُحۡيِۦ وَيُمِيتُ ﴿ "Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan." Maksudnya Dia-lah Allah yang memiliki otoritas menghidupkan, mematikan dan aturan-aturan lainnya. Dalam hal itu Dia tidak ber-sekutu. ﴾ وَإِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ ﴿ "Dan hanya kepadaNya-lah kamu dikembalikan," pada Hari Kiamat, maka Dia membalasmu sesuai dengan amalmu baik dan buruknya.
10:57–58Page 215
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ قَدۡ جَآءَتۡكُم مَّوۡعِظَةٞ مِّن رَّبِّكُمۡ وَشِفَآءٞ لِّمَا فِي ٱلصُّدُورِ وَهُدٗى وَرَحۡمَةٞ لِّلۡمُؤۡمِنِينَ ٥٧
O mankind, there has come to you instruction from your Lord and healing for what is in the breasts and guidance and mercy for the believers.
قُلۡ بِفَضۡلِ ٱللَّهِ وَبِرَحۡمَتِهِۦ فَبِذَٰلِكَ فَلۡيَفۡرَحُواْ هُوَ خَيۡرٞ مِّمَّا يَجۡمَعُونَ ٥٨
Say, "In the bounty of Allāh and in His mercy - in that let them rejoice; it is better than what they accumulate."
"Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pela-jaran dari Rabbmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. Katakanlah, 'Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmatNya itu adalah lebih baik daripada sesuatu yang mereka kumpulkan'." (Yunus: 57-58).
(57) Allah تعالى menganjurkan manusia agar memperhatikan kitab yang mulia ini dengan menyebutkan sifat-sifatnya yang baik yang dibutuhkan bagi manusia, seraya Dia berfirman,﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ قَدۡ جَآءَتۡكُم مَّوۡعِظَةٞ مِّن رَّبِّكُمۡ ﴿ "Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Rabbmu", yang menasehatimu dan memperingatkan-mu dari amalan yang mendatangkan murka Allah yang menyebab-kan siksaNya, ia memperingatkanmu dengan menjelaskan akibat buruknya, ﴾ وَشِفَآءٞ لِّمَا فِي ٱلصُّدُورِ ﴿ "dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada", ia adalah al-Qur`an ini, penyembuh bagi sesuatu yang ada di dalam dada berupa penyakit hawa nafsu yang menghalangi ketundukan kepada syariat dan penyakit-penyakit syubhat yang menodai ilm al-Yaqin, karena apa yang dikandungnya berupa targhib (anjuran) dan tarhib (ancaman), janji pahala dan an-caman siksa, membuat seorang hamba merasa cinta dan takut. Jika pada diri hamba terdapat kacintaan kepada kebaikan dan rasa takut kepada keburukan dan keduanya tumbuh berdasarkan makna-makna al-Qur`an yang merasuk padanya, maka hal itu akan mendo-rongnya mendahulukan keinginan Allah di atas keinginan dirinya, dan apa yang menyebabkan ridha Allah lebih dipentingkan dari-pada syahwat dirinya sendiri. Begitu pula bukti-bukti dan dalil yang dikandungnya yang dipaparkan oleh Allah yang sangat baik dan dijelaskan olehNya dengan sangat jelas yang mengikis syubhat yang menodai kebenaran dan mengantarkan hati kepada derajat yakin tertinggi, jika hati sehat, tidak sakit, dan ia dihiasi dengan pakaian keselamatan, maka seluruh anggota tubuh mengikutinya, karena anggota tubuh akan baik disebabkan oleh baiknya hati dan akan buruk disebabkan buruknya hati. ﴾ وَهُدٗى وَرَحۡمَةٞ لِّلۡمُؤۡمِنِينَ ﴿ "Dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman." Petunjuk adalah ilmu tentang kebenaran dan peng-amalannya. Rahmat adalah kebaikan dan pahala dunia dan akhirat yang didapatkan oleh orang yang mendapatkan petunjuk, sedang-kan hidayah adalah sarana paling mulia dan rahmat adalah sasaran dan target paling sempurna, akan tetapi hidayah dan rahmat itu tidak berlaku kecuali pada orang-orang yang beriman, jika hidayah telah didapatkan dan rahmat yang timbul darinya juga telah diraih, maka terwujudlah kebahagiaan, keberuntungan, keberhasilan, dan ketentraman.
(58) Oleh karena itu, Allah memerintahkan agar berbahagia dengan itu seraya berfirman, ﴾ قُلۡ بِفَضۡلِ ٱللَّهِ ﴿ "Katakanlah, 'Dengan Karunia Allah'." Yaitu al-Qur`an yang merupakan nikmat, karunia, pembe-rian dan keutamaan terbesar yang Allah limpahkan kepada hamba-hambaNya. RahmatNya adalah agama, iman, ibadah kepada Allah, mencintaiNya, dan mengetahuiNya. ﴾ فَبِذَٰلِكَ فَلۡيَفۡرَحُواْ هُوَ خَيۡرٞ مِّمَّا يَجۡمَعُونَ ﴿ "Hen-daklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmatNya itu adalah lebih baik daripada sesuatu yang mereka kumpulkan," dalam bentuk kenikmatan dunia dan kelezatannya. Nikmat agama yang berkaitan dengan kebahagiaan dunia dan akhirat tidak bisa diban-dingkan dengan apa yang dikumpulkan di dunia yang dalam waktu dekat akan lenyap dan menghilang. Allah memerintahkan berba-hagia dengan karunia dan rahmatNya karena hal itu memang me-nyebabkan kebahagiaan, semangat, kekuatan serta keinginan kuat bagi jiwa untuk meraih ilmu dan iman dan meningkatkan keduanya serta bersyukur kepada Allah, ini adalah kebahagiaan yang dipuji. Lain halnya berbahagia dengan syahwat, kenikmatan dunia atau berbahagia dengan kebatilan. Ini adalah tercela sebagaimana Fir-man Allah tentang ucapan kaum Qarun kepadanya. ﴾ لَا تَفۡرَحۡۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلۡفَرِحِينَ 76 ﴿ "Janganlah kamu terlalu bangga, sesungguhnya Allah tidak menyu-kai orang-orang yang terlalu membanggakan diri." (Al-Qashash: 76). Dan sebagaimana Firman Allah tentang orang-orang yang berbahagia dengan kebatilan yang mereka ikuti yang bertentangan dengan apa yang dibawa oleh para rasul, ﴾ فَلَمَّا جَآءَتۡهُمۡ رُسُلُهُم بِٱلۡبَيِّنَٰتِ فَرِحُواْ بِمَا عِندَهُم مِّنَ ٱلۡعِلۡمِ ﴿ "Maka tatkala datang kepada mereka rasul-rasul (yang diutus kepa-da) mereka dengan membawa keterangan-keterangan, maka mereka merasa senang dengan pengetahuan yang ada pada mereka." (Al-Mu`min: 83).
10:59–60Page 215
قُلۡ أَرَءَيۡتُم مَّآ أَنزَلَ ٱللَّهُ لَكُم مِّن رِّزۡقٖ فَجَعَلۡتُم مِّنۡهُ حَرَامٗا وَحَلَٰلٗا قُلۡ ءَآللَّهُ أَذِنَ لَكُمۡۖ أَمۡ عَلَى ٱللَّهِ تَفۡتَرُونَ ٥٩
Say, "Have you seen what Allāh has sent down to you of provision of which you have made [some] lawful and [some] unlawful?" Say, "Has Allāh permitted you [to do so], or do you invent [something] about Allāh?"
وَمَا ظَنُّ ٱلَّذِينَ يَفۡتَرُونَ عَلَى ٱللَّهِ ٱلۡكَذِبَ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَذُو فَضۡلٍ عَلَى ٱلنَّاسِ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَهُمۡ لَا يَشۡكُرُونَ ٦٠
And what will be the supposition of those who invent falsehood about Allāh on the Day of Resurrection?1 Indeed, Allāh is the possessor of bounty for the people, but most of them are not grateful.
"Katakanlah, 'Terangkanlah kepadaku tentang rizki yang di-turunkan Allah kepadamu, lalu kamu jadikan sebagiannya haram dan (sebagiannya) halal.' Katakanlah, 'Apakah Allah telah mem-berikan izin kepadamu (tentang ini) atau kamu mengada-adakan saja terhadap Allah?' Apakah dugaan orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah pada Hari Kiamat? Sesungguh-nya Allah benar-benar mempunyai karunia (yang dilimpahkan) atas manusia, tetapi kebanyakan mereka tidak mensyukuri(nya)." (Yunus: 59-60).
(59) Allah تعالى berfirman mengingkari orang-orang musyrikin yang melakukan bid'ah dengan mengharamkan apa yang dihalal-kan Allah dan menghalalkan apa yang diharamkan Allah,﴾ قُلۡ أَرَءَيۡتُم مَّآ أَنزَلَ ٱللَّهُ لَكُم مِّن رِّزۡقٖ ﴿ "Katakanlah, 'Terangkanlah kepadaku tentang rizki yang diturunkan Allah kepadamu'." Yakni bermacam-macam hewan yang dihalalkan yang Allah jadikan sebagai rizki dan karunia bagi mereka, katakanlah kepada mereka dengan mencela pendapat yang rusak tersebut, ﴾ ءَآللَّهُ أَذِنَ لَكُمۡۖ أَمۡ عَلَى ٱللَّهِ تَفۡتَرُونَ ﴿ "Apakah Allah telah mem-berikan izin kepadamu (tentang ini) atau kamu mengada-adakan saja ter-hadap Allah?" Sebagaimana diketahui bahwa Allah tidak mengizinkan mereka, maka diketahuilah bahwa mereka telah melakukan kebo-hongan.
(60) ﴾ وَمَا ظَنُّ ٱلَّذِينَ يَفۡتَرُونَ عَلَى ٱللَّهِ ٱلۡكَذِبَ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِۗ ﴿ "Apakah dugaan orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah pada Hari Kia-mat?" Azab dan siksa apa yang akan Allah timpakan kepada mereka. Allah تعالى berfirman, ﴾ وَيَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ تَرَى ٱلَّذِينَ كَذَبُواْ عَلَى ٱللَّهِ وُجُوهُهُم مُّسۡوَدَّةٌۚ ﴿ "Dan pada Hari Kiamat, kamu akan melihat orang-orang yang ber-buat dusta terhadap Allah, mukanya menjadi hitam." (Az-Zumar: 60). ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ لَذُو فَضۡلٍ عَلَى ٱلنَّاسِ ﴿ "Sesungguhnya Allah benar-benar mempu-nyai karunia (yang dilimpahkan) atas manusia." Dia adalah Pemilik ke-baikan yang besar dan karunia yang luas, akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur, bisa jadi mereka sama sekali tidak men-syukurinya, bisa pula ia digunakan untuk bermaksiat kepadaNya, bisa dengan mengharamkannya dan menolak sesuatu yang Allah limpahkan kepada hamba-hambaNya, hanya sedikit dari mereka yang bersyukur yang mengakui nikmat dan memuji Allah dan menggunakannya dalam ketaatan kepadaNya. Ayat ini dijadikan dalil bahwa pada dasarnya seluruh maka-nan itu adalah halal kecuali yang ada pengharamannya dari syara'. Karena itu Allah mengingkari orang-orang yang mengharamkan rizkiNya yang diturunkan untuk hamba-hambaNya.
10:61Page 215
وَمَا تَكُونُ فِي شَأۡنٖ وَمَا تَتۡلُواْ مِنۡهُ مِن قُرۡءَانٖ وَلَا تَعۡمَلُونَ مِنۡ عَمَلٍ إِلَّا كُنَّا عَلَيۡكُمۡ شُهُودًا إِذۡ تُفِيضُونَ فِيهِۚ وَمَا يَعۡزُبُ عَن رَّبِّكَ مِن مِّثۡقَالِ ذَرَّةٖ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا فِي ٱلسَّمَآءِ وَلَآ أَصۡغَرَ مِن ذَٰلِكَ وَلَآ أَكۡبَرَ إِلَّا فِي كِتَٰبٖ مُّبِينٍ ٦١
And, [O Muḥammad], you are not [engaged] in any matter and do not recite any of the Qur’ān and you [people] do not do any deed except that We are witness over you when you are involved in it. And not absent from your Lord is any [part] of an atom's weight1 within the earth or within the heaven or [anything] smaller than that or greater but that it is in a clear register.
"Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari al-Qur`an dan kamu tidak mengerjakan suatu pe-kerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya. Tidak luput dari pengetahuan Rabbmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)." (Yunus: 61).
(61) Allah mengabarkan tentang luasnya pengetahuan dan penglihatanNya terhadap segala keadaan manusia dalam gerakan dan diam mereka. Termasuk dalam pembahasan ini adalah dak-wah pada muraqabahnya Allah secara terus-menerus, ﴾ وَمَا تَكُونُ فِي شَأۡنٖ ﴿ "Kamu tidak berada dalam suatu keadaan." Yakni, keadaan diniyah dan duniawiyah ﴾ وَمَا تَتۡلُواْ مِنۡهُ مِن قُرۡءَانٖ ﴿ "dan tidak membaca suatu ayat dari al-Qur`an." Yakni apa yang kamu baca dari al-Qur`an yang Allah wahyukan kepadamu, ﴾ وَلَا تَعۡمَلُونَ مِنۡ عَمَلٍ ﴿ "dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan", besar atau kecil ﴾ إِلَّا كُنَّا عَلَيۡكُمۡ شُهُودًا إِذۡ تُفِيضُونَ فِيهِۚ ﴿ "melain-kan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya." Yakni di waktu kamu memulai mengerjakannya dan dalam keadaan terus melakukannya, hendaknya kamu merasa Allah mengawasimu dalam perbuatanmu, maka lakukanlah dengan ikhlas dan bersungguh-sungguh. Jauhilah sesuatu yang dibenci Allah karena Dia melihat dan mengawasi lahir dan batinmu. ﴾ وَمَا يَعۡزُبُ عَن رَّبِّكَ ﴿ "Dan tidak luput dari pengetahuan Rabbmu." Yakni tidak ada yang samar dari ilmu, pendengaran, penglihatan dan pengawasan Allah, ﴾ مِن مِّثۡقَالِ ذَرَّةٖ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا فِي ٱلسَّمَآءِ وَلَآ أَصۡغَرَ مِن ذَٰلِكَ وَلَآ أَكۡبَرَ إِلَّا فِي كِتَٰبٖ مُّبِينٍ ﴿ "biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar daripada itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)." IlmuNya telah mencakupnya dan penaNya telah mencatatnya. Kedua tingkatan ini adalah termasuk tingkatan qadha dan qadar yang sering Allah sandingkan yaitu ilmu yang meliputi segala sesuatu dan kitabah (tulisan) yang meliputi segala peristiwa, seperti FirmanNya, ﴾ أَلَمۡ تَعۡلَمۡ أَنَّ ٱللَّهَ يَعۡلَمُ مَا فِي ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِۚ إِنَّ ذَٰلِكَ فِي كِتَٰبٍۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٞ 70 ﴿ "Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah menge-tahui apa saja yang ada di langit dan di bumi. Sesungguhnya yang demi-kian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah." (Al-Hajj: 70).
10:62–64Page 216
أَلَآ إِنَّ أَوۡلِيَآءَ ٱللَّهِ لَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ ٦٢
Unquestionably, [for] the allies of Allāh there will be no fear concerning them, nor will they grieve -
ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَكَانُواْ يَتَّقُونَ ٦٣
Those who believed and were fearing Allāh.
لَهُمُ ٱلۡبُشۡرَىٰ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا وَفِي ٱلۡأٓخِرَةِۚ لَا تَبۡدِيلَ لِكَلِمَٰتِ ٱللَّهِۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡعَظِيمُ ٦٤
For them are good tidings in the worldly life and in the Hereafter. No change is there in the words [i.e., decrees] of Allāh. That is what is the great attainment.
"Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada ke-khawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. Mereka mendapatkan berita gembira dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar." (Yunus: 62-64).
(62) Allah mengabarkan tentang wali-waliNya dan orang-orang yang dicintaiNya dengan menyebutkan perbuatan, sifat dan pahala mereka, ﴾ أَلَآ إِنَّ أَوۡلِيَآءَ ٱللَّهِ لَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ ﴿ "Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka", dalam hal ketakutan dan kekhawatiran yang ada di depan mereka yang mereka hadapi, ﴾ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ ﴿ "dan tidak (pula) mereka bersedih hati", atas apa yang telah berlalu karena masa lalu mereka hanyalah amal kebaikan. Jika mereka tidak takut dan tidak bersedih, maka yang ada untuk mereka adalah rasa aman, kebahagiaan yang melimpah yang hanya diketahui oleh Allah.
(63) Kemudian Allah menyebutkan sifat mereka, seraya Dia berfirman, ﴾ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ﴿ "(Yaitu) orang-orang yang beriman", kepada Allah, malaikatNya, kitabNya, RasulNya, Hari Akhir, takdir baik dan buruknya, mereka membuktikan amal mereka dengan mema-kai ketakwaan dengan menaati perintah-perintah dan menjauhi larangan-larangan. Semua orang Mukmin yang bertakwa, maka dia adalah wali Allah.
(64) ﴾ لَهُمُ ٱلۡبُشۡرَىٰ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا وَفِي ٱلۡأٓخِرَةِۚ ﴿ "Mereka mendapatkan be-rita gembira dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat." Adapun berita gembira di dunia maka ia adalah pujian yang baik, kecintaan di hati orang-orang Mukmin, mimpi yang baik dan apa yang dirasakan oleh seorang hamba dalam bentuk kasih sayang Allah kepadanya, kemudahanNya kepada amal dan akhlak yang terbaik dan penghindaranNya dari akhlak yang buruk. Sedangkan di akhirat maka yang pertama adalah berita gembira pada saat ar-wah mereka diambil sebagaimana Firman Allah, ﴾ إِنَّ ٱلَّذِينَ قَالُواْ رَبُّنَا ٱللَّهُ ثُمَّ ٱسۡتَقَٰمُواْ تَتَنَزَّلُ عَلَيۡهِمُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ أَلَّا تَخَافُواْ وَلَا تَحۡزَنُواْ وَأَبۡشِرُواْ بِٱلۡجَنَّةِ ٱلَّتِي كُنتُمۡ تُوعَدُونَ 30 ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, 'Rabb kami ialah Allah', kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan), 'Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih, dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) Surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu'." (Fushshilat: 30). Dan di dalam kubur ada berita gembira untuknya berupa ridha Allah dan nikmat yang dirasakan, dan di akhirat ada berita gembira yang sempurna dengan masuk surga dan selamat dari azab neraka. ﴾ لَا تَبۡدِيلَ لِكَلِمَٰتِ ٱللَّهِۚ ﴿ "Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah." Akan tetapi apa yang Allah janjikan maka itulah kebenaran yang tidak mungkin dirubah dan diganti karena Dia Mahabenar dalam FirmanNya yang tidak seorang pun mampu menyelisihiNya dalam takdir dan keputusanNya. ﴾ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡعَظِيمُ ﴿ "Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar." Karena ia mengan-dung keselamatan dari yang dikhawatirkan, kemenangan meraih apa yang diinginkan, keberuntungan dibatasi padanya karena tidak ada keberuntungan untuk selain ahli iman dan takwa. Alhasil bahwa berita gembira meliputi seluruh kebaikan dan pahala yang dikaitkan oleh Allah di dunia dan akhirat dengan iman dan takwa. Oleh karenanya, Dia menyebutkannya secara mutlak dan tidak membatasinya.
10:65Page 216
وَلَا يَحۡزُنكَ قَوۡلُهُمۡۘ إِنَّ ٱلۡعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًاۚ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡعَلِيمُ ٦٥
And let not their speech grieve you. Indeed, honor [due to power] belongs to Allāh entirely. He is the Hearing, the Knowing.
"Janganlah kamu sedih oleh perkataan mereka. Sesungguhnya kekuasaan itu seluruhnya adalah kepunyaan Allah. Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (Yunus: 65).
(65) Maksudnya, ucapan orang-orang yang mendustakan-mu itu jangan membuatmu bersedih yaitu ucapan-ucapan yang mengandung penghinaan kepadamu dan kepada agamamu karena ucapan-ucapan mereka itu tidak membuat mereka mulia dan tidak membuatmu merugi. ﴾ إِنَّ ٱلۡعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًاۚ ﴿ "Sesungguhnya kekuasaan itu seluruhnya adalah kepunyaan Allah." Dia berikan kepada orang yang Dia kehendaki dan tidak Dia berikan kepada orang yang Dia ke-hendaki, Firman Allah, ﴾ مَن كَانَ يُرِيدُ ٱلۡعِزَّةَ فَلِلَّهِ ٱلۡعِزَّةُ جَمِيعًاۚ ﴿ "Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya." (Fathir: 10). Carilah ia dengan ketaatan kepadaNya dengan dalil Firman-Nya sesudahnya, ﴾ إِلَيۡهِ يَصۡعَدُ ٱلۡكَلِمُ ٱلطَّيِّبُ وَٱلۡعَمَلُ ٱلصَّٰلِحُ يَرۡفَعُهُۥۚ ﴿ "KepadaNya-lah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang shalih dinaikkannya." (Fathir: 10). Seperti yang telah diketahui bahwa kamu di atas ketaatan kepada Allah, dan bahwa kemuliaanmu dan pengikutmu adalah dari Allah. Allah تعالى berfirman, ﴾ وَلِلَّهِ ٱلۡعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِۦ وَلِلۡمُؤۡمِنِينَ ﴿ "Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi RasulNya dan bagi orang-orang Mukmin." (Al-Munafiqun: 8). FirmanNya, ﴾ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡعَلِيمُ ﴿ "Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." Maksudnya, pendengarannya meliputi segala suara, tak sedikit pun darinya yang samar bagiNya, ilmuNya meli-puti yang lahir dan yang batin, tidak luput dariNya sebesar dzarrah pun, di langit dan di bumi, tidak lebih kecil darinya dan tidak lebih besar. Allah mendengar ucapanmu dan ucapan musuh-musuhmu tentangmu. Dia mengetahui itu secara terperinci. Cukuplah untuk-mu ilmu dan perlindungan Allah, dan barangsiapa bertakwa kepada Allah, maka Dia akan mencukupkannya.
10:66–67Page 216
أَلَآ إِنَّ لِلَّهِ مَن فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَن فِي ٱلۡأَرۡضِۗ وَمَا يَتَّبِعُ ٱلَّذِينَ يَدۡعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ شُرَكَآءَۚ إِن يَتَّبِعُونَ إِلَّا ٱلظَّنَّ وَإِنۡ هُمۡ إِلَّا يَخۡرُصُونَ ٦٦
Unquestionably, to Allāh belongs whoever is in the heavens and whoever is on the earth. And those who invoke other than Allāh do not [actually] follow [His] "partners." They follow not except assumption, and they are not but misjudging.
هُوَ ٱلَّذِي جَعَلَ لَكُمُ ٱلَّيۡلَ لِتَسۡكُنُواْ فِيهِ وَٱلنَّهَارَ مُبۡصِرًاۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّقَوۡمٖ يَسۡمَعُونَ ٦٧
It is He who made for you the night to rest therein and the day, giving sight.1 Indeed in that are signs for a people who listen.
"Ingatlah, sesungguhnya kepunyaan Allah semua yang ada di langit dan semua yang ada di bumi. Dan orang-orang yang me-nyeru sekutu-sekutu selain Allah, tidaklah mengikuti (suatu keyaki-nan). Tidaklah mereka mengikuti melainkan prasangka belaka, dan mereka hanyalah menduga-duga. Dia-lah yang menjadikan malam bagi kamu supaya kamu beristirahat padanya dan (menjadikan) siang terang benderang (supaya kamu mencari karunia Allah). Se-sungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekua-saan Allah) bagi orang-orang yang mendengar." (Yunus: 66-67).
(66) Allah mengabarkan bahwa Dia-lah pemilik segala yang ada di langit dan di bumi sebagai makhluk dan hambaNya. Dia bertindak pada mereka dengan hukum-hukum yang dikehendaki-Nya. Semuanya adalah di bawah kepemilikan Allah, mereka tunduk dan diatur (oleh Allah), tidak berhak disembah sedikit pun dan bu-kanlah sekutu-sekutu bagi Allah sedikit pun. Oleh karena itu, Allah berfirman, ﴾ وَمَا يَتَّبِعُ ٱلَّذِينَ يَدۡعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ شُرَكَآءَۚ إِن يَتَّبِعُونَ إِلَّا ٱلظَّنَّ ﴿ "Dan orang-orang yang menyeru sekutu-sekutu selain Allah, tidaklah mengikuti (suatu keyakinan). Tidaklah mereka mengikuti melainkan prasangka be-laka", yang tidak berguna sedikit pun untuk kebenaran. ﴾ وَإِنۡ هُمۡ إِلَّا يَخۡرُصُونَ ﴿ "Dan mereka hanyalah menduga-duga." Hal itu mengandung prasangka, dusta dan kepalsuan. Jika mereka benar bahwa yang mereka sembah itu adalah sekutu bagi Allah, maka hendaknya mereka menunjukkan sifat-sifatnya yang dengannya ia memang la-yak disembah, sedikit saja, dan mereka tidak akan mampu. Adakah di antara mereka yang mampu menciptakan sesuatu atau memberi rizki atau menguasai makhluk sedikit saja atau mengatur malam dan siang yang dijadikan oleh Allah sebagai tiang kehidupan ma-nusia?
(67) ﴾ هُوَ ٱلَّذِي جَعَلَ لَكُمُ ٱلَّيۡلَ لِتَسۡكُنُواْ فِيهِ ﴿ "Dia-lah yang menjadikan malam bagi kamu supaya kamu beristirahat padanya", maksudnya, pada tidur dan istirahat karena kegelapan yang menyelimuti wajah bumi, kalau siang itu berlangsung terus maka mereka tidak dapat istirahat dan tidak tenang. (وَ) "Dan" Allah menjadikan ﴾ ٱلنَّهَارَ مُبۡصِرًاۚ ﴿ "siang terang benderang (supaya kamu mencari karunia Allah)." Dengannya makhluk bisa melihat, maka mereka melakukan aktivitas hidup me-reka dan mewujudkan kepentingan agama dan dunia mereka.﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّقَوۡمٖ يَسۡمَعُونَ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang mendengar", dari Allah dengan pendengaran yang dilandasi oleh pemahaman, pene-rimaan dan keinginan mendapatkan petunjuk, bukan pendengaran untuk menentang dan melawan, karena pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengar, mereka berdalil dengannya berdasarkan bahwa hanya Allah-lah yang berhak untuk disembah, Dia-lah tuhan yang benar dan bahwa ketuhanan selain-Nya adalah batil dan bahwa Dia adalah Dzat yang Maha Pengasih, Penyayang, Mengetahui lagi Bijaksana.
10:68–70Page 216
قَالُواْ ٱتَّخَذَ ٱللَّهُ وَلَدٗاۗ سُبۡحَٰنَهُۥۖ هُوَ ٱلۡغَنِيُّۖ لَهُۥ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِي ٱلۡأَرۡضِۚ إِنۡ عِندَكُم مِّن سُلۡطَٰنِۭ بِهَٰذَآۚ أَتَقُولُونَ عَلَى ٱللَّهِ مَا لَا تَعۡلَمُونَ ٦٨
They1 have said, "Allāh has taken a son." Exalted is He; He is the [one] Free of need. To Him belongs whatever is in the heavens and whatever is in the earth. You have no authority2 for this [claim]. Do you say about Allāh that which you do not know?
قُلۡ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَفۡتَرُونَ عَلَى ٱللَّهِ ٱلۡكَذِبَ لَا يُفۡلِحُونَ ٦٩
Say, "Indeed, those who invent falsehood about Allāh will not succeed."
مَتَٰعٞ فِي ٱلدُّنۡيَا ثُمَّ إِلَيۡنَا مَرۡجِعُهُمۡ ثُمَّ نُذِيقُهُمُ ٱلۡعَذَابَ ٱلشَّدِيدَ بِمَا كَانُواْ يَكۡفُرُونَ ٧٠
[For them is brief] enjoyment in this world; then to Us is their return; then We will make them taste the severe punishment because they used to disbelieve.
"Mereka (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata, 'Allah mempunyai anak.' Mahasuci Allah, Dia-lah Yang Mahakaya, kepu-nyaanNya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak-lah kamu mempunyai hujjah tentang ini. Pantaskah kamu menga-takan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui? Katakanlah, 'Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidak beruntung.' (Bagi mereka) kesenangan (se-mentara) di dunia, kemudian kepada Kamilah mereka kembali, kemudian Kami rasakan kepada mereka siksa yang berat, disebab-kan kekafiran mereka." (Yunus: 68-70).@
(68) Allah berfirman mengabarkan kedustaan orang-orang musyrik kepada Allah Rabbul 'alamin. ﴾ قَالُواْ ٱتَّخَذَ ٱللَّهُ وَلَدٗاۗ ﴿ "Mereka (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata, 'Allah mempunyai anak'." Maka Allah menyucikan diriNya dengan ﴾ سُبۡحَٰنَهُۥۖ ﴿ "Mahasuci Allah." Yakni dari apa yang dikatakan oleh orang-orang zhalim dengan menisbatkan kekurangan kepadaNya dan Mahatinggi Allah dari hal itu. Kemudian Allah menyodorkan beberapa bukti. Pertama: FirmanNya, ﴾ هُوَ ٱلۡغَنِيُّۖ ﴿ "Dia-lah Yang Mahakaya", yakni kekayaan terbatas padaNya, macam-macam kekayaan hanya ada padaNya, Dia-lah Yang Mahakaya dengan kekayaan yang sempurna dari segala segi dan pandangan, jika Dia Mahakaya dari segala segi maka untuk apa Dia memiliki anak? Apakah karena Dia membu-tuhkan kepada anak? Ini jelas bertentangan dengan kekayaanNya dan tidak ada seorang pun yang memiliki anak kecuali karena ada-nya kekurangan pada kekayaannya. Bukti kedua: FirmanNya, ﴾ لَهُۥ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِي ٱلۡأَرۡضِۚ ﴿ "Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi." Ini adalah kalimat yang umum lagi menyeluruh tidak ada sesuatu pun yang ada di langit dan di bumi yang keluar darinya, semuanya adalah makhluk lagi hamba yang dikuasai dan seperti yang sudah dimaklumi bahwa sifat umum ini bertentangan dengan kepemilikan anak dari mereka karena anak dari jenis orang tuanya, dia bukan makhluk bukan pula yang dimiliki, kepemilikan Allah terhadap apa yang ada di langit dan di bumi bertentangan dengan keperanakan. Bukti ketiga: ﴾ إِنۡ عِندَكُم مِّن سُلۡطَٰنِۭ بِهَٰذَآۚ ﴿ "Tidaklah kamu mempunyai hujjah tentang ini." Yakni apakah kamu mempunyai bukti dan dalil bahwa Allah mempunyai anak? Seandainya mereka memiliki dalil niscaya mereka pasti menyodorkannya, maka ketika Allah menen-tang mereka dan mereka pun tidak mampu menegakkan dalil maka diketahuilah kebatilan apa yang mereka ucapkan dan bahwa hal itu adalah ucapan tanpa ilmu, oleh karena itu Dia berfirman,﴾ أَتَقُولُونَ عَلَى ٱللَّهِ مَا لَا تَعۡلَمُونَ ﴿ "Pantaskah kamu mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?" Ini adalah termasuk perkara yang besar.
(69-70) ﴾ قُلۡ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَفۡتَرُونَ عَلَى ٱللَّهِ ٱلۡكَذِبَ لَا يُفۡلِحُونَ ﴿ "Katakanlah, 'Se-sungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidak beruntung'." Maksudnya, mereka tidak meraih keinginan mereka dan maksud mereka tidak terwujud. Mereka hanya menik-mati kekufuran dan kedustaan mereka sedikit di dunia kemudian mereka berpindah dan kembali kepada Allah maka Dia menimpa-kan kepada mereka, ﴾ ٱلۡعَذَابَ ٱلشَّدِيدَ بِمَا كَانُواْ يَكۡفُرُونَ ﴿ "siksa yang berat, disebabkan kekafiran mereka." Dan Allah tidak menzhalimi mereka, tetapi merekalah yang menzhalimi diri sendiri.
Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences