As-Sa'diYunus · 10:71–93

As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian

Yunus 10:71–93

10:71–73Page 217

۞ وَٱتۡلُ عَلَيۡهِمۡ نَبَأَ نُوحٍ إِذۡ قَالَ لِقَوۡمِهِۦ يَٰقَوۡمِ إِن كَانَ كَبُرَ عَلَيۡكُم مَّقَامِي وَتَذۡكِيرِي بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ فَعَلَى ٱللَّهِ تَوَكَّلۡتُ فَأَجۡمِعُوٓاْ أَمۡرَكُمۡ وَشُرَكَآءَكُمۡ ثُمَّ لَا يَكُنۡ أَمۡرُكُمۡ عَلَيۡكُمۡ غُمَّةٗ ثُمَّ ٱقۡضُوٓاْ إِلَيَّ وَلَا تُنظِرُونِ ٧١

And recite to them the news of Noah, when he said to his people, "O my people, if my residence and my reminding of the signs of Allāh has become burdensome upon you - then I have relied upon Allāh. So resolve upon your plan and [call upon] your associates. Then let not your plan be obscure to you.1 Then carry it out upon me and do not give me respite.

فَإِن تَوَلَّيۡتُمۡ فَمَا سَأَلۡتُكُم مِّنۡ أَجۡرٍۖ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِۖ وَأُمِرۡتُ أَنۡ أَكُونَ مِنَ ٱلۡمُسۡلِمِينَ ٧٢

And if you turn away [from my advice] - then no payment have I asked of you. My reward is only from Allāh, and I have been commanded to be of the Muslims [i.e., those who submit to Allāh]."

فَكَذَّبُوهُ فَنَجَّيۡنَٰهُ وَمَن مَّعَهُۥ فِي ٱلۡفُلۡكِ وَجَعَلۡنَٰهُمۡ خَلَٰٓئِفَ وَأَغۡرَقۡنَا ٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَاۖ فَٱنظُرۡ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلۡمُنذَرِينَ ٧٣

And they denied him, so We saved him and those with him in the ship and made them successors, and We drowned those who denied Our signs. Then see how was the end of those who were warned.

"Dan bacakanlah kepada mereka berita penting tentang Nuh di waktu dia berkata kepada kaumnya, 'Hai kaumku, jika terasa berat bagimu tinggal (bersamaku) dan peringatanku (kepadamu) dengan ayat-ayat Allah, maka kepada Allah-lah aku bertawakal, karena itu bulatkanlah keputusanmu dan (kumpulkanlah) sekutu-sekutumu (untuk membinasakanku). Kemudian janganlah kepu-tusanmu itu dirahasiakan, lalu lakukanlah terhadap diriku, dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku. Jika kamu berpaling (dari peringatanku), aku tidak meminta upah sedikit pun darimu. Upahku tidak lain hanyalah dari Allah belaka, dan aku disuruh supaya aku termasuk golongan orang-orang yang berserah diri (kepadaNya).' Lalu mereka mendustakan Nuh, maka Kami menye-lamatkannya dan orang-orang yang bersamanya di dalam bahtera, dan Kami jadikan mereka itu memegang kekuasaan, dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang di-beri peringatan itu." (Yunus: 71-73).

(71) Allah berfirman kepada NabiNya, "Bacakanlah kepada kaummu, ﴾ نَبَأَ نُوحٍ ﴿ "berita penting tentang Nuh", tentang dakwahnya kepada kaumnya ketika dia mengajak kepada Allah dalam jangka waktu yang panjang, dia tinggal pada mereka selama 950 tahun, akan tetapi dakwahnya tidak menambahkan (keimanan) untuk me-reka melainkan pelampauan batas, mereka jenuh dan bosan darinya padahal Nuh bukanlah orang yang malas dan asal-asalan dalam berdakwah kepada mereka, dia berkata kepada mereka, ﴾ يَٰقَوۡمِ إِن كَانَ كَبُرَ عَلَيۡكُم مَّقَامِي وَتَذۡكِيرِي بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ ﴿ "Hai kaumku, jika terasa berat bagimu tinggal (bersamaku) dan peringatanku (kepadamu) dengan ayat-ayat Allah." Maksudnya, jika keberadaanku dan peringatanku dengan ayat-ayat Allah yang merupakan dalil yang jelas lagi terang itu tidak berguna bagimu, memberatkan dan menyusahkanmu lalu kamu ingin me-nimpakan keburukan kepadaku atau kamu ingin menolak kebenar-an, ﴾ فَعَلَى ٱللَّهِ تَوَكَّلۡتُ ﴿ "maka kepada Allah-lah aku bertawakal." Maksud-nya, aku bersandar kepada Allah dalam melawan keburukan yang hendak ditimpakan kepadaku dan kepada dakwahku. Ini adalah tentara dan senjataku sementara kamu silakan saja menghadirkan sejumlah (kekuatan) dan senjata yang kamu kehendaki. ﴾ فَأَجۡمِعُوٓاْ أَمۡرَكُمۡ ﴿ "Karena itu bulatkanlah keputusanmu," semuanya, dan tak seorang pun yang tertinggal serta jangan simpan sedikit pun dayamu. ﴾ و َ ﴿ "Dan" hadirkanlah, ﴾ شُرَكَآءَكُمۡ ﴿ "sekutu-sekutumu (untuk membinasakan-ku)," yang mana kamu menyembah dan bersikap loyal kepada mereka, yaitu selain Allah Rabb semesta alam. ﴾ ثُمَّ لَا يَكُنۡ أَمۡرُكُمۡ عَلَيۡكُمۡ غُمَّةٗ ﴿ "Kemudian janganlah keputusanmu itu dirahasiakan." Yakni samar dan rancu, akan tetapi hendaknya ia jelas lagi terang. ﴾ ثُمَّ ٱقۡضُوٓاْ إِلَيَّ ﴿ "Lalu lakukanlah terhadap diriku", dengan menimpakan hukuman dan kebu-rukan yang kamu mampu. ﴾ وَلَا تُنظِرُونِ ﴿ "Dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku." Maksudnya, jangan menundaku walaupun sesaat. Ini adalah bukti yang pasti dan ayat yang agung atas kebena-ran risalah dan ajaran yang dibawanya di mana dia sendirian, tanpa keluarga yang melindunginya dan tidak ada tentara yang mem-belanya walaupun begitu Nuh berani secara terbuka menyatakan bodohnya pendapat mereka, rusaknya ajaran mereka, dan aibnya tuhan-tuhan mereka. Mereka menyimpan kebencian dan permu-suhan kepada Nuh lebih besar daripada gunung yang tegak menju-lang, dan mereka adalah kaum yang kuat lagi mampu, tetapi Nuh berkata kepada mereka, "Berkumpullah kamu dengan sekutu-se-kutumu serta siapa pun yang kamu mampu (meminta bantuannya), perlihatkanlah tipu daya apa saja yang kamu bisa, lalu timpakan itu kepadaku kalau kamu mampu melakukan hal itu, tapi kamu tidak akan bisa melakukan itu kepadaku." Maka terbuktilah bahwa Nuh benar, dan mereka adalah pendusta dalam apa yang mereka klaim.

(72) Oleh karena itu, dia berkata, ﴾ فَإِن تَوَلَّيۡتُمۡ ﴿ "Jika kamu ber-paling (dari peringatanku)", dari apa yang aku serukan kepadamu, maka kamu tidak memiliki alasan dalam keberpalinganmu itu ka-rena terbukti bahwa kamu tidak berpaling dari kebatilan kepada kebenaran, akan tetapi kamu berpaling dari kebenaran di mana dalil-dalil telah membuktikan kebenarannya kepada kebatilan di mana dalil-dalil telah membuktikan kebatilannya, meskipun begitu ﴾ فَمَا سَأَلۡتُكُم مِّنۡ أَجۡرٍۖ ﴿ "aku tidak meminta upah sedikit pun darimu", atas dak-wahku dan jawabanmu, akibatnya kamu akan berkata, "Orang ini datang untuk mengambil harta kami." Akibatnya kamu menolakku karenanya. ﴾ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِۖ ﴿ "Upahku tidak lain hanyalah dari Allah belaka", maksudnya, aku tidak menginginkan pahala dan balasan kecuali dari Allah. Dan juga aku tidak memerintahkanmu lalu aku menyelisihinya, akan tetapi ﴾ وَأُمِرۡتُ أَنۡ أَكُونَ مِنَ ٱلۡمُسۡلِمِينَ ﴿ "aku disuruh su-paya aku termasuk golongan orang-orang yang berserah diri (kepadaNya)." Aku adalah orang pertama yang masuk dan melakukan apa yang aku perintahkan kepada kalian.

(73) ﴾ فَكَذَّبُوهُ ﴿ "Lalu mereka mendustakan Nuh", setelah dia me-nyeru mereka siang dan malam, diam-diam dan terang-terangan, dan seruannya hanya menyebabkan mereka semakin menjauh. ﴾ فَنَجَّيۡنَٰهُ وَمَن مَّعَهُۥ فِي ٱلۡفُلۡكِ ﴿ "Maka Kami menyelamatkannya dan orang-orang yang bersamanya di dalam bahtera", yang Kami perintahkan kepada-nya agar dia membuatnya dengan mata (pengawasan) Kami, dan Kami katakan kepadanya, "Jika dapur pengapian telah mendidih maka angkutlah dari masing-masing jenis binatang satu pasang dan keluargamu (kecuali orang yang terkena ketetapan (takdir) terdahulu) serta orang-orang yang beriman," maka Nuh melaksa-nakannya lalu Allah menurunkan hujan deras, memancarkan mata air lalu air itu bertemu sesuai dengan perintah yang ditakdirkan, maka Kami membawanya di atas bahtera yang berjalan dengan mata (pengawasan) Kami. ﴾ وَجَعَلۡنَٰهُمۡ خَلَٰٓئِفَ ﴿ "Dan Kami jadikan mereka itu memegang kekua-saan", di bumi setelah orang-orang yang mendustakan dibinasakan kemudian Allah memberkahi anak cucunya dan menjadikan anak cucunya yang tersisa serta menebarkan mereka di muka bumi.﴾ وَأَغۡرَقۡنَا ٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَاۖ ﴿ "Dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami," setelah penjelasan itu dan penegakan bukti.﴾ فَٱنظُرۡ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلۡمُنذَرِينَ ﴿ "Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang diberi peringatan itu." Yakni kebinasaan yang menghinakan dan laknat yang terus menerus atas mereka pada setiap abad yang da-tang sesudah mereka. Kamu tidak mendengar pada mereka kecuali cercaan dan kamu tidak melihat kecuali celaan dan cibiran. Hen-daknya orang-orang yang mendustakan itu mewaspadai azab siksa dan kebinasaan yang bisa menimpa mereka, sebagaimana azab telah menimpa orang-orang yang mendustakan.

10:74Page 217

ثُمَّ بَعَثۡنَا مِنۢ بَعۡدِهِۦ رُسُلًا إِلَىٰ قَوۡمِهِمۡ فَجَآءُوهُم بِٱلۡبَيِّنَٰتِ فَمَا كَانُواْ لِيُؤۡمِنُواْ بِمَا كَذَّبُواْ بِهِۦ مِن قَبۡلُۚ كَذَٰلِكَ نَطۡبَعُ عَلَىٰ قُلُوبِ ٱلۡمُعۡتَدِينَ ٧٤

Then We sent after him messengers to their peoples, and they came to them with clear proofs. But they were not to believe in that which they had denied before.1 Thus We seal over the hearts of the transgressors.

"Kemudian sesudah Nuh, Kami utus beberapa rasul kepada kaum mereka (masing-masing), maka rasul-rasul itu datang ke-pada mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata, tetapi mereka tidak hendak beriman karena mereka dahulu telah (biasa) mendustakannya. Demikianlah Kami mengunci mati hati orang-orang yang melampaui batas." (Yunus: 74).

(74) Maksudnya, kemudian Kami mengutus sesudah Nuh عليه السلام ﴾ رُسُلًا إِلَىٰ قَوۡمِهِمۡ ﴿ "beberapa rasul kepada kaum mereka (masing-masing)", yang mendustakan (ajaran Nuh), kemudian rasul-rasul itu menyeru kepada hidayah dan memperingatkan sebab-sebab kebinasaan.﴾ فَجَآءُوهُم بِٱلۡبَيِّنَٰتِ ﴿ "Maka rasul-rasul itu datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata." Maksudnya semua Nabi meno-pang dakwahnya dengan ayat-ayat yang menunjukkan kebenaran sesuatu yang didakwahkannya, ﴾ فَمَا كَانُواْ لِيُؤۡمِنُواْ بِمَا كَذَّبُواْ بِهِۦ مِن قَبۡلُۚ ﴿ "tetapi mereka tidak hendak beriman karena mereka dahulu telah (biasa) mendustakan-nya." Maksudnya, bahwa Allah menghukum mereka di mana mereka didatangi oleh seorang rasul tetapi mereka segera menyambutnya dengan pendustaan, Allah mengunci hati mereka dan menghalangi keimanan setelah sebelumnya mereka masih mungkin mendapat-kannya, sebagaimana Firman Allah, ﴾ وَنُقَلِّبُ أَفۡـِٔدَتَهُمۡ وَأَبۡصَٰرَهُمۡ كَمَا لَمۡ يُؤۡمِنُواْ بِهِۦٓ أَوَّلَ مَرَّةٖ ﴿ "Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka sebagaimana mereka belum pernah beriman kepadanya (al-Qur`an) pada permulaannya." (Al-An'am: 110). Oleh karena itu, Allah berfirman di sini ﴾ كَذَٰلِكَ نَطۡبَعُ عَلَىٰ قُلُوبِ ٱلۡمُعۡتَدِينَ ﴿ "Demikianlah Kami mengunci mati hati orang-orang yang melampaui batas." Maksudnya, Kami menutupnya dengan rapat sehingga tidak ada kebaikan yang sampai kepadanya. Allah tidak menzhalimi me-reka, akan tetapi merekalah yang menzhalimi diri mereka dengan menolak dan mendustakan kebenaran yang datang kepada mereka pertama kali.

10:75–93Page 217

ثُمَّ بَعَثۡنَا مِنۢ بَعۡدِهِم مُّوسَىٰ وَهَٰرُونَ إِلَىٰ فِرۡعَوۡنَ وَمَلَإِيْهِۦ بِـَٔايَٰتِنَا فَٱسۡتَكۡبَرُواْ وَكَانُواْ قَوۡمٗا مُّجۡرِمِينَ ٧٥

Then We sent after them Moses and Aaron to Pharaoh and his establishment with Our signs, but they behaved arrogantly and were a criminal people.

فَلَمَّا جَآءَهُمُ ٱلۡحَقُّ مِنۡ عِندِنَا قَالُوٓاْ إِنَّ هَٰذَا لَسِحۡرٞ مُّبِينٞ ٧٦

So when there came to them the truth from Us, they said, "Indeed, this is obvious magic."

قَالَ مُوسَىٰٓ أَتَقُولُونَ لِلۡحَقِّ لَمَّا جَآءَكُمۡۖ أَسِحۡرٌ هَٰذَا وَلَا يُفۡلِحُ ٱلسَّٰحِرُونَ ٧٧

Moses said, "Do you say [thus] about the truth when it has come to you? Is this magic? But magicians will not succeed."

قَالُوٓاْ أَجِئۡتَنَا لِتَلۡفِتَنَا عَمَّا وَجَدۡنَا عَلَيۡهِ ءَابَآءَنَا وَتَكُونَ لَكُمَا ٱلۡكِبۡرِيَآءُ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَمَا نَحۡنُ لَكُمَا بِمُؤۡمِنِينَ ٧٨

They said, "Have you come to us to turn us away from that upon which we found our fathers and so that you two may have grandeur in the land? And we are not believers in you."

وَقَالَ فِرۡعَوۡنُ ٱئۡتُونِي بِكُلِّ سَٰحِرٍ عَلِيمٖ ٧٩

And Pharaoh said, "Bring to me every learned magician."

فَلَمَّا جَآءَ ٱلسَّحَرَةُ قَالَ لَهُم مُّوسَىٰٓ أَلۡقُواْ مَآ أَنتُم مُّلۡقُونَ ٨٠

So when the magicians came, Moses said to them, "Throw down whatever you will throw."

فَلَمَّآ أَلۡقَوۡاْ قَالَ مُوسَىٰ مَا جِئۡتُم بِهِ ٱلسِّحۡرُۖ إِنَّ ٱللَّهَ سَيُبۡطِلُهُۥٓ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُصۡلِحُ عَمَلَ ٱلۡمُفۡسِدِينَ ٨١

And when they had thrown, Moses said, "What you have brought is [only] magic. Indeed, Allāh will expose its worthlessness. Indeed, Allāh does not amend the work of corrupters.

وَيُحِقُّ ٱللَّهُ ٱلۡحَقَّ بِكَلِمَٰتِهِۦ وَلَوۡ كَرِهَ ٱلۡمُجۡرِمُونَ ٨٢

And Allāh will establish the truth by His words, even if the criminals dislike it."

فَمَآ ءَامَنَ لِمُوسَىٰٓ إِلَّا ذُرِّيَّةٞ مِّن قَوۡمِهِۦ عَلَىٰ خَوۡفٖ مِّن فِرۡعَوۡنَ وَمَلَإِيْهِمۡ أَن يَفۡتِنَهُمۡۚ وَإِنَّ فِرۡعَوۡنَ لَعَالٖ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَإِنَّهُۥ لَمِنَ ٱلۡمُسۡرِفِينَ ٨٣

But no one believed Moses, except [some] offspring [i.e., youths] among his people, for fear of Pharaoh and his establishment that they would persecute them. And indeed, Pharaoh was haughty within the land, and indeed, he was of the transgressors.

وَقَالَ مُوسَىٰ يَٰقَوۡمِ إِن كُنتُمۡ ءَامَنتُم بِٱللَّهِ فَعَلَيۡهِ تَوَكَّلُوٓاْ إِن كُنتُم مُّسۡلِمِينَ ٨٤

And Moses said, "O my people, if you have believed in Allāh, then rely upon Him, if you should be Muslims [i.e., submitting to Him]."

فَقَالُواْ عَلَى ٱللَّهِ تَوَكَّلۡنَا رَبَّنَا لَا تَجۡعَلۡنَا فِتۡنَةٗ لِّلۡقَوۡمِ ٱلظَّٰلِمِينَ ٨٥

So they said, "Upon Allāh do we rely. Our Lord, make us not [objects of] trial for the wrongdoing people

وَنَجِّنَا بِرَحۡمَتِكَ مِنَ ٱلۡقَوۡمِ ٱلۡكَٰفِرِينَ ٨٦

And save us by Your mercy from the disbelieving people."

وَأَوۡحَيۡنَآ إِلَىٰ مُوسَىٰ وَأَخِيهِ أَن تَبَوَّءَا لِقَوۡمِكُمَا بِمِصۡرَ بُيُوتٗا وَٱجۡعَلُواْ بُيُوتَكُمۡ قِبۡلَةٗ وَأَقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَۗ وَبَشِّرِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ٨٧

And We inspired to Moses and his brother, "Settle your people in Egypt in houses and make your houses [facing the] qiblah1 and establish prayer and give good tidings to the believers."

وَقَالَ مُوسَىٰ رَبَّنَآ إِنَّكَ ءَاتَيۡتَ فِرۡعَوۡنَ وَمَلَأَهُۥ زِينَةٗ وَأَمۡوَٰلٗا فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا رَبَّنَا لِيُضِلُّواْ عَن سَبِيلِكَۖ رَبَّنَا ٱطۡمِسۡ عَلَىٰٓ أَمۡوَٰلِهِمۡ وَٱشۡدُدۡ عَلَىٰ قُلُوبِهِمۡ فَلَا يُؤۡمِنُواْ حَتَّىٰ يَرَوُاْ ٱلۡعَذَابَ ٱلۡأَلِيمَ ٨٨

And Moses said, "Our Lord, indeed You have given Pharaoh and his establishment splendor and wealth in the worldly life, our Lord, that they may lead [men] astray from Your way. Our Lord, obliterate their wealth and harden their hearts so that they will not believe until they see the painful punishment."

قَالَ قَدۡ أُجِيبَت دَّعۡوَتُكُمَا فَٱسۡتَقِيمَا وَلَا تَتَّبِعَآنِّ سَبِيلَ ٱلَّذِينَ لَا يَعۡلَمُونَ ٨٩

[Allāh] said, "Your supplication has been answered."1 So remain on a right course and follow not the way of those who do not know."

۞ وَجَٰوَزۡنَا بِبَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ ٱلۡبَحۡرَ فَأَتۡبَعَهُمۡ فِرۡعَوۡنُ وَجُنُودُهُۥ بَغۡيٗا وَعَدۡوًاۖ حَتَّىٰٓ إِذَآ أَدۡرَكَهُ ٱلۡغَرَقُ قَالَ ءَامَنتُ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا ٱلَّذِيٓ ءَامَنَتۡ بِهِۦ بَنُوٓاْ إِسۡرَٰٓءِيلَ وَأَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُسۡلِمِينَ ٩٠

And We took the Children of Israel across the sea, and Pharaoh and his soldiers pursued them in tyranny and enmity until, when drowning overtook him, he said, "I believe that there is no deity except that in whom the Children of Israel believe, and I am of the Muslims."

ءَآلۡـَٰٔنَ وَقَدۡ عَصَيۡتَ قَبۡلُ وَكُنتَ مِنَ ٱلۡمُفۡسِدِينَ ٩١

Now? And you had disobeyed [Him] before and were of the corrupters?

فَٱلۡيَوۡمَ نُنَجِّيكَ بِبَدَنِكَ لِتَكُونَ لِمَنۡ خَلۡفَكَ ءَايَةٗۚ وَإِنَّ كَثِيرٗا مِّنَ ٱلنَّاسِ عَنۡ ءَايَٰتِنَا لَغَٰفِلُونَ ٩٢

So today We will save you in body1 that you may be to those who succeed you a sign. And indeed, many among the people, of Our signs, are heedless.

وَلَقَدۡ بَوَّأۡنَا بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ مُبَوَّأَ صِدۡقٖ وَرَزَقۡنَٰهُم مِّنَ ٱلطَّيِّبَٰتِ فَمَا ٱخۡتَلَفُواْ حَتَّىٰ جَآءَهُمُ ٱلۡعِلۡمُۚ إِنَّ رَبَّكَ يَقۡضِي بَيۡنَهُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ فِيمَا كَانُواْ فِيهِ يَخۡتَلِفُونَ ٩٣

And We had certainly settled the Children of Israel in an agreeable settlement and provided them with good things. And they did not differ until [after] knowledge had come to them. Indeed, your Lord will judge between them on the Day of Resurrection concerning that over which they used to differ.

"Kemudian sesudah rasul-rasul itu, Kami utus Musa dan Harun kepada Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya, dengan (mem-bawa) tanda-tanda (mukjizat-mukjizat) Kami, maka mereka me-nyombongkan diri dan mereka adalah orang-orang yang berdosa. Dan tatkala telah datang kepada mereka kebenaran dari sisi Kami, mereka berkata, 'Sesungguhnya ini adalah sihir yang nyata.' Musa berkata, 'Apakah kamu mengatakan terhadap kebenaran ketika ia datang kepadamu, sihirkah ini? Padahal ahli-ahli sihir itu tidak-lah mendapat kemenangan.' Mereka berkata, 'Apakah kamu datang kepada kami untuk memalingkan kami dari apa yang kami dapati nenek moyang kami mengerjakannya, dan supaya kamu berdua mempunyai kekuasaan di muka bumi? Kami tidak akan memper-cayai kamu berdua.' Fir'aun berkata (kepada pemuka kaumnya), 'Datangkanlah kepadaku semua ahli-ahli sihir yang pandai!' Maka tatkala ahli-ahli sihir itu datang, Musa berkata kepada mereka, 'Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan'." (Yunus: 75-80) "Maka setelah mereka lemparkan, Musa berkata kepada me-reka, 'Apa yang kamu lakukan itu, itulah yang sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan ketidakbenarannya.' Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-orang yang membuat kerusakan. Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapanNya, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukai(nya). Maka tidak ada yang beriman kepada Musa, melainkan pemuda-pemuda dari kaumnya (Musa) dalam keadaan takut bahwa Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya akan menyiksa mereka. Sesungguhnya Fir'aun itu berbuat sewenang-we-nang di muka bumi. Dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang melampaui batas. Musa berkata, 'Hai kaumku, jika kamu beriman kepada Allah, maka bertawakallah kepadaNya saja, jika kamu benar-benar orang yang berserah diri.' Lalu mereka berkata, 'Kepada Allah-lah kami bertawakal! Ya Rabb kami, janganlah Eng-kau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zhalim'." (Yunus: 81-85) "Dan selamatkanlah kami dengan rahmatMu dari (tipu daya) orang-orang yang kafir. Dan Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya, 'Kalian berdua ambillah beberapa buah rumah di Mesir untuk tempat tinggal bagi kaummu dan jadikanlah rumah-rumahmu itu tempat shalat dan dirikanlah shalat serta gembira-kanlah orang-orang yang beriman.' Musa berkata, 'Ya Rabb kami, sesungguhnya Engkau telah memberi kepada Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia. Ya Rabb kami akibatnya mereka menyesatkan (manusia) dari jalanMu. Ya Rabb kami, binasakanlah harta benda mereka, dan kunci matilah hati mereka, sehingga mereka tidak beriman sampai mereka melihat siksaan yang pedih.' Allah berfirman, 'Sesungguhnya telah diperkenankan permohonan kamu berdua, sebab itu tetaplah kamu berdua pada jalan yang lurus dan janganlah sekali-kali kamu mengikuti jalan orang-orang yang tidak mengetahui'." (Yunus: 86-89) "Dan Kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir'aun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir'aun itu telah hampir tenggelam, berkatalah dia, 'Saya percaya bahwa tidak ada tuhan melainkan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya ter-masuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).' Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang ber-buat kerusakan? Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang da-tang sesudahmu, dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia le-ngah dari tanda-tanda kekuasaan Kami. Dan sesungguhnya Kami telah menempatkan Bani Israil di tempat kediaman yang bagus dan Kami beri mereka rizki dari yang baik-baik. Maka mereka tidak berselisih, kecuali setelah datang kepada mereka pengetahuan (yang tersebut dalam Taurat). Sesungguhnya Rabbmu akan memutuskan antara mereka di Hari Kiamat tentang sesuatu yang mereka per-selisihkan itu." (Yunus: 90-93)

(75) Maksudnya, kemudian Kami mengutus (setelah para rasul yang Allah utus kepada kaum yang mendustakan yang di-binasakan) ﴾ مُّوسَىٰ ﴿ "Musa" bin Imran, Rasul yang berbicara kepada Allah (Kalimurrahman), salah seorang rasul Ulul Azmi, salah seorang Rasul besar yang diteladani oleh mereka yang mana syariat yang agung lagi luas diturunkan kepadanya, dan Kami menjadikan Harun saudaranya sebagai pendukungnya. Kami mengutus keduanya, ﴾ إِلَىٰ فِرۡعَوۡنَ وَمَلَإِيْهِۦ ﴿ "kepada Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya." Yakni para pemimpin dan pembesar kaumnya, karena mayoritas mereka mengikuti para pemimpin ﴾ بِـَٔايَٰتِنَا ﴿ "dengan (membawa) tanda-tanda (mukjizat-mukjizat) Kami", yang menunjukkan ajaran yang dibawa-nya yaitu tauhid dan larangan menyembah selainNya. ﴾ فَٱسۡتَكۡبَرُواْ ﴿ "Maka mereka menyombongkan diri", darinya sebagai bentuk kezha-liman dan tinggi hati setelah meyakininya. ﴾ وَكَانُواْ قَوۡمٗا مُّجۡرِمِينَ ﴿ "Dan mereka adalah orang-orang yang berdosa." Allah telah memvonis me-reka sebagai orang-orang yang (bergelimang) dosa dan mendusta-kan (ajaran Nuh).

(76) ﴾ فَلَمَّا جَآءَهُمُ ٱلۡحَقُّ مِنۡ عِندِنَا ﴿ "Dan tatkala telah datang kepada me-reka kebenaran dari sisi Kami", yang merupakan kebenaran terbesar dan teragung. Ia dari sisi Allah yang mana seluruh leher tunduk kepada keagunganNya. Dia adalah Rabb semesta alam yang men-didik makhlukNya dengan nikmat-nikmatNya. Tatkala kebenaran dari Allah datang kepada mereka melalui Musa, maka mereka me-nolaknya dan tidak menerimanya. ﴾ قَالُوٓاْ إِنَّ هَٰذَا لَسِحۡرٞ مُّبِينٞ ﴿ "Mereka berkata, 'Sesungguhnya ini adalah sihir yang nyata'." Mereka merasa tidak cukup –semoga Allah menimpakan keburukan kepada mereka– dengan berpaling dan menolak lebih dari itu, mereka menjadikan-nya sebagai kebatilan yang paling batil yaitu sihir yang hakikat sebenarnya adalah bualan, bahkan mereka menjadikannya sebagai sihir yang jelas lagi nyata padahal sebenarnya ia adalah kebenaran yang nyata.

(77) Oleh karena itu, ﴾ قَالَ مُوسَىٰٓ ﴿ "Musa berkata", kepada me-reka sebagai bentuk pencelaan atas penolakan terhadap kebenaran yang tidak ditolak kecuali oleh orang yang paling zhalim.﴾ أَتَقُولُونَ لِلۡحَقِّ لَمَّا جَآءَكُمۡۖ ﴿ "Apakah kamu mengatakan terhadap kebenaran ketika ia datang kepadamu." Maksudnya, apakah kamu berkata bahwa ia adalah sihir yang nyata, ﴾ أَسِحۡرٌ هَٰذَا ﴿ "sihirkah ini?" Maksudnya, lihatlah sifatnya dan apa yang dikandungnya maka hanya dengan itu bisa dipastikan bahwa ia adalah kebenaran, ﴾ وَلَا يُفۡلِحُ ٱلسَّٰحِرُونَ ﴿ "padahal ahli-ahli sihir itu tidaklah mendapat kemenangan." Tidak di dunia dan tidak di akhirat. Lihatlah siapakah yang meraih akibat yang baik, siapa yang ber-untung, siapa yang berhasil, setelah itu mereka mengetahui dan setiap orang melihat bahwa Musalah yang menang dan beruntung dengan keberuntungan dunia dan akhirat.

(78) ﴾ قَالُوٓاْ ﴿ "Mereka berkata", kepada Musa, sebagai bentuk penolakan ucapannya dengan apa yang mana dia tidak mampu untuk menolaknya. ﴾ أَجِئۡتَنَا لِتَلۡفِتَنَا عَمَّا وَجَدۡنَا عَلَيۡهِ ءَابَآءَنَا ﴿ "Apakah kamu datang kepada kami untuk memalingkan kami dari apa yang kami dapati nenek moyang kami mengerjakannya." Maksudnya, apakah kamu datang kepada kami untuk menghalangi kami dari syirik dan ibadah kepada selain Allah yang kami dapati turun temurun dari nenek moyang kami dan memerintahkan kami agar menyembah Allah semata tanpa sekutu bagiNya. Mereka menjadikan ucapan nenek moyang mereka yang sesat sebagai hujjah yang dengannya mereka menolak kebenaran yang dibawa oleh Musa عليه السلام. Dan FirmanNya, ﴾ وَتَكُونَ لَكُمَا ٱلۡكِبۡرِيَآءُ فِي ٱلۡأَرۡضِ ﴿ "Dan supaya kamu ber-dua mempunyai kekuasaan di muka bumi?" Maksudnya, kamu datang kepada kami agar kamu menjadi pemimpin dan mengusir kami dari tanah air kami? Ini adalah tipuan dari mereka, promosi terhadap kebodohan mereka dan provokasi kepada orang awam agar me-musuhi Musa dan tidak beriman kepadanya. Ini tidak dijadikan sebagai hujjah oleh orang yang mengetahui hakikat dan mampu membedakan perkara-perkara, karena hujjah tidak ditolak kecuali dengan hujjah dan bukti. Adapun orang yang hadir membawa kebenaran lalu kebena-rannya ditolak dengan ucapan yang seperti ini maka itu menunjuk-kan kelemahan orang yang menghadirkannya untuk mendatangkan argumen yang bisa menolak pendapat lawan dialognya, karena seandainya dia mempunyai hujjah, niscaya dia menurunkannya dan tidak mengucapkan, "Tujuanmu adalah begini-begini, atau targetmu adalah ini dan ini." Sama saja dia jujur atau dusta dalam ucapannya dan pemberitaannya tentang maksud lawannya, padahal setiap orang yang mengetahui keadaan Musa dan ajaran yang didakwah-kannya, niscaya dia akan mengetahui bahwa dia sama sekali tidak memiliki tujuan berkuasa di muka bumi, tujuan Musa sama dengan tujuan para rasul yang lain: memberi petunjuk dan membimbing manusia kepada apa yang bermanfaat bagi mereka. Akan tetapi perkara sebenarnya adalah apa yang mereka ungkapkan sendiri dengan ucapannya, ﴾ وَمَا نَحۡنُ لَكُمَا بِمُؤۡمِنِينَ ﴿ "Kami tidak akan mempercayai kamu berdua." Sebagai bentuk pengingkaran dan kesombongan bu-kan karena kebatilan apa yang dibawa oleh Musa dan Harun, tidak pula karena kerancuan padanya dan tidak pula karena makna-makna lainnya kecuali karena kezhaliman, permusuhan dan kekuasaan yang mereka tuduhkan kepada Musa dan Harun.

(79) ﴾ وَقَالَ فِرۡعَوۡنُ ﴿ "Fir'aun berkata (kepada pemuka kaumnya)", sebagai bentuk penentangan kepada kebenaran yang dibawa oleh Musa dan menunjukkan kekuatannya di depan kaum dan pengi-kutnya, ﴾ ٱئۡتُونِي بِكُلِّ سَٰحِرٍ عَلِيمٖ ﴿ "Datangkanlah kepadaku semua ahli-ahli sihir yang pandai." Yakni ahli dan mumpuni dalam urusan sihir, maka Fir'aun meminta agar para penyihir yang mahir dalam berbagai jenis dan bentuknya dihadirkan dari seluruh penjuru Mesir.

(80) ﴾ فَلَمَّا جَآءَ ٱلسَّحَرَةُ ﴿ "Maka tatkala ahli-ahli sihir itu datang", untuk bertarung melawan Musa, ﴾ قَالَ لَهُم مُّوسَىٰٓ أَلۡقُواْ مَآ أَنتُم مُّلۡقُونَ ﴿ "Musa berkata kepada mereka, 'Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan'." Yakni apa pun yang kamu inginkan tanpa harus aku tentukan, hal itu karena Musa yakin dapat mengalahkan mereka, tak peduli mereka dan apa yang mereka hadirkan. @

(81) ﴾ فَلَمَّآ أَلۡقَوۡاْ ﴿ "Maka setelah mereka lemparkan", tambang-tambang dan tongkat-tongkat mereka, maka seolah-olah ia adalah ular yang merayap. ﴾ قَالَ مُوسَىٰ مَا جِئۡتُم بِهِ ٱلسِّحۡرُۖ ﴿ "Musa berkata, 'Apa yang kamu lakukan itu, itulah yang sihir'." Ini adalah sihir yang besar, walau-pun ia besar, akan tetapi ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ سَيُبۡطِلُهُۥٓ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُصۡلِحُ عَمَلَ ٱلۡمُفۡسِدِينَ ﴿ "sesung-guhnya Allah akan menampakkan ketidakbenarannya. Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-orang yang membuat kerusakan." Karena mereka menginginkan (dengan hal tersebut) untuk mendukung kebatilan di atas kebenaran, adakah kerusakan yang lebih besar daripada ini? Begitulah setiap perusak melakukan sesuatu lalu dia membuat tipu daya dan makar, per-buatannya pasti batal dan terkikis, meskipun dalam waktu tertentu apa yang dilakukannya cukup laris, akan tetapi ujung-ujungnya adalah habis dan lenyap. Adapun orang-orang yang memperbaiki diri yang mana tujuan dari perbuatan mereka adalah Wajah Allah dan ia adalah perbuatan-perbuatan dan sarana-sarana yang berguna yang diperintahkan, maka Allah memperbaiki perbuatan mereka, menjunjungnya dan menumbuhkannya selalu.

(82) Musa melempar tongkatnya, ia pun melahap semua apa yang mereka bikin lalu batallah sihir mereka, lenyaplah kebatilan mereka. ﴾ وَيُحِقُّ ٱللَّهُ ٱلۡحَقَّ بِكَلِمَٰتِهِۦ وَلَوۡ كَرِهَ ٱلۡمُجۡرِمُونَ ﴿ "Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapanNya walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukai(nya)." Maka ahli sihir itu tunduk kepada Musa ketika jelas bagi mereka kebenaran, Fir'aun mengancam mereka akan menyalib dan memotong tangan dan kaki mereka, tetapi mereka tidak gentar dan tetap teguh beriman.

(83) Adapun Fir'aun dengan kaum dan pembesarnya serta pengikut mereka maka tidak seorang pun dari mereka yang ber-iman bahkan mereka terus terlelap di dalam kesesatan mereka. Oleh karena itu Allah berfirman, ﴾ فَمَآ ءَامَنَ لِمُوسَىٰٓ إِلَّا ذُرِّيَّةٞ مِّن قَوۡمِهِۦ ﴿ "Maka tidak ada yang beriman kepada Musa, melainkan pemuda-pemuda dari kaumnya (Musa)." Yakni anak-anak muda Bani Israil yang sabar dalam meng-hadapi rasa takut karena iman yang bercokol di dalam hatinya ﴾ عَلَىٰ خَوۡفٖ مِّن فِرۡعَوۡنَ وَمَلَإِيْهِمۡ أَن يَفۡتِنَهُمۡۚ ﴿ "dalam keadaan takut bahwa Fir'aun dan pe-muka-pemuka kaumnya akan menyiksa mereka", karena agama mereka. ﴾ وَإِنَّ فِرۡعَوۡنَ لَعَالٖ فِي ٱلۡأَرۡضِ ﴿ "Sesungguhnya Fir'aun itu berbuat semena-mena di muka bumi", maksudnya dia mempunyai kekuasaan dan kekuatan maka pantas mereka takut terhadap ancamannya, lebih-lebih karena dia ﴾ وَإِنَّهُۥ لَمِنَ ٱلۡمُسۡرِفِينَ ﴿ "termasuk orang-orang yang melampaui batas." Mak-sudnya, dia termasuk orang-orang yang melamapui batas dalam urusan melanggar dan menganiaya. Hikmah –wallahu a'lam– dari berimannya anak-anak muda dari Bani Israil kepada Musa adalah karena anak-anak muda lebih bisa menerima dan menaati kebenar-an, lain halnya dengan orang-orang tua yang hidup di atas kekufur-an, mereka lebih jauh dari kebenaran disebabkan karena keyakinan yang rusak yang ada di dalam hati mereka.

(84) ﴾ وَقَالَ مُوسَىٰ ﴿ "Musa berkata", dalam keadaan mewasiatkan kaumnya supaya bersabar, mengingatkan mereka dengan apa me-reka meminta pertolongan dalam hal itu, dia berkata, ﴾ يَٰقَوۡمِ إِن كُنتُمۡ ءَامَنتُم بِٱللَّهِ ﴿ "Hai kaumku, jika kamu beriman kepada Allah," maka lakukanlah konsekuensi iman, ﴾ تَوَكَّلُوٓاْ إِن كُنتُم مُّسۡلِمِينَ ﴿ "dan bertakwalah kepadaNya saja jika kamu benar-benar orang yang berserah diri." Maksudnya, berpe-ganglah kepadaNya, kembalilah kepadaNya dan mohonlah perto-longan kepadaNya.

(85) ﴾ فَقَالُواْ ﴿ "Lalu mereka berkata", sebagai bentuk ketaatan dalam hal ini, ﴾ عَلَى ٱللَّهِ تَوَكَّلۡنَا رَبَّنَا لَا تَجۡعَلۡنَا فِتۡنَةٗ لِّلۡقَوۡمِ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "Kepada Allah-lah kami bertawakal ! Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zhalim." Maksudnya, janganlah Engkau men-jadikan mereka berkuasa atas kami yang akibatnya mereka akan menyiksa dan mengalahkan kami. Maka Bani Israil pun terfitnah oleh hal itu, dan mereka berkata, "Kalau mereka berpegang teguh pada kebenaran, niscaya mereka tidak dikalahkan."

(86) ﴾ وَنَجِّنَا بِرَحۡمَتِكَ مِنَ ٱلۡقَوۡمِ ٱلۡكَٰفِرِينَ ﴿ "Dan selamatkanlah kami dengan rahmatMu dari (tipu daya) orang-orang yang kafir." Agar kami selamat dari kejahatan mereka dan agar kami berdiri tegak di atas agama kami dengan baik sehingga kami mampu menegakkan dan menam-pakkan syariat tanpa penentang dan pelawan.

(87) ﴾ وَأَوۡحَيۡنَآ إِلَىٰ مُوسَىٰ وَأَخِيهِ ﴿ "Dan Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya", ketika keadaan pada kaumnya semakin sulit akibat ulah Fir'aun dan kaumnya, dan mereka berusaha memfitnah me-reka dari agama mereka, ﴾ أَن تَبَوَّءَا لِقَوۡمِكُمَا بِمِصۡرَ بُيُوتٗا ﴿ "kalian berdua ambillah beberapa buah rumah di Mesir untuk tempat tinggal bagi kaummu." Maksudnya, perintahkan mereka agar mendirikan rumah yang bisa mereka pakai untuk bersembunyi di dalamnya. ﴾ وَٱجۡعَلُواْ بُيُوتَكُمۡ قِبۡلَةٗ ﴿ "Dan jadikanlah rumah-rumahmu itu tempat shalat." Maksudnya, ja-dikan rumahmu tempat untuk shalat di mana kamu tidak mampu melakukannya di tempat-tempat ibadah umum. ﴾ وَأَقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَۗ ﴿ "Dan dirikanlah shalat," karena ia adalah penolong dalam segala urusan. ﴾ وَبَشِّرِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَۖ ﴿ "Serta gembirakanlah orang-orang yang beriman," dengan kemenangan, dukungan dan unggulnya agama mereka, karena akan selalu ada kemudahan di balik kesulitan-kesulitan, sesung-guhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan, ketika keadaannya semakin sulit dan susah maka Allah akan menghilangkan dan me-mudahkannya.

(88) Tatkala Musa melihat Fir'aun dan kaumnya semakin keras dan menentang, maka dia mendoakan kejelekan atas mereka dan Harun mengamini doanya, dia berkata,﴾ رَبَّنَآ إِنَّكَ ءَاتَيۡتَ فِرۡعَوۡنَ وَمَلَأَهُۥ زِينَةٗ ﴿ "Ya Rabb kami, sesungguhnya Engkau telah memberi kepada Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya perhiasan", yang mereka pakai dari ber-bagai jenis perhiasan, pakaian, istana-istana yang indah, kendaraan yang mewah dan pelayan-pelayan. ﴾ وَأَمۡوَٰلٗا ﴿ "dan harta", yang ba-nyak, ﴾ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا رَبَّنَا لِيُضِلُّواْ عَن سَبِيلِكَۖ ﴿ "dalam kehidupan dunia. Ya Rabb kami akibatnya mereka menyesatkan (manusia) dari jalanMu." Mereka tidak memakai harta mereka kecuali untuk menyesatkan orang-orang dari jalanMu, maka mereka sesat dan menyesatkan. ﴾ رَبَّنَا ٱطۡمِسۡ عَلَىٰٓ أَمۡوَٰلِهِمۡ ﴿ "Ya Rabb kami, binasakanlah harta benda mereka", maksudnya lenyapkanlah harta mereka dengan cara diludeskan atau ia dijadi-kan batu yang tidak berguna. ﴾ وَٱشۡدُدۡ عَلَىٰ قُلُوبِهِمۡ ﴿ "Dan kunci matilah hati mereka." Yakni jadikanlah ia keras. ﴾ فَلَا يُؤۡمِنُواْ حَتَّىٰ يَرَوُاْ ٱلۡعَذَابَ ٱلۡأَلِيمَ ﴿ "Sehingga mereka tidak beriman sampai mereka melihat siksaan yang pedih." Musa mengatakan ini karena marah kepada mereka di mana mereka berani melanggar hal-hal yang diharamkan Allah, merusak hamba-hamba Allah dan menghalang-halangi dari jalanNya, karena Musa tahu betul bahwa Allah akan menghukum mereka atas perbuatan mereka dengan menutup pintu iman atas mereka.

(89) ﴾ قَالَ ﴿ "Allah berfirman, ﴾ قَدۡ أُجِيبَت دَّعۡوَتُكُمَا ﴿ 'Sesungguhnya telah diperkenankan permohonan kamu berdua." Ini adalah dalil bahwa Musa berdoa sedangkan Harun mengamini doanya, dan bahwa orang yang mengamini doa adalah rekan orang yang berdoa dalam doa itu, ﴾ فَٱسۡتَقِيمَا ﴿ "sebab itu tetaplah kamu berdua pada jalan yang lurus", di atas agama kamu berdua dan teruslah berdakwah. ﴾ وَلَا تَتَّبِعَآنِّ سَبِيلَ ٱلَّذِينَ لَا يَعۡلَمُونَ ﴿ "Dan janganlah sekali-kali kamu mengikuti jalan orang-orang yang tidak mengetahui." Maksudnya, jangan mengikuti orang-orang bodoh yang sesat yang menyimpang dari jalan yang lurus yang mengikuti jalan Neraka Jahim.

(90) Allah memerintahkan Musa agar membawa Bani Israil pergi di waktu malam. Allah mengabarkan bahwa mereka akan mengikutinya. Fir'aun membuat pengumuman di seluruh penjuru negeri bahwa mereka itu –Musa dan kaumnya– hanyalah segelintir orang pinggiran. Mereka marah kepada kami dan kita mewaspadai mereka. Fir'aun mengumpulkan bala tentaranya dari atasan sampai bawahan. Dia dengan bala tentaranya mengejar Bani Israil dengan kesombongan dan permusuhan, mereka hendak menangkap Musa dan membuat kerusakan di bumi. Jika kekejian telah memuncak dan dosa telah menguat maka tunggulah azab dari Allah. ﴾ وَجَٰوَزۡنَا بِبَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ ٱلۡبَحۡرَ ﴿ "Dan Kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut." Hal itu karena Allah mewahyukan kepada Musa tatkala dia sampai di laut agar memukul laut dengan tongkatnya. Musa memukulnya, maka terbelahlah dua belas jalan, Bani Israil melaluinya, Fir'aun te-rus menguntit dengan bala tentaranya di belakangnya. Ketika Musa dan kaumnya telah sampai di daratan ujung sedangkan Fir'aun dengan bala tentaranya masih di tengah laut, maka Allah memerin-tahkan kepada laut untuk menelan Fir'aun dan bala tentaranya, maka ia pun memakan Fir'aun dan bala tentaranya. Mereka teng-gelam dengan dilihat oleh Bani Israil. Manakala Fir'aun tenggelam dan dia yakin akan mati, ﴾ قَالَ ءَامَنتُ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا ٱلَّذِيٓ ءَامَنَتۡ بِهِۦ بَنُوٓاْ إِسۡرَٰٓءِيلَ ﴿ "berkatalah dia, 'Saya percaya bahwa tidak ada tuhan melainkan (Rabb) yang diperca-yai oleh Bani Israil'." Yaitu Allah Rabb Yang Mahabenar, yang tiada Rabb melainkan Dia, ﴾ وَأَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُسۡلِمِينَ ﴿ "dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)." Yakni tunduk kepada agama Allah dan ajaran yang dibawa Musa.

(91) Allah تعالى berfirman menjelaskan bahwa iman dalam kondisi seperti ini tidaklah berguna baginya. ﴾ ءَآلۡـَٰٔنَ ﴿ "Apakah sekarang (baru kamu percaya)", beriman dan mengakui Rasul Allah,﴾ وَقَدۡ عَصَيۡتَ قَبۡلُ ﴿ "padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu." Maksud-nya, kamu terang-terangan bermaksiat, mengingkari dan mendus-takan, ﴾ وَكُنتَ مِنَ ٱلۡمُفۡسِدِينَ ﴿ "dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan?" Iman tidak berguna bagimu sebagaimana Sunnatullah yang berlaku bahwa jika orang kafir telah sampai kepada keadaan darurat ini, maka imannya tidak berguna baginya karena imannya adalah iman kepada sesuatu yang terlihat sebagaimana iman orang pada saat Kiamat tiba. Iman yang berguna itu adalah iman kepada yang ghaib.

(92) ﴾ فَٱلۡيَوۡمَ نُنَجِّيكَ بِبَدَنِكَ لِتَكُونَ لِمَنۡ خَلۡفَكَ ءَايَةٗۚ ﴿ "Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu." Ahli tafsir menyatakan bahwa Bani Israil ketika di dalam hatinya terdapat ketakutan yang sangat ter-hadap Fir'aun, maka mereka sepertinya tidak percaya kalau Fir'aun telah tenggelam, mereka meragukan itu. Maka Allah memerintah-kan laut agar melemparkan Fir'aun ke atas agar ia menjadi tanda dan pelajaran bagi mereka. ﴾ وَإِنَّ كَثِيرٗا مِّنَ ٱلنَّاسِ عَنۡ ءَايَٰتِنَا لَغَٰفِلُونَ ﴿ "Dan sesung-guhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami." Oleh karena itu, tanda-tanda tersebut lewat berulang-ulang tetapi mereka tidak mengambil manfaat darinya karena mereka tidak memperhatikannya. Adapun orang dengan akal dan hati yang hadir[2] maka dia dapat melihat ayat-ayat Allah sebagai dalil terbesar atas kebenaran sesuatu yang diberitakan oleh para rasul.

(93) ﴾ وَلَقَدۡ بَوَّأۡنَا بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ مُبَوَّأَ صِدۡقٖ ﴿ "Dan sesungguhnya Kami telah menempatkan Bani Israil di tempat kediaman yang bagus." Maksudnya, Allah menempatkan mereka di kediaman keluarga Fir'aun dan menjadikan Bani Israil sebagai pewaris negeri dan tempat tinggal mereka. ﴾ وَرَزَقۡنَٰهُم مِّنَ ٱلطَّيِّبَٰتِ ﴿ "Dan Kami beri mereka rizki dari yang baik-baik", berupa makanan, minuman dan lain-lain, ﴾ فَمَا ٱخۡتَلَفُواْ ﴿ "maka mereka tidak berselisih", tentang kebenaran, ﴾ حَتَّىٰ جَآءَهُمُ ٱلۡعِلۡمُۚ ﴿ "kecuali setelah datang kepada mereka pengetahuan (yang tersebut dalam Taurat)." Yang membuat mereka bersatu dan bersepakat, akan tetapi seba-gian berbuat aniaya kepada sebagian yang lain, banyak dari mereka mempunyai ambisi dan tendensi yang menyelisihi kebenaran, maka terjadilah banyak perselisihan di kalangan mereka.﴾ إِنَّ رَبَّكَ يَقۡضِي بَيۡنَهُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ فِيمَا كَانُواْ فِيهِ يَخۡتَلِفُونَ ﴿ "Sesungguhnya Rabbmu akan memutuskan antara mereka di Hari Kiamat tentang sesuatu yang mereka perselisihkan itu", dengan keputusanNya yang adil yang dilandasi ilmuNya yang sem-purna dan kodratNya yang menyeluruh. Inilah penyakit yang menimpa pengikut agama yang benar yaitu ketika setan telah berputus asa untuk mereka taati secara ke-seluruhan maka dia berusaha memprovokasi dan memicu sikap kebencian dan permusuhan di antara mereka, maka terjadilah per-selisihan yang merupakan akibat dari itu. Selanjutnya sebagian me-nyatakan sebagian yang lain sesat, sebagian memusuhi sebagian yang lain, dan hal itu membuat setan yang terlaknat berbahagia, karena jika tidak (berselisih maka dia akan berduka), lalu apabila Rabb mereka adalah satu, Rasul mereka adalah satu, agama mereka adalah satu dan kepentingan umum mereka adalah satu, maka atas dasar apa mereka berbeda-beda dengan perbedaan yang memecah kesatuan mereka, memporak-porandakan barisan mereka, mem-bongkar ikatan dan tatanan mereka. Akibatnya adalah terbengka-lainya kemaslahatan mereka baik diniyah maupun duniawiyah dan matinya sebagian dari agama mereka? Kami memohon kepada-Mu ya Allah kasih sayang kepada hamba-hambaMu yang beriman, agar Engkau menyatukan barisan mereka, memperbaiki celah me-reka dan mengembalikan yang jauh kepada yang dekat dari mereka wahai pemilik kemuliaan dan kebesaran.

Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences

Contents

Ayat al-Kursi36Al-Kahfpage 42juz 15Bukhari 1Muslim 2999

Style

Theme
Text size
Layout

Читать на русском