As-Sa'diAl‑Kahf · 18:39–59

As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian

Al-Kahf 18:39–59

18:39–44Page 298

وَلَوۡلَآ إِذۡ دَخَلۡتَ جَنَّتَكَ قُلۡتَ مَا شَآءَ ٱللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِٱللَّهِۚ إِن تَرَنِ أَنَا۠ أَقَلَّ مِنكَ مَالٗا وَوَلَدٗا ٣٩

And why did you, when you entered your garden, not say, 'What Allāh willed [has occurred]; there is no power except in Allāh'? Although you see me less than you in wealth and children,

فَعَسَىٰ رَبِّيٓ أَن يُؤۡتِيَنِ خَيۡرٗا مِّن جَنَّتِكَ وَيُرۡسِلَ عَلَيۡهَا حُسۡبَانٗا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ فَتُصۡبِحَ صَعِيدٗا زَلَقًا ٤٠

It may be that my Lord will give me [something] better than your garden and will send upon it a [disastrous] penalty from the sky, and it will become a smooth, dusty ground,

أَوۡ يُصۡبِحَ مَآؤُهَا غَوۡرٗا فَلَن تَسۡتَطِيعَ لَهُۥ طَلَبٗا ٤١

Or its water will become sunken [into the earth], so you would never be able to seek it."

وَأُحِيطَ بِثَمَرِهِۦ فَأَصۡبَحَ يُقَلِّبُ كَفَّيۡهِ عَلَىٰ مَآ أَنفَقَ فِيهَا وَهِيَ خَاوِيَةٌ عَلَىٰ عُرُوشِهَا وَيَقُولُ يَٰلَيۡتَنِي لَمۡ أُشۡرِكۡ بِرَبِّيٓ أَحَدٗا ٤٢

And his fruits were encompassed [by ruin], so he began to turn his hands about [in dismay] over what he had spent on it, while it had collapsed upon its trellises, and said, "Oh, I wish I had not associated with my Lord anyone."1

وَلَمۡ تَكُن لَّهُۥ فِئَةٞ يَنصُرُونَهُۥ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَمَا كَانَ مُنتَصِرًا ٤٣

And there was for him no company to aid him other than Allāh, nor could he defend himself.

هُنَالِكَ ٱلۡوَلَٰيَةُ لِلَّهِ ٱلۡحَقِّۚ هُوَ خَيۡرٞ ثَوَابٗا وَخَيۡرٌ عُقۡبٗا ٤٤

There1 the authority is [completely] for Allāh, the Truth. He is best in reward and best in outcome.

"Dan mengapa kamu tidak mengucapkan tatkala memasuki kebunmu, 'Sungguh atas kehendak Allah (semua ini terwujud)! Tidak ada kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah.' Sekira-nya kamu menganggapku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan, maka mudah-mudahan Rabbku, akan memberi kepada-ku (kebun) yang lebih baik daripada kebunmu (ini); dan mudah-mudahan Dia mengirimkan ketentuan (petir) dari langit kepada kebunmu, hingga (kebun itu) menjadi tanah yang licin; atau airnya menjadi surut ke dalam tanah, maka sekali-kali kamu tidak dapat menemukannya lagi.' Dan harta kekayaannya dibinasakan, lalu dia membolak-balikkan kedua tangannya (tanda menyesal) ter-hadap sesuatu yang telah dia belanjakan untuk itu, sedang pohon anggur itu roboh bersama para-paranya, dan dia berkata, 'Aduhai kiranya dulu aku tidak mempersekutukan seorang pun dengan Rabbku.' Dan tidak ada baginya segolongan pun yang menolong-nya selain Allah; dan sekali-kali dia tidak dapat membela dirinya. Di sana pertolongan itu hanya dari Allah yang Haq. Dia adalah sebaik-baik Pemberi pahala dan sebaik-baik Pemberi balasan." (AL-Kahfi : 39-44).

(39) Sahabat yang beriman berkata kepada kawannya yang kafir, "Engkau, sekalipun membanggakan diri di depanku dengan harta dan anakmu yang banyak, dan kamu melihatku ﴾ أَقَلَّ مِنكَ مَالٗا وَوَلَدٗا 39 ﴿ "lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan," sesung-guhnya sesuatu yang ada di sisi Allah lebih baik dan lebih kekal, apa yang diharapkan dari kebaikan dan curahan kebajikanNya lebih utama daripada seluruh (kenikmatan) dunia yang mana orang-orang berlomba-lomba di dalamnya.

(40) ﴾ فَعَسَىٰ رَبِّيٓ أَن يُؤۡتِيَنِ خَيۡرٗا مِّن جَنَّتِكَ وَيُرۡسِلَ عَلَيۡهَا ﴿ "Maka mudah-mudah-an Rabbku, akan memberi kepadaku (kebun) yang lebih baik daripada kebunmu (ini); dan mudah-mudahan Dia mengirimkan kepada kebunmu," maksudnya, (mengirimkan) kepada kebunmu yang mana karena-nya engkau berbuat melampaui batas dan ia memperdayakanmu ﴾ حُسۡبَانٗا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ ﴿ "ketentuan (petir) dari langit," yaitu azab dengan hujan deras atau yang semacamnya ﴾ فَتُصۡبِحَ ﴿ "hingga (kebun itu)," lantaran azab tersebut ﴾ صَعِيدٗا زَلَقًا 40 ﴿ "menjadi tanah yang licin." Po-hon-pohonnya tercabut, buah-buahannya rusak, tanaman-tanaman-nya tergenangi air dan kemanfaatannya lenyap.

(41) ﴾ أَوۡ يُصۡبِحَ مَآؤُهَا ﴿ "Atau airnya menjadi," yaitu air yang materi (pertumbuhannya) berasal darinya ﴾ غَوۡرٗا ﴿ "surut ke dalam tanah," masuk ke dalam tanah ﴾ فَلَن تَسۡتَطِيعَ لَهُۥ طَلَبٗا 41 ﴿ "maka sekali-kali kamu tidak dapat menemukannya lagi," maksudnya airnya masuk ke tanah dan tidak bisa dicapai lagi, baik dengan cangkul ataupun alat lain-nya. Temannya yang Mukmin itu hanya mendoakan keburukan ter-hadap kebunnya (orang yang mengingkari nikmat Allah), lantaran didorong rasa marah karena Allah. Sebab kebun itu telah memper-dayainya dan membuatnya melampaui batas dan dia merasa ten-teram dengannya. Mungkin saja, ia mau bertaubat, kembali sadar dan memperhatikan urusannya.

(42) Maka Allah mengabulkan doanya ﴾ وَأُحِيطَ بِثَمَرِهِۦ ﴿ "dan harta kekayaannya dibinasakan," maksudnya, siksaan yang merata telah menimpanya dan memusnahkannya, sehingga tidak ada yang tersisa sedikit pun. (Maka) azab yang menimpa buah-buahan secara keseluruhan, berarti semua pepohonan, buah-buahan dan sawah ludes. Lalu dia pun amat menyesal dan sangat berduka cita ﴾ فَأَصۡبَحَ يُقَلِّبُ كَفَّيۡهِ عَلَىٰ مَآ أَنفَقَ فِيهَا ﴿ "lalu dia membolak-balikkan kedua tangannya (tanda menyesal) terhadap sesuatu yang telah ia belanjakan untuk itu," maksud-nya, (menyesal) karena ia telah banyak membelanjakan (modal) duniawi untuk kebun tersebut, sementara ia (sekarang) telah sirna dan lenyap, hingga tidak tersisa cadangan penggantinya. Maka, dia juga menyesal atas kesyirikan dan sifat keburukannya. Oleh karena itu, Allah berfirman, ﴾ وَيَقُولُ يَٰلَيۡتَنِي لَمۡ أُشۡرِكۡ بِرَبِّيٓ أَحَدٗا 42 ﴿ "Dia berkata, 'Aduhai kiranya dulu aku tidak mempersekutukan seorang pun dengan Rabbku'."

(43) Allah تعالى berfirman, ﴾ وَلَمۡ تَكُن لَّهُۥ فِئَةٞ يَنصُرُونَهُۥ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَمَا كَانَ مُنتَصِرًا ﴿ "Dan tidak ada baginya segolongan pun yang menolongnya selain Allah; dan sekali-kali dia tidak dapat membela dirinya," maksudnya, tatkala azab menerjang kebunnya, maka hilanglah apa yang dulu dia bangga-banggakan di hadapan temannya melalui perkataannya, ﴾ أَنَا۠ أَكۡثَرُ مِنكَ مَالٗا وَأَعَزُّ نَفَرٗا 34 ﴿ "Hartaku lebih banyak daripada hartamu dan pengikut-pengikutku lebih kuat." Mereka (para pengikut itu) tidak dapat menolak azab darinya sedikit pun pada momentum yang dia sangat membutuhkannya. Dia pun tidak dapat membela dirinya. Lalu bagaimana mungkin dia sanggup membela diri atau memiliki kemampuan untuk menang di hadapan keputusan dan takdir Allah, yang mana jika telah Allah jalankan dan takdirkan, sekiranya selu-ruh penghuni langit-langit dan bumi bersatu untuk mencampakkan sedikit saja, niscaya mereka tidak akan sanggup? Tidak mustahil, menilik (betapa besar) rahmat dan kelembutan Allah bahwa pemilik kebun (yang telah dilingkari oleh siksaan) ke-adaannya membaik dan Allah memberinya kesempatan kembali kepadaNya dan menemukan nalarnya yang lurus dan meninggal-kan penentangan dan sikapnya yang melampaui batas. Dengan bukti, bahwa orang tersebut memperlihatkan penyesalannya atas tindakan kesyirikannya kepada Rabbnya, dan bahwasanya Allah telah menghilangkan dari dirinya sikap-sikap yang menyebabkan-nya melampaui batas dan menghukuminya di dunia. Apabila Allah menghendaki kebaikan pada seorang hamba, niscaya Allah menye-gerakan hukuman baginya di dunia. Kemurahan Allah tidak ter-liputi oleh imajinasi-imajinasi dan akal-pikiran, tidak ada yang meng-ingkarinya melainkan orang zhalim lagi sangat bodoh.

(44) ﴾ هُنَالِكَ ٱلۡوَلَٰيَةُ لِلَّهِ ٱلۡحَقِّۚ هُوَ خَيۡرٞ ثَوَابٗا وَخَيۡرٌ عُقۡبٗا 44 ﴿ "Di sana pertolongan itu hanya dari Allah yang Haq. Dia adalah sebaik-baik Pemberi pahala dan sebaik-baik Pemberi balasan." Maksudnya, di dalam kondisi itu, yang Allah menjatuhkan hukuman pada orang yang melampaui batas dan lebih mendahulukan kehidupan dunia (sedangkan suasana kemuliaan adalah bagi orang yang beriman dan beramal shalih, mensyukuri Allah dan mengajak orang lain untuk melakukannya), (di saat itulah) menjadi jelas dan terang bahwa kepemimpinan yang haq (hanya) milik Allah semata. Barangsiapa yang beriman dan bertakwa kepada Allah, maka Allah menjadi walinya, lalu memulia-kannya dengan pelbagai macam kemuliaan, dan menjauhkan dari-nya seluruh keburukan dan siksa. Dan barangsiapa yang tidak ber-iman kepada Rabbnya dan tidak mengangkatNya sebagai walinya, niscaya dia merugi terhadap agama dan dunianya. Pahala Allah di dunia dan akhirat adalah sebaik-baik pahala yang diharapkan dan dinantikan. Dalam kisah ini termuat (petikan) pelajaran dari kondisi orang-orang yang telah Allah beri kenikmatan duniawi yang berlimpah, hingga membuatnya melalaikan kehidupan akhiratnya dan berbuat melampaui batas, melakukan maksiat kepada Allah dengannya (beranggapan), bahwasanya kesudahan nikmat-nikmat itu adalah putus dan pudar, dan bahwa meskipun ia dapat menikmatinya sejenak, namun sikapnya itu akan menghalangi (datangnya) kenik-matan-kenikmatan dalam kurun waktu yang panjang (di akhirat), dan bahwa seorang hamba sepatutnya bila terkagum-kagum dengan sesuatu (yang dia miliki) dari harta dan anaknya, maka hendaknya dia menisbatkannya kepada Dzat yang memberikan dan mencurah-kan kenikmatan sambil mengatakan, "Sungguh atas kehendak Allah. Tidak ada kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah," supaya ia menjadi hamba yang bersyukur [kepada Allah] dan menempuh cara agar kenikmatannya lestari pada dirinya, berdasarkan Firman Allah, ﴾ وَلَوۡلَآ إِذۡ دَخَلۡتَ جَنَّتَكَ قُلۡتَ مَا شَآءَ ٱللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِٱللَّهِۚ ﴿ "Dan mengapa kamu tidak mengucapkan tatkala kamu memasuki kebunmu, 'Sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada ke-kuatan, kecuali dengan (pertolongan) Allah'." (Al-Kahfi: 39). - Dalam kisah ini pula terdapat petunjuk untuk menghibur diri dari (hilangnya) kenikmatan-kenikmatan dunia dan kesenangan-kesenangannya dengan (mengingat-ingat) kebaikan-kebaikan yang berada di sisi Allah, berdasarkan Firman Allah, ﴾ إِن تَرَنِ أَنَا۠ أَقَلَّ مِنكَ مَالٗا وَوَلَدٗا 39 فَعَسَىٰ رَبِّيٓ أَن يُؤۡتِيَنِ خَيۡرٗا مِّن جَنَّتِكَ ﴿ "Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan, maka mudah-mudahan Rabbku akan memberi kepadaku (kebun) yang lebih baik daripada kebunmu." (Al-Kahfi: 39-40). - Bahwasanya harta dan anak tidak bermanfaat bila tidak membantu dalam ketaatan kepada Allah. Sebagaimana Firman Allah, ﴾ وَمَآ أَمۡوَٰلُكُمۡ وَلَآ أَوۡلَٰدُكُم بِٱلَّتِي تُقَرِّبُكُمۡ عِندَنَا زُلۡفَىٰٓ إِلَّا مَنۡ ءَامَنَ وَعَمِلَ صَٰلِحٗا ﴿ "Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anakmu yang mendekatkanmu kepada Kami sedikit pun, tetapi orang-orang yang ber-iman dan mengerjakan amal-amal shalih." (Saba`: 37). - Kisah ini juga mengandung doa kehancuran harta orang-orang yang kekayaannya menjadi sebab sifat melampaui batas, kekufuran,yang mendekatkan dan kerugiannya. Apalagi bila dia mengunggulkan diri-nya di atas kaum Mukminin dan berbangga hati di hadapan mereka. Di dalamnya mengandung (faidah) bahwa wujud wilayah perlindungan Allah (pada seseorang) atau ketiadaannya menjadi jelas dampaknya, ketika debu-debu (tabir penutup) sudah tersisih-kan dan pembalasan sudah pasti datang, dan ketika para pelaku perbuatan sudah mendapatkan balasannya, maka ﴾ هُنَالِكَ ٱلۡوَلَٰيَةُ لِلَّهِ ٱلۡحَقِّۚ هُوَ خَيۡرٞ ثَوَابٗا وَخَيۡرٌ عُقۡبٗا 44 ﴿ "di sana pertolongan itu hanya dari Allah Yang Haq. Dia adalah sebaik-baik Pemberi pahala dan sebaik-baik Pemberi balasan," paling baik akibat dan kesudahannya.

18:45–46Page 298

وَٱضۡرِبۡ لَهُم مَّثَلَ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا كَمَآءٍ أَنزَلۡنَٰهُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ فَٱخۡتَلَطَ بِهِۦ نَبَاتُ ٱلۡأَرۡضِ فَأَصۡبَحَ هَشِيمٗا تَذۡرُوهُ ٱلرِّيَٰحُۗ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ مُّقۡتَدِرًا ٤٥

And present to them the example of the life of this world, [its being] like rain which We send down from the sky, and the vegetation of the earth mingles with it1 and [then] it becomes dry remnants, scattered by the winds. And Allāh is ever, over all things, Perfect in Ability.

ٱلۡمَالُ وَٱلۡبَنُونَ زِينَةُ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَاۖ وَٱلۡبَٰقِيَٰتُ ٱلصَّٰلِحَٰتُ خَيۡرٌ عِندَ رَبِّكَ ثَوَابٗا وَخَيۡرٌ أَمَلٗا ٤٦

Wealth and children are [but] adornment of the worldly life. But the enduring good deeds are better to your Lord1 for reward and better for [one's] hope.

"Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), ke-hidupan dunia adalah sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diter-bangkan oleh angin. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi amalan-amalan yang kekal lagi shalih adalah lebih baik pahala-nya di sisi Rabbmu serta lebih baik untuk menjadi harapan." (Al-Kahfi: 45-46).

(45) Allah تعالى berfirman pertama-tama kepada NabiNya, dan terarah kepada orang-orang yang mewarisi (misinya) sepening-gal beliau secara otomatis, "Buatkanlah untuk manusia, ﴾ مَّثَلَ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا ﴿ "perumpamaan kehidupan dunia," agar mereka mengimajinasikannya dengan benar dan mengetahui (seluk-beluknya) zahir dan batin, membandingkannya dengan kampung akhirat, dan mengutamakan manakah yang seharusnya dikedepankan. Sesungguhnya permisal-an kehidupan dunia, ibarat air hujan yang turun ke tanah. Kemudian tumbuh-tumbuhan menjadi subur, menumbuhkan segala macam tanaman yang sedap dipandang. Pada saat perhiasan dan keindah-annya menyebabkan para pemandangnya senang dan membuat orang-orang yang menyaksikannya ceria serta menawan pandangan-pandangan insan-insan yang lalai, tiba-tiba ia berubah menjadi ﴾ هَشِيمٗا تَذۡرُوهُ ٱلرِّيَٰحُۗ ﴿ "kering yang diterbangkan oleh angin," akibatnya, ta-naman yang indah dan bunga yang memikat serta panorama yang menarik menjadi sirna. Tanah menjadi penuh dengan debu. Fokus pandangan pun beralih darinya, mata-mata berpaling darinya, me-nyebabkan hati sesak. Demikian pula kondisi dunia, di saat pemiliknya terpukau dengan masa mudanya, berhasil mengalahkan kawan-kawan dan teman-teman dalam masalah ini, menggenggam dirham dan dinar, memunguti bunga-bunga kelezatannya, larut dalam kenikmatan-kenikmatannya di seluruh waktunya, dan dia pun menyangka akan senantiasa berada di dalamnya di seluruh hari-harinya, sekonyong-konyong kematian mendatanginya atau kehancuran menimpa harta-bendanya, kegembiraannya pun pudar, kelezatan dan kegirangan-nya hilang. Hatinya sesak karena didera berbagai macam kepedih-an. Dia pun terpisah dengan masa mudanya, kekuatan, dan kekaya-annya. Tinggal sendirian ditemani amal baik atau buruknya. Pada saat itulah, orang zhalim menggigit dua tangannya lan-taran mengetahui kondisinya yang nyata dan berangan-angan bisa kembali ke dunia (untuk memperbaiki diri). Bukan untuk menuntas-kan nafsu syahwatnya, akan tetapi dalam upaya menambal keku-rangan-kekurangan yang dia kerjakan berupa kelalaian-kelalaian, dengan taubat dan beramal shalih. Orang yang cerdik lagi berkepribadian kuat yang meraih taufik (dari Allah) menghadirkan kondisi ini ke hadapan matanya. Kemu-dian berkata kepada dirinya sendiri, "Anggap saja bahwa engkau sudah mati, dan pasti engkau akan mati, kondisi manakah yang engkau pilih, tertipu dengan keindahan tempat ini (dunia) dan ber-senang-senang layaknya binatang-binatang ternak yang sedang berkeliaran, ataukah beramal untuk tempat yang perjamuannya abadi dan naungannya (pun demikian). Di dalamnya terdapat apa saja yang diinginkan oleh hati dan sedap (dipandang) mata. Dengan ini bisa diketahui, apakah seorang hamba mendapatkan taufik atau tersia-siakan, memperoleh keuntungan atau kerugian."

(46) Oleh karena itu, Allah تعالى memberitahukan bahwa ke-kayaan dan anak-anak adalah ﴾ زِينَةُ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَاۖ ﴿ "perhiasan kehidupan dunia," maksudnya tidak ada fungsi lainnya. Perkara yang abadi bagi seorang manusia, bermanfaat dan membahagiakannya adalah amalan-amalan yang kekal lagi shalih. Ini mencakup seluruh jenis ketaatan yang wajib atau sunnah, yang bertalian dengan hak-hak Allah dan hak-hak sesama manusia, berupa shalat, zakat, sedekah, haji, umrah, bertasbih, (mengucapkan) tahmid, tahlil dan [takbir], membaca (al-Qur`an), mencari ilmu yang bermanfaat, melakukan amar ma'ruf dan nahi mungkar, menjalin tali silaturahim, berbakti kepada kedua orang tua, melaksanakan hak-hak istri-istri, budak-budak dan hewan-hewan serta seluruh jenis perbuatan baik yang ditujukan kepada sesama manusia. Ini semua termasuk baqiyyatus shalihat (amalan-amalan yang kekal lagi shalih). Amal perbuatan ini lebih baik pahalanya di sisi Allah, dan lebih baik untuk menjadi harapan. Pahalanya lestari dan berlipat-ganda selama-lamanya. Ganjaran, kebaikan, dan kegunaan amalan itu senantiasa diharap-harap di waktu yang diperlukan. Inilah yang sepatutnya (menjadi ajang) perlombaan bagi orang-orang yang berlomba dan (wahana) adu cepat bagi orang-orang yang beramal, serta (menjadi media) ketekunan untuk meraihnya bagi orang-orang yang bersungguh-sungguh. Cermatilah, bagaimana Allah menggariskan perumpamaan dunia dan kondisinya serta kepudarannya, Allah menyebutkan bahwa di dalamnya terdapat dua macam (hakikat): Jenis (pertama) yang menjadi sumber keindahannya yang akan dinikmati sejenak kemudian lenyap tanpa faidah yang kembali bagi pemiliknya. Dan bahkan tidak menutup kemungkinan dia terkena kemudharatan-nya yaitu harta dan anak. Dan jenis (kedua) yang abadi bagi pemilik-nya secara lestari, yaitu baqiyyatush shalihat (amalan yang kekal lagi shalih).

18:47–49Page 299

وَيَوۡمَ نُسَيِّرُ ٱلۡجِبَالَ وَتَرَى ٱلۡأَرۡضَ بَارِزَةٗ وَحَشَرۡنَٰهُمۡ فَلَمۡ نُغَادِرۡ مِنۡهُمۡ أَحَدٗا ٤٧

And [warn of] the Day when We will remove the mountains and you will see the earth exposed,1 and We will gather them and not leave behind from them anyone.

وَعُرِضُواْ عَلَىٰ رَبِّكَ صَفّٗا لَّقَدۡ جِئۡتُمُونَا كَمَا خَلَقۡنَٰكُمۡ أَوَّلَ مَرَّةِۭۚ بَلۡ زَعَمۡتُمۡ أَلَّن نَّجۡعَلَ لَكُم مَّوۡعِدٗا ٤٨

And they will be presented before your Lord in rows, [and He will say], "You have certainly come to Us just as We created you the first time. But you claimed that We would never make for you an appointment."

وَوُضِعَ ٱلۡكِتَٰبُ فَتَرَى ٱلۡمُجۡرِمِينَ مُشۡفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يَٰوَيۡلَتَنَا مَالِ هَٰذَا ٱلۡكِتَٰبِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةٗ وَلَا كَبِيرَةً إِلَّآ أَحۡصَىٰهَاۚ وَوَجَدُواْ مَا عَمِلُواْ حَاضِرٗاۗ وَلَا يَظۡلِمُ رَبُّكَ أَحَدٗا ٤٩

And the record [of deeds] will be placed [open], and you will see the criminals fearful of that within it, and they will say, "Oh, woe to us! What is this book that leaves nothing small or great except that it has enumerated it?" And they will find what they did present [before them]. And your Lord does injustice to no one.

"Dan (ingatlah) akan hari (yang ketika itu) Kami perjalankan gunung-gunung, dan kamu akan melihat bumi itu datar, dan Kami kumpulkan seluruh manusia, dan tidak Kami tinggalkan seorang pun dari mereka. Dan mereka akan dibawa ke hadapan Rabbmu dengan berbaris. Sesungguhnya kamu datang kepada Kami, sebagai-mana Kami menciptakan kamu pada kali yang pertama; bahkan kamu mengklaim bahwa Kami sekali-kali tidak akan menetapkan bagi kamu waktu (memenuhi) perjanjian. Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang yang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata, 'Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia pasti men-catat semuanya; dan mereka mendapati amal yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Rabbmu tidak menganiaya seorang jua pun'." (Al-Kahfi: 47-49).

(47-48) Allah تعالى mengabarkan tentang kondisi Hari Kiamat bersama kengerian-kengerian yang merisaukan (perasaan) dan kedahsyatan-kedahsyatan yang menyentak. Allah berfirman, ﴾ وَيَوۡمَ نُسَيِّرُ ٱلۡجِبَالَ ﴿ "Dan (ingatlah) akan hari (yang ketika itu) Kami perjalankan gunung-gunung," maksudnya, Kami memusnahkannya dari tempat-tempatnya, menjadikannya kumpulan pasir, lantas menjelmakan-nya ibarat bulu yang dihambur-hamburkan, kemudian pudar dan hancur. Akhirnya, menjadi debu yang beterbangan. Bumi terpam-pang dan menjadi betul-betul datar, tidak ada tempat yang rendah maupun tinggi. Allah mengumpulkan semua makhluk di permuka-an bumi itu, tidak meninggalkan seorang pun dari mereka. Dia menghimpun generasi manusia pertama dari perut-perut padang pasir dan dasar-dasar lautan. Dia mengumpulkan mereka setelah terpisah-pisah, dan mengembalikan bentuk mereka setelah terko-yak-koyak menjadi bentuk yang baru. Kemudian, mereka dihadap-kan kepada Allah dengan berbaris untuk dilihat amalan-amalan mereka, menjatuhkan keputusan tentang mereka dengan keputusan yang adil, tanpa ada unsur kecurangan atau kezhaliman di dalamnya. Dia berkata kepada mereka, ﴾ لَّقَدۡ جِئۡتُمُونَا كَمَا خَلَقۡنَٰكُمۡ أَوَّلَ مَرَّةِۭۚ ﴿ "Sesungguh-nya kamu datang kepada Kami, sebagaimana Kami menciptakan kamu pada kali yang pertama," maksudnya dalam keadaan tanpa mempu-nyai kekayaan, istri, dan keluarga. Tidak ada yang bersama menyer-tai mereka kecuali amal perbuatan yang telah mereka perbuat dan usaha-usaha dalam kebajikan maupun keburukan yang telah mereka kerjakan. Sebagaimana Firman Allah, ﴾ وَلَقَدۡ جِئۡتُمُونَا فُرَٰدَىٰ كَمَا خَلَقۡنَٰكُمۡ أَوَّلَ مَرَّةٖ وَتَرَكۡتُم مَّا خَوَّلۡنَٰكُمۡ وَرَآءَ ظُهُورِكُمۡۖ وَمَا نَرَىٰ مَعَكُمۡ شُفَعَآءَكُمُ ٱلَّذِينَ زَعَمۡتُمۡ أَنَّهُمۡ فِيكُمۡ شُرَكَٰٓؤُاْۚ ﴿ "Dan sesungguhnya kamu datang kepada Kami sendiri-sendiri se-bagaimana Kami menciptakanmu pada mulanya, dan kamu tinggalkan di belakangmu (di dunia) apa yang telah Kami karuniakan kepadamu, dan Kami tiada melihat besertamu pemberi syafa'at yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu tuhan di antara kamu." (Al-An'am: 94). Di sini, Allah mengarahkan pembicaraan kepada kaum yang mengingkari kebangkitan saat mereka menyaksikan kenyataannya ﴾ بَلۡ زَعَمۡتُمۡ أَلَّن نَّجۡعَلَ لَكُم مَّوۡعِدٗا 48 ﴿ "bahkan kamu mengklaim bahwa Kami sekali-kali tidak akan menetapkan bagi kamu waktu (memenuhi) perjanjian," maksudnya kalian mengingkari Hari Pembalasan atas amal per-buatan dan janji serta ancamanNya. Ketahuilah, sungguh kalian sudah melihat dan merasakannya.

(49) Pada waktu itulah, buku-buku catatan amal perbuatan yang telah ditulis oleh para malaikat yang berbakti dihadirkan. Maka hati manusia melayang-layang (kosong) dan kesulitan-kesulitan semakin berat saja lantaran kejadian itu. Hampir-hampir gunung-gunung yang kokoh terkikis habis karenanya. Orang-orang jahat pun merasa ketakutan. Bila mereka menyaksikan amal perbuatan mereka terbukukan, ucapan-ucapan dan tindak-tanduk mereka di-perhitungkan, maka mereka berkata, ﴾ يَٰوَيۡلَتَنَا مَالِ هَٰذَا ٱلۡكِتَٰبِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةٗ وَلَا كَبِيرَةً إِلَّآ أَحۡصَىٰهَاۚ ﴿ "Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak me-ninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia (pasti) mencatat semuanya," maksudnya kitab ini tidak meninggalkan per-buatan kecil dan besar melainkan ia pasti tercatat lagi terpelihara di dalamnya, tidak terlewatkan amalan yang sembunyi-sembunyi atau terang-terangan, di malam dan siang hari ﴾ وَوَجَدُواْ مَا عَمِلُواْ حَاضِرٗاۗ ﴿ "dan mereka mendapati amal yang telah mereka kerjakan ada (tertulis)." Mereka tidak berdaya untuk mengingkarinya, ﴾ وَلَا يَظۡلِمُ رَبُّكَ أَحَدٗا 49 ﴿ "dan Rabbmu tidak menganiaya seorang jua pun." Saat itu, mereka diberi balasan atas amalannya dan dimintai pengakuan atasnya, ditimpa kehinaan serta jatuhlah siksaan pada mereka. ﴾ ذَٰلِكَ بِمَا قَدَّمَتۡ أَيۡدِيكُمۡ وَأَنَّ ٱللَّهَ لَيۡسَ بِظَلَّامٖ لِّلۡعَبِيدِ 182 ﴿ "(Azab) yang demikian itu adalah disebabkan perbuatan tangan kalian sendiri, dan bahwasanya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-hambaNya." (Ali Imran: 182). Bahkan mereka tidak akan keluar dari keadilan dan kemurah-anNya.

18:50Page 299

وَإِذۡ قُلۡنَا لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ ٱسۡجُدُواْ لِأٓدَمَ فَسَجَدُوٓاْ إِلَّآ إِبۡلِيسَ كَانَ مِنَ ٱلۡجِنِّ فَفَسَقَ عَنۡ أَمۡرِ رَبِّهِۦٓۗ أَفَتَتَّخِذُونَهُۥ وَذُرِّيَّتَهُۥٓ أَوۡلِيَآءَ مِن دُونِي وَهُمۡ لَكُمۡ عَدُوُّۢۚ بِئۡسَ لِلظَّٰلِمِينَ بَدَلٗا ٥٠

And [mention] when We said to the angels, "Prostrate to Adam," and they prostrated, except for Iblees. He was of the jinn and departed from [i.e., disobeyed] the command of his Lord. Then will you take him and his descendants as allies other than Me while they are enemies to you? Wretched it is for the wrongdoers as an exchange.

"Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malai-kat, 'Sujudlah kamu kepada Adam,' maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka dia mendurhakai perintah Rabbnya. Patutkah kamu mengambilnya dan turunan-turunan-nya sebagai pemimpin selain dari padaKu, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang zhalim." (Al-Kahfi: 50).

(50) Allah تعالى memberitahukan tentang permusuhan iblis kepada Adam dan anak-keturunannya. Allah memerintahkan para malaikat untuk bersujud kepada Adam, sebagai bentuk pemuliaan dan pengagungan serta menaati perintah Allah. Lalu mereka me-naatinya ﴾ إِلَّآ إِبۡلِيسَ كَانَ مِنَ ٱلۡجِنِّ فَفَسَقَ عَنۡ أَمۡرِ رَبِّهِۦٓۗ ﴿ "kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka Dia mendurhakai perintah Rabbnya," dan Allah تعالى berfirman, ﴾ ءَأَسۡجُدُ لِمَنۡ خَلَقۡتَ طِينٗا 61 ﴿ "Apakah aku akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?" (Al-Isra`: 61). Dan Allah تعالى berfirman, ﴾ أَنَا۠ خَيۡرٞ مِّنۡهُ ﴿ "Aku lebih baik darinya." (Al-A'raf: 12). Melalui ayat-ayat ini, jelaslah permusuhannya kepada Allah dan ayah kalian (Adam), lalu bagaimana mungkin kamu menjadi-kannya ﴾ وَذُرِّيَّتَهُۥٓ ﴿ "dan turunan-turunannya," maksudnya setan-setan ﴾ أَوۡلِيَآءَ مِن دُونِي وَهُمۡ لَكُمۡ عَدُوُّۢۚ بِئۡسَ لِلظَّٰلِمِينَ بَدَلٗا 50 ﴿ "sebagai pemimpin selain dari padaKu, sedang mereka adalah musuhmu. Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang zhalim," maksudnya sejelek-jelek kepemimpinan yang mereka pilih adalah kepemimpinan setan yang tidak memerintah kecuali perbuatan yang keji dan mungkar dengan mengenyampingkan wilayah (perlindungan) ar-Rahman yang mana semua kebahagiaan, keberuntungan, dan kesenangan berada di bawah pengendalianNya. Dalam ayat ini, terdapat himbauan untuk menjadikan setan sebagai musuh dan memberanikan diri untuk melakukannya, serta penyebutan faktor penyebab yang mengharuskan untuk memusuhi-nya. Sesungguhnya tidak ada orang yang melakukannya (mendaulat setan sebagai pimpinan) kecuali insan yang zhalim. Adakah kezha-liman yang lebih besar daripada kezhaliman seseorang yang men-jadikan musuh sejatinya sebagai pemimpinnya dengan meninggal-kan Pemimpin yang terpuji (Allah تعالى). Allah berfirman, ﴾ ٱللَّهُ وَلِيُّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ يُخۡرِجُهُم مِّنَ ٱلظُّلُمَٰتِ إِلَى ٱلنُّورِۖ وَٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ أَوۡلِيَآؤُهُمُ ٱلطَّٰغُوتُ يُخۡرِجُونَهُم مِّنَ ٱلنُّورِ إِلَى ٱلظُّلُمَٰتِۗ ﴿ "Allah Pelindung orang-orang yang beriman, Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekufuran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang kafir, pelindung-pelindungnya ialah setan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan." (Al-Baqarah: 257). Allah berfirman, ﴾ إِنَّهُمُ ٱتَّخَذُواْ ٱلشَّيَٰطِينَ أَوۡلِيَآءَ مِن دُونِ ٱللَّهِ ﴿ "Sesungguhnya mereka menjadikan setan-setan sebagai pelindung (mereka) selain Allah." (Al-A'raf: 30).

18:51–52Page 299

۞ مَّآ أَشۡهَدتُّهُمۡ خَلۡقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَلَا خَلۡقَ أَنفُسِهِمۡ وَمَا كُنتُ مُتَّخِذَ ٱلۡمُضِلِّينَ عَضُدٗا ٥١

I did not make them witness to the creation of the heavens and the earth or to the creation of themselves, and I would not have taken the misguiders as assistants.

وَيَوۡمَ يَقُولُ نَادُواْ شُرَكَآءِيَ ٱلَّذِينَ زَعَمۡتُمۡ فَدَعَوۡهُمۡ فَلَمۡ يَسۡتَجِيبُواْ لَهُمۡ وَجَعَلۡنَا بَيۡنَهُم مَّوۡبِقٗا ٥٢

And [warn of] the Day when He will say, "Call My 'partners' whom you claimed," and they will invoke them, but they will not respond to them. And We will put between them [a valley of] destruction.

"Aku tidak menghadirkan mereka (iblis dan anak cucunya) untuk menyaksikan penciptaan langit dan bumi, dan tidak (pula) penciptaan diri mereka sendiri; dan tidaklah Aku menjadikan orang-orang yang menyesatkan itu sebagai penolong. Dan (ingatlah) akan hari (yang ketika itu) Dia berfirman, 'Kalian panggillah sekutu-sekutuKu menurut klaim kalian.' Maka mereka memanggilnya tetapi sekutu-sekutu itu tidak membalas seruan mereka, dan Kami adakan untuk mereka tempat kebinasaan (neraka)." (Al-Kahfi: 51-52).

(51) Allah تعالى berfirman, ﴾ مَّآ أَشۡهَدتُّهُمۡ خَلۡقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ خَلۡقَ أَنفُسِهِمۡ ﴿ "Aku tidak pernah menghadirkan setan-setan dan orang-orang yang me-nyesatkan untuk menyaksikan penciptaan langit dan bumi, dan tidak (pula) penciptaan diri mereka sendiri." Maksudnya, Kami tidak mendatangkan mereka dan tidak ber-tukar-pikiran dengan mereka tentang itu. Bagaimana mungkin mereka menjadi para pencipta sebagian dari itu. Akan tetapi Dzat satu-satunya yang menciptakan, mengatur, mempunyai sifat hik-mah dan ketetapan takdir, adalah Allah, Pencipta segala sesuatu, yang memegang kendali di dalamnya berdasarkan hikmahNya. Bagaimana mungkin bisa diterima, penetapan sekutu-sekutu bagi Allah, dari bangsa setan-setan, dipatuhi dan ditaati seperti ketaatan kepada Allah, padahal mereka itu tidak menciptakan dan tidak menyaksikan proses penciptaan, serta tidak membantu Allah تعالى. Oleh karena itu, Allah berfirman, ﴾ وَمَا كُنتُ مُتَّخِذَ ٱلۡمُضِلِّينَ عَضُدٗا 51 ﴿ "Dan tidaklah Aku menjadikan orang-orang yang menyesatkan itu sebagai pe-nolong," yaitu para penolong yang membantu Allah pada salah satu urusanNya. Maksudnya, tidak patut dan tidak pantas bagi Allah untuk memberi mereka bagian dari hak pengaturan. Pasalnya, mereka itu berupaya menyesatkan umat manusia dan memusuhi Rabb mereka. Selayaknya, menjauhkan mereka (dari Allah) dan tidak mendekatkan mereka.

(52) Setelah menyebutkan kondisi orang-orang yang menye-kutukan (sesuatu) denganNya di dunia ini, menggugurkan syirik ini dengan tuntas, dan menetapkan kebodohan dan ketololan pe-lakunya, maka Allah memberitahukan keadaan hubungan mereka dengan para sekutu mereka di Hari Kiamat kelak, bahwasanya Allah berkata kepada mereka, ﴾ نَادُواْ شُرَكَآءِيَ ٱلَّذِينَ زَعَمۡتُمۡ ﴿ "Kalian panggil-lah para sekutuKu menurut klaim kalian," maksudnya berdasarkan persepsi kalian yang rusak. Kalau tidak demikian, maka sesung-guhnya Allah tidak memiliki sekutu di bumi ataupun di langit. Maksudnya, panggillah mereka untuk memberikan kemanfaatan dan menyelamatkan kalian dari kesulitan-kesulitan ini. ﴾ فَدَعَوۡهُمۡ فَلَمۡ يَسۡتَجِيبُواْ لَهُمۡ ﴿ "Maka mereka memanggilnya, tetapi sekutu-sekutu itu tidak membalas seruan mereka," karena kerajaan dan ketetapan hukum pada hari itu hanya milik Allah, tiada seorang pun yang dapat mem-berikan manfaat sekecil biji dzarrah pun bagi dirinya sendiri atau orang lain. ﴾ وَجَعَلۡنَا بَيۡنَهُم ﴿ "Dan Kami adakan untuk mereka," yaitu antara kaum musyrikin dan sekutu-sekutu mereka ﴾ مَّوۡبِقٗا 52 ﴿ "tempat ke-binasaan (neraka)," yaitu tempat kehancuran, yang akan memisah-kan antara kaum musyrikin dengan para sekutu mereka, menjauhkan mereka dari yang lain. Pada saat itu, menjadi teranglah permusuh-an dan pengingkaran para sekutu, serta sikap berlepas dirinya me-reka dari para pemujanya, seperti Firman Allah, ﴾ وَإِذَا حُشِرَ ٱلنَّاسُ كَانُواْ لَهُمۡ أَعۡدَآءٗ وَكَانُواْ بِعِبَادَتِهِمۡ كَٰفِرِينَ 6 ﴿ "Dan apabila manusia dikumpulkan (pada Hari Kiamat), niscaya sesembahan-sesembahan itu menjadi musuh mereka dan mengingkari pemujaan-pemujaan mereka." (Al-Kahfi: 54).

18:53Page 299

وَرَءَا ٱلۡمُجۡرِمُونَ ٱلنَّارَ فَظَنُّوٓاْ أَنَّهُم مُّوَاقِعُوهَا وَلَمۡ يَجِدُواْ عَنۡهَا مَصۡرِفٗا ٥٣

And the criminals will see the Fire and will be certain that they are to fall therein. And they will not find from it a way elsewhere.

"Dan orang-orang yang berdosa melihat mereka, maka mereka meyakini bahwa mereka akan jatuh ke dalamnya, dan mereka tidak menemukan tempat berpaling darinya." (Al-Kahfi: 53).

(53) Maksudnya, pada Hari Kiamat kelak, ketika telah di-lakukan perhitungan amal, masing-masing orang dari para makhluk terkotak-kotakkan berdasarkan amal perbuatan mereka, keputusan penjatuhan siksa telah jatuh pada kaum yang berbuat dosa, maka mereka menyaksikan Jahanam sebelum memasukinya, sehingga mereka begitu gelisah. Kerisauan mereka semakin menjadi-jadi karena mereka menyangka (meyakini) akan memasukinya. Per-sangkaan mereka itu, sesuai dengan keterangan para ulama tafsir berarti keyakinan. Jadi mereka benar-benar meyakini akan masuk ke dalamnya ﴾ وَلَمۡ يَجِدُواْ عَنۡهَا مَصۡرِفٗا 53 ﴿ "dan mereka tidak menemukan tem-pat berpaling darinya," maksudnya tempat pindah untuk beralih ke sana. Tidak ada pemberi syafa'at bagi mereka tanpa izin Allah. Pada ayat ini terdapat aspek takhwif (intimidasi) dan tarhib (menakut-nakuti) yang membuat jantung dan hati berdebar.

18:54Page 300

وَلَقَدۡ صَرَّفۡنَا فِي هَٰذَا ٱلۡقُرۡءَانِ لِلنَّاسِ مِن كُلِّ مَثَلٖۚ وَكَانَ ٱلۡإِنسَٰنُ أَكۡثَرَ شَيۡءٖ جَدَلٗا ٥٤

And We have certainly diversified in this Qur’ān for the people from every [kind of] example; but man has ever been, most of anything, [prone to] dispute.

"Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulangi bagi ma-nusia dalam al-Qur`an ini bermacam-macam perumpamaan. Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah." (Al-Kahfi: 54).

(54) Allah تعالى memberitahukan tentang keagungan al-Qur`an, kebesaran dan nilai universalnya, bahwasanya Dia telah mengulang-ulangi bagi manusia dalam al-Qur`an ini ﴾ مِن كُلِّ مَثَلٖۚ ﴿ "bermacam-macam perumpamaan," dari semua cara yang mengantar-kan kepada ilmu yang bermanfaat, dan kebahagiaan yang langgeng, dan setiap jalan yang memelihara dari kejelekan dan kebinasaan. Di dalamnya, (juga) terkandung perumpamaan-perumpamaan halal dan haram, balasan amal perbuatan, targhib dan tarhib, berita-berita riil yang berguna bagi hati, sebagai keyakinan, ketentraman, dan cahaya. Ini semua termasuk perkara yang mendatangkan kepas-rahan terhadap al-Qur`an, dan menerimanya dengan tunduk serta ketaatan, tanpa penentangan terhadapnya dalam perkara apa pun. Kendatipun demikian, kebanyakan manusia justru melancarkan bantahan kepada kebenaran setelah menjadi jelas, menyanggah de-ngan dasar kebatilan untuk mempecundangi kebenaran dengannya. Oleh karena itu, Allah berfirman, ﴾ وَكَانَ ٱلۡإِنسَٰنُ أَكۡثَرَ شَيۡءٖ جَدَلٗا 54 ﴿ "Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah," maksud-nya membantah dan menentang kandungan al-Qur`an. Padahal, hal tersebut tidak pantas mereka lakukan dan tidak ada kesanggu-pan bagi mereka untuk melakukannya. Faktor yang menyebabkan-nya demikian, dan ketiadaan beriman (pada mereka) kepada Allah hanyalah sikap kezhaliman dan penentangan, bukan kedangkalan hujjah maupun buktinya yang nyata. Bila bukan ini alasannya, se-kiranya azab datang kepada mereka dan hukuman (pada kaum) sebelum mereka mendatangi mereka, maka keadaan mereka tidak seperti ini. Oleh karena itu, Allah berfirman,

18:55Page 300

وَمَا مَنَعَ ٱلنَّاسَ أَن يُؤۡمِنُوٓاْ إِذۡ جَآءَهُمُ ٱلۡهُدَىٰ وَيَسۡتَغۡفِرُواْ رَبَّهُمۡ إِلَّآ أَن تَأۡتِيَهُمۡ سُنَّةُ ٱلۡأَوَّلِينَ أَوۡ يَأۡتِيَهُمُ ٱلۡعَذَابُ قُبُلٗا ٥٥

And nothing has prevented the people from believing when guidance came to them and from asking forgiveness of their Lord except that there [must] befall them the [accustomed] precedent of the former peoples1 or that the punishment should come [directly] before them.

"Dan tidak ada sesuatu pun yang menghalangi manusia dari beriman, ketika petunjuk telah datang kepada mereka, dan me-mohon ampun kepada Rabbnya, kecuali (keinginan menanti) datang-nya hukum (Allah yang telah berlaku pada) umat-umat yang dahulu atau datangnya azab atas mereka dengan nyata." (Al-Kahfi: 55).

(55) Maksudnya tidak ada faktor yang menghalang-halangi manusia untuk beriman –padahal keberadaan hidayah yang dapat membedakan antara petunjuk dan kesesatan, kebenaran dan kebatil-an telah sampai kepada mereka dan telah tegak hujjah Allah atas mereka– dan bukan (pula) penjelasan (yang gamblang) yang meng-hambat mereka (untuk beriman). Akan tetapi, sebab yang meng-halangi mereka dari keimanan adalah kezhaliman dan permusuh-an. Sehingga tidak ada yang ditunggu kecuali ketetapan Allah dan kebiasaanNya pada generasi-generasi dahulu, yaitu jika mereka tidak beriman, maka disegerakan siksa pada mereka atau mereka akan menyaksikan siksa telah menyongsong mereka. Mereka benar-benar melihatnya dengan mata kepala mereka sendiri. Artinya, hendaklah mereka takut terhadapnya dan bertaubat dari kekufur-an mereka, sebelum siksaan (datang) yang tidak bisa ditolak lagi.

18:56Page 300

وَمَا نُرۡسِلُ ٱلۡمُرۡسَلِينَ إِلَّا مُبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَۚ وَيُجَٰدِلُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بِٱلۡبَٰطِلِ لِيُدۡحِضُواْ بِهِ ٱلۡحَقَّۖ وَٱتَّخَذُوٓاْ ءَايَٰتِي وَمَآ أُنذِرُواْ هُزُوٗا ٥٦

And We send not the messengers except as bringers of good tidings and warners. And those who disbelieve dispute by [using] falsehood to [attempt to] invalidate thereby the truth and have taken My verses, and that of which they are warned, in ridicule.

"Dan tidaklah Kami mengutus rasul-rasul melainkan sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan; tetapi orang-orang yang kafir membantah dengan yang batil agar dengan demikian mereka dapat melenyapkan yang haq, dan mereka meng-anggap ayat-ayat Kami dan peringatan-peringatan terhadap me-reka sebagai olok-olokan." (Al-Kahfi: 56).

(56) Maksudnya, Kami tidak mengutus para rasul dengan sia-sia, bukan pula agar manusia menjadikan mereka sebagai tuhan-tuhan, dan tidak untuk menyeru umat manusia kepada (kepenting-an) pribadi para rasul. Akan tetapi, Kami mengirim mereka untuk mengajak umat manusia kepada setiap kebajikan dan melarang mereka dari segala kejelekan, membawa kabar gembira bagi mereka atas ketaatan terhadap hal tersebut (perintah dan larangan) dengan pahala dunia dan balasan akhirat, memberi mereka peringatan dari pelanggarannya dengan hukuman dunia dan akhirat. Dengan itu, hujjah Allah telah tegak berdiri kepada para hambaNya. Meskipun begitu, orang-orang yang zhalim dan kafir enggan untuk berbuat sesuatu melainkan melancarkan bantahan dengan kebatilan untuk melenyapkan kebenaran. Mereka mengusahakan cara apa pun yang bisa mereka tempuh untuk memenangkan kebatilan dan melenyap-kan kebenaran serta merontokkannya. Mereka mengolok-olok para rasul Allah dan ayat-ayatNya. Mereka sudah cukup gembira de-ngan ilmu yang mereka miliki, ﴾ وَيَأۡبَى ٱللَّهُ إِلَّآ أَن يُتِمَّ نُورَهُۥ وَلَوۡ كَرِهَ ٱلۡكَٰفِرُونَ 32 ﴿ "Dan Allah tidak menghendaki melainkan menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai." (At- Taubah: 32), dan memenangkan kebenaran di atas kebatilan ﴾ بَلۡ نَقۡذِفُ بِٱلۡحَقِّ عَلَى ٱلۡبَٰطِلِ فَيَدۡمَغُهُۥ فَإِذَا هُوَ زَاهِقٞۚ ﴿ "Sebenarnya Kami melontarkan yang haq kepada yang batil lalu yang haq itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu le-nyap." (Al-Anbiya`: 18). Termasuk pengaruh sifat hikmah Allah dan rahmatNya, bahwa pengerahan orang-orang yang batil dan membantah kebenaran dengan kebatilan, termasuk faktor penting yang menuntun kepada kejelasan al-haq, bukti-bukti dan dalil-dalilnya yang nyata, tersing-kapnya kebatilan dari sisi kerusakannya. Sebab, dengan lawannya, segala sesuatu akan lebih jelas.

18:57–59Page 300

وَمَنۡ أَظۡلَمُ مِمَّن ذُكِّرَ بِـَٔايَٰتِ رَبِّهِۦ فَأَعۡرَضَ عَنۡهَا وَنَسِيَ مَا قَدَّمَتۡ يَدَاهُۚ إِنَّا جَعَلۡنَا عَلَىٰ قُلُوبِهِمۡ أَكِنَّةً أَن يَفۡقَهُوهُ وَفِيٓ ءَاذَانِهِمۡ وَقۡرٗاۖ وَإِن تَدۡعُهُمۡ إِلَى ٱلۡهُدَىٰ فَلَن يَهۡتَدُوٓاْ إِذًا أَبَدٗا ٥٧

And who is more unjust than one who is reminded of the verses of his Lord but turns away from them and forgets what his hands have put forth? Indeed, We have placed over their hearts coverings, lest they understand it, and in their ears deafness. And if you invite them to guidance - they will never be guided, then - ever.

وَرَبُّكَ ٱلۡغَفُورُ ذُو ٱلرَّحۡمَةِۖ لَوۡ يُؤَاخِذُهُم بِمَا كَسَبُواْ لَعَجَّلَ لَهُمُ ٱلۡعَذَابَۚ بَل لَّهُم مَّوۡعِدٞ لَّن يَجِدُواْ مِن دُونِهِۦ مَوۡئِلٗا ٥٨

And your Lord is the Forgiving, the possessor of mercy. If He were to impose blame upon them for what they earned, He would have hastened for them the punishment. Rather, for them is an appointment from which they will never find an escape.

وَتِلۡكَ ٱلۡقُرَىٰٓ أَهۡلَكۡنَٰهُمۡ لَمَّا ظَلَمُواْ وَجَعَلۡنَا لِمَهۡلِكِهِم مَّوۡعِدٗا ٥٩

And those cities - We destroyed them when they wronged, and We made for their destruction an appointed time.

"Dan siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat dari Rabbnya, lalu dia berpaling darinya dan melupakan sesuatu yang dikerjakan oleh kedua tangan-nya. Sesungguhnya Kami telah meletakkan tutup di atas hati mereka, (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan (Kami letakkan pula) sumbatan di telinga mereka; dan kendatipun kamu menyeru mereka kepada petunjuk, niscaya mereka tidak akan mendapat petunjuk selama-lamanya. Dan Rabbmu-lah Yang Maha Pengampun, lagi mempunyai rahmat. Jika Dia mengazab mereka karena perbuatan mereka, tentu Dia akan menyegerakan azab bagi mereka. Tetapi bagi mereka ada waktu tertentu (untuk mendapat azab) yang me-reka sekali-kali tidak akan menemukan tempat berlindung dari-nya. Dan (penduduk) negeri itu telah Kami binasakan ketika mereka berbuat zhalim, dan telah Kami tetapkan waktu tertentu bagi ke-binasaan mereka." (Al-Kahfi: 57-59).

(57) Allah تعالى memberitahukan bahwa tidak ada tindakan kezhaliman yang paling fatal dan kejahatan yang paling besar, dari seseorang hamba yang sudah diingatkan dengan ayat-ayat Allah dan dijelaskan kepadanya kebenaran dari kebatilan, petunjuk dari kesesatan, ditakut-takuti, diperingatkan dan dianjurkan (dengan balasan baik), akan tetapi dia berpaling muka darinya, tidak sudi mengambil pelajaran dari peringatan yang diarahkan kepadanya, serta tidak meninggalkan kebiasaan lamanya ﴾ وَنَسِيَ مَا قَدَّمَتۡ يَدَاهُۚ ﴿ "dan melupakan sesuatu yang dikerjakan oleh kedua tangannya," yang berupa dosa-dosa. Tidak bermuraqabah kepada 'Allamul ghuyub (Dzat Yang Maha Mengetahui alam ghaib). Ini lebih besar kezhalimannya dari-pada orang yang berpaling tapi memang belum pernah didatangi ayat-ayat Allah dan belum diperingatkan dengannya –meskipun orang ini juga telah berbuat zhalim– akan tetapi orang tadi lebih dahsyat kezhalimannya daripada orang ini, karena dia melanggar atas dasar pengetahuan dan ilmu, dan lebih besar (kezhalimannya) dibandingkan orang yang keadaannya tidak demikian. Allah meng-hukumnya lantaran berpaling dari ayat-ayatNya dan melupakan dosa-dosanya, serta tenang dengan dirinya dalam kondisi buruk, padahal mengetahuinya, dengan hukuman menutup pintu-pintu hidayah baginya, dalam bentuk meletakkan tutup (akinnah) di atas hatinya yaitu penutup-penutup kuat yang menghalanginya untuk memahami ayat-ayat Allah meskipun dia mendengarnya. Tidak mungkin dia bisa mengusahakan pemahaman yang sanggup me-nembus hatinya. ﴾ وَفِيٓ ءَاذَانِهِمۡ وَقۡرٗاۖ ﴿ "Dan (Kami letakkan pula) sumbatan di telinga me-reka," maksudnya ketulian yang mengganjal mereka untuk sanggup mencapai ayat-ayat dan mendengarkannya guna mencari manfaat. Bila kondisi mereka semacam ini, maka tidak ada jalan hidayah bagi mereka. ﴾ وَإِن تَدۡعُهُمۡ إِلَى ٱلۡهُدَىٰ فَلَن يَهۡتَدُوٓاْ إِذًا أَبَدٗا 57 ﴿ "Dan kendatipun kamu menyeru mereka kepada petunjuk, niscaya mereka tidak akan mendapat petunjuk selama-lamanya," karena orang yang diharapkan menyambut kete-rangan dari penyeru adalah orang yang tidak berilmu. Sementara mereka yang telah mengetahui kemudian membutakan diri, melihat jalan kebenaran, lantas mereka tinggalkan, (dan melihat) jalan ke-sesatan justru mereka tempuh, maka Allah menimpakan hukuman atas mereka dengan mengunci hati-hati mereka dan mematrinya. Tidak ada rekayasa dan jalan untuk memberi hidayah kepada me-reka lagi. Dalam ayat ini, terdapat takhwif (menakut-nakuti) bagi orang yang meninggalkan kebenaran setelah mengetahuinya berupa dihalanginya antara dia dengan hidayah, dan sudah tidak mungkin lagi setelah itu ada kejadian yang lebih menakutkan dan membuat-nya jera dari kesesatannya.

(58) Kemudian Allah تعالى memberitahukan tentang luasnya ampunan dan rahmatNya, Dia mengampuni dosa-dosa dan mene-rima taubat orang yang bertaubat kepadaNya. Selanjutnya, Dia me-ngucurkan padanya rahmat dan meliputinya dengan kebaikanNya. Sesungguhnya bila Dia menyiksa para hambaNya atas dosa-dosa yang mereka perbuat, niscaya Dia benar-benar akan menyegerakan azab bagi mereka. Namun, Allah Mahasabar, tidak mempercepat penjatuhan hukuman. Bahkan memberikan penundaan, tapi tidak melupakan. Dan dosa pasti mendatangkan pengaruh buruknya, meskipun terjadinya agak terlambat setelah jangka waktu yang lama. Oleh karena itu, Allah berfirman, ﴾ بَل لَّهُم مَّوۡعِدٞ لَّن يَجِدُواْ مِن دُونِهِۦ مَوۡئِلٗا ﴿ "Tetapi bagi mereka ada waktu tertentu (untuk mendapat azab) yang mereka sekali-kali tidak akan menemukan tempat berlindung darinya," maksudnya, mereka telah mendapatkan waktu tertentu untuk menerima balasan atas amal perbuatan mereka. Pasti itu terjadi pada mereka, tidak ada alternatif pilihan untuk mereka, tidak ada tempat untuk berlindung darinya, tidak ada tempat menyembunyi-kan dan melarikan diri darinya.

(59) Ini merupakan ketetapan Allah pada orang-orang ter-dahulu dan yang akan datang, yaitu tidak menyegerakan penjatuh-an hukuman atas mereka. Bahkan Dia mengundang mereka untuk bertaubat dan kembali (kepadaNya). Bila mereka mau bertaubat dan kembali, niscaya Allah mengampuni dan mengasihi mereka, serta mengenyahkan hukuman dari mereka, namun kalau mereka tidak (bertaubat dan kembali) dan mereka terus melangsungkan kezhaliman dan penentangan mereka, dan waktu yang sudah di-tetapkan bagi mereka sudah datang, niscaya Allah menurunkan siksaNya pada mereka. Oleh sebab itu, Allah berfirman, ﴾ وَتِلۡكَ ٱلۡقُرَىٰٓ أَهۡلَكۡنَٰهُمۡ لَمَّا ظَلَمُواْ ﴿ "Dan (penduduk) negeri itu telah Kami binasakan ketika mereka berbuat zhalim," maksudnya disebabkan tindakan kezhaliman mereka, bukan disebabkan kezhaliman Kami ﴾ وَجَعَلۡنَا لِمَهۡلِكِهِم مَّوۡعِدٗا 59 ﴿ "dan telah Kami tetapkan waktu tertentu bagi kebinasaan mereka," yaitu waktu yang sudah ditentukan, mereka tidak mendahului atau mundur darinya.

Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences

Contents

Ayat al-Kursi36Al-Kahfpage 42juz 15Bukhari 1Muslim 2999

Style

Theme
Text size
Layout

Читать на русском