As-Sa'diAl‑Kahf · 18:60–82

As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian

Al-Kahf 18:60–82

18:60–82Page 300

وَإِذۡ قَالَ مُوسَىٰ لِفَتَىٰهُ لَآ أَبۡرَحُ حَتَّىٰٓ أَبۡلُغَ مَجۡمَعَ ٱلۡبَحۡرَيۡنِ أَوۡ أَمۡضِيَ حُقُبٗا ٦٠

And [mention] when Moses said to his boy [i.e., servant], "I will not cease [traveling] until I reach the junction of the two seas or continue for a long period."

فَلَمَّا بَلَغَا مَجۡمَعَ بَيۡنِهِمَا نَسِيَا حُوتَهُمَا فَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِي ٱلۡبَحۡرِ سَرَبٗا ٦١

But when they reached the junction between them, they forgot their fish, and it took its course into the sea, slipping away.

فَلَمَّا جَاوَزَا قَالَ لِفَتَىٰهُ ءَاتِنَا غَدَآءَنَا لَقَدۡ لَقِينَا مِن سَفَرِنَا هَٰذَا نَصَبٗا ٦٢

So when they had passed beyond it, [Moses] said to his boy, "Bring us our morning meal. We have certainly suffered in this, our journey, [much] fatigue."

قَالَ أَرَءَيۡتَ إِذۡ أَوَيۡنَآ إِلَى ٱلصَّخۡرَةِ فَإِنِّي نَسِيتُ ٱلۡحُوتَ وَمَآ أَنسَىٰنِيهُ إِلَّا ٱلشَّيۡطَٰنُ أَنۡ أَذۡكُرَهُۥۚ وَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِي ٱلۡبَحۡرِ عَجَبٗا ٦٣

He said, "Did you see when we retired to the rock? Indeed, I forgot [there] the fish. And none made me forget it except Satan - that I should mention it. And it took its course into the sea amazingly."

قَالَ ذَٰلِكَ مَا كُنَّا نَبۡغِۚ فَٱرۡتَدَّا عَلَىٰٓ ءَاثَارِهِمَا قَصَصٗا ٦٤

[Moses] said, "That is what we were seeking." So they returned, following their footprints.

فَوَجَدَا عَبۡدٗا مِّنۡ عِبَادِنَآ ءَاتَيۡنَٰهُ رَحۡمَةٗ مِّنۡ عِندِنَا وَعَلَّمۡنَٰهُ مِن لَّدُنَّا عِلۡمٗا ٦٥

And they found a servant from among Our servants [i.e., al-Khiḍr] to whom We had given mercy from Us and had taught him from Us a [certain] knowledge.

قَالَ لَهُۥ مُوسَىٰ هَلۡ أَتَّبِعُكَ عَلَىٰٓ أَن تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمۡتَ رُشۡدٗا ٦٦

Moses said to him, "May I follow you on [the condition] that you teach me from what you have been taught of sound judgement?"

قَالَ إِنَّكَ لَن تَسۡتَطِيعَ مَعِيَ صَبۡرٗا ٦٧

He said, "Indeed, with me you will never be able to have patience.

وَكَيۡفَ تَصۡبِرُ عَلَىٰ مَا لَمۡ تُحِطۡ بِهِۦ خُبۡرٗا ٦٨

And how can you have patience for what you do not encompass in knowledge?"

قَالَ سَتَجِدُنِيٓ إِن شَآءَ ٱللَّهُ صَابِرٗا وَلَآ أَعۡصِي لَكَ أَمۡرٗا ٦٩

[Moses] said, "You will find me, if Allāh wills, patient, and I will not disobey you in [any] order."

قَالَ فَإِنِ ٱتَّبَعۡتَنِي فَلَا تَسۡـَٔلۡنِي عَن شَيۡءٍ حَتَّىٰٓ أُحۡدِثَ لَكَ مِنۡهُ ذِكۡرٗا ٧٠

He said, "Then if you follow me, do not ask me about anything until I make to you about it mention [i.e., explanation]."

فَٱنطَلَقَا حَتَّىٰٓ إِذَا رَكِبَا فِي ٱلسَّفِينَةِ خَرَقَهَاۖ قَالَ أَخَرَقۡتَهَا لِتُغۡرِقَ أَهۡلَهَا لَقَدۡ جِئۡتَ شَيۡـًٔا إِمۡرٗا ٧١

So they set out, until when they had embarked on the ship, he [i.e., al-Khiḍr] tore it open. [Moses] said, "Have you torn it open to drown its people? You have certainly done a grave thing."

قَالَ أَلَمۡ أَقُلۡ إِنَّكَ لَن تَسۡتَطِيعَ مَعِيَ صَبۡرٗا ٧٢

[Al-Khiḍr] said, "Did I not say that with me you would never be able to have patience?"

قَالَ لَا تُؤَاخِذۡنِي بِمَا نَسِيتُ وَلَا تُرۡهِقۡنِي مِنۡ أَمۡرِي عُسۡرٗا ٧٣

[Moses] said, "Do not blame me for what I forgot and do not overwhelm me in my matter with difficulty."

فَٱنطَلَقَا حَتَّىٰٓ إِذَا لَقِيَا غُلَٰمٗا فَقَتَلَهُۥ قَالَ أَقَتَلۡتَ نَفۡسٗا زَكِيَّةَۢ بِغَيۡرِ نَفۡسٖ لَّقَدۡ جِئۡتَ شَيۡـٔٗا نُّكۡرٗا ٧٤

So they set out, until when they met a boy, he [i.e., al-Khiḍr] killed him. [Moses] said, "Have you killed a pure soul for other than [having killed] a soul? You have certainly done a deplorable thing."

۞ قَالَ أَلَمۡ أَقُل لَّكَ إِنَّكَ لَن تَسۡتَطِيعَ مَعِيَ صَبۡرٗا ٧٥

[Al-Khiḍr] said, "Did I not tell you that with me you would never be able to have patience?"

قَالَ إِن سَأَلۡتُكَ عَن شَيۡءِۭ بَعۡدَهَا فَلَا تُصَٰحِبۡنِيۖ قَدۡ بَلَغۡتَ مِن لَّدُنِّي عُذۡرٗا ٧٦

[Moses] said, "If I should ask you about anything after this, then do not keep me as a companion. You have obtained from me an excuse."

فَٱنطَلَقَا حَتَّىٰٓ إِذَآ أَتَيَآ أَهۡلَ قَرۡيَةٍ ٱسۡتَطۡعَمَآ أَهۡلَهَا فَأَبَوۡاْ أَن يُضَيِّفُوهُمَا فَوَجَدَا فِيهَا جِدَارٗا يُرِيدُ أَن يَنقَضَّ فَأَقَامَهُۥۖ قَالَ لَوۡ شِئۡتَ لَتَّخَذۡتَ عَلَيۡهِ أَجۡرٗا ٧٧

So they set out, until when they came to the people of a town, they asked its people for food, but they refused to offer them hospitality. And they found therein a wall about to collapse, so he [i.e., al-Khiḍr] restored it. [Moses] said, "If you wished, you could have taken for it a payment."

قَالَ هَٰذَا فِرَاقُ بَيۡنِي وَبَيۡنِكَۚ سَأُنَبِّئُكَ بِتَأۡوِيلِ مَا لَمۡ تَسۡتَطِع عَّلَيۡهِ صَبۡرًا ٧٨

[Al-Khiḍr] said, "This is parting between me and you. I will inform you of the interpretation of that about which you could not have patience.

أَمَّا ٱلسَّفِينَةُ فَكَانَتۡ لِمَسَٰكِينَ يَعۡمَلُونَ فِي ٱلۡبَحۡرِ فَأَرَدتُّ أَنۡ أَعِيبَهَا وَكَانَ وَرَآءَهُم مَّلِكٞ يَأۡخُذُ كُلَّ سَفِينَةٍ غَصۡبٗا ٧٩

As for the ship, it belonged to poor people working at sea. So I intended to cause defect in it as there was after them a king who seized every [good] ship by force.

وَأَمَّا ٱلۡغُلَٰمُ فَكَانَ أَبَوَاهُ مُؤۡمِنَيۡنِ فَخَشِينَآ أَن يُرۡهِقَهُمَا طُغۡيَٰنٗا وَكُفۡرٗا ٨٠

And as for the boy, his parents were believers, and we feared that he would overburden them by transgression and disbelief.

فَأَرَدۡنَآ أَن يُبۡدِلَهُمَا رَبُّهُمَا خَيۡرٗا مِّنۡهُ زَكَوٰةٗ وَأَقۡرَبَ رُحۡمٗا ٨١

So we intended that their Lord should substitute for them one better than him in purity and nearer to mercy.

وَأَمَّا ٱلۡجِدَارُ فَكَانَ لِغُلَٰمَيۡنِ يَتِيمَيۡنِ فِي ٱلۡمَدِينَةِ وَكَانَ تَحۡتَهُۥ كَنزٞ لَّهُمَا وَكَانَ أَبُوهُمَا صَٰلِحٗا فَأَرَادَ رَبُّكَ أَن يَبۡلُغَآ أَشُدَّهُمَا وَيَسۡتَخۡرِجَا كَنزَهُمَا رَحۡمَةٗ مِّن رَّبِّكَۚ وَمَا فَعَلۡتُهُۥ عَنۡ أَمۡرِيۚ ذَٰلِكَ تَأۡوِيلُ مَا لَمۡ تَسۡطِع عَّلَيۡهِ صَبۡرٗا ٨٢

And as for the wall, it belonged to two orphan boys in the city, and there was beneath it a treasure for them, and their father had been righteous. So your Lord intended that they reach maturity and extract their treasure, as a mercy from your Lord. And I did it not of my own accord. That is the interpretation of that about which you could not have patience."

"Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada (muridnya), 'Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun.' Maka tatkala mereka sampai ke pertemuan dua buah laut itu, mereka lalai akan ikannya, lalu ikan itu (melompat) mengambil jalannya ke laut itu pergi secara sembunyi-sembunyi. Maka tatkala mereka berjalan lebih jauh, berkatalah Musa kepada muridnya, 'Bawalah ke mari makanan kita; sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini.' Muridnya menjawab, 'Tahukah kamu tatkala kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu, dan tidak ada yang mem-buatku lupa untuk menceritakannya kecuali setan, dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali.' Musa berkata, 'Itulah (tempat) yang kita cari.' Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula, maka mereka bertemu dengan se-orang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami. Musa berkata kepada Khi-dhir, 'Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan ke-padaku ilmu yang benar dari ilmu-ilmu yang telah diajarkan ke-padamu.' Dia menjawab, 'Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersamaku. Dan bagaimana kamu dapat sabar atas sesuatu, yang kamu belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu.' Musa berkata, 'Insya Allah, kamu akan mendapatkanku sebagai seorang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam sesuatu urusan pun.' Dia berkata, 'Jika kamu mengikutiku, maka janganlah kamu menanyakan kepadaku ten-tang sesuatu apa pun, sampai aku sendiri menerangkannya kepada-mu.' Maka berjalanlah keduanya, hingga tatkala keduanya menaiki perahu, lalu Khidhir melubanginya. Musa berkata, 'Mengapa kamu melubangi perahu itu yang akibatnya kamu menenggelamkan pe-numpangnya? Sesungguhnya kamu telah berbuat kesalahan yang besar.' Dia (Khidhir) berkata, 'Bukankah aku telah berkata, 'Se-sungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sabar bersama dengan aku'.' Musa berkata, 'Janganlah kamu menghukumku karena ke-lupaanku dan janganlah kamu membebaniku dengan sesuatu ke-sulitan dalam urusanku.' Maka berjalanlah keduanya; hingga tat-kala keduanya berjumpa dengan seorang anak, maka Khidhir mem-bunuhnya. Musa berkata, 'Mengapa kamu bunuh jiwa yang bersih, bukan karena dia membunuh orang lain, sungguh kamu telah me-lakukan suatu yang mungkar.' Khidhir berkata, 'Bukankah sudah kukatakan kepadamu, bahwa kamu tidak akan dapat sabar ber-samaku.' Musa berkata, 'Jika aku bertanya kepadamu tentang sesuatu sesudah (kali) ini, maka janganlah kamu memperboleh-kan aku menyertaimu, sesungguhnya kamu sudah cukup memberi-kan udzur kepadaku.' Maka keduanya berjalan; hingga tatkala keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri, mereka minta dijamu kepada penduduk negeri itu, tetapi penduduk negeri itu tidak mau menjamu mereka, kemudian keduanya mendapatkan dalam negeri itu dinding rumah yang hampir roboh, maka Khidhir menegakkan dinding itu. Musa berkata, 'Jikalau kamu mau, niscaya kamu mengambil upah untuk itu.' Khidhir berkata, 'Inilah perpisah-an antara aku dengan kamu; aku akan memberitahukan kepadamu tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadap-nya. Adapun bahtera itu kepunyaan orang-orang miskin yang bekerja di laut, lalu aku bertujuan merusak bahtera itu, karena di hadapan mereka ada seorang raja yang merampas tiap-tiap bahtera. Dan adapun anak itu maka kedua orang tuanya adalah orang-orang Mukmin, dan kami khawatir bahwa dia akan mendorong kedua orang tuanya itu kepada kesesatan dan kekafiran. Dan kami menghendaki, supaya Rabb mereka mengganti bagi mereka dengan anak lain yang lebih baik kesuciannya dari anak itu, dan lebih dalam kasih sayangnya (kepada ibu bapaknya). Adapun dinding rumah itu adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang shalih, maka Rabbmu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanan itu, sebagai rahmat dari Rabbmu; dan bukanlah aku melakukan itu menurut kemauanku sendiri. Demikian itu adalah tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya'." (Al-Kahfi: 60-82).

(60) Allah تعالى memberitahukan tentang NabiNya, Musa عليه السلام dan kecintaannya kepada kebaikan dan pencarian ilmu, bahwa beliau berkata kepada pemudanya, maksudnya, pelayannya yang menyertainya saat berada di rumah dan dalam perjalanan. Ia adalah Yusya' bin Nun, Allah menceritakan setelah itu, ﴾ لَآ أَبۡرَحُ حَتَّىٰٓ أَبۡلُغَ مَجۡمَعَ ٱلۡبَحۡرَيۡنِ ﴿ "Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan," maksudnya aku akan tetap menempuh perjalan-an meskipun jarak semakin jauh dan kesulitan menghampiriku, sampai aku mencapai tempat pertemuan dua buah lautan[25]. Ia adalah tempat yang sudah diwahyukan (oleh Allah) kepadanya, 'Bahwa engkau akan menjumpai seorang hamba dari hamba-hamba Allah yang berilmu, dia memiliki ilmu yang tidak engkau punyai.' ﴾ أَوۡ أَمۡضِيَ حُقُبٗا 60 ﴿ "Atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun," maksud-nya (sampai) jarak yang jauh. Maknanya, kerinduan dan keinginan-lah yang menyebabkan Musa berkata demikian kepada pelayannya.

(61) Ini merupakan tekad teguh darinya. Karena itu, dia menjalankannya. ﴾ فَلَمَّا بَلَغَا ﴿ "Maka tatkala mereka sampai," yaitu dia dan pelayannya ﴾ مَجۡمَعَ بَيۡنِهِمَا نَسِيَا حُوتَهُمَا ﴿ "ke pertemuan dua buah laut itu, mereka lalai akan ikannya," ada seekor ikan yang mereka bawa seba-gai bekal dan makanan mereka. Ia telah diberitahu (sebelumnya) bahwa kapan saja ikan tersebut hilang, maka di situlah insan yang dia tuju berada ﴾ فَٱتَّخَذَ ﴿ "lalu mengambil," yaitu ikan tersebut meng-ambil ﴾ سَبِيلَهُۥ ﴿ "jalannya," jalannya ﴾ فِي ٱلۡبَحۡرِ سَرَبٗا 61 ﴿ "ke laut itu dengan pergi secara sembunyi-sembunyi," ini termasuk tanda kebesaran Allah. Para ulama tafsir berkata, 'Sesungguhnya ikan tersebut yang dijadi-kan perbekalan oleh mereka, ketika mereka sampai di tempat itu, (maka ikan itu) terkena air laut. Maka ia pergi secara sembunyi-sembunyi dengan izin Allah ke dalam lautan dan hidup bersama binatang-binatang laut lainnya."

(62) Tatkala Musa dan pelayannya telah melewati tempat pertemuan dua laut, maka Musa berkata kepada pelayannya,﴾ ءَاتِنَا غَدَآءَنَا لَقَدۡ لَقِينَا مِن سَفَرِنَا هَٰذَا نَصَبٗا 62 ﴿ "Bawalah ke mari makanan kita; sesung-guhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini," maksudnya kita telah merasa kepayahan disebabkan perjalanan yang melewati (tempat dua pertemuan laut). Apabila tidak demikian, maka pada perjalanan panjang yang mereka lalui sampai ke tempat dua per-temuan laut, mereka tidak merasakan keletihan sama sekali. Ini termasuk tanda-tanda kebesaran Allah dan petunjuk yang meng-indikasikan kepada keberadaan apa yang dicari oleh Musa. Selain itu, sesungguhnya kerinduan yang berhubungan dengan perja-lanan sampai ke tempat itu telah memudahkan jalan bagi mereka. Ketika mereka telah melampaui tujuannya, maka mereka (baru) merasakan keletihan.

(63) Usai mengatakan perkataan ini kepada pelayannya, sang pelayan berkata kepada Musa, ﴾ أَرَءَيۡتَ إِذۡ أَوَيۡنَآ إِلَى ٱلصَّخۡرَةِ فَإِنِّي نَسِيتُ ٱلۡحُوتَ ﴿ "Tahu-kah kamu tatkala kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka se-sungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu," [maksudnya tidakkah engkau tahu ketika kita menginap tadi malam di batu ter-sebut di antara dua lautan itu, sesungguhnya aku lupa terhadap ikan tersebut]. ﴾ وَمَآ أَنسَىٰنِيهُ إِلَّا ٱلشَّيۡطَٰنُ ﴿ "Dan tidak ada yang membuatku lupa untuk menceritakannya kecuali setan," karena dialah penyebab-nya. ﴾ وَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِي ٱلۡبَحۡرِ عَجَبٗا 63 ﴿ "Dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali," maksudnya ketika ikan itu telah me-lompat dan menghilang ke dalam laut, maka hal itu termasuk ke-jadian yang mencengangkan. Para ulama tafsir mengatakan, "Jalan yang ditempuh oleh ikan itu adalah jalan tersembunyi, sedangkan dalam (pandangan) Musa dan pelayannya, itu merupakan keajaiban."

(64) Setelah si pelayan berkata demikian kepada Musa, yang sebelumnya telah mendapatkan janji dari Allah, bahwasanya jika dia kehilangan ikan itu, berarti akan menjumpai Khidhir, maka Musa berkata, ﴾ ذَٰلِكَ مَا كُنَّا نَبۡغِۚ ﴿ "Itulah (tempat) yang kita cari," yang kita inginkan ﴾ فَٱرۡتَدَّا ﴿ "Lalu keduanya kembali," maksudnya kembali pulang ﴾ عَلَىٰٓ ءَاثَارِهِمَا قَصَصٗا 64 ﴿ "mengikuti jejak mereka semula," mereka kembali menelusuri jejak-jejak mereka sampai (ke tempat) yang mereka lupa terhadap ikan tadi.

(65) Ketika mereka telah sampai di sana ﴾ فَوَجَدَا عَبۡدٗا مِّنۡ عِبَادِنَآ ﴿ "maka mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami," yaitu Khidhir. Ia adalah seorang hamba yang shalih, bukan seorang nabi, berdasarkan pendapat yang shahih, ﴾ ءَاتَيۡنَٰهُ رَحۡمَةٗ مِّنۡ عِندِنَا ﴿ "yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami," maksudnya Allah menganugerahinya rahmat yang lebih spesial. Dengan itu, ilmu dan kebaikan amalnya bertambah. ﴾ وَعَلَّمۡنَٰهُ مِن لَّدُنَّا ﴿ "Dan yang telah Kami ajarkan kepadanya dari sisi Kami," maksudnya berasal dari sisi Kami ﴾ عِلۡمٗا 65 ﴿ "ilmu." Dia telah memperoleh ilmu yang tidak diberikan ke-pada Musa, kendatipun Musa lebih berilmu daripada Khidhir pada banyak permasalahan, terutama ilmu-ilmu keimanan dan ilmu-ilmu Ushul. Pasalnya, beliau adalah salah seorang ulul 'azmi dari kalangan para rasul yang Allah utamakan di atas seluruh makhluk dengan ilmu, amal, dan lainnya.

(66) Manakala Musa berhasil berkumpul dengan Khidhir, maka beliau berkata kepadanya dengan penuh kesopanan dan per-mohonan persetujuan sembari memberitahukan apa yang ia ingin-kan, ﴾ هَلۡ أَتَّبِعُكَ عَلَىٰٓ أَن تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمۡتَ رُشۡدٗا 66 ﴿ "Bolehkah aku mengikutimu su-paya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu," maksudnya, apakah aku boleh meng-ikutimu agar engkau mengajariku dari ilmu-ilmu yang telah Allah ajarkan kepadamu, yang akan kujadikan sebagai pegangan dan petunjuk, dan dengan itu aku pun bisa mengetahui kebenaran pada persoalan-persoalan itu? Khidhir telah dianugerahi Allah ilham dan karamah hingga sanggup meneropong rahasia-rahasia permasalah-an yang tersembunyi pada pandangan Musa عليه السلام.

(67) Maka Khidhir berkata kepada Musa, "Aku tidak menam-piknya. Akan tetapi, sesungguhnya engkau ﴾ لَن تَسۡتَطِيعَ مَعِيَ صَبۡرٗا ﴿ 'sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersamaku,' maksudnya engkau tidak mampu untuk mengikuti dan menyertaiku. Sebab, kamu akan me-nyaksikan obyek yang membuatmu tidak bisa bersabar dalam meng-hadapi perkara-perkara yang nampak terlihat sebagai kemungkar-an, sementara hakikatnya tidak demikian adanya."

(68) Oleh karena itu, dia berkata, ﴾ وَكَيۡفَ تَصۡبِرُ عَلَىٰ مَا لَمۡ تُحِطۡ بِهِۦ خُبۡرٗا 68 ﴿ "Dan bagaimana kamu dapat sabar atas sesuatu yang kamu belum mem-punyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu," maksudnya, bagaimana bisa engkau bersabar menghadapi sesuatu yang engkau tidak me-nguasai seluk-beluknya bagian luar dan dalamnya, dan tidak me-ngetahui tujuan dan kesudahannya.

(69) Musa berkata, ﴾ سَتَجِدُنِيٓ إِن شَآءَ ٱللَّهُ صَابِرٗا وَلَآ أَعۡصِي لَكَ أَمۡرٗا 69 ﴿ "Insya Allah kamu akan mendapatkanku sebagai seorang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam sesuatu urusan pun." Ini merupakan tekad Musa sebelum dijumpainya obyek ujian. Tekad itu sebuah keinginan, sementara keberadaan sabar adalah urusan lain. Karena-nya, Musa tidak bisa menahan diri saat peristiwa terjadi.

(70) Pada saat itulah, Khidhir berpesan kepada Musa, ﴾ فَإِنِ ٱتَّبَعۡتَنِي فَلَا تَسۡـَٔلۡنِي عَن شَيۡءٍ حَتَّىٰٓ أُحۡدِثَ لَكَ مِنۡهُ ذِكۡرٗا 70 ﴿ "Jika kamu mengikutiku, maka janganlah kamu menanyakan kepadaku tentang sesuatu apa pun, sampai aku sendiri menerangkannya kepadamu," maksudnya janganlah eng-kau memulai untuk melontarkan pertanyaan dan pengingkaran kepadaku, sampai akulah yang akan menerangkan kepadamu apa yang terjadi, di waktu yang tepat untuk memberitahumu tentang itu. Ia melarang Musa untuk bertanya dan berjanji kepadanya untuk menerangkan kepadanya tentang hakikat peristiwa tersebut.

(71) ﴾ فَٱنطَلَقَا حَتَّىٰٓ إِذَا رَكِبَا فِي ٱلسَّفِينَةِ خَرَقَهَاۖ ﴿ "Maka berjalanlah keduanya, hingga tatkala keduanya menaiki perahu, lalu Khidhir melubanginya," maksudnya Khidhir mencabut satu papan dari perahu tersebut. Ia mempunyai tujuan dalam melakukannya yang akan ia jelaskan (nanti). Akan tetapi, Musa عليه السلام tidak tahan (menyaksikannya), lan-taran secara eksplisit merupakan kemungkaran. Pasalnya, tindakan itu dapat merusak perahu tersebut dan menjadi penyebab tenggelam bagi sang pemilik. Oleh karena itu, Musa berkata, ﴾ أَخَرَقۡتَهَا لِتُغۡرِقَ أَهۡلَهَا لَقَدۡ جِئۡتَ شَيۡـًٔا إِمۡرٗا 71 ﴿ "Mengapa kamu melubangi perahu itu yang akibatnya kamu menenggelamkan penumpangnya. Sesungguhnya kamu telah ber-buat kesalahan yang besar," yaitu kesalahan yang besar lagi sangat buruk. Ini termasuk cerminan ketidaksabaran Musa عليه السلام.

(72) Maka Khidhir berkata kepada Musa, ﴾ أَلَمۡ أَقُلۡ إِنَّكَ لَن تَسۡتَطِيعَ مَعِيَ صَبۡرٗا 72 ﴿ "Bukankah aku telah berkata, 'Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sabar bersama denganku'," maksudnya, sudah terjadi apa yang aku beritahukan kepadamu.

(73) Teguran itu merupakan bentuk kealpaan dari Musa, maka dia berkata, ﴾ لَا تُؤَاخِذۡنِي بِمَا نَسِيتُ وَلَا تُرۡهِقۡنِي مِنۡ أَمۡرِي عُسۡرٗا 73 ﴿ "Janganlah kamu menghukumku karena kelupaanku, dan janganlah kamu membebani-ku dengan sesuatu kesulitan dalam urusanku," maksudnya janganlah engkau mempersulit urusan kepada diriku, maafkanlah aku. Se-sungguhnya itu terjadi karena faktor lupa. Janganlah engkau meng-hukum aku karena kelupaanku yang pertama kali ini. Ia memadu-kan antara pengakuan kesalahan dan pengajuan alasan, dan bahwa engkau wahai Khidhir tidak patut bersikap keras terhadap kawan-mu ini, maka Khidhir memaafkannya.

(74) ﴾ فَٱنطَلَقَا حَتَّىٰٓ إِذَا لَقِيَا غُلَٰمٗا ﴿ "Maka berjalanlah keduanya; hingga tat-kala keduanya berjumpa dengan seorang anak," yaitu anak kecil ﴾ فَقَتَلَهُۥ ﴿ "maka dia membunuhnya," Khidhir membunuhnya. Kemarahan pun semakin menjadi-jadi pada Musa, kecemburuan agamanya sontak muncul ketika Khidhir membunuh seorang anak kecil yang belum berbuat dosa. ﴾ قَالَ أَقَتَلۡتَ نَفۡسٗا زَكِيَّةَۢ بِغَيۡرِ نَفۡسٖ لَّقَدۡ جِئۡتَ شَيۡـٔٗا نُّكۡرٗا 74 ﴿ "Musa berkata, 'Mengapa kamu bunuh jiwa yang bersih, bukan karena dia membunuh orang lain. Sesungguhnya kamu telah melakukan suatu yang mungkar'." Kemungkaran mana yang sebanding dengan membunuh anak kecil yang belum ternoda oleh dosa, dan ia pun tidak membunuh orang lain? Teguran Musa yang pertama muncul karena kelupaan. Sedangkan sanggahan ini bukan karena lupa, tetapi karena tidak sabar.

(75) Khidhir berkata kepada Musa untuk menegur dan meng-ingatkan, ﴾ أَلَمۡ أَقُل لَّكَ إِنَّكَ لَن تَسۡتَطِيعَ مَعِيَ صَبۡرٗا 75 ﴿ "Bukankah sudah kukatakan kepadamu, bahwa kamu tidak akan dapat sabar bersamaku?"

(76) Maka ﴾ قَالَ ﴿ "dia berkata," yaitu Musa ﴾ إِن سَأَلۡتُكَ عَن شَيۡءِۭ ﴿ "Jika aku bertanya kepadamu tentang sesuatu sesudah (kali) ini," setelah kali ini ﴾ فَلَا تُصَٰحِبۡنِيۖ ﴿ "maka janganlah kamu memperbolehkan aku menyertaimu," maksudnya engkau punya alasan dan berhak meninggalkan keserta-anku ﴾ قَدۡ بَلَغۡتَ مِن لَّدُنِّي عُذۡرٗا 76 ﴿ "sesungguhnya kamu sudah cukup memberikan udzur kepadaku," maksudnya kamu telah memberi toleransi bagiku, kamu tidak pelit untuk memberi kesempatan.

(77) ﴾ فَٱنطَلَقَا حَتَّىٰٓ إِذَآ أَتَيَآ أَهۡلَ قَرۡيَةٍ ٱسۡتَطۡعَمَآ أَهۡلَهَا ﴿ "Maka keduanya berjalan; hingga tatkala keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri, mereka minta dijamu kepada penduduk negeri itu," maksudnya mereka berdua minta perjamuan kepada penduduknya, namun mereka tidak mau menyuguhi mereka berdua, ﴾ فَوَجَدَا فِيهَا جِدَارٗا يُرِيدُ أَن يَنقَضَّ ﴿ "kemudian kedua-nya mendapatkan dalam negeri itu dinding rumah yang hampir roboh," maksudnya [sungguh] telah rusak dan berantakan ﴾ فَأَقَامَهُۥۖ ﴿ "maka dia menegakkan dinding itu," yaitu Khidhir, maksudnya, membangun dan memperbaruinya lagi. Kemudian ﴾ قَالَ ﴿ "dia berkata," yaitu Musa, ﴾ لَوۡ شِئۡتَ لَتَّخَذۡتَ عَلَيۡهِ أَجۡرٗا 77 ﴿ "Jikalau kamu mau, niscaya kamu mengambil upah untuk itu," yaitu kepada penduduk negeri itu. Mereka tidak mau menjamu kita, padahal harus mereka lakukan, sementara itu, justru engkau membangun rumah itu tanpa upah sama sekali, pada-hal engkau mampu memintanya?

(78) Pada saat itulah, Musa عليه السلام tidak menepati apa yang dia ucapkan. Dan Khidhir meminta pamit kepadanya, seraya ﴾ قَالَ ﴿ "mengatakan" kepada Musa, ﴾ هَٰذَا فِرَاقُ بَيۡنِي وَبَيۡنِكَۚ ﴿ "Inilah perpisahan antara aku dengan kamu," karena sesungguhnya engkau telah menetapkan syarat tersebut atas dirimu sendiri, sekarang sudah tidak diterima lagi alasan dan kesempatan untuk menyertai lagi. ﴾ سَأُنَبِّئُكَ بِتَأۡوِيلِ مَا لَمۡ تَسۡتَطِع عَّلَيۡهِ صَبۡرًا 78 ﴿ "Aku akan memberitahukan kepadamu tujuan perbuatan-perbuatan yang membuatmu tidak dapat sabar terhadapnya," maksudnya aku akan memberitahukan kepadamu tentang apa yang engkau ingkari terhadapku, dan aku memberitakan bahwa aku mempunyai tujuan dan sasaran dari tindakanku.

(79) ﴾ أَمَّا ٱلسَّفِينَةُ ﴿ "Adapun bahtera itu," yang aku lubangi ﴾ فَكَانَتۡ لِمَسَٰكِينَ يَعۡمَلُونَ فِي ٱلۡبَحۡرِ ﴿ "adalah kepunyaan orang-orang miskin yang bekerja di laut," yang menuntut munculnya rasa iba dan kasihan kepada mereka ﴾ فَأَرَدتُّ أَنۡ أَعِيبَهَا وَكَانَ وَرَآءَهُم مَّلِكٞ يَأۡخُذُ كُلَّ سَفِينَةٍ غَصۡبٗا 79 ﴿ "lalu aku bertujuan merusak bahtera itu, karena di hadapan mereka ada seorang raja yang me-rampas tiap-tiap bahtera," maksudnya mereka itu (dalam berlayar), melewati raja yang zhalim. Setiap kapal yang baik yang melewati sang raja tanpa cacat, maka dia merampasnya atau mengambilnya secara paksa. Karena itu, aku berniat melubanginya agar memiliki cacat, sehingga selamat dari (jarahan) penguasa yang zhalim itu.

(80) ﴾ وَأَمَّا ٱلۡغُلَٰمُ ﴿ "Dan adapun anak itu," yang aku bunuh ﴾ فَكَانَ أَبَوَاهُ مُؤۡمِنَيۡنِ فَخَشِينَآ أَن يُرۡهِقَهُمَا طُغۡيَٰنٗا وَكُفۡرٗا 80 ﴿ "maka kedua orang tuanya adalah orang-orang Mukmin, lalu kami khawatir bahwa dia akan mendorong kedua orang tuanya itu kepada kesesatan dan kekufuran." Anak lelaki itu telah ditakdirkan, jika menginjak dewasa (kelak) akan memaksa kedua orang tuanya kepada kesesatan dan kekufuran. Maksudnya, menyeret mereka kepada tindakan kesesatan dan kekufuran, baik lantaran kecintaan mereka kepadanya atau ketergantungan mereka kepadanya, maupun lantaran dia memaksa mereka berbuat demi-kian. Maka aku pun membunuhnya, sebab aku mengetahui (kesu-dahan) anak itu, demi keselamatan agama dua orang tuanya yang beriman. Apakah ada manfaat yang lebih besar daripada kebaikan yang besar ini.

(81) Pembunuhan tersebut, meskipun mengandung tindak-an buruk kepada mereka berdua dan pemutusan keturunan mereka berdua, namun sesungguhnya Allah تعالى akan menganugerahinya keturunan yang lebih baik daripada si anak itu. Oleh karena itu, (Khidhir) berkata, ﴾ فَأَرَدۡنَآ أَن يُبۡدِلَهُمَا رَبُّهُمَا خَيۡرٗا مِّنۡهُ زَكَوٰةٗ وَأَقۡرَبَ رُحۡمٗا 81 ﴿ "Lalu kami menghendaki, supaya Rabb mereka mengganti bagi mereka dengan anak lain yang lebih baik kesuciannya daripada anak itu dan lebih dalam kasih sayangnya (kepada ibu bapaknya)," yaitu anak yang shalih, suci dan menghormati hubungan dengan orang tuanya. Sesungguhnya anak kecil yang dibunuh tersebut, sekiranya dia dewasa nanti, niscaya dia akan durhaka kepada keduanya dan memaksa mereka kepada kekufuran dan kesesatan.

Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences

Contents

Ayat al-Kursi36Al-Kahfpage 42juz 15Bukhari 1Muslim 2999

Style

Theme
Text size
Layout

Читать на русском