As-Sa'diAl‑Anbya · 21:78–97

As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian

Al-Anbya 21:78–97

21:78–82Page 328

وَدَاوُۥدَ وَسُلَيۡمَٰنَ إِذۡ يَحۡكُمَانِ فِي ٱلۡحَرۡثِ إِذۡ نَفَشَتۡ فِيهِ غَنَمُ ٱلۡقَوۡمِ وَكُنَّا لِحُكۡمِهِمۡ شَٰهِدِينَ ٧٨

And [mention] David and Solomon, when they judged concerning the field - when the sheep of a people overran it [at night],1 and We were witness to their judgement.

فَفَهَّمۡنَٰهَا سُلَيۡمَٰنَۚ وَكُلًّا ءَاتَيۡنَا حُكۡمٗا وَعِلۡمٗاۚ وَسَخَّرۡنَا مَعَ دَاوُۥدَ ٱلۡجِبَالَ يُسَبِّحۡنَ وَٱلطَّيۡرَۚ وَكُنَّا فَٰعِلِينَ ٧٩

And We gave understanding of it [i.e., the case] to Solomon, and to each [of them] We gave judgement and knowledge. And We subjected the mountains to exalt [Us], along with David and [also] the birds. And We were doing [that].1

وَعَلَّمۡنَٰهُ صَنۡعَةَ لَبُوسٖ لَّكُمۡ لِتُحۡصِنَكُم مِّنۢ بَأۡسِكُمۡۖ فَهَلۡ أَنتُمۡ شَٰكِرُونَ ٨٠

And We taught him the fashioning of coats of armor to protect you from your [enemy in] battle. So will you then be grateful?

وَلِسُلَيۡمَٰنَ ٱلرِّيحَ عَاصِفَةٗ تَجۡرِي بِأَمۡرِهِۦٓ إِلَى ٱلۡأَرۡضِ ٱلَّتِي بَٰرَكۡنَا فِيهَاۚ وَكُنَّا بِكُلِّ شَيۡءٍ عَٰلِمِينَ ٨١

And to Solomon [We subjected] the wind, blowing forcefully, proceeding by his command toward the land which We had blessed. And We are ever, of all things, Knowing.

وَمِنَ ٱلشَّيَٰطِينِ مَن يَغُوصُونَ لَهُۥ وَيَعۡمَلُونَ عَمَلٗا دُونَ ذَٰلِكَۖ وَكُنَّا لَهُمۡ حَٰفِظِينَ ٨٢

And of the devils [i.e., jinn] were those who dived for him and did work other than that. And We were of them a guardian.1

"Dan (ingatlah kisah) Dawud dan Sulaiman, di waktu kedua-nya memberikan keputusan mengenai tanaman, karena tanaman itu dirusak oleh kambing-kambing kepunyaan kaumnya. Dan Kami menyaksikan keputusan yang diberikan oleh mereka itu, maka Kami telah memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih tepat); dan kepada masing-masing mereka telah Kami berikan hikmah dan ilmu, dan telah Kami tundukkan gunung-gu-nung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Dawud. Dan Kami-lah yang melakukannya. Dan telah Kami ajarkan kepada Dawud membuat baju besi untuk kamu, guna memelihara kamu dalam peperangan. Maka hendaklah kamu bersyukur (kepada Allah). Dan (telah Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami telah memberkatinya. Dan Kami Maha Menge-tahui segala sesuatu. Dan Kami telah tundukkan (pula kepada Sulaiman) segolongan setan-setan yang menyelam (ke dalam laut) untuknya dan mengerjakan pekerjaan selain dari itu; dan Kami memelihara mereka itu." (Al-Anbiya`: 78-82).

(78) Maksudnya, ingatlah dua nabi [yang mulia] ini, Dawud dan Sulaiman untuk menyanjung dan menghormati keduanya; saat Allah menganugerahkan kepada mereka berdua ilmu yang luas, kemampuan menetapkan hukum di tengah manusia, dengan dasar FirmanNya, ﴾ إِذۡ يَحۡكُمَانِ فِي ٱلۡحَرۡثِ إِذۡ نَفَشَتۡ فِيهِ غَنَمُ ٱلۡقَوۡمِ ﴿ "Di waktu keduanya memberikan keputusan mengenai tanaman, karena tanaman itu dirusak oleh kambing-kambing kepunyaan kaumnya," maksudnya, ketika ada seorang pemilik tanaman meminta kepastian hukum kepada mereka berdua, mengenai seekor kambing milik seseorang yang memasuki kebun orang lain. Yakni, berkeliaran di malam hari dan memakan segala yang ada di pohon-pohonnya dan merusak tanamannya. Maka Dawud menetapkan keputusan agar kambing tersebut menjadi milik pemilik kebun, karena mempertimbangkan keteledoran pemilik kambing itu. Sehingga dihukum dengan hu-kuman ini. Sementara Sulaiman menetapkan sebuah hukum yang sesuai dengan benar. Yaitu, supaya para pemilik kambing menye-rahkan hewan-hewan mereka kepada pemilik kebun agar dapat memanfaatkan air susu dan bulunya. Sementara para pemilik kambing itu, mengelola ladang yang dimiliki oleh pemilik kebun sampai keadaannya kembali seperti semula. Jika sudah kembali seperti semula, maka kedua belah pihak saling mengembalikan milik orang lain dan masing-masing menerima hartanya kembali. Hasil keputusan ini (cerminan) kesempurnaan daya tangkap dan kecerdasan beliau عليه السلام.

(79) Oleh karenanya, Allah berfirman ﴾ فَفَهَّمۡنَٰهَا سُلَيۡمَٰنَۚ ﴿ "Maka Kami telah memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih tepat)," maksudnya Kami menjadikannya memahami problematika tersebut. Bukan berarti Allah tidak memahamkan Dawud dalam masalah lainnya. Sebab itu, Allah menyebutkan masalah ini secara khusus. Dalilnya adalah Firman Allah, ﴾ وَكُلًّا ﴿ "Dan kepada masing-masing mereka," yaitu Dawud dan Sulaiman, Kami telah menganugerahkan kepada keduanya ﴾ حُكۡمٗا وَعِلۡمٗاۚ ﴿ "hikmah dan ilmu." Hal ini menjadi dalil bahwa hakim terkadang keputusan-nya benar dan tepat, dan kadang-kadang mengalami kesalahan. Tetapi, dia tidak tercela saat bersikap salah dalam mengambil keputusan jika telah mengerahkan segala daya dan upaya yang dimilikinya. Berikutnya, Allah menyebutkan sisi yang menjadi keistime-waan masing-masing dari mereka berdua. Allah berfirman, ﴾ وَسَخَّرۡنَا مَعَ دَاوُۥدَ ٱلۡجِبَالَ يُسَبِّحۡنَ وَٱلطَّيۡرَۚ ﴿ "Dan telah Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Dawud." Demikian ini, lantaran beliau termasuk orang yang paling tekun beribadah dan paling sering dalam berdzikir, bertasbih dan mengagungkan Allah. Allah telah memberinya karunia berupa suara yang bagus, lembut dan merdu yang tidak dikaruniakan kepada siapa pun. Dahulu, apabila beliau melantunkan tasbih dan pujian terhadap Allah, niscaya gunung-gunung yang bisu dan burung-burung yang tidak dapat berbicara ikut meresponnya. Ini termasuk bagian dari karunia Allah dan kebaikanNya yang tercurah kepada Dawud. Karenanya, Allah berfirman ﴾ وَكُنَّا فَٰعِلِينَ 79 ﴿ "Dan Kami-lah yang melakukannya."

(80) ﴾ وَعَلَّمۡنَٰهُ صَنۡعَةَ لَبُوسٖ لَّكُمۡ ﴿ "Dan telah Kami ajarkan kepada Dawud membuat baju besi untuk kamu," maksudnya Allah mengajari Dawud عليه السلام cara membuat baju besi. Beliaulah orang pertama yang menciptakan dan mengetahuinya. Hasil karyanya menyebar ke generasi selanjutnya. Allah melunakkan besi bagi beliau dan me-ngajari bagaimana cara membentuknya. Manfaatnya besar. Yaitu ﴾ لِتُحۡصِنَكُم مِّنۢ بَأۡسِكُمۡۖ ﴿ "guna memelihara kamu dalam peperangan," mak-sudnya baju-baju besi itu berfungsi sebagai pelindung di medan peperangan dan di saat pertarungan sengit. ﴾ فَهَلۡ أَنتُمۡ شَٰكِرُونَ 80 ﴿ "Maka hendaklah kamu bersyukur (kepada Allah)," atas nikmat Allah yang tercurahkan kepada kalian yang Allah praktikkan melalui tangan hambaNya, Dawud! Sebagaimana Firman Allah, ﴾ وَجَعَلَ لَكُمۡ سَرَٰبِيلَ تَقِيكُمُ ٱلۡحَرَّ وَسَرَٰبِيلَ تَقِيكُم بَأۡسَكُمۡۚ كَذَٰلِكَ يُتِمُّ نِعۡمَتَهُۥ عَلَيۡكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تُسۡلِمُونَ 81 ﴿ "Dan Dia jadikan bagimu pakaian yang memeliharamu dari panas dan pakaian (baju besi) yang memelihara kamu dari peperangan. Demikian-lah Allah menyempurnakan nikmatNya atasmu agar kamu berserah diri (kepadaNya)." (An-Nahl: 81). Mengandung kemungkinan makna bahwa Allah mengajari beliau cara pembuatan baju besi dan proses pelunakannya meru-pakan perkara yang di luar kebiasaan. Dan masuk dalam kategori yang disampaikan para ulama tafsir, "Sesungguhnya Allah melu-nakkan besi baginya sehingga dia dapat memprosesnya layaknya adonan dan tanah liat tanpa harus dilebur terlebih dahulu di atas api." Mengandung kemungkinan makna bahwa pengajaran cara pembuatannya berjalan sewajarnya. Dan proses melunakkan besi dilakukan melalui mekanisme yang diajarkan Allah, berupa cara-cara yang sekarang diketahui untuk meleburnya. Inilah keterangan yang lebih kuat kebenarannya. Pasalnya, Allah menyebut-nyebut [kemampuan untuk melakukannya] sebagai karunia dariNya ke-pada para hambaNya dan memerintahkan mereka untuk mensyu-kurinya. Seandainya masalah pembuatan baju besi tidak termasuk perkara yang dijadikan Allah agar dapat dikerjakan oleh manusia, niscaya Dia tidak akan menyebut-nyebutnya sebagai kenikmatan atas mereka dan tidak akan mengemukakan kegunaannya. Sebab baju-baju besi yang dibuat oleh Dawud عليه السلام, menjadi perkara mus-tahil (bisa dibuat) bila yang dimaksud adalah dzatnya. Anugerah yang diinginkan di sini ialah jenisnya secara umum. Keterangan yang disampaikan oleh para ahli tafsir tidak mempunyai dasarnya sama sekali, kecuali Firman Allah, ﴾ وَأَلَنَّا لَهُ ٱلۡحَدِيدَ 10 ﴿ "Dan Kami telah melunakkan besi untuknya." (Saba`: 10). Dalam ayat ini tidak ada petunjuk bahwa pelunakan besi ter-jadi tanpa usaha. Wallahu a'lam.

(81) ﴾ وَلِسُلَيۡمَٰنَ ٱلرِّيحَ ﴿ "Dan (telah Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin," maksudnya Kami menundukkannya ﴾ عَاصِفَةٗ ﴿ "yang sangat kencang tiupannya," yang begitu cepat lajunya, ﴾ تَجۡرِي بِأَمۡرِهِۦٓ ﴿ "yang ber-hembus dengan perintahNya." Di mana dia bergerak melaju untuk menaati perintahNya. Jarak perjalanan yang ditempuh di pagi hari sejauh satu bulan perjalanan (dengan unta) dan jarak perjalanan yang ditempuh di sore hari sejauh satu bulan perjalanan (dengan unta), ﴾ إِلَى ٱلۡأَرۡضِ ٱلَّتِي بَٰرَكۡنَا فِيهَاۚ ﴿ "ke negeri yang Kami telah memberkatinya," yaitu negeri Syam yang menjadi tempat tinggalnya. Beliau menum-pangi angin menuju arah Barat dan Timur. Tempat menetap dan kembalinya adalah ke bumi yang diberkahi (Syam).﴾ وَكُنَّا بِكُلِّ شَيۡءٍ عَٰلِمِينَ 81 ﴿ "Dan Kami Maha Mengetahui segala sesuatu." Pengetahuan Kami meliputi segala sesuatu, dan Kami mengetahui pada diri Dawud dan Sulaiman tingkat kehebatan yang mana Kami telah mengantarkan mereka berdua sampai tingkatan yang telah Kami ceritakan.

(82) ﴾ وَمِنَ ٱلشَّيَٰطِينِ مَن يَغُوصُونَ لَهُۥ وَيَعۡمَلُونَ عَمَلٗا دُونَ ذَٰلِكَۖ ﴿ "Dan Kami telah tundukkan (pula kepada Sulaiman) segolongan setan-setan yang menyelam (ke dalam laut) untuknya dan mengerjakan pekerjaan selain dari pada itu." Kejadian ini juga termasuk keistimewaan Sulaiman عليه السلام. Allah menundukkan setan-setan dan jin-jin ifrit dan menjadi-kan Sulaiman berkuasa atas mereka untuk melaksanakan banyak pekerjaan yang mana golongan lain tidak berkutik menjalankannya. Di antara mereka, ada yang menyelami lautan bagi beliau untuk mengeksploitasi berlian dan permata serta batu-batu mulia lainnya. Di antara mereka ada yang mengerjakan, ﴾ مَّحَٰرِيبَ وَتَمَٰثِيلَ وَجِفَانٖ كَٱلۡجَوَابِ وَقُدُورٖ رَّاسِيَٰتٍۚ ﴿ "Gedung-gedung yang tinggi, patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tung-kunya)," (Saba`: 13), bagi beliau. Beliau juga memerintahkan sebagian mereka untuk mem-bangun Baitul Maqdis. Sampai beliau meninggal dalam keadaan mereka masih berkutat dalam pekerjaan itu. Mereka tetap men-jalankannya selama setahun lamanya sepeninggal beliau. Hingga akhirnya mereka mengetahui kematiannya, yang akan dijelaskan nanti insya Allah تعالى. ﴾ وَكُنَّا لَهُمۡ حَٰفِظِينَ 82 ﴿ "Dan Kami memelihara mereka itu," maksudnya mereka tidak berdaya untuk menolak dan menampik beliau. Bahkan Allah-lah yang menjaga pengawasan ter-hadap mereka dengan kekuatan, keperkasaan, dan kekuasaanNya.

21:83–84Page 329

۞ وَأَيُّوبَ إِذۡ نَادَىٰ رَبَّهُۥٓ أَنِّي مَسَّنِيَ ٱلضُّرُّ وَأَنتَ أَرۡحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ ٨٣

And [mention] Job, when he called to his Lord, "Indeed, adversity has touched me, and You are the most merciful of the merciful."

فَٱسۡتَجَبۡنَا لَهُۥ فَكَشَفۡنَا مَا بِهِۦ مِن ضُرّٖۖ وَءَاتَيۡنَٰهُ أَهۡلَهُۥ وَمِثۡلَهُم مَّعَهُمۡ رَحۡمَةٗ مِّنۡ عِندِنَا وَذِكۡرَىٰ لِلۡعَٰبِدِينَ ٨٤

So We responded to him and removed what afflicted him of adversity. And We gave him [back] his family and the like thereof with them as mercy from Us and a reminder for the worshippers [of Allāh].

"Dan (ingatlah kisah) Ayyub, ketika dia menyeru Rabbnya, '(Ya Rabbku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit, dan Engkau adalah Yang Maha Penyayang dari semua penyayang.' Maka Kami pun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penya-kit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepada-nya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah." (83-84).

(83) Maksudnya, ingatlah hamba dan rasul Kami, yaitu Ayyub untuk menyanjung, mengagungkan dan meninggikan dera-jatnya, saat Allah menguji beliau dengan musibah yang sangat berat. Lalu Allah mendapatinya dalam keadaan sabar lagi ridha dengan (ketentuan)Nya. Hal tersebut karena setan diberi kesem-patan untuk menguasai fisiknya, sebagai bentuk musibah dan ujian dari Allah. Ia meniupkan tiupan ke badannya, hingga mengeluar-kan luka-luka bernanah yang hebat. Beliau mengalaminya dalam kurun waktu yang lama. Ujian ini semakin menjadi-jadi. Keluarga-nya meninggal. Harta kekayaannya sirna. Maka beliau memanggil Rabbnya, ﴾ أَنِّي مَسَّنِيَ ٱلضُّرُّ وَأَنتَ أَرۡحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ 83 ﴿ "(Ya Rabbku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit, dan Engkau adalah Yang Maha Penyayang dari semua penyayang." Beliau memanjatkan permohonan tawasul kepada Allah dengan menceritakan kondisi pribadinya, dan bahwa dia sudah mengalami kesakitan sampai pada titik puncaknya. Juga memanjatkan tawasul dengan rahmat Allah yang sangat luas lagi menyeluruh.

(84) Allah mengabulkan permohonan beliau seraya ber-firman, ﴾ ٱرۡكُضۡ بِرِجۡلِكَۖ هَٰذَا مُغۡتَسَلُۢ بَارِدٞ وَشَرَابٞ 42 ﴿ "Hantamkanlah kakimu, inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum." (Shad: 42). Beliau menghentakkan kakinya. Maka keluarlah sebuah mata air yang dingin dari tempat hentakannya. Lalu beliau mandi dan meminum airnya. Maka Allah menghilangkan penyakit yang ada pada tubuhnya. ﴾ وَءَاتَيۡنَٰهُ أَهۡلَهُۥ ﴿ "Dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya," maksudnya Kami mengembalikan keluarga dan harta kekayaannya. ﴾ وَمِثۡلَهُم مَّعَهُمۡ ﴿ "Dan Kami lipat gandakan bilangan me-reka," dengan menganugerahkan karunia yang banyak bagi beliau [bersama] keselamatan keluarga dan hartanya, ﴾ رَحۡمَةٗ مِّنۡ عِندِنَا ﴿ "sebagai suatu rahmat dari sisi Kami," karena sabar dan mau menerima ke-adaan. Maka Allah membalasinya dengan pahala yang banyak di dunia sebelum datangnya akhirat. ﴾ وَذِكۡرَىٰ لِلۡعَٰبِدِينَ 84 ﴿ "Dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah," maksudnya Kami menjadikannya sebagai pelajaran bagi orang-orang yang beribadah, yang dapat mereguk manfaat dari kesabaran. Ketika mereka menyaksikan musibah yang melanda Ayyub, kemudian balasan kebaikan yang Allah karuniakan kepadanya pasca terang-katnya musibah dan memperhatikan faktor penyebab perolehan-nya, maka mereka menemukannya dalam sikap kesabaran beliau. Oleh karenanya, Allah menyanjungnya dalam FirmanNya, ﴾ إِنَّا وَجَدۡنَٰهُ صَابِرٗاۚ نِّعۡمَ ٱلۡعَبۡدُ إِنَّهُۥٓ أَوَّابٞ 44 ﴿ "Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dia-lah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Rabbnya)." (Shad: 44). Maka Allah menjadikannya sebagai contoh dan teladan bagi mereka tatkala sedang dirundung musibah.

21:85–86Page 329

وَإِسۡمَٰعِيلَ وَإِدۡرِيسَ وَذَا ٱلۡكِفۡلِۖ كُلّٞ مِّنَ ٱلصَّٰبِرِينَ ٨٥

And [mention] Ishmael and Idrees and Dhul-Kifl; all were of the patient.

وَأَدۡخَلۡنَٰهُمۡ فِي رَحۡمَتِنَآۖ إِنَّهُم مِّنَ ٱلصَّٰلِحِينَ ٨٦

And We admitted them into Our mercy. Indeed, they were of the righteous.

"Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris, dan Dzulkifli. Semua mereka termasuk orang-orang yang sabar. Kami telah masukkan mereka ke dalam rahmat Kami. Sesungguhnya mereka termasuk orang-orang yang shalih." (Al-Anbiya`: 85-86).

(85) Maksudnya dan ingatlah hamba-hamba Kami yang ter-pilih, para nabi kami yang diutus dengan sebaik-baik pengingatan, dan pujilah mereka dengan pujian yang paling tinggi ﴾ إِسۡمَٰعِيلَ ﴿ "Isma'il," putra Nabi Ibrahim ﴾ وَإِدۡرِيسَ وَذَا ٱلۡكِفۡلِۖ ﴿ "Idris dan Dzulkifli," dua nabi dari kalangan Bani Israil ﴾ كُلّٞ ﴿ "semua mereka," dari mereka yang disebutkan ﴾ مِّنَ ٱلصَّٰبِرِينَ ﴿ "termasuk ke dalam golongan orang-orang yang sabar." Hakikat sabar yakni kemampuan menahan dan memasung diri dari perkara-perkara yang disukai secara tabiat. Hal ini mencakup tiga jenis kesabaran: Sabar dalam menjalani ke-taatan kepada Allah, sabar dalam menjauhi maksiat kepada Allah, dan sabar menyikapi takdir-takdir Allah yang menyakitkan. Seorang hamba tidak berhak menggapai gelar sabar yang sempurna sampai dia berhasil memenuhi hak (tuntutan) jenis-jenis kesabaran yang berjumlah tiga ini. Para nabi itu sudah Allah beri gelar dengan sifat kesabaran. Sehingga menandakan bahwa mereka telah memenuhi hak-haknya dan menjalankannya sebagaimana mestinya.

(86) Allah juga menjuluki mereka dengan keshalihan jiwa. Hal ini mencakup keshalihan hati dalam bentuk mengenal Allah, cinta dan selalu kembali kepadaNya dalam setiap detik; dan kesha-lihan lisan, dalam bentuk lisan selalu basah dengan dzikir kepada Allah; serta keshalihan anggota tubuh dalam bentuk sibuk dengan (pelaksanaan) ketaatan kepada Allah dan mengekangnya dari maksiat-maksiat. Lantaran kesabaran dan keshalihan mereka, maka Allah me-masukkan mereka ke dalam rahmatNya, dan menjadikan mereka bersama dengan saudara-saudara mereka dari kalangan para rasul. Allah membalasi mereka dengan pahala di dunia dan akhirat. Se-andainya, tidak ada balasan kebaikan bagi mereka kecuali (balasan) bahwa Allah menyebutkan nama-nama mereka di hadapan para makhluk dan menjadikan mereka penyampai kebenaran bagi generasi belakangan, niscaya hal itu sudah cukup sebagai bentuk kemuliaan dan keutamaan.

21:87–88Page 329

وَذَا ٱلنُّونِ إِذ ذَّهَبَ مُغَٰضِبٗا فَظَنَّ أَن لَّن نَّقۡدِرَ عَلَيۡهِ فَنَادَىٰ فِي ٱلظُّلُمَٰتِ أَن لَّآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنتَ سُبۡحَٰنَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ ٨٧

And [mention] the man of the fish [i.e., Jonah], when he went off in anger1 and thought that We would not decree [anything] upon him.2 And he called out within the darknesses,3 "There is no deity except You; exalted are You. Indeed, I have been of the wrongdoers."

فَٱسۡتَجَبۡنَا لَهُۥ وَنَجَّيۡنَٰهُ مِنَ ٱلۡغَمِّۚ وَكَذَٰلِكَ نُـۨجِي ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ٨٨

So We responded to him and saved him from the distress. And thus do We save the believers.

"Dan (ingatlah kisah) Dzu an-Nun (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya, maka dia menyeru dalam keadaan sangat gelap, 'Bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) kecuali Engkau. Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zhalim.' Maka Kami memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman." (Al-Anbiya`: 87-88).

(87-88) Maksudnya, dan ingatlah hamba dan rasul Kami (dengan ungkapan yang baik dan sanjungan yang bagus) ﴾ ذ َ ا ٱلنُّونِ ﴿ "Dzu an-Nun," dia adalah Yunus. Maksudnya, orang yang dikaitkan dengan an-Nun yaitu ikan besar. Sesungguhnya Allah telah meng-utusnya kepada kaumnya. Beliau mendakwahi mereka. Namun mereka tidak beriman. Beliau pun mengancam mereka akan turun-nya siksa (Allah) pada waktu yang sudah beliau sampaikan tempo-nya. Maka datanglah siksaan Allah kepada mereka. Mereka dapat menyaksikannya secara langsung. Mereka pun bersegera kembali kepada Allah, berteriak-teriak ketakutan dan bertaubat. Akhirnya, Allah menyingkirkan siksa itu dari mereka. Allah berfirman, ﴾ فَلَوۡلَا كَانَتۡ قَرۡيَةٌ ءَامَنَتۡ فَنَفَعَهَآ إِيمَٰنُهَآ إِلَّا قَوۡمَ يُونُسَ لَمَّآ ءَامَنُواْ كَشَفۡنَا عَنۡهُمۡ عَذَابَ ٱلۡخِزۡيِ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا وَمَتَّعۡنَٰهُمۡ إِلَىٰ حِينٖ 98 ﴿ "Dan mengapa tidak ada (penduduk) suatu kota pun yang beriman, lalu imannya itu bermanfaat kepadanya selain kaum Yunus? Tatkala me-reka (kaum Yunus itu) beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai waktu yang tertentu." (Yunus: 98). Allah berfirman, ﴾ وَأَرۡسَلۡنَٰهُ إِلَىٰ مِاْئَةِ أَلۡفٍ أَوۡ يَزِيدُونَ 147 فَـَٔامَنُواْ فَمَتَّعۡنَٰهُمۡ إِلَىٰ حِينٖ 148 ﴿ "Dan Kami mengutus dia kepada seratus ribu orang atau lebih. Lalu mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu." (Ash-Shaffat: 147-148). Sejumlah umat yang besar ini yang beriman berkat dakwah Yunus merupakan salah satu dari keutamaan beliau. Akan tetapi, beliau عليه السلام bergegas pergi dalam keadaan murka dan melarikan diri dari Rabbnya karena dosanya yang tidak disebutkan oleh Allah di kitabNya kepada kita. Dan memang kita tidak membutuhkan keterangan pastinya. Hal ini berdasarkan ayat, ﴾ إِذۡ أَبَقَ إِلَى ٱلۡفُلۡكِ ٱلۡمَشۡحُونِ 140 فَسَاهَمَ فَكَانَ مِنَ ٱلۡمُدۡحَضِينَ 141 فَٱلۡتَقَمَهُ ٱلۡحُوتُ وَهُوَ مُلِيمٞ 142 ﴿ "(Ingatlah) ketika dia lari ke kapal yang penuh muatan. Kemudian dia ikut berundi, lalu dia termasuk orang-orang yang kalah dalam undian. Maka dia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela." (Ash-Shaffat: 140-142), maksudnya, beliau pelaku perbuatan yang tercela. [Sementara ber-dasarkan pendapat yang lebih kuat, karena ketergesa-gesaan dan kemurkaan beliau terhadap kaumnya serta kepergian beliau dari tengah-tengah mereka sebelum Allah memerintahkannya]. Beliau menyangka Allah tidak mampu menghambatnya. Yaitu membuat-nya kesulitan di dalam perut ikan paus. Atau berprasangka bahwa beliau dapat melewatkan pengawasan Allah تعالى. (Tidak masalah menyampaikan prasangka semacam ini terhadap orang-orang yang sempurna dengan bentuk yang tidak dipastikan dan tidak terus-menerus dilakukan). Selanjutnya beliau menumpangi sebuah kapal bersama sejumlah orang. Mereka kemudian melakukan pengundian mengenai siapa yang harus mereka lemparkan ke laut, karena me-reka takut tenggelam bila semua tetap tinggal (di kapal). Ternyata hasil undian mengenai Yunus. Maka, beliau (dilemparkan dan) di-telan oleh ikan paus. Beliau terbawa sampai ke balutan kegelapan lautan. Dalam kegelapan itu, beliau memanggil Rabbnya,﴾ لَّآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنتَ سُبۡحَٰنَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ 87 ﴿ "Bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) kecuali Engkau. Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zhalim." Beliau mengungkapkan penga-kuan atas kesempurnaan uluhiyah Allah dan menyucikanNya dari segala kekurangan, cacat dan gangguan, dan pengakuan atas tindak aniaya terhadap dirinya sendiri dan kesalahannya. Allah berfirman, ﴾ فَلَوۡلَآ أَنَّهُۥ كَانَ مِنَ ٱلۡمُسَبِّحِينَ 143 لَلَبِثَ فِي بَطۡنِهِۦٓ إِلَىٰ يَوۡمِ يُبۡعَثُونَ 144 ﴿ "Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya dia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit." (Ash-Shaffat: 143-144). Oleh karenanya, Allah berfirman di sini,﴾ فَٱسۡتَجَبۡنَا لَهُۥ وَنَجَّيۡنَٰهُ مِنَ ٱلۡغَمِّۚ ﴿ "Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkan-nya dari kedukaan," yaitu kedahsyatan kondisi yang beliau alami. ﴾ وَكَذَٰلِكَ نُـۨجِي ٱلۡمُؤۡمِنِينَ 88 ﴿ "Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman." Ini merupakan janji baik dan kabar gembira bagi setiap insan Mukmin yang sedang mengalami kondisi berat dan kesusahan, bahwa Allah تعالى akan menyelamatkan dirinya dari malapetaka tersebut dan membuangnya dari dirinya serta meringan-kan bebannya karena keimanannya kepada Allah, sebagaimana yang Allah lakukan kepada Yunus عليه السلام.

21:89–90Page 329

وَزَكَرِيَّآ إِذۡ نَادَىٰ رَبَّهُۥ رَبِّ لَا تَذَرۡنِي فَرۡدٗا وَأَنتَ خَيۡرُ ٱلۡوَٰرِثِينَ ٨٩

And [mention] Zechariah, when he called to his Lord, "My Lord, do not leave me alone [with no heir], while You are the best of inheritors."

فَٱسۡتَجَبۡنَا لَهُۥ وَوَهَبۡنَا لَهُۥ يَحۡيَىٰ وَأَصۡلَحۡنَا لَهُۥ زَوۡجَهُۥٓۚ إِنَّهُمۡ كَانُواْ يُسَٰرِعُونَ فِي ٱلۡخَيۡرَٰتِ وَيَدۡعُونَنَا رَغَبٗا وَرَهَبٗاۖ وَكَانُواْ لَنَا خَٰشِعِينَ ٩٠

So We responded to him, and We gave to him John, and amended for him his wife. Indeed, they used to hasten to good deeds and supplicate1 Us in hope and fear, and they were to Us humbly submissive.

"Dan (ingatlah kisah) Zakariya, tatkala dia menyeru Rabb-nya, 'Ya Rabbku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri, sedangkan Engkau-lah Waris Yang Paling Baik. Maka Kami memperkenankan doanya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya, dan Kami jadikan istrinya dapat mengandung. Sesungguh-nya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami." (Al-Anbiya`: 89-90).

(89) Maksudnya, ingatlah hamba dan rasul Kami Zakariya, dengan maksud untuk menyinggung namanya dan menyebarluas-kan tentang kebaikan-kebaikan dan keutamaannya. Termasuk di dalamnya adalah keutamaan besar ini, yang mencakup ketekunan beliau menasihati (memperbaiki) manusia dan curahan rahmat Allah kepadanya. Beliau memanggil Rabbnya, ﴾ نَادَىٰ رَبَّهُۥ رَبِّ لَا تَذَرۡنِي فَرۡدٗا ﴿ "Ya Rabbku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri," mak-sudnya permohonan beliau, ﴾ قَالَ رَبِّ إِنِّي وَهَنَ ٱلۡعَظۡمُ مِنِّي وَٱشۡتَعَلَ ٱلرَّأۡسُ شَيۡبٗا وَلَمۡ أَكُنۢ بِدُعَآئِكَ رَبِّ شَقِيّٗا 4 وَإِنِّي خِفۡتُ ٱلۡمَوَٰلِيَ مِن وَرَآءِي وَكَانَتِ ٱمۡرَأَتِي عَاقِرٗا فَهَبۡ لِي مِن لَّدُنكَ وَلِيّٗا 5 يَرِثُنِي وَيَرِثُ مِنۡ ءَالِ يَعۡقُوبَۖ وَٱجۡعَلۡهُ رَبِّ رَضِيّٗا 6 ﴿ "Dia berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepadaMu, ya Rabbku. Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku, sedang istriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisiMu seorang putra. Yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebagian keluarga Ya'qub dan jadikanlah dia ya Rabbku seorang yang diridhai'." (Maryam: 4-6). Melalui ayat-ayat ini, kita menjadi mengerti bahwa perkataan-nya, ﴾ رَبِّ لَا تَذَرۡنِي فَرۡدٗا ﴿ "Ya Rabbku janganlah Engkau membiarkan aku hidup sendiri," adalah ketika ajalnya sudah mendekat, beliau meng-khawatirkan tidak adanya orang yang menggantikan posisinya sepeninggal beliau untuk berdakwah kepada Allah dan menasihati para hambaNya (dan mengkhawatirkan) keberadaannya yang sen-dirian tanpa keturunan yang akan mendukung dan membantunya dalam menjalankan misinya ﴾ وَأَنتَ خَيۡرُ ٱلۡوَٰرِثِينَ 89 ﴿ "dan Engkau Waris Yang Paling Baik," maksudnya sebaik-baik Dzat yang abadi dan sebaik-baik Dzat yang memberikan keturunan bagiku dengan baik. Dan Engkau lebih menyayangi hamba-hambaMu dibandingkan diriku (menyayangi mereka). Akan tetapi, saya ingin agar hatiku menjadi tentram, jiwaku tenang dan pahalaku tetap mengalir pada timbangan (kebaikan)ku.

(90) ﴾ فَٱسۡتَجَبۡنَا لَهُۥ وَوَهَبۡنَا لَهُۥ يَحۡيَىٰ ﴿ "Maka Kami memperkenankan doanya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya," yaitu nabi yang mulia yang mana Allah belum pernah menjadikan nama serupa sebelumnya, ﴾ وَأَصۡلَحۡنَا لَهُۥ زَوۡجَهُۥٓۚ ﴿ "dan Kami jadikan istrinya dapat mengandung," yang sebelumnya mengalami kemandulan, rahimnya tidak layak untuk melahirkan anak. Selanjutnya, Allah memper-baiki keadaan rahimnya agar layak untuk mengandung demi nabi-Nya, Zakariya. Ini termasuk (perkara yang menunjukkan) manfaat partner yang baik dan teman yang shalih, serta diberkahi pasangan-nya. Sehingga Yahya menjadi hasil baik milik dua orang tuanya. Setelah Allah menceritakan tentang para nabi dan rasul yang diutus secara terpisah, selanjutnya Allah memuji mereka secara keseluruhan, ﴾ إِنَّهُمۡ كَانُواْ يُسَٰرِعُونَ فِي ٱلۡخَيۡرَٰتِ ﴿ "Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik," maksudnya bersegera mengerjakannya, me-laksanakannya pada waktu-waktunya yang utama, menyempur-nakannya dengan cara yang sepatutnya. Mereka tidak pernah meninggalkan sebuah amalan baik yang dapat mereka kerjakan melainkan (pasti) mereka memanfaatkan kesempatan untuk me-ngerjakannya ﴾ وَيَدۡعُونَنَا رَغَبٗا وَرَهَبٗاۖ ﴿ "dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas," maksudnya memohon kepada Kami hal-hal yang mereka inginkan berupa kebaikan-kebaikan duniawi dan ukhrawi, meminta perlindungan kepada Kami dari perkara-perkara yang menakutkan yang berbahaya di dunia dan akhirat. Mereka dalam keadaan berharap dan [merasa cemas], bukan lalai atau malah bermain-main serta tidak berpangku tangan. ﴾ وَكَانُواْ لَنَا خَٰشِعِينَ 90 ﴿ "Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami," tunduk, merasa hina diri, lagi memohon. Hal ini lantaran kesempurnaan ma'rifah (ilmu) mereka mengenai Allah.

21:91–94Page 330

وَٱلَّتِيٓ أَحۡصَنَتۡ فَرۡجَهَا فَنَفَخۡنَا فِيهَا مِن رُّوحِنَا وَجَعَلۡنَٰهَا وَٱبۡنَهَآ ءَايَةٗ لِّلۡعَٰلَمِينَ ٩١

And [mention] the one who guarded her chastity [i.e., Mary], so We blew into her [garment] through Our angel [i.e., Gabriel], and We made her and her son a sign for the worlds.

إِنَّ هَٰذِهِۦٓ أُمَّتُكُمۡ أُمَّةٗ وَٰحِدَةٗ وَأَنَا۠ رَبُّكُمۡ فَٱعۡبُدُونِ ٩٢

Indeed this, your religion, is one religion,1 and I am your Lord, so worship Me.

وَتَقَطَّعُوٓاْ أَمۡرَهُم بَيۡنَهُمۡۖ كُلٌّ إِلَيۡنَا رَٰجِعُونَ ٩٣

And [yet] they divided their affair [i.e., that of their religion] among themselves,1 [but] all to Us will return.

فَمَن يَعۡمَلۡ مِنَ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَهُوَ مُؤۡمِنٞ فَلَا كُفۡرَانَ لِسَعۡيِهِۦ وَإِنَّا لَهُۥ كَٰتِبُونَ ٩٤

So whoever does righteous deeds while he is a believer - no denial will there be for his effort,1 and indeed We [i.e., Our angels], of it, are recorders.

"Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehor-matannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh)nya ruh dari Kami, dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam. Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu, dan Aku adalah Rabbmu, maka sembahlah Aku. Dan mereka telah memotong-motong urusan (agama) mereka di antara mereka. Kepada Kami-lah masing-masing golongan itu akan kembali. Maka barangsiapa yang mengerjakan amal shalih, sedang dia beriman, maka tidak ada pengingkaran terhadap amalannya itu, dan sesungguhnya Kami menuliskan amalannya itu untuknya." (Al-Anbiya`: 91-94).

(91) Dan ingatlah Maryam عليها السلام untuk menyanjung dan menceritakan kedudukan tingginya, serta menyebarluaskan tentang kemuliaannya, ﴾ وَٱلَّتِيٓ أَحۡصَنَتۡ فَرۡجَهَا ﴿ "yang telah memelihara kehormatan-nya," memeliharanya dari perbuatan haram dan (dari) mendekati-nya, bahkan dari hal-hal yang dihalalkan sekalipun. Ia belum me-nikah karena menyibukkan diri dengan ibadah dan menghabiskan waktunya untuk mengabdikan diri kepada Rabbnya. Ketika Jibril mendatanginya dalam rupa seorang lelaki yang normal, dengan fisik dan ketampanan yang sempurna, ﴾ قَالَتۡ إِنِّيٓ أَعُوذُ بِٱلرَّحۡمَٰنِ مِنكَ إِن كُنتَ تَقِيّٗا 18 ﴿ "Maryam berkata, 'Sesungguhnya aku berlindung darimu kepada Rabb Yang Maha Pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa'." (Maryam: 18). Maka Allah membalasinya dengan balasan yang sesuai dengan amalannya, dan memberinya keturunan tanpa keberadaan suami. Akan tetapi (dengan cara) Jibril meniupkan padanya ruh sehingga hamil dengan izin Allah, ﴾ وَجَعَلۡنَٰهَا وَٱبۡنَهَآ ءَايَةٗ لِّلۡعَٰلَمِينَ 91 ﴿ "dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam," di mana beliau mengandung (tanpa suami) dan melahirkan-nya tanpa bantuan penanganan dari orang lain. Lalu si jabang bayi berbicara ketika masih di gendongan, dan Allah merehabilitasi namanya dari tuduhan orang-orang yang menuduhnya dengan tuduhan yang tidak baik. Lalu Allah memberitahukan tentang diri-nya dalam kondisi itu. Selanjutnya, Allah mempraktikkan (melalui-nya) berbagai macam keajaiban dan mukjizat yang sudah diketahui bersama. Maka, Maryam dan putranya menjadi tanda kebesaran Allah bagi sekalian alam. Generasi-generasi bergantian membicara-kannya dan orang-orang pun memetik pelajaran darinya.

(92) Saat Allah mengisahkan tentang para nabi k, Dia mengajak komunikasi kepada manusia, ﴾ إِنَّ هَٰذِهِۦٓ أُمَّتُكُمۡ أُمَّةٗ وَٰحِدَةٗ ﴿ "Se-sungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kamu semua, agama yang satu," para rasul yang telah disebutkan itu, mereka juga bangsa kalian dan tokoh-tokoh panutan kalian yang kalian ikut berjalan di belakang mereka dan menelusuri petunjuk mereka. Mereka semua berpegang teguh pada agama yang satu dan jalan yang satu, juga mempunyai satu Rabb. Karenanya, Allah berfirman, ﴾ وَأَنَا۠ رَبُّكُمۡ ﴿ "Dan Aku adalah Rabbmu."Aku-lah yang menciptakan kalian dan merawat kalian dengan nikmatKu yang berkaitan dengan agama ataupun kehidupan duniawi. Jika Rabb (kalian) satu, dan nabi (kalian) satu, agama (kalian) satu, yaitu penyembahan kepada Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya dalam seluruh ragam ibadah, maka tugas dan kewajiban yang mesti kalian tunaikan adalah me-laksanakan tugas itu (beribadah kepada Allah semata). Oleh sebab itu, Allah berfirman, ﴾ فَٱعۡبُدُونِ 92 ﴿ "Maka sembahlah Aku." Allah menempatkan urutan perintah beribadah kepadaNya berdasarkan keterangan sebelumnya dengan huruf fa`, yaitu mengurutkan se-buah sebab masalah berdasarkan faktor penyebabnya.

(93) Idealnya, bersatu padu pada perkara ini, dan tidak berpecah-belah di dalamnya. Akan tetapi, "(dorongan) bertindak zhalim dan melampaui batas" menolak persatuan, dan hanya mene-rima keadaan terpecah-belah dan terpisah-pisah. Karena itu, Allah berfirman, ﴾ وَتَقَطَّعُوٓاْ أَمۡرَهُم بَيۡنَهُمۡۖ ﴿ "Dan mereka telah memotong-motong urusan (agama) mereka di antara mereka," maksudnya golongan-golongan yang mengaku mengikuti para pengikut nabi terpecah-belah dan bercerai-berai. Setiap pihak mengklaim berada di atas kebenaran, sementara kebatilan bersama dengan pihak lainnya. Setiap golongan bangga dengan apa yang mereka miliki. Padahal sudah dimaklumi bersama, pihak yang benar dari kalangan mereka, yaitu yang meniti pada agama yang lurus dan jalan yang lempeng, dengan mengikuti para nabi. Kenyataan ini akan terlihat, bila tabir (kebenaran) sudah tersibak, kegelapan sudah pergi dan Allah mengumpulkan umat manusia untuk mengadili mereka. Saat itu-lah, orang yang benar akan jelas berbeda dari orang yang berdusta. Karena itu, Allah berfirman, ﴾ كُلٌّ ﴿ "Masing-masing golongan itu," dari setiap kelompok yang bercerai-berai dan selain m e r e k a ﴾ إِلَيۡنَا رَٰجِعُونَ 93 ﴿ "akan kembali kepada Kami," maka Kami membalasi mereka dengan balasan yang sempurna.

(94) Sesudah itu, Allah membeberkan balasanNya bagi mereka, secara eksplisit maupun implisit. Allah berfirman,﴾ فَمَن يَعۡمَلۡ مِنَ ٱلصَّٰلِحَٰتِ ﴿ "Maka barangsiapa yang mengerjakan amal shalih," yaitu amalan-amalan yang telah disyariatkan oleh para rasul dan dianjur-kan oleh kitab-kitab Allah ﴾ وَهُوَ مُؤۡمِنٞ ﴿ "sedang dia beriman," kepada Allah dan para RasulNya serta risalah yang mereka emban,﴾ فَلَا كُفۡرَانَ لِسَعۡيِهِۦ ﴿ "maka tidak ada pengingkaran terhadap amalan itu," maksud-nya Kami tidak akan menyia-nyiakan dan menggugurkan usaha-nya. Bahkan Kami akan melipatgandakannya berlipat-lipat.﴾ وَإِنَّا لَهُۥ كَٰتِبُونَ 94 ﴿ "Dan sesungguhnya Kami menuliskan amalannya itu un-tuknya," maksudnya Kami menetapkannya di Lauh Mahfuzh dan di lembaran-lembaran amalan yang bersama para malaikat penjaga amalan. Maksudnya, (secara eksplisit) siapa saja yang tidak beramal shalih, atau mengamalkannya tanpa beriman kepada Allah, maka sesungguhnya dia terhalangi (dari pahala kebaikan), merugi dalam agama dan dunianya.

21:95Page 330

وَحَرَٰمٌ عَلَىٰ قَرۡيَةٍ أَهۡلَكۡنَٰهَآ أَنَّهُمۡ لَا يَرۡجِعُونَ ٩٥

And it is prohibited to [the people of] a city which We have destroyed that they will [ever] return1

"Sungguh tidak mungkin atas (penduduk) suatu negeri yang telah Kami binasakan, bahwa mereka tidak akan kembali (kepada Kami)." (Al-Anbiya`: 95).

(95) Maksudnya menjadi perkara mustahil, perkampungan-perkampungan yang telah dibinasakan, yang dihujani siksaan (dari Allah) kembali lagi ke dunia untuk memperbaiki keteledoran mereka. Tidak ada jalan untuk kembali bagi orang yang sudah dibinasakan dan ditimpa siksa. Hendaknya, orang-orang (yang sedang diajak bicara oleh ayat ini) berhati-hati agar tidak menerus-kan perkara-perkara yang akan mendatangkan kehancuran hingga nanti benar-benar terjadi sehingga akhirnya tidak dapat ditolak. Tinggalkanlah (itu semua) di waktu yang masih memungkinkan dan kesempatan (untuk memperbaiki diri).

21:96–97Page 330

حَتَّىٰٓ إِذَا فُتِحَتۡ يَأۡجُوجُ وَمَأۡجُوجُ وَهُم مِّن كُلِّ حَدَبٖ يَنسِلُونَ ٩٦

Until when [the dam of] Gog and Magog has been opened and they, from every elevation, descend

وَٱقۡتَرَبَ ٱلۡوَعۡدُ ٱلۡحَقُّ فَإِذَا هِيَ شَٰخِصَةٌ أَبۡصَٰرُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ يَٰوَيۡلَنَا قَدۡ كُنَّا فِي غَفۡلَةٖ مِّنۡ هَٰذَا بَلۡ كُنَّا ظَٰلِمِينَ ٩٧

And [when] the true promise [i.e., the resurrection] has approached; then suddenly the eyes of those who disbelieved will be staring [in horror, while they say], "O woe to us; we had been unmindful of this; rather, we were wrongdoers."

"Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya'juj dan Ma'juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (Hari Kebangkitan), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir. (Mereka berkata), 'Aduhai, celakalah kami, sesungguhnya kami dalam ke-adaan lalai tentang ini, bahkan kami dahulu adalah orang-orang yang zhalim'." (Al-Anbiya`: 96-97).

(96) Ini sebuah peringatan dari Allah bagi sekalian manusia agar mereka tidak selalu berada di atas kekufuran dan kubangan maksiat, serta bahwa sudah dekat masa keluarnya Ya'juj dan Ma'juj. Mereka adalah dua suku besar dari kalangan Bani Adam. Dzul Qarnain telah menutup gerbang keluar bagi mereka tatkala sampai kepada beliau (keluhan orang-orang) mengenai sepak-terjang peru-sakan yang mereka perbuat di bumi. Di akhir zaman nanti, pintu akan terbuka. Mereka pun bertebaran menuju orang-orang. Pada kondisi ini, gambaran yang disebutkan Allah adalah (mereka) ber-asal dari tempat yang tinggi, yakni hadb ﴾ يَنسِلُونَ 96 ﴿ "mereka turun dengan cepat," dengan bergegas. Pada ayat ini terkandung pertanda besarnya jumlah mereka yang banyak lagi fantastis, dan kecepatan pergerakan mereka di bumi, baik dengan kemampuan mereka sendiri atau melalui cara-cara yang Allah ciptakan bagi mereka berupa sebab-sebab yang dapat mendekatkan jarak tempuh yang jauh, mempermudah perjalanan yang sulit. Mereka itu menundukkan orang-orang dan menguasai mereka di dunia. Tidak ada seorang pun yang berdaya untuk memerangi mereka.

(97) ﴾ وَٱقۡتَرَبَ ٱلۡوَعۡدُ ٱلۡحَقُّ ﴿ "Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (Hari Kebangkitan)," yaitu pada Hari Kiamat yang sudah Allah janjikan kedatanganNya. Janji Allah sungguh-sungguh akan terwujud dan benar. Pada hari itu, engkau akan menyaksikan pan-dangan orang-orang kafir terbelalak karena dahsyatnya kekagetan mereka, prahara-prahara yang memiriskan hati dan kegaduhan yang mencekam. Mereka tidak menyadari kejahatan dan dosa-dosa me-reka. Mereka meneriakkan kecelakaan, kebinasaan, dan penyesalan, serta kesedihan atas kesempatan yang telah terlewatkan. Mereka berkata, ﴾ قَدۡ كُنَّا فِي غَفۡلَةٖ مِّنۡ هَٰذَا ﴿ "Sesungguhnya kami dahulu dalam kelalaian tentang ini," tentang hari yang agung ini. Kami di dunia terlenakan, asyik dalam permainan dunia sampai saat datangnya keyakinan (ajal), dan kami memasuki Hari Kiamat. Seandainya ada orang yang bisa meninggal gara-gara penyesalan dan kesedihan, niscaya mereka akan mati (karenanya). ﴾ بَلۡ كُنَّا ظَٰلِمِينَ 97 ﴿ "Bahkan kami dahulu adalah orang-orang yang zhalim," mereka mengakui tindak aniaya yang mereka perbuat dan keadilan Allah mengenai mereka. Pada hari itu, diperintahkan agar mereka dan sesembahan-sesem-bahan mereka dicampakkan ke dalam neraka. Karena itu, Allah berfirman,

Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences

Contents

Ayat al-Kursi36Al-Kahfpage 42juz 15Bukhari 1Muslim 2999

Style

Theme
Text size
Layout

Читать на русском