As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian
Al-Anbya 21:98–112
21:98–103Page 330
إِنَّكُمۡ وَمَا تَعۡبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ حَصَبُ جَهَنَّمَ أَنتُمۡ لَهَا وَٰرِدُونَ ٩٨
Indeed, you [disbelievers] and what you worship other than Allāh are the firewood of Hell. You will be coming to [enter] it.
لَوۡ كَانَ هَٰٓؤُلَآءِ ءَالِهَةٗ مَّا وَرَدُوهَاۖ وَكُلّٞ فِيهَا خَٰلِدُونَ ٩٩
Had these [false deities] been [actual] gods, they would not have come to it, but all are eternal therein.
لَهُمۡ فِيهَا زَفِيرٞ وَهُمۡ فِيهَا لَا يَسۡمَعُونَ ١٠٠
For them therein is heavy sighing, and they therein will not hear.
إِنَّ ٱلَّذِينَ سَبَقَتۡ لَهُم مِّنَّا ٱلۡحُسۡنَىٰٓ أُوْلَٰٓئِكَ عَنۡهَا مُبۡعَدُونَ ١٠١
Indeed, those for whom the best [reward] has preceded from Us - they are from it far removed.
لَا يَسۡمَعُونَ حَسِيسَهَاۖ وَهُمۡ فِي مَا ٱشۡتَهَتۡ أَنفُسُهُمۡ خَٰلِدُونَ ١٠٢
They will not hear its sound, while they are, in that which their souls desire, abiding eternally.
لَا يَحۡزُنُهُمُ ٱلۡفَزَعُ ٱلۡأَكۡبَرُ وَتَتَلَقَّىٰهُمُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ هَٰذَا يَوۡمُكُمُ ٱلَّذِي كُنتُمۡ تُوعَدُونَ ١٠٣
They will not be grieved by the greatest terror,1 and the angels will meet them, [saying], "This is your Day which you have been promised" -
"Sesungguhnya kamu dan sesuatu yang kamu sembah selain Allah, adalah umpan Jahanam, kamu pasti masuk ke dalamnya. Andaikata berhala-berhala itu tuhan-tuhan, tentulah mereka tidak masuk neraka. Dan semuanya akan kekal di dalamnya. Mereka merintih di dalam api, dan mereka di dalamnya tidak bisa men-dengar. Sesungguhnya orang-orang yang telah ada (untuk mereka) ketetapan yang baik dari Kami, mereka itu dijauhkan dari neraka. Mereka tidak mendengar sedikit pun suara api neraka, dan mereka kekal dalam menikmati apa yang diingini oleh mereka. Mereka tidak disusahkan oleh kedahsyatan yang besar (pada Hari Kiamat), dan mereka disambut oleh para malaikat. (Malaikat berkata), 'Inilah harimu yang telah dijanjikan kepadamu'." (98-103).
(98) Maksudnya, sesungguhnya kalian wahai orang-orang yang menyembah sesembahan lain selain Allah ﴾ حَصَبُ جَهَنَّمَ ﴿ "ada-lah umpan Jahanam," maksudnya menjadi bahan bakar dan kayu bakarnya ﴾ أَنتُمۡ لَهَا وَٰرِدُونَ 98 ﴿ "kamu pasti masuk ke dalamnya," dan berhala-berhala kalian.
(99) Hikmah masuknya berhala-berhala itu ke dalam neraka, padahal merupakan benda-benda mati yang tidak bisa berpikir, tidak punya dosa, adalah untuk menjelaskan kedustaan orang yang mendaulatnya sebagai sesembahan dan agar siksaan mereka semakin berat. Oleh karena itu, Allah berfirman, ﴾ لَوۡ كَانَ هَٰٓؤُلَآءِ ءَالِهَةٗ مَّا وَرَدُوهَاۖ ﴿ "Andaikata berhala-berhala itu tuhan-tuhan, tentulah mereka tidak masuk neraka." Firman ini semakna dengan Firman Allah تعالى, ﴾ لِيُبَيِّنَ لَهُمُ ٱلَّذِي يَخۡتَلِفُونَ فِيهِ وَلِيَعۡلَمَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ أَنَّهُمۡ كَانُواْ كَٰذِبِينَ 39 ﴿ "Agar Allah menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perseli-sihkan itu, dan agar orang-orang kafir itu mengetahui bahwasanya mereka adalah orang-orang yang dusta." (An-Nahl: 39). Masing-masing dari pihak yang menyembah dan obyek yang disembah akan kekal abadi di dalamnya, tidak akan pernah keluar darinya dan tidak akan berpindah darinya.
(100) ﴾ لَهُمۡ فِيهَا زَفِيرٞ ﴿ "Mereka merintih di dalamnya," lantaran dahsyatnya siksaan (yang menimpa mereka), ﴾ وَهُمۡ فِيهَا لَا يَسۡمَعُونَ 100 ﴿ "dan mereka di dalamnya tidak bisa mendengar," mereka tuli, bisu dan buta. Atau tidak dapat mendengarkan suara-suara selain suara sendiri, karena kerasnya suara didihannya, dahsyatnya rintihan dan kemurkaan neraka.
(101-102) Masuknya sesembahan kaum musyrikin ke dalam neraka, hanyalah patung-patung yang mempunyai rupa atau manusia yang disembah dalam keadaan ridha untuk diibadahi. Adapun al-Masih, Uzair, para malaikat dan lainnya yang disembah dari kalangan para wali Allah, maka sesungguhnya mereka tidak akan disiksa di dalamnya (neraka). Mereka justru masuk ke dalam makna Firman Allah, ﴾ إِنَّ ٱلَّذِينَ سَبَقَتۡ لَهُم مِّنَّا ٱلۡحُسۡنَىٰٓ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang telah ada (untuk mereka) ketetapan yang baik dari Kami," maksudnya orang-orang yang sudah terlebih dulu ketetapan kebahagiaannya terdapat di dalam ilmu Allah dan Lauh Mahfuzh serta dalam kemudahan yang mereka jumpai di dunia untuk me-lakukan usaha-usaha yang baik dan amalan-amalan shalih. ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ عَنۡهَا ﴿ "Mereka itu darinya," yaitu dari neraka ﴾ مُبۡعَدُونَ 101 ﴿ "dijauhkan," mereka tidak memasukinya, dan tidak berada di dekatnya. Bahkan mereka ditempatkan di tempat yang sangat jauh darinya sehingga tidak mendengarkan gemuruhnya dan menyaksikan kondisinya. ﴾ وَهُمۡ فِي مَا ٱشۡتَهَتۡ أَنفُسُهُمۡ خَٰلِدُونَ 102 ﴿ "Dan mereka kekal dalam menikmati apa yang diingini oleh mereka," berupa berbagai jenis makanan, minuman, pasangan hidup, panorama indah yang tidak pernah disaksikan oleh mata penglihatan, atau didengar oleh telinga atau-pun terbetik di hati seseorang. Kenikmatan itu berlangsung kon-tinyu untuk mereka, dan akan bertambah indah seiring perjalanan masa.
(103) ﴾ لَا يَحۡزُنُهُمُ ٱلۡفَزَعُ ٱلۡأَكۡبَرُ ﴿ "Mereka tidak disusahkan oleh ke-dahsyatan yang besar (pada Hari Kiamat)," maksudnya tidak membuat mereka tercekam saat manusia mengalami kegalauan yang sangat tinggi. Hal itu terjadi di Hari Kiamat. Saat neraka yang mendekat, begitu murka terhadap orang-orang kafir dan para pelaku maksiat. Orang-orang cemas ketakutan karenanya. Sementara itu, orang-orang tadi, mereka tidak dirundung oleh kesedihan karena tahu kondisi (baik) yang akan mereka jumpai. Allah telah menurunkan rasa aman kepada mereka dari hal-hal yang mereka takutkan. ﴾ وَتَتَلَقَّىٰهُمُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ ﴿ "Dan mereka disambut oleh para malaikat," tatkala mereka dibangkitkan dari kubur-kubur mereka dan datang menuju tempat kemuliaan sebagai utusan untuk menyambut mereka dengan hangat seraya berkata ﴾ هَٰذَا يَوۡمُكُمُ ٱلَّذِي كُنتُمۡ تُوعَدُونَ 103 ﴿ "Inilah harimu yang telah dijanjikan kepadamu'." Hendaknya apa yang dijanjikan Allah untuk kalian menjadi ketenangan pada kalian dan rasa senang kalian semakin besar atas kemuliaan yang ada di hadapan kalian. Hendaknya pula kegembiraan dan keceriaan kalian semakin sering lantaran Allah mengamankan kalian dari berbagai macam sumber rasa takut dan gangguan.
21:104–105Page 331
يَوۡمَ نَطۡوِي ٱلسَّمَآءَ كَطَيِّ ٱلسِّجِلِّ لِلۡكُتُبِۚ كَمَا بَدَأۡنَآ أَوَّلَ خَلۡقٖ نُّعِيدُهُۥۚ وَعۡدًا عَلَيۡنَآۚ إِنَّا كُنَّا فَٰعِلِينَ ١٠٤
The Day when We will fold the heaven like the folding of a [written] sheet for the records. As We began the first creation, We will repeat it. [That is] a promise binding upon Us. Indeed, We will do it.1
وَلَقَدۡ كَتَبۡنَا فِي ٱلزَّبُورِ مِنۢ بَعۡدِ ٱلذِّكۡرِ أَنَّ ٱلۡأَرۡضَ يَرِثُهَا عِبَادِيَ ٱلصَّٰلِحُونَ ١٠٥
And We have already written in the book [of Psalms]1 after the [previous] mention2 that the land [of Paradise] is inherited by My righteous servants.
"(Yaitu) pada hari Kami menggulung langit sebagaimana menggulung lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulangi-nya. Itulah janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kami-lah yang akan melaksanakannya. Dan sesungguhnya telah Kami tulis di dalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bah-wasanya bumi ini dipusakai hamba-hambaKu yang shalih." (Al-Anbiya`: 104-105).
(104) Allah mengabarkan bahwa pada Hari Kiamat, Dia akan melipat langit-langit kendatipun bentuknya besar dan begitu luas, sebagaimana seorang penulis menutup lembaran-lembaran catatan. Yakni, kertas yang dipakai untuk menulis. Maka, bintang-bintangnya akan jatuh berserakan, matahari dan bulan akan terlipat, tergelincir keluar dari tempat porosnya. ﴾ كَمَا بَدَأۡنَآ أَوَّلَ خَلۡقٖ نُّعِيدُهُۥۚ ﴿ "Sebagaimana Kami telah memulai pen-ciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya." Maksudnya, pengembalian Kami dalam mencipta seperti permulaan Kami dalam mencipta mereka. Sebagaimana Kami (mampu) memulai penciptaan mereka yang sebelumnya mereka belum menjadi apa pun, demikian pula Kami (mampu) mengembalikan mereka (hidup) setelah mati. ﴾ وَعۡدًا عَلَيۡنَآۚ إِنَّا كُنَّا فَٰعِلِينَ 104 ﴿ "Itulah janji yang pasti Kami tepati. Sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya." Kami akan menjalankan janji Kami, karena kesempurnaan kekuatanNya, dan bahwa tidak ada sesuatu pun yang mampu mencegahNya.
(105) ﴾ وَلَقَدۡ كَتَبۡنَا فِي ٱلزَّبُورِ ﴿ "Dan sesungguhnya telah Kami tulis di dalam Zabur," yaitu kitab yang tertulis, maksudnya kitab-kitab yang diturunkan, misalnya Taurat dan lainnya, ﴾ مِنۢ بَعۡدِ ٱلذِّكۡرِ ﴿ "sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh," maksudnya, Kami telah menulis-kannya dalam kitab-kitab yang diturunkan pasca Kami menulis-kannya di kitab terdahulu, yaitu Lauh Mahfuzh dan buku induk yang sesuai dengan seluruh catatan takdir yang berlaku di akhir masa dan yang tertulis di dalamnya, ﴾ أَنَّ ٱلۡأَرۡضَ ﴿ "bahwasanya bumi ini," yaitu hunian surga ﴾ يَرِثُهَا عِبَادِيَ ٱلصَّٰلِحُونَ 105 ﴿ "dipusakai hamba-hambaKu yang shalih," yang melaksanakan perintah-perintah dan menjauhi larangan-larangan. Mereka itulah orang-orang yang mana Allah akan mewariskan surga-surga kepada mereka. Seperti perkataan para penghuni surga, ﴾ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ ٱلَّذِي هَدَىٰنَا لِهَٰذَا ﴿ "Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini." (Al-A'raf: 43). ﴾ وَأَوۡرَثَنَا ٱلۡأَرۡضَ نَتَبَوَّأُ مِنَ ٱلۡجَنَّةِ حَيۡثُ نَشَآءُۖ ﴿ "Dan Dia telah (memberi) kepada kami tempat ini, sedang kami (diperkenankan) menempati tempat dalam surga di mana saja yang kami kehendaki." (Az-Zumar: 74). Dan mengandung kemungkinan bahwa maksudnya adalah menjadikan mereka sebagai para khalifah di bumi ini, dan bahwa Allah mendudukkan orang-orang shalih sebagai penguasa di bumi dan menetapkan mereka sebagai pemiliknya. Seperti Firman Allah, ﴾ وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنكُمۡ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَيَسۡتَخۡلِفَنَّهُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ كَمَا ٱسۡتَخۡلَفَ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡ …﴿ "Dan Allah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal shalih bahwa Dia sungguh akan men-jadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka…." (An-Nur: 55).
21:106–112Page 331
إِنَّ فِي هَٰذَا لَبَلَٰغٗا لِّقَوۡمٍ عَٰبِدِينَ ١٠٦
Indeed, in this [Qur’ān] is notification for a worshipping people.
وَمَآ أَرۡسَلۡنَٰكَ إِلَّا رَحۡمَةٗ لِّلۡعَٰلَمِينَ ١٠٧
And We have not sent you, [O Muḥammad], except as a mercy to the worlds.
قُلۡ إِنَّمَا يُوحَىٰٓ إِلَيَّ أَنَّمَآ إِلَٰهُكُمۡ إِلَٰهٞ وَٰحِدٞۖ فَهَلۡ أَنتُم مُّسۡلِمُونَ ١٠٨
Say, "It is only revealed to me that your god is but one God; so will you be Muslims [in submission to Him]?"
فَإِن تَوَلَّوۡاْ فَقُلۡ ءَاذَنتُكُمۡ عَلَىٰ سَوَآءٖۖ وَإِنۡ أَدۡرِيٓ أَقَرِيبٌ أَم بَعِيدٞ مَّا تُوعَدُونَ ١٠٩
But if they turn away, then say, "I have announced to [all of] you equally.1 And I know not whether near or far is that which you are promised.
إِنَّهُۥ يَعۡلَمُ ٱلۡجَهۡرَ مِنَ ٱلۡقَوۡلِ وَيَعۡلَمُ مَا تَكۡتُمُونَ ١١٠
Indeed, He knows what is declared of speech, and He knows what you conceal.
وَإِنۡ أَدۡرِي لَعَلَّهُۥ فِتۡنَةٞ لَّكُمۡ وَمَتَٰعٌ إِلَىٰ حِينٖ ١١١
And I know not; perhaps it1 is a trial for you and enjoyment for a time."
قَٰلَ رَبِّ ٱحۡكُم بِٱلۡحَقِّۗ وَرَبُّنَا ٱلرَّحۡمَٰنُ ٱلۡمُسۡتَعَانُ عَلَىٰ مَا تَصِفُونَ ١١٢
[The Prophet (ﷺ)] has said, "My Lord, judge [between us] in truth. And our Lord is the Most Merciful, the one whose help is sought against that which you describe."1
"Sesungguhnya (apa yang disebutkan) dalam (surat) ini, benar-benar menjadi peringatan bagi kaum yang menyembah Allah. Dan tidaklah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. Katakanlah, 'Sesungguhnya yang di-wahyukan kepadaku adalah, 'Bahwasanya Tuhanmu adalah Tuhan Yang Esa, maka apakah kamu telah berserah diri (kepadaNya).' Jika mereka berpaling maka katakanlah, 'Aku telah menyampai-kan kepada kamu sekalian (ajaran) yang sama (antara kita), dan aku tidak mengetahui apakah yang diancamkan kepadamu itu sudah dekat atau masih jauh.' Sesungguhnya Dia mengetahui perkataan (yang kamu ucapkan) dengan terang-terangan dan Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan. Dan aku tidak mengeta-hui boleh jadi hal itu cobaan dan kesenangan bagi kamu sampai kepada suatu waktu. (Muhammad) berkata, 'Ya Rabbku, berilah keputusan dengan adil. Dan Rabb kami adalah Rabb Yang Maha Pemurah lagi Yang dimohon pertolonganNya terhadap apa yang kamu katakan'." (Al-Anbiya`: 106-112).
(106) Allah تعالى memuji kitabNya yang agung, al-Qur`an dan menjelaskan kapasitasnya yang sempurna untuk memenuhi segala sesuatu, dan bahwa ia tidak dapat disepelekan begitu saja. Allah berfirman, ﴾ إِنَّ فِي هَٰذَا لَبَلَٰغٗا لِّقَوۡمٍ عَٰبِدِينَ 106 ﴿ "Sesungguhnya (apa yang disebutkan) dalam (surat) ini, benar-benar menjadi peringatan bagi kaum yang menyembah Allah," maksudnya mereka menjadikannya tangga untuk sampai kepada Rabb mereka dan menuju tempat kemuliaan milikNya. Al-Qur`an mengantarkan mereka menuju cita-cita dan keinginan yang paling penting. Tidak ada tujuan lain bagi kaum abidin (orang-orang yang mengabdikan diri menyembah kepada Allah) yang merupakan makhluk termulia. Karena al-Qur`an telah berperan menangani hal-hal yang mengenai pengetahuan tentang Allah, nama-nama dan sifat-sifatNya, serta perbuatan-per-buatanNya, (menangani) penjelasan tentang berita-berita ghaib yang benar, (menangani) menyeru kepada hakikat-hakikat keimanan dan bukti-bukti keyakinan yang berfungsi menjelaskan perintah-perintah dan larangan-larangan seluruhnya, yang mengenalkan kekurangan-kekurangan jiwa dan amalan serta cara-cara yang seharusnya ditempuh dalam masalah-masalah agama yang pelik maupun yang sudah jelas, dan memperingatkan dari cara-cara tipu daya setan dan celah-celah untuk menerobos manusia. Barang-siapa yang belum tercukupi oleh al-Qur`an, niscaya Allah tidak akan menjadikannya merasa cukup. Dan barangsiapa yang belum tertangani oleh al-Qur`an, niscaya Allah tidak akan memenuhi kebutuhannya.
(107) Berikutnya, Allah menyanjung RasulNya yang mem-bawa al-Qur`an. Allah berfirman, ﴾ وَمَآ أَرۡسَلۡنَٰكَ إِلَّا رَحۡمَةٗ لِّلۡعَٰلَمِينَ 107 ﴿ "Dan tidaklah Kami mengutus kamu melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam." Beliau merupakan rahmat Allah yang dianugerah-kan bagi para hambaNya. Kaum Mukminin menerima bingkisan rahmat ini dan mensyukurinya serta menyikapinya dengan baik. Sementara itu, kalangan lainnya, mereka mengingkarinya dan merubah kenikmatan Allah dengan bentuk kekufuran, enggan untuk menerima rahmat dan kenikmatanNya.
(108) ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah," wahai Muhammad,﴾ إِنَّمَا يُوحَىٰٓ إِلَيَّ أَنَّمَآ إِلَٰهُكُمۡ إِلَٰهٞ وَٰحِدٞۖ ﴿ "Sesungguhnya yang diwahyukan kepadaku adalah, 'Bahwasanya Tuhanmu adalah Tuhan Yang Esa'," yang tidak ada sesuatu pun yang berhak disembah kecuali Dia. Karena itu, Dia berfirman, ﴾ فَهَلۡ أَنتُم مُّسۡلِمُونَ 108 ﴿ "Maka apakah kamu telah berserah diri (kepadaNya)?" maksudnya tunduk untuk beribadah kepadaNya, berserah diri terhadap ketuhananNya. Jika mereka melakukannya, hendaknya mereka memuji Rabb mereka atas karunia yang mereka raih yang mengalahkan segala kenikmatan yang lain.
(109-110) Dan jika ﴾ تَوَلَّوۡاْ ﴿ "mereka berpaling," dari ketun-dukan untuk mengabdikan diri kepadaNya, maka peringatkanlah mereka dari datangnya bencana-bencana dan turunnya hukuman. ﴾ فَقُلۡ ءَاذَنتُكُمۡ ﴿ "Maka katakanlah, 'Aku telah menyampaikan kepada kamu sekalian'," maksudnya saya telah memberitahukan kedatangan hukuman ﴾ عَلَىٰ سَوَآءٖۖ ﴿ "(ajaran) yang sama (antara kita)," maksudnya pengetahuanku dan pengetahuan kalian tentang itu sama saja; maka jangan sekali-kali mengatakan bila siksaan melanda kalian, "Tidak ada pemberi kabar gembira dan peringatan (seorang rasul) yang datang kepada kami." Akan tetapi, sekarang, ilmuku dan ilmu kalian sama. Karena saya telah memperingatkan dan mewanti-wanti kalian serta memberitahukan kepada kalian tentang akibat buruk dari kekufuran. Saya tidak menyembunyikan apa pun dari kalian. ﴾ وَإِنۡ أَدۡرِيٓ أَقَرِيبٌ أَم بَعِيدٞ مَّا تُوعَدُونَ 109 ﴿ "Dan aku tidak mengetahui apakah yang diancamkan kepadamu itu sudah dekat atau masih jauh," yaitu siksaan. Pasalnya, pengetahuan tentang kapan datangnya siksa, hanya di sisi Allah saja, berada di TanganNya. Saya tidak mempunyai wewenang apa pun.
(111) ﴾ وَإِنۡ أَدۡرِي لَعَلَّهُۥ فِتۡنَةٞ لَّكُمۡ وَمَتَٰعٌ إِلَىٰ حِينٖ 111 ﴿ "Dan aku tidak menge-tahui boleh jadi hal itu cobaan dan kesenangan bagi kamu sampai kepada suatu waktu," mungkin saja penundaan datangnya siksaan yang mana kalian meminta untuk disegerakan adalah (menjadi masalah) buruk bagi kalian, dan (aku tidak mengetahui) jika kalian diberi keleluasaan menikmati kemewahan di dunia sampai batas waktu tertentu, selanjutnya datang siksaan yang lebih berat atas kalian (dengan tiba-tiba).
(112) ﴾ قَٰلَ رَبِّ ٱحۡكُم بِٱلۡحَقِّۗ ﴿ "(Muhammad) berkata, 'Ya Rabbku, berilah keputusan dengan adil'," yaitu antara kita dan kaum kafirin. Lalu Allah mengabulkan permohonan doa ini. Allah menetapkan keputusan hukuman bagi mereka di dunia sebelum di akhirat, dalam bentuk siksaan yang Allah timpakan kepada kaum kafirin, seperti (kekalahan dalam) peperangan Badr dan lainnya. ﴾ وَرَبُّنَا ٱلرَّحۡمَٰنُ ٱلۡمُسۡتَعَانُ عَلَىٰ مَا تَصِفُونَ 112 ﴿ "Dan Rabb kami ialah Rabb Yang Maha Pemurah lagi Yang dimohon pertolonganNya terhadap apa yang kamu katakan," kami memohon ar-Rahman dan memohon pertolongan kepadaNya atas apa yang kalian deskripsikan, seperti ucapan kalian, "Kami akan mengalahkan kalian, agama kalian akan meredup!" Dalam masalah ini, kami tidak silau dengan kekuatan kami, dan tidak akan bergantung kepada daya dan kekuatan pribadi. Kami hanya-lah memohon pertolongan kepada ar-Rahman yang ubun-ubun setiap makhluk berada di TanganNya. Kami berharap kepadaNya agar sudi menyempurnakan suatu pertolongan yang kami mohon-kan kepadaNya dari sebagian rahmatNya. Allah telah mewujud-kannya. Segala puji bagiNya.
Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences