As-Sa'diAsh‑Shu'ara · 26:10–104

As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian

Ash-Shu'ara 26:10–104, continued

(49-51) Akan tetapi Fir'aun menolak, melainkan dia makin bertambah congkak dan sesat, bersikukuh di dalam kesesatannya dan keras kepala. Maka dari itu, dia berkata kepada para ahli sihir, ﴾ ءَامَنتُمۡ لَهُۥ قَبۡلَ أَنۡ ءَاذَنَ لَكُمۡۖ ﴿ "Apakah kamu sekalian beriman kepada Musa se-belum aku memberi izin kepadamu." Dia heran dan membuat kaumnya terheran-heran atas kelancangan para ahli sihir itu terhadapnya dan kelancangan mereka untuk beriman tanpa seizin darinya dan tanpa permusyawaratannya. ﴾ إِنَّهُۥ لَكَبِيرُكُمُ ٱلَّذِي عَلَّمَكُمُ ٱلسِّحۡرَ ﴿ "Sesungguh-nya dia benar-benar pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu." Demikianlah, padahal dialah yang telah mengumpulkan para ahli sihir, dan para pembesarnya yang telah mengusulkan kepadanya untuk mengumpulkan mereka dari seluruh penjuru negeri. Semen-tara mereka mengetahui bahwa mereka sama sekali tidak pernah berkumpul dengan Musa dan tidak pernah melihatnya sebelumnya, dan bahwa mereka telah membawa sihir yang telah menyulap pan-dangan mata orang-orang yang melihatnya dan membuat mereka terlena. Akhirnya ucapan (Fir'aun itu) tersebar di tengah-tengah mereka, yang mereka sendiri sudah mengetahui kebatilannya. Maka tidak aneh bagi orang-orang yang berakal ini kalau mereka tidak beriman kepada kebenaran yang sudah sangat jelas dan ayat-ayat yang luar biasa ini. Sebab, kalau sekiranya Fir'aun berkata kepada mereka tentang apa yang telah terjadi, dan bahwasanya ia benar-benar berlawanan dengan yang hakikatnya, niscaya mereka membenarkannya. Kemudian Fir'aun mengancam para ahli sihir, seraya berkata, ﴾ لَأُقَطِّعَنَّ أَيۡدِيَكُمۡ وَأَرۡجُلَكُم مِّنۡ خِلَٰفٖ ﴿ "Sungguh aku akan memotong tanganmu dan kakimu dengan bersilangan." Maksudnya, tangan kanan dan kaki kiri yang dipotong, sebagaimana diberlakukan kepada orang yang membuat kerusakan di muka bumi ini, ﴾ وَلَأُصَلِّبَنَّكُمۡ أَجۡمَعِينَ ﴿ "dan aku akan menyalibmu semuanya," agar kalian menjadi hina dan nista. Lalu para ahli sihir itu berkata setelah merasakan manis dan lezat-nya iman, ﴾ لَا ضَيۡرَۖ ﴿ "Tidak ada kemudaratan." Maksudnya, kami tidak peduli terhadap apa yang engkau ancamkan terhadap kami, ﴾ إِنَّآ إِلَىٰ رَبِّنَا مُنقَلِبُونَ 50 إِنَّا نَطۡمَعُ أَن يَغۡفِرَ لَنَا رَبُّنَا خَطَٰيَٰنَآ ﴿ "sesungguhnya kami akan kembali kepada Rabb kami, sesungguhnya kami amat menginginkan bahwa Rabb kami akan mengampuni kesalahan kami," berupa kekafiran, sihir dan lain-lain, ﴾ أَن كُنَّآ أَوَّلَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ﴿ "karena kami adalah orang-orang yang per-tama-tama beriman," kepada Musa daripada para pasukan tentara itu. Maka Allah membuat mereka berpendirian teguh dan sabar. Bisa jadi Fir'aun betul-betul telah melaksanakan apa yang diancam-kannya [terhadap mereka] saat itu karena kekuasaan dan kemam-puannya di saat itu masih dominan, dan ada kemungkinan (juga) Allah telah membuatnya tidak bisa melakukan ancaman tersebut.

(52) Kemudian Fir'aun beserta para pengikutnya tetap terus dalam kekafiran, lalu Musa mendatangi mereka dengan mukjizat-mukjizat yang sangat jelas. Dan setiap kali datang satu (ayat) muk-jizat kepada mereka dan telah membuat mereka tidak berdaya maka mereka berjanji kepada Musa dan bersumpah, jika Allah mencabut dari mereka sesuatu yang telah menimpa niscaya mereka beriman kepadanya dan niscaya mereka akan melepas Bani Isra`il bersama Musa. Maka Allah pun menghilangkannya dari mereka, namun kemudian mereka merusak janji. Nah, setelah Musa merasa putus asa terhadap keimanan mereka, sedangkan kalimat (ketetapan) azab sudah menjadi pasti terhadap mereka, dan sudah saatnya bagi Bani Isra`il untuk diselamatkan dari tawanan Fir'aun, dan sudah saatnya mereka diberi kekuasaan di bumi ini, maka Allah mewah-yukan kepada Musa, ﴾ أَنۡ أَسۡرِ بِعِبَادِيٓ ﴿ "Pergilah di malam hari dengan membawa hamba-hambaKu." Maksudnya, pergilah kamu dengan membawa Bani Isra`il pada awal malam supaya bisa leluasa dalam kepergian mereka, ﴾ إِنَّكُم مُّتَّبَعُونَ ﴿ "karena sesungguhnya kamu sekalian akan disusuli." Maksudnya, kalian akan diikuti oleh Fir'aun dan pasukannya. Lalu benar-benar terjadilah seperti yang dikabarkan, sebab di keesokan harinya mereka (Fir'aun dan pasukannya) telah menemukan Bani Isra`il telah pergi semua di malam hari bersama Musa.

(53-56) ﴾ فَأَرۡسَلَ فِرۡعَوۡنُ فِي ٱلۡمَدَآئِنِ حَٰشِرِينَ ﴿ "Kemudian Fir'aun mengirim-kan orang yang mengumpulkan (tentaranya) ke kota-kota. Maksudnya, mereka mengumpulkan manusia agar dia bisa menghukum Bani Isra`il, dan dia mengatakan dengan nada memotivasi kaumnya, ﴾ إِنَّ هَٰٓؤُلَآءِ ﴿ "Sesungguhnya mereka." Maksudnya, Bani Isra`il; ﴾ لَشِرۡذِمَةٞ قَلِيلُونَ 54 وَإِنَّهُمۡ لَنَا لَغَآئِظُونَ ﴿ "benar-benar golongan kecil, dan sesungguhnya mereka membuat hal-hal yang menimbulkan amarah kita." Maka kita ingin melampiaskan kemarahan kita terhadap para budak yang telah melarikan diri dari kita. ﴾ وَإِنَّا لَجَمِيعٌ حَٰذِرُونَ ﴿ "Dan sesungguhnya kita benar-benar golongan yang selalu berjaga-jaga," Semuanya harus bersikap waspada terhadap mereka, mereka adalah musuh kita semua, dan kepentingan ini milik kita bersama.

(57-59) Lalu Fir'aun bersama tentaranya berangkat dalam satu pasukan perang yang sangat besar dan jumlah yang sangat banyak, tidak seorang pun dari mereka yang absen kecuali orang-orang yang berhalangan karena lemah. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَأَخۡرَجۡنَٰهُم مِّن جَنَّٰتٖ وَعُيُونٖ ﴿ "Maka Kami keluarkan Fir'aun dan kaumnya dari taman-taman dan mata air," maksudnya, dari kebun-kebun di Mesir, taman-tamannya yang indah dan mata airnya yang mengalir serta dari tanaman-tanaman yang telah memenuhi sawah mereka dan mera-maikan perkotaan dan pedesaannya, ﴾ وَمَقَامٖ كَرِيمٖ ﴿ "dan dari kedudukan yang mulia," yang menakjubkan bagi orang-orang yang meman-dangnya dan melenakan orang-orang yang mengamatinya; mereka telah menikmatinya berabad-abad lamanya, mereka telah merasa-kan kelezatan dan kenikmatannya dalam waktu yang cukup lama dalam kekafiran, keras kepala dan kesombongan serta kecongkak-an terhadap manusia. ﴾ كَذَٰلِكَۖ وَأَوۡرَثۡنَٰهَا ﴿ "Demikianlah halnya, dan Kami anugerahkan semuanya," semua kebun-kebun, mata air, tanaman dan kedudukan mulia itu ﴾ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ ﴿ "kepada Bani Israil" yang dahulu telah mereka jadikan sebagai budak dan mempekerjakan mereka dengan pekerjaan-pekerjaan yang sangat berat. Maka Mahasuci Allah yang telah memberikan kerajaan kepada siapa saja yang Dia kehendaki, dan menanggalkannya dari siapa saja yang Dia kehen-daki, Dia memuliakan siapa saja yang Dia kehendaki karena keta-atan kepadaNya, dan menghinakan siapa saja yang Dia kehendaki karena tindakan maksiat terhadapNya.

(60-62) ﴾ فَأَتۡبَعُوهُم مُّشۡرِقِينَ ﴿ "Maka mereka dapat menyusulinya di waktu matahari terbit." Maksudnya, kaum Fir'aun dapat menyusuli kaum Musa pada waktu matahari terbit, dan mereka membuntuti-nya dari belakang dengan perasaan sangat marah dan jengkel. ﴾ فَلَمَّا تَرَٰٓءَا ٱلۡجَمۡعَانِ ﴿ "Maka setelah kedua golongan itu saling melihat." Maksud-nya, masing-masing lawan saling melihat satu sama lain, ﴾ قَالَ أَصۡحَٰبُ مُوسَىٰٓ ﴿ "berkatalah pengikut-pengikut Musa," dengan nada mengadu kepadanya dan sedih, ﴾ إِنَّا لَمُدۡرَكُونَ ﴿ "Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul." Lalu Musa menjawab untuk meyakinkan dan mem-beritakan janji Allah yang benar, ﴾ كـَلَّآۖ ﴿ "Sekali-kali tidak." Maksud-nya, perkaranya bukan seperti yang kalian sebutkan, yaitu bahwa kalian pasti tersusul. ﴾ إِنَّ مَعِيَ رَبِّي سَيَهۡدِينِ ﴿ "Sesungguhnya Rabbku beserta-ku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku," yaitu kepada sesuatu yang di situ terdapat keselamatanku dan keselamatan kalian.

(63-68) ﴾ فَأَوۡحَيۡنَآ إِلَىٰ مُوسَىٰٓ أَنِ ٱضۡرِب بِّعَصَاكَ ٱلۡبَحۡرَۖ ﴿ "Lalu Kami wahyukan kepada Musa, 'Pukullah lautan itu dengan tongkatmu'." Dan Musa pun memukulkannya, ﴾ فَٱنفَلَقَ ﴿ "maka terbelahlah lautan itu," menjadi dua belas jalan, ﴾ فَكَانَ كُلُّ فِرۡقٖ كَٱلطَّوۡدِ ﴿ "dan tiap-tiap belahan adalah seperti bukit," maksudnya, seperti gunung ﴾ ٱلۡعَظِيمِ ﴿ "yang besar." Lalu Musa dan kaumnya memasukinya. ﴾ وَأَزۡلَفۡنَا ثَمَّ ﴿ "Dan di sanalah Kami dekatkan," maksudnya, di tempat itu, ﴾ ٱلۡأٓخَرِينَ ﴿ "golongan yang lain." Yaitu Fir'aun [bersama] para pengikutnya. Kami dekatkan mereka dan Kami masukkan mereka ke jalan yang dilewati oleh Musa bersama para pengikutnya. ﴾ وَأَنجَيۡنَا مُوسَىٰ وَمَن مَّعَهُۥٓ أَجۡمَعِينَ ﴿ "Dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang besertanya semuanya." Mereka semuanya keluar dari lautan itu, tidak seorang pun yang ketinggalan, ﴾ ثُمَّ أَغۡرَقۡنَا ٱلۡأٓخَرِينَ ﴿ "kemudian Kami tenggelamkan golongan yang lain itu," tidak seorang pun yang tidak tenggelam. ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar merupakan suatu tanda," yang luar biasa, yang menunjukkan kebenaran ajaran yang diajarkan oleh Musa عليه السلام dan kebatilan ajaran yang dianut oleh Fir'aun beserta para pengikutnya; ﴾ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ ﴿ "tetapi kebanyakan mereka tidak beriman," sekalipun sudah ada tanda-tanda bukti yang mengantarkan kepada iman disebabkan hati mereka telah rusak. ﴾ وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ ﴿ "Dan se-sungguhnya Rabbmu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang," yang dengan keperkasaanNya, Dia telah membinasakan orang-orang kafir yang mendustakan, dan dengan rahmatNya, Dia telah menyelamatkan Musa beserta para pengikutnya seluruhnya.

26:69–104Page 370

وَٱتۡلُ عَلَيۡهِمۡ نَبَأَ إِبۡرَٰهِيمَ ٦٩

And recite to them the news of Abraham,

إِذۡ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوۡمِهِۦ مَا تَعۡبُدُونَ ٧٠

When he said to his father and his people, "What do you worship?"

قَالُواْ نَعۡبُدُ أَصۡنَامٗا فَنَظَلُّ لَهَا عَٰكِفِينَ ٧١

They said, "We worship idols and remain to them devoted."

قَالَ هَلۡ يَسۡمَعُونَكُمۡ إِذۡ تَدۡعُونَ ٧٢

He said, "Do they hear you when you supplicate?

أَوۡ يَنفَعُونَكُمۡ أَوۡ يَضُرُّونَ ٧٣

Or do they benefit you, or do they harm?"

قَالُواْ بَلۡ وَجَدۡنَآ ءَابَآءَنَا كَذَٰلِكَ يَفۡعَلُونَ ٧٤

They said, "But we found our fathers doing thus."

قَالَ أَفَرَءَيۡتُم مَّا كُنتُمۡ تَعۡبُدُونَ ٧٥

He said, "Then do you see what you have been worshipping,

أَنتُمۡ وَءَابَآؤُكُمُ ٱلۡأَقۡدَمُونَ ٧٦

You and your ancient forefathers?

فَإِنَّهُمۡ عَدُوّٞ لِّيٓ إِلَّا رَبَّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٧٧

Indeed, they are enemies to me, except the Lord of the worlds,1

ٱلَّذِي خَلَقَنِي فَهُوَ يَهۡدِينِ ٧٨

Who created me, and He [it is who] guides me.

وَٱلَّذِي هُوَ يُطۡعِمُنِي وَيَسۡقِينِ ٧٩

And it is He who feeds me and gives me drink.

وَإِذَا مَرِضۡتُ فَهُوَ يَشۡفِينِ ٨٠

And when I am ill, it is He who cures me

وَٱلَّذِي يُمِيتُنِي ثُمَّ يُحۡيِينِ ٨١

And who will cause me to die and then bring me to life

وَٱلَّذِيٓ أَطۡمَعُ أَن يَغۡفِرَ لِي خَطِيٓـَٔتِي يَوۡمَ ٱلدِّينِ ٨٢

And who I aspire that He will forgive me my sin on the Day of Recompense."

رَبِّ هَبۡ لِي حُكۡمٗا وَأَلۡحِقۡنِي بِٱلصَّٰلِحِينَ ٨٣

[And he said], "My Lord, grant me authority and join me with the righteous.

وَٱجۡعَل لِّي لِسَانَ صِدۡقٖ فِي ٱلۡأٓخِرِينَ ٨٤

And grant me a mention [i.e., reputation] of honor among later generations.

وَٱجۡعَلۡنِي مِن وَرَثَةِ جَنَّةِ ٱلنَّعِيمِ ٨٥

And place me among the inheritors of the Garden of Pleasure.

وَٱغۡفِرۡ لِأَبِيٓ إِنَّهُۥ كَانَ مِنَ ٱلضَّآلِّينَ ٨٦

And forgive my father. Indeed, he has been of those astray.

وَلَا تُخۡزِنِي يَوۡمَ يُبۡعَثُونَ ٨٧

And do not disgrace me on the Day they are [all] resurrected -

يَوۡمَ لَا يَنفَعُ مَالٞ وَلَا بَنُونَ ٨٨

The Day when there will not benefit [anyone] wealth or children

إِلَّا مَنۡ أَتَى ٱللَّهَ بِقَلۡبٖ سَلِيمٖ ٨٩

But only one who comes to Allāh with a sound heart."

وَأُزۡلِفَتِ ٱلۡجَنَّةُ لِلۡمُتَّقِينَ ٩٠

And Paradise will be brought near [that Day] to the righteous.

وَبُرِّزَتِ ٱلۡجَحِيمُ لِلۡغَاوِينَ ٩١

And Hellfire will be brought forth for the deviators,

وَقِيلَ لَهُمۡ أَيۡنَ مَا كُنتُمۡ تَعۡبُدُونَ ٩٢

And it will be said to them, "Where are those you used to worship

مِن دُونِ ٱللَّهِ هَلۡ يَنصُرُونَكُمۡ أَوۡ يَنتَصِرُونَ ٩٣

Other than Allāh? Can they help you or help themselves?"

فَكُبۡكِبُواْ فِيهَا هُمۡ وَٱلۡغَاوُۥنَ ٩٤

So they will be overturned into it [i.e., Hellfire], they and the deviators

وَجُنُودُ إِبۡلِيسَ أَجۡمَعُونَ ٩٥

And the soldiers of Iblees, all together.

قَالُواْ وَهُمۡ فِيهَا يَخۡتَصِمُونَ ٩٦

They will say while they dispute therein,

تَٱللَّهِ إِن كُنَّا لَفِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٍ ٩٧

"By Allāh, we were indeed in manifest error

إِذۡ نُسَوِّيكُم بِرَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٩٨

When we equated you with the Lord of the worlds.

وَمَآ أَضَلَّنَآ إِلَّا ٱلۡمُجۡرِمُونَ ٩٩

And no one misguided us except the criminals.

فَمَا لَنَا مِن شَٰفِعِينَ ١٠٠

So now we have no intercessors

وَلَا صَدِيقٍ حَمِيمٖ ١٠١

And not a devoted friend.

فَلَوۡ أَنَّ لَنَا كَرَّةٗ فَنَكُونَ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ١٠٢

Then if we only had a return [to the world] and could be of the believers..."1

إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ ١٠٣

Indeed in that is a sign, but most of them were not to be believers.

وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ ١٠٤

And indeed, your Lord - He is the Exalted in Might, the Merciful.

"Dan bacakanlah kepada mereka kisah Ibrahim. Ketika dia berkata kepada bapaknya dan kaumnya, 'Apakah yang kamu sembah?' Mereka menjawab, 'Kami menyembah berhala-berhala dan kami senantiasa tekun menyembahnya.' Berkatalah Ibrahim, 'Apakah berhala-berhala itu mendengar (doa)mu sewaktu kamu berdoa (kepadanya)? Atau (dapatkah) mereka memberi manfaat kepadamu atau memberi mudarat?' Mereka menjawab, '(Bukan karena itu) sebenarnya kami mendapati nenek moyang kami ber-buat demikian.' Ibrahim berkata, 'Maka apakah kamu telah mem-perhatikan apa yang selalu kamu sembah, kamu dan nenek mo-yangmu yang dahulu? karena sesungguhnya apa yang kamu sembah itu adalah musuhku, kecuali Rabb semesta alam, (yaitu Rabb) Yang telah menciptakanku, maka Dia-lah yang menunjukiku, dan Dia yang memberi makan dan minum kepadaku, dan apabila aku sakit, Dia-lah Yang menyembuhkan aku, dan Yang akan memati-kan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali), dan Yang amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada Hari Kiamat.' (Ibrahim berdoa), 'Ya Rabbku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang shalih, dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian, dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mempusakai surga yang penuh kenikmatan, dan ampunilah bapakku, karena sesungguhnya dia adalah termasuk golongan orang-orang yang sesat, dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan, (yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih, dan (di hari itu) didekatkanlah surga kepada orang-orang yang bertakwa, dan diperlihatkan dengan jelas Neraka Jahim kepada orang-orang yang sesat,' dan dikatakan kepada mereka, 'Di manakah berhala-berhala yang dahulu kamu selalu menyembah(nya) selain Allah? Dapatkah mereka menolong kamu atau menolong diri mereka sendiri?' Maka mereka (sembah-an-sembahan itu) dijungkirkan ke dalam neraka bersama-sama orang-orang yang sesat, dan bala tentara iblis semuanya. Mereka berkata sedang mereka bertengkar di dalam neraka, 'Demi Allah, sungguh kita dahulu (di dunia) dalam kesesatan yang nyata, karena kita mempersamakan kamu dengan Rabb semesta alam.' Dan tia-dalah yang menyesatkan kami kecuali orang-orang yang berdosa. Maka kami tidak mempunyai seorang pun pemberi syafa'at, dan tidak pula mempunyai teman yang akrab, maka sekiranya kita dapat kembali sekali lagi (ke dunia), niscaya kami menjadi orang-orang yang beriman.' Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang." (Asy-Syu'ara`: 69-104).

(69-71) Maksudnya, bacakanlah wahai Muhammad, kepada manusia berita tentang Ibrahim al-Khalil dan ceritanya yang sangat berharga, terutama dalam kondisi ini. Dan bila tidak demikian, dia masih mempunyai banyak berita lainnya. Akan tetapi di antara berita tentangnya yang sangat menarik dan sangat bagus adalah berita yang mencakup kerasulan dan dakwahnya kepada kaumnya serta perdebatannya dengan mereka tentang batilnya keyakinan yang mereka anut. Maka dari itu ungkapannya di sini diimbuhi dengan zharaf (keterangan waktu), seraya berfirman,﴾ إِذۡ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوۡمِهِۦ مَا تَعۡبُدُونَ 70 قَالُواْ ﴿ "Ketika dia berkata kepada bapaknya dan kaumnya, 'Apa-kah yang kamu sembah?' Mereka menjawab," dengan nada bangga terhadap peribadatan mereka, ﴾ نَعۡبُدُ أَصۡنَامٗا ﴿ "Kami menyembah berhala-berhala," yang kami pahat dan kami buat dengan tangan kami sendiri, ﴾ فَنَظَلُّ لَهَا عَٰكِفِينَ ﴿ "dan kami senantiasa tekun menyembahnya." Maksudnya, kami selalu menyembahnya pada kebanyakan waktu kami.

(72-74) Maka Ibrahim berkata kepada mereka untuk men-jelaskan bahwa berhala-berhala itu sama sekali tidak berhak di-sembah, ﴾ هَلۡ يَسۡمَعُونَكُمۡ إِذۡ تَدۡعُونَ ﴿ "Apakah berhala-berhala itu mendengar (doa)mu sewaktu kamu berdoa?" Lalu mereka mengabulkan doa kalian, menghilangkan kesusahan kalian dan melenyapkan semua hal yang tidak kalian suka dari kalian, ﴾ أَوۡ يَنفَعُونَكُمۡ أَوۡ يَضُرُّونَ ﴿ "atau (dapatkah) mereka memberi manfaat kepadamu atau memberi mudarat?" Lalu me-reka mengakui bahwa semua itu tidak ada sama sekali padanya. Jadi, ia tidak dapat mendengar doa, tidak dapat memberikan man-faat dan tidak juga menimpakan bahaya! Oleh karenanya, setelah Ibrahim menghancurkan berhala-berhala itu, dia berkata, ﴾ بَلۡ فَعَلَهُۥ كَبِيرُهُمۡ هَٰذَا فَسۡـَٔلُوهُمۡ إِن كَانُواْ يَنطِقُونَ 63 ﴿ "Sebenarnya patung yang besar itu yang melakukannya, maka ta-nyakanlah kepada berhala itu, jika mereka dapat berbicara." (Al-Anbiya`: 63). Mereka berkata kepadanya, ﴾ لَقَدۡ عَلِمۡتَ مَا هَٰٓؤُلَآءِ يَنطِقُونَ 65 ﴿ "Sesungguhnya kamu telah mengetahui bahwa berhala-berhala itu tidak dapat berbicara." (Al-Anbiya`: 65). Maksudnya, ini adalah suatu perkara yang sudah pasti dari kondisi berhala, sudah tidak bisa dipermasalahkan dan tidak diragukan lagi. Lalu mereka kembali kepada taqlid (ikut secara membabi buta) kepada nenek moyang mereka yang sesat, maka mereka berkata, ﴾ بَلۡ وَجَدۡنَآ ءَابَآءَنَا كَذَٰلِكَ يَفۡعَلُونَ ﴿ "Sebenarnya kami mendapati nenek moyang kami berbuat demikian," lalu kami mengikuti mereka dalam hal ini, dan kami menelusuri jalan mereka dan kami lestari-kan tradisi mereka.

(75-82) Lalu Ibrahim berkata kepada mereka, "Kalian dan nenek moyang kalian semuanya adalah penentang dalam perkara [ini], dan pembicaraan bersama orang-orang di atas adalah sama, ﴾ أَفَرَءَيۡتُم مَّا كُنتُمۡ تَعۡبُدُونَ 75 أَنتُمۡ وَءَابَآؤُكُمُ ٱلۡأَقۡدَمُونَ 76 فَإِنَّهُمۡ عَدُوّٞ لِّيٓ ﴿ "Maka apakah kamu telah memperhatikan apa yang selalu kamu sembah, kamu dan nenek moyang kamu yang dahulu? Karena sesungguhnya semua itu adalah musuhku," maka silahkan mereka menimpakan bahaya apa pun terhadapku, dan silahkan mereka melakukan tipu daya terhadapku, maka pasti mereka tidak akan mampu melakukannya, ﴾ إِلَّا رَبَّ ٱلۡعَٰلَمِينَ 77 ٱلَّذِي خَلَقَنِي فَهُوَ يَهۡدِينِ ﴿ "kecuali Rabb semesta alam, Yang telah menciptakan-ku, maka Dia-lah yang menunjukiku." Dia-lah [semata][34] yang membe-rikan nikmat penciptaan dan nikmat hidayah untuk kemaslahatan agama dan dunia. Lalu dia menyebutkan secara khusus sebagian dari hal-hal yang sudah pasti, seraya berkata, ﴾ وَٱلَّذِي هُوَ يُطۡعِمُنِي وَيَسۡقِينِ 79 وَإِذَا مَرِضۡتُ فَهُوَ يَشۡفِينِ 80 وَٱلَّذِي يُمِيتُنِي ثُمَّ يُحۡيِينِ 81 وَٱلَّذِيٓ أَطۡمَعُ أَن يَغۡفِرَ لِي خَطِيٓـَٔتِي يَوۡمَ ٱلدِّينِ 82 ﴿ "Dan Yang memberi makan dan minum kepadaku, dan apabila aku sakit, Dia-lah Yang menyembuhkanku, dan Yang akan mematikanku, kemudian akan menghidupkanku (kembali), dan Yang amat kuinginkan akan meng-ampuni kesalahanku pada Hari Kiamat." Dia-lah semata yang bisa melakukan itu semua sendirian, maka dari itu wajib diesakan dengan ibadah dan ketaatan, sedang-kan berhala-berhala yang tidak bisa menciptakan, tidak bisa mem-beri petunjuk, tidak bisa menyakitkan, tidak bisa menyembuhkan, tidak bisa memberi makan dan tidak bisa memberi minum, tidak dapat mematikan dan tidak dapat menghidupkan, tidak berguna bagi penyembahnya, baik dalam menghilangkan kesusahan atau pun memberikan ampunan dosa itu harus ditinggalkan. Ini adalah dalil yang sangat akurat dan hujjah yang mematahkan di mana kalian dan nenek moyang kalian tidak kuasa menantangnya, maka itu membuktikan keikutsertaan kalian dalam kesesatan dan dalam meninggalkan jalan hidayah dan jalan yang lurus. Allah سبحانه وتعالى berfir-man, ﴾ وَحَآجَّهُۥ قَوۡمُهُۥۚ قَالَ أَتُحَٰٓجُّوٓنِّي فِي ٱللَّهِ وَقَدۡ هَدَىٰنِۚ ﴿ "Dan dia dibantah oleh kaumnya. Dia berkata, 'Apakah kamu hendak membantahku tentang Allah, padahal sesungguhnya Allah telah memberi petunjuk kepadaku...." (Al-An'am: 80).

(83-84) Dan Ibrahim عليه السلام berdoa kepada Rabbnya, seraya mengatakan, ﴾ رَبِّ هَبۡ لِي حُكۡمٗا ﴿ "Ya Rabbku, berikanlah kepadaku hik-mah." Maksudnya, ilmu yang cukup yang dengannya aku dapat mengetahui hukum-hukum, halal dan haram, dan yang dengannya aku dapat memberikan keputusan di antara manusia, ﴾ وَأَلۡحِقۡنِي بِٱلصَّٰلِحِينَ ﴿ "dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang shalih," ter-masuk saudara-saudaranya, para nabi dan para rasul. ﴾ وَٱجۡعَل لِّي لِسَانَ صِدۡقٖ فِي ٱلۡأٓخِرِينَ ﴿ "Dan jadikanlah untukku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian." Maksudnya, jadikanlah untukku pujian yang baik yang terus berlangsung hingga akhir masa. Dan Allah pun mengabulkan doanya, lalu Dia karuniakan kepadanya ilmu dan hikmah sehingga dengannnya dia menjadi rasul yang termulia, dan dimasukkanNya ke dalam kelompok saudara-sauda-ranya, yaitu para rasul. Allah telah menjadikannya sebagai manu-sia yang dicintai, diterima, dimuliakan dan dipuji di dalam semua agama pada setiap waktu. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَتَرَكۡنَا عَلَيۡهِ فِي ٱلۡأٓخِرِينَ 108 سَلَٰمٌ عَلَىٰٓ إِبۡرَٰهِيمَ 109 كَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلۡمُحۡسِنِينَ 110 إِنَّهُۥ مِنۡ عِبَادِنَا ٱلۡمُؤۡمِنِينَ 111 ﴿ "Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian, (yaitu) 'Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim,' demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman." (Ash-Shaffat: 108-111).

(85) ﴾ وَٱجۡعَلۡنِي مِن وَرَثَةِ جَنَّةِ ٱلنَّعِيمِ ﴿ "Dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mempusakai surga yang penuh kenikmatan," maksudnya termasuk penghuni surga yang diwariskan oleh Allah kepada me-reka. Maka Allah pun mengabulkan doanya, Dia pun mengangkat kedudukannya di dalam Surga Na'im.

(86) ﴾ وَٱغۡفِرۡ لِأَبِيٓ إِنَّهُۥ كَانَ مِنَ ٱلضَّآلِّينَ 86 ﴿ "Dan ampunilah bapakku, karena sesungguhnya dia adalah termasuk golongan orang-orang yang sesat." Ini adalah doa (yang) dia panjatkan disebabkan janjinya kepada ayahnya yang telah dia katakan kepadanya, ﴾ سَأَسۡتَغۡفِرُ لَكَ رَبِّيٓۖ إِنَّهُۥ كَانَ بِي حَفِيّٗا 47 ﴿ "Aku akan meminta ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku." (Maryam: 47). Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَمَا كَانَ ٱسۡتِغۡفَارُ إِبۡرَٰهِيمَ لِأَبِيهِ إِلَّا عَن مَّوۡعِدَةٖ وَعَدَهَآ إِيَّاهُ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُۥٓ أَنَّهُۥ عَدُوّٞ لِّلَّهِ تَبَرَّأَ مِنۡهُۚ إِنَّ إِبۡرَٰهِيمَ لَأَوَّٰهٌ حَلِيمٞ 114 ﴿ "Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapak-nya, tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya ke-pada bapaknya itu. Maka tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri darinya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun." (At-Taubah: 114).

(87-89) ﴾ وَلَا تُخۡزِنِي يَوۡمَ يُبۡعَثُونَ ﴿ "Dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan," maksudnya, dengan dicaci karena beberapa dosa, dan dengan siksaan serta dengan dipermalukan karena dosa-dosa itu. Akan tetapi, bahagiakanlah aku pada hari itu, yaitu hari yang tidak berguna lagi harta dan anak laki-laki, ﴾ إِلَّا مَنۡ أَتَى ٱللَّهَ بِقَلۡبٖ سَلِيمٖ ﴿ "kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih. Inilah yang akan berguna baginya saat itu, dan inilah orang yang selamat dari siksa dan yang berhak mendapat limpahan pahala. Hati yang selamat, maksudnya adalah hati yang selamat dari syirik, keraguan, cinta kepada keburukan, suka melakukan bid'ah dan dosa, dan keselamatannya dari hal-hal tersebut mengharus-kannya berpegang teguh kepada lawan-lawannya, berupa ikhlas, ilmu, yakin, cinta kepada kebaikan dan menghiaskannya di dalam hati, dan mengharuskan kehendak dan kecintaannya mengikuti cinta Allah, dan hawa nafsunya mengikuti apa saja yang datang dari Allah.

(90-95) Kemudian Allah menjelaskan sebagian keadaan pada hari yang sangat dahsyat itu dan pahala, serta hukuman yang ada padanya, seraya berfirman, ﴾ وَأُزۡلِفَتِ ٱلۡجَنَّةُ ﴿ "dan didekatkanlah surga" maksudnya dijadikan dekat, ﴾ لِلۡمُتَّقِينَ ﴿ "kepada orang-orang yang bertakwa," maksudnya orang-orang yang bertakwa kepada Rabb mereka, yaitu orang-orang yang mematuhi perintah-perintahNya, menjauhi larangan-laranganNya dan takut terhadap murka dan siksaNya. ﴾ وَبُرِّزَتِ ٱلۡجَحِيمُ ﴿ "Dan diperlihatkan dengan jelas Neraka Jahim," maksudnya, Neraka Jahim ditampakkan dalam keadaan telah siap dengan segala siksanya, ﴾ لِلۡغَاوِينَ ﴿ "kepada orang-orang yang sesat," yaitu orang-orang yang tenggelam di dalam kemaksiatan kepada Allah dan lancang terhadap segala sesuatu yang diharamkanNya, mendustakan para rasulNya serta menolak ajaran kebenaran yang mereka bawa. ﴾ وَقِيلَ لَهُمۡ أَيۡنَ مَا كُنتُمۡ تَعۡبُدُونَ 92 مِن دُونِ ٱللَّهِ هَلۡ يَنصُرُونَكُمۡ أَوۡ يَنتَصِرُونَ ﴿ "Dan dikatakan kepada mereka, 'Di manakah berhala-berhala yang dahulu kamu selalu sembah, selain dari Allah? Dapatkah mereka menolong kamu atau menolong diri mereka sendiri?" Maksudnya, sama sekali hal itu tidak akan terjadi sedikit pun, dan tampaklah kedustaan dan kenistaan mereka, dan jelas pulalah kerugian dan kehinaan mereka, penye-salan mereka nyata dan segala usaha mereka menjadi sia-sia. ﴾ فَكُبۡكِبُواْ فِيهَا ﴿ "Maka mereka dijungkirkan ke dalamnya." Maksudnya, diceburkan ke dalam neraka. ﴾ هُمۡ ﴿ "Mereka," maksudnya, segala sesuatu yang dahulu mereka sembah, ﴾ وَٱلۡغَاوُۥنَ ﴿ "bersama-sama orang-orang yang sesat," orang-orang yang menjadi penyembahnya, ﴾ وَجُنُودُ إِبۡلِيسَ أَجۡمَعُونَ ﴿ "dan bala tentara iblis semuanya" dari bangsa manusia dan bangsa jin, yaitu mereka yang telah diseret ke dalam kemaksiatan sekuat-kuatnya dan menguasai mereka karena kesyirikan dan ke-tidakberimanan mereka, hingga mereka menjadi para penyerunya dan menjadi para pengupaya untuk memperoleh keridhaannya. Di antara mereka ada yang menjadi penyeru untuk taat kepadanya, ada yang memenuhi seruannya dan ada pula yang menjadi pen-taklid buta kepada mereka dalam kesyirikan.

(96-104) ﴾ قَالُواْ ﴿ "Mereka berkata." Maksudnya adalah bala tentara iblis, para pemuja berhala dan patung-patung yang mereka sembah, ﴾ تَٱللَّهِ إِن كُنَّا لَفِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٍ 97 إِذۡ نُسَوِّيكُم بِرَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Demi Allah, sungguh kita dahulu (di dunia) dalam kesesatan yang nyata, karena kita telah mem-persamakan kamu dengan Rabb semesta alam," dalam ibadah, mencintai, takut dan berharap, dan kami berdoa kepada kalian sebagaimana kami berdoa kepadaNya. Kesesatan mereka saat itu menjadi jelas bagi mereka. Mereka pun mengakui keadilan Allah dalam meng-hukum mereka, dan hukuman itu benar-benar tepat pada tempat-nya. Mereka tidak menyetarakan berhala-berhala itu dengan Allah, Rabb semesta alam kecuali dalam hal ibadah, bukan dalam hal menciptakan. Hal ini terbukti melalui ucapan mereka, ﴾ بِرَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Dengan Rabb semesta alam." Mereka mengakui bahwa Allah adalah Rabb semesta alam semuanya, yang termasuk di dalamnya adalah patung-patung dan semua berhala mereka. ﴾ وَمَآ أَضَلَّنَآ ﴿ "Dan tiadalah yang menyesatkan kami," dari jalan hi-dayah dan kebenaran, dan mengajak kami ke jalan kesesatan dan kefasikan, ﴾ إِلَّا ٱلۡمُجۡرِمُونَ ﴿ "kecuali orang-orang yang berdosa." Mereka adalah para pemuka yang menyeru kepada api neraka. ﴾ فَمَا لَنَا ﴿ "Maka kami tidak mempunyai," pada saat itu, ﴾ مِن شَٰفِعِينَ ﴿ "pemberi syafa'at seorang pun," yang dapat memberikan syafa'at ke-pada kami untuk menyelamatkan kami dari azabNya, ﴾ وَلَا صَدِيقٍ حَمِيمٖ ﴿ "dan tidak pula mempunyai teman yang akrab," maksudnya, seorang kerabat setia yang berguna bagi kami, sebagaimana biasanya da-hulu di dunia. Lalu mereka berputus asa dari segala kebaikan dan bersedih hati terhadap apa yang telah mereka lakukan, dan mereka berangan-angan untuk kembali ke dunia agar bisa melakukan amal shalih. ﴾ فَلَوۡ أَنَّ لَنَا كَرَّةٗ ﴿ "Maka sekiranya kita dapat kembali sekali lagi," mak-sudnya, bisa kembali ke dunia, ﴾ فَنَكُونَ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ﴿ "niscaya kami menjadi orang-orang yang beriman," agar kami bisa selamat dari azab dan berhak mendapat pahala! Sama sekali tidak mungkin, sama sekali tidak mungkin! Apa yang mereka inginkan itu sudah tertutup dari mereka dan semua bentuk penggadaian sudah ditutup. ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian," yaitu pada yang telah Kami jelaskan kepada kalian dan Kami uraikan, ﴾ لَأٓيَةٗۖ ﴿ "benar-benar terdapat tanda-tanda," bagi kalian, ﴾ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ ﴿ "tetapi ke-banyakan mereka tidak beriman," sekalipun tanda-tanda (bukti-bukti kebenaran) itu diturunkan. ﴾ وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ 104 ﴿ "Dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang."

Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences

Contents

Ayat al-Kursi36Al-Kahfpage 42juz 15Bukhari 1Muslim 2999

Style

Theme
Text size
Layout

Читать на русском