As-Sa'diAsh‑Shu'ara · 26:105–140

As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian

Ash-Shu'ara 26:105–140

26:105–122Page 371

كَذَّبَتۡ قَوۡمُ نُوحٍ ٱلۡمُرۡسَلِينَ ١٠٥

The people of Noah denied the messengers1

إِذۡ قَالَ لَهُمۡ أَخُوهُمۡ نُوحٌ أَلَا تَتَّقُونَ ١٠٦

When their brother Noah said to them, "Will you not fear Allāh?

إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ أَمِينٞ ١٠٧

Indeed, I am to you a trustworthy messenger.

فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ ١٠٨

So fear Allāh and obey me.

وَمَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ أَجۡرٍۖ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ١٠٩

And I do not ask you for it any payment. My payment is only from the Lord of the worlds.

فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ ١١٠

So fear Allāh and obey me."

۞ قَالُوٓاْ أَنُؤۡمِنُ لَكَ وَٱتَّبَعَكَ ٱلۡأَرۡذَلُونَ ١١١

They said, "Should we believe you while you are followed by the lowest [class of people]?"

قَالَ وَمَا عِلۡمِي بِمَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ١١٢

He said, "And what is my knowledge of what they used to do?

إِنۡ حِسَابُهُمۡ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّيۖ لَوۡ تَشۡعُرُونَ ١١٣

Their account is only upon my Lord, if you [could] perceive.

وَمَآ أَنَا۠ بِطَارِدِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ١١٤

And I am not one to drive away the believers.

إِنۡ أَنَا۠ إِلَّا نَذِيرٞ مُّبِينٞ ١١٥

I am only a clear warner."

قَالُواْ لَئِن لَّمۡ تَنتَهِ يَٰنُوحُ لَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡمَرۡجُومِينَ ١١٦

They said, "If you do not desist, O Noah, you will surely be of those who are stoned."

قَالَ رَبِّ إِنَّ قَوۡمِي كَذَّبُونِ ١١٧

He said, "My Lord, indeed my people have denied me.

فَٱفۡتَحۡ بَيۡنِي وَبَيۡنَهُمۡ فَتۡحٗا وَنَجِّنِي وَمَن مَّعِيَ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ١١٨

Then judge between me and them with decisive judgement and save me and those with me of the believers."

فَأَنجَيۡنَٰهُ وَمَن مَّعَهُۥ فِي ٱلۡفُلۡكِ ٱلۡمَشۡحُونِ ١١٩

So We saved him and those with him in the laden ship.

ثُمَّ أَغۡرَقۡنَا بَعۡدُ ٱلۡبَاقِينَ ١٢٠

Then We drowned thereafter the remaining ones.

إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ ١٢١

Indeed in that is a sign, but most of them were not to be believers.

وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ ١٢٢

And indeed, your Lord - He is the Exalted in Might, the Merciful.

"Kaum Nuh telah mendustakan para rasul. Ketika saudara mereka (Nuh) berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak ber-takwa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan-ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.' Mereka berkata, 'Apakah kami akan beriman kepadamu, padahal yang mengikuti kamu ialah orang-orang yang hina?' Nuh menja-wab, 'Bagaimana aku mengetahui apa yang telah mereka kerjakan? Perhitungan (amal perbuatan) mereka tidak lain hanyalah kepada Tuhanku, kalau kamu menyadari. Dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang beriman. Tidaklah aku (ini) melainkan pemberi peringatan yang menjelaskan.' Mereka berkata, 'Sungguh jika kamu tidak (mau) berhenti hai Nuh, niscaya benar-benar kamu akan termasuk orang-orang yang dirajam.' Nuh berkata, 'Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah mendustakan aku; maka itu adakanlah suatu keputusan antaraku dan antara mereka, dan selamatkanlah aku dan orang-orang yang beriman besertaku.' Maka Kami selamatkan Nuh dan orang-orang yang besertanya di dalam kapal yang penuh muatan. Kemudian sesudah itu Kami tenggelamkan orang-orang yang tinggal. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang." (Asy-Syu'ara`: 105-122).

(105-110) Allah سبحانه وتعالى menjelaskan pendustaan kaum nabi Nuh terhadap rasul mereka, yaitu Nuh, dan (menjelaskan) jawabannya terhadap mereka dan jawaban mereka terhadapnya, serta kesudah-an semuanya, seraya berfirman, ﴾ كَذَّبَتۡ قَوۡمُ نُوحٍ ٱلۡمُرۡسَلِينَ ﴿ "Kaum Nuh telah mendustakan para rasul," semuanya. Sebab pendustaan mereka ter-hadap Nuh adalah sama dengan mendustakan semua rasul, karena mereka semua sepakat atas satu dakwah dan satu informasi. Maka mendustakan salah satunya sama dengan mendustakan semua ke-benaran yang mereka bawa. Mereka telah mendustakannya. ﴾ إِذۡ قَالَ لَهُمۡ أَخُوهُمۡ ﴿ "ketika saudara mereka berkata kepada mereka." Maksudnya, saudara senasab, yaitu ﴾ نُوحٌ ﴿ "Nuh." Sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى hanya mengangkat para rasul itu dari nasab (keturunan, marga) kaum yang mana dia diutus ke-pada mereka, agar mereka tidak merasa jijik (segan) untuk tunduk kepadanya karena sudah mengetahui hakikat jati dirinya, sehingga mereka tidak perlu mencarinya. Maka Nuh berkata kepada mereka dengan ucapan yang paling santun, sebagaimana cara para rasul lainnya, ﴾ أَلَا تَتَّقُونَ ﴿ "Mengapa kamu tidak bertakwa," kepada Allah, lalu meninggalkan kebiasaan kalian menyembah berhala-berhala, dan memurnikan ibadah kepada Allah semata. ﴾ إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ أَمِينٞ ﴿ "Sesungguhnya aku adalah seorang rasul keperca-yaan untuk kalian," maka keberadaan sebagai utusan (rasul) yang diutus kepada mereka secara khusus mewajibkan mereka mene-rima apa saja yang diajarkan kepada mereka, beriman kepadanya dan bersyukur kepada Allah سبحانه وتعالى atas pengistimewaan yang dianu-gerahkan kepada mereka berupa seorang rasul yang mulia ini. Dan keberadaannya sebagai orang yang terpercaya itu berarti dia sama sekali tidak berdusta atas Nama Allah, tidak menambah wahyuNya dan tidak pula menguranginya. Hal ini mengharuskan mereka untuk membenarkan semua khabar yang diberitakannya dan mematuhi semua perintah-perintahnya, ﴾ فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ ﴿ "maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku," dalam hal apa saja yang dia perintahkan kepada kalian dan dia larang terhadap kalian. Inilah sebenarnya konsekuensi dari keberadaannya sebagai seorang rasul yang terpercaya yang diutus kepada mereka. Maka dari itu dia menyebutkan sebab akibatnya dengan huruf fa` (pada ungkapan فَاتَّقُوا اللّٰهَ) yang menunjukkan arti "sebab" lalu menyebutkan sebab yang mengharuskan kemudian menyebutkan tidak adanya peng-halang, seraya berfirman, ﴾ وَمَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ أَجۡرٍۖ ﴿ "Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan-ajakan itu," sehingga akan membuat kalian terbebani dengan beban yang berat. ﴾ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Upahku tidak lain hanyalah dari Rabb se-mesta alam." Aku berharap melalui seruan ini kedekatan dariNya dan pahala yang berlimpah. Adapun kalian, maka angan-angan dan puncak keinginanku dari kalian adalah memberi nasihat kepada kalian dan kalian mau menempuh jalan yang lurus. ﴾ فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ ﴿ "Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah ke-padaku." Beliau mengulangi ungkapan ini karena beliau berulang-ulang mengajak kaumnya dan karena lamanya beliau dalam mela-kukan tugas ini, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَلَبِثَ فِيهِمۡ أَلۡفَ سَنَةٍ إِلَّا خَمۡسِينَ عَامٗا ﴿ "Lalu dia tinggal di tengah-tengah mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun." (Al-Ankabut: 14) Dan, ﴾ قَالَ رَبِّ إِنِّي دَعَوۡتُ قَوۡمِي لَيۡلٗا وَنَهَارٗا 5 فَلَمۡ يَزِدۡهُمۡ دُعَآءِيٓ إِلَّا فِرَارٗا 6 ﴿ "Nuh berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya aku telah menyeru kaum-ku malam dan siang, maka seruanku itu hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran)'." (Nuh: 5-6).

(111) Maka mereka berkata sebagai jawaban terhadap dakwahnya dan penolakan terhadapnya dengan sesuatu yang tidak laik untuk dijadikan sebagai penolakan, ﴾ أَنُؤۡمِنُ لَكَ وَٱتَّبَعَكَ ٱلۡأَرۡذَلُونَ ﴿ "Apakah kami akan beriman kepadamu, padahal yang mengikuti kamu ialah orang-orang yang hina?" Maksudnya, bagaimana mungkin kami akan mengikutimu sedangkan kami tidak melihat para pengikutmu melainkan orang-orang hina, rendah dan sampah masyarakat. De-ngan ini dapat diketahui kesombongan mereka terhadap kebenaran dan kebodohan mereka terhadap kenyataan. Sebab, sesungguhnya kalau saja tujuan mereka adalah kebe-naran tentu mereka akan mengatakan, (kalau seandainya mereka memiliki rasa ketidakjelasan dan keraguan terhadap dakwahnya), "Jelaskanlah kepada kami kebenaran apa yang engkau ajarkan ini dengan cara-cara yang bisa mengantarkan kepadanya!" Kalau seandainya mereka mengamati dengan sebenar-benarnya, tentu mereka mengetahui bahwa para pengikutnya adalah orang-orang yang mulia, sebaik-baik manusia, orang-orang yang memiliki akal yang matang dan akhlak mulia, dan bahwa sebenarnya orang-orang yang hina adalah mereka yang fungsi akalnya dicabut hingga menganggap baik penyembahan terhadap batu-batu, rela sujud dan berdoa kepadanya, serta enggan tunduk kepada dakwah para rasul yang mulia. Hanya dengan (mengetahui tema) pembicaraan batil yang diungkapkan oleh salah satu dari dua pendebat itu, maka sangat mudah diketahui rusaknya pembicaraan itu, dan akal sudah bisa memastikan kebenaran klaim lawannya. Maka tatkala kita telah mendengar tentang kaum Nuh, yaitu bahwa mereka telah berkata di dalam penolakan mereka terhadap dakwah Nuh,﴾ أَنُؤۡمِنُ لَكَ وَٱتَّبَعَكَ ٱلۡأَرۡذَلُونَ ﴿ "Apakah kami akan beriman kepadamu, padahal yang mengikuti kamu ialah orang-orang yang hina?" di mana mereka berpegang kepada prinsip yang setiap orang mengetahui ketidakbenarannya dalam penolakannya terhadap dakwah Nuh, maka kita dapat mengetahui bahwa mereka adalah orang-orang sesat lagi salah, sekalipun kita belum menyaksikan bukti-bukti (mukjizat) dari Nuh dan dakwahnya yang mengindikasikan kepastian dan keyakian akan kejujurannya dan kebenaran ajaran yang dibawanya.

(112-115) Lalu Nuh عليه السلام menjawab, ﴾ وَمَا عِلۡمِي بِمَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ 112 إِنۡ حِسَابُهُمۡ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّيۖ لَوۡ تَشۡعُرُونَ ﴿ "Bagaimana aku mengetahui apa yang telah me-reka kerjakan? Perhitungan (amal perbuatan) mereka tidak lain hanyalah kepada Rabbku, kalau kamu menyadari." Maksudnya, amal perbuatan mereka dan perhitungannya adalah tanggung jawab Allah, sedang-kan kewajibanku hanyalah menyampaikan (tabligh), dan biarkan-lah mereka (jangan mencampuri urusan mereka). Jika ajaran yang aku bawa ini yang benar, maka tunduklah kepadanya, dan masing-masing mempunyai amal sendiri-sendiri. ﴾ وَمَآ أَنَا۠ بِطَارِدِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ﴿ "Dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang beriman." Seakan-akan mereka, (semoga Allah memperburuk mereka), menuntut kepada Nuh agar mengusir orang-orang yang beriman itu karena kecongkakan dan kesombongan mereka (kaum yang tidak beriman) agar mereka mau beriman. Maka Nuh mengatakan, ﴾ وَمَآ أَنَا۠ بِطَارِدِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ﴿ "Dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang beriman." Sebab mereka tidak berhak diusir dan dihina, melainkan mereka lebih berhak dihormati, baik dengan perkataan maupun dengan perbuatan, sebagaimana difirmankan oleh Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَإِذَا جَآءَكَ ٱلَّذِينَ يُؤۡمِنُونَ بِـَٔايَٰتِنَا فَقُلۡ سَلَٰمٌ عَلَيۡكُمۡۖ كَتَبَ رَبُّكُمۡ عَلَىٰ نَفۡسِهِ ٱلرَّحۡمَةَ ﴿ "Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami itu datang kepadamu, maka katakanlah, 'Semoga kesejahteraan terlimpahkan kepadamu.' Rabbmu telah menetapkan atas diriNya kasih sayang." (Al-An'am: 54). ﴾ إِنۡ أَنَا۠ إِلَّا نَذِيرٞ مُّبِينٞ ﴿ "Tidaklah aku (ini) melainkan pemberi peringatan yang menjelaskan." Maksudnya, aku ini hanyalah seorang pemberi peringatan dan penyampai dari Allah dan seorang yang bersung-guh-sungguh di dalam memberikan nasihat kepada manusia, dan aku sama sekali tidak memiliki urusan sedikit pun, karena sesung-guhnya urusannya adalah milik Allah.

(116) Kemudian Nuh عليه السلام terus berdakwah kepada mereka siang dan malam, secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, namun mereka tidak bertambah kecuali makin jauh, dan ﴾ قَالُواْ لَئِن لَّمۡ تَنتَهِ يَٰنُوحُ ﴿ "Mereka berkata, 'Sungguh jika kamu tidak (mau) berhenti hai Nuh'," dari dakwahmu kepada kami agar kami hanya beribadah kepada Allah saja, ﴾ لَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡمَرۡجُومِينَ ﴿ "niscaya benar-benar kamu akan termasuk orang-orang yang dirajam." Maksudnya, niscaya kami akan membunuhmu dengan sekeji-kejinya, yaitu dilempar dengan batu hingga mati, sebagaimana anjing dibunuh. Sungguh celaka mereka! Betapa sangat buruknya respons mereka! Mereka merespons orang yang sangat tulus nan terpercaya yang sangat sayang kepada me-reka daripada diri mereka sendiri, dengan seburuk-buruk respon.

(117-118) Sudah tidak diragukan lagi tatkala kezhaliman mereka memuncak dan kekufuran mereka makin dahsyat, maka Nabi mereka mendoakan mereka dengan suatu doa yang pasti menimpa mereka, seraya berkata, ﴾ رَّبِّ لَا تَذَرۡ عَلَى ٱلۡأَرۡضِ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ دَيَّارًا 26 ﴿ "Ya Rabbku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi." (Nuh: 26). Sedangkan di sini dia mengatakan, ﴾ رَبِّ إِنَّ قَوۡمِي كَذَّبُونِ 117 فَٱفۡتَحۡ بَيۡنِي وَبَيۡنَهُمۡ فَتۡحٗا ﴿ "Ya Rabbku, sesungguhnya kaumku telah mendustakan aku; maka itu adakanlah suatu keputusan antaraku dan antara mereka." Maksudnya, binasakanlah orang yang membangkang di antara kami, sedangkan dia tahu bahwa mereka adalah para pembangkang yang zhalim, maka dari itu dia berkata, ﴾ وَنَجِّنِي وَمَن مَّعِيَ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ﴿ "Dan selamatkanlah aku dan orang-orang yang beriman besertaku."

(119-122) ﴾ فَأَنجَيۡنَٰهُ وَمَن مَّعَهُۥ فِي ٱلۡفُلۡكِ ﴿ "Maka Kami selamatkan Nuh dan orang-orang yang besertanya di dalam bahtera," maksudnya, kapal; ﴾ ٱلۡمَشۡحُونِ ﴿ "yang penuh muatan," yang terdiri dari manusia dan ber-bagai macam hewan. ﴾ ثُمَّ أَغۡرَقۡنَا بَعۡدُ ﴿ "Kemudian sesudah itu Kami teng-gelamkan sesudahnya." Maksudnya, setelah Nuh dan orang-orang yang beriman bersamanya, ﴾ ٱلۡبَاقِينَ ﴿ "orang-orang yang tinggal." Mak-sudnya, kami menenggelamkan seluruh kaumnya. ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu." Maksudnya, pada keselamatan Nuh dan para pengikutnya dan kebinasaan orang-orang yang mendustakannya, ﴾ لَأٓيَةٗۖ ﴿ "benar-benar terdapat tanda," yang membuktikan kebenaran para rasul Kami dan kebe-naran ajaran yang mereka bawa dan kebatilan ajaran yang dianut oleh musuh-musuh mereka yang mendustakan itu. ﴾ وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "Dan sesungguhnya Rabbmu, Dia-lah Yang Mahaperkasa," Yang me-lumpuhkan musuh-musuhNya dengan keperkasaanNya, sehingga Dia menenggelamkannya dengan badai topan. ﴾ ٱلرَّحِيمُ ﴿ "Lagi Maha Penyayang" kepada para waliNya (orang-orang yang setia kepadaNya), di mana Dia telah menyelamatkan Nuh beserta orang-orang yang bersamanya dari kaum yang ber-iman.

26:123–140Page 372

كَذَّبَتۡ عَادٌ ٱلۡمُرۡسَلِينَ ١٢٣

ʿAad denied the messengers

إِذۡ قَالَ لَهُمۡ أَخُوهُمۡ هُودٌ أَلَا تَتَّقُونَ ١٢٤

When their brother Hūd said to them, "Will you not fear Allāh?

إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ أَمِينٞ ١٢٥

Indeed, I am to you a trustworthy messenger.

فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ ١٢٦

So fear Allāh and obey me.

وَمَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ أَجۡرٍۖ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ١٢٧

And I do not ask you for it any payment. My payment is only from the Lord of the worlds.

أَتَبۡنُونَ بِكُلِّ رِيعٍ ءَايَةٗ تَعۡبَثُونَ ١٢٨

Do you construct on every elevation a sign,1 amusing yourselves,

وَتَتَّخِذُونَ مَصَانِعَ لَعَلَّكُمۡ تَخۡلُدُونَ ١٢٩

And take for yourselves constructions [i.e., palaces and fortresses] that you might abide eternally?

وَإِذَا بَطَشۡتُم بَطَشۡتُمۡ جَبَّارِينَ ١٣٠

And when you strike, you strike as tyrants.

فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ ١٣١

So fear Allāh and obey me.

وَٱتَّقُواْ ٱلَّذِيٓ أَمَدَّكُم بِمَا تَعۡلَمُونَ ١٣٢

And fear He who provided you with that which you know,

أَمَدَّكُم بِأَنۡعَٰمٖ وَبَنِينَ ١٣٣

Provided you with grazing livestock and children

وَجَنَّٰتٖ وَعُيُونٍ ١٣٤

And gardens and springs.

إِنِّيٓ أَخَافُ عَلَيۡكُمۡ عَذَابَ يَوۡمٍ عَظِيمٖ ١٣٥

Indeed, I fear for you the punishment of a terrible day."

قَالُواْ سَوَآءٌ عَلَيۡنَآ أَوَعَظۡتَ أَمۡ لَمۡ تَكُن مِّنَ ٱلۡوَٰعِظِينَ ١٣٦

They said, "It is all the same to us whether you advise or are not of the advisors.

إِنۡ هَٰذَآ إِلَّا خُلُقُ ٱلۡأَوَّلِينَ ١٣٧

This is not but the custom of the former peoples,

وَمَا نَحۡنُ بِمُعَذَّبِينَ ١٣٨

And we are not to be punished."

فَكَذَّبُوهُ فَأَهۡلَكۡنَٰهُمۡۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ ١٣٩

And they denied him, so We destroyed them. Indeed in that is a sign, but most of them were not to be believers.

وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ ١٤٠

And indeed, your Lord - He is the Exalted in Might, the Merciful.

{كَذَّبَتْ عَادٌ الْمُرْسَلِينَ (123) إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ هُودٌ أَلَا تَتَّقُونَ (124) إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ (125) فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ (126) وَمَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ (127) أَتَبْنُونَ بِكُلِّ رِيعٍ آيَةً تَعْبَثُونَ (128) وَتَتَّخِذُونَ مَصَانِعَ لَعَلَّكُمْ تَخْلُدُونَ (129) وَإِذَا بَطَشْتُمْ بَطَشْتُمْ جَبَّارِينَ (130) فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ (131) وَاتَّقُوا الَّذِي أَمَدَّكُمْ بِمَا تَعْلَمُونَ (132) أَمَدَّكُمْ بِأَنْعَامٍ وَبَنِينَ (133) وَجَنَّاتٍ وَعُيُونٍ (134) إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ (135) قَالُوا سَوَاءٌ عَلَيْنَا أَوَعَظْتَ أَمْ لَمْ تَكُنْ مِنَ الْوَاعِظِينَ (136) إِنْ هَذَا إِلَّا خُلُقُ الْأَوَّلِينَ (137) وَمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِينَ (138) فَكَذَّبُوهُ فَأَهْلَكْنَاهُمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَةً وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُؤْمِنِينَ (139) وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ (140).

"Kaum Ad telah mendustakan para rasul. Ketika saudara mereka Hud berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertak-wa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan sekali-kali aku tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Apakah kamu mendirikan pada tiap-tiap tanah tinggi bangunan untuk bermain-main, dan kamu membuat benteng-benteng dengan maksud supaya kamu kekal (di dunia)? Dan apabila kamu menyik-sa, maka kamu menyiksa sebagai orang-orang kejam dan bengis. Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan ber-takwalah kepada Allah yang telah menganugerahkan kepadamu apa yang kamu ketahui. Dia telah menganugerahkan kepadamu binatang-binatang ternak, dan anak-anak, dan kebun-kebun dan mata air, sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar.' Mereka menjawab, 'Sama saja bagi kami, apakah kamu memberi nasihat atau tidak memberi nasihat, (agama kami) ini tidak lain hanyalah adat kebiasaan orang dahulu, dan kami sekali-kali tidak akan diazab.' Maka mereka mendustakan Hud, lalu Kami membinasakan mereka. Sesungguhnya pada yang de-mikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Rabbmu, Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang." (Asy-Syu'ara`: 123-140).

(123-127) Qabilah yang disebut Ad telah mendustakan rasul mereka, yaitu Hud. Dan pendustaan mereka terhadapnya (juga) merupakan pendustaan terhadap para rasul lainnya karena kesamaan dakwah mereka, ﴾ إِذۡ قَالَ لَهُمۡ أَخُوهُمۡ ﴿ "Ketika berkata kepada mereka saudara mereka," senasab, yaitu ﴾ هُودٌ ﴿ "Hud" dengan lembut dan bahasa yang santun, ﴾ أَلَا تَتَّقُونَ ﴿ "Mengapa kamu tidak bertakwa" kepada Allah, (padahal) dulu kalian meninggalkan syirik dan peribadatan kepada selainNya. ﴾ إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ أَمِينٞ ﴿ "Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan kepadamu." Maksudnya, aku telah diutus oleh Allah kepada kalian sebagai rahmat dan perhatianNya terhadap kalian, sedangkan aku adalah orang kepercayaan, kalian mengetahui hal itu dariku. Setelah itu dilanjutkan dengan FirmanNya, ﴾ فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ ﴿ "Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku." Maksudnya, tunaikanlah hak-hak Allah سبحانه وتعالى, yaitu takwa, dan tunaikanlah hakku, yaitu menaati apa saja yang aku perintahkan kepada kalian dan apa-apa yang aku larang. Hal ini adalah kewajiban agar kalian mengikutiku dan taat kepadaku, dan sudah tidak ada penghalang yang dapat mencegah kalian untuk beriman. Sebab aku tidak me-minta upah apa pun atas penyampaian dan nasihatku kepada kalian, sehingga kalian tidak merasa terbebani dengan tanggungan,﴾ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "upahku tidak lain hanyalah dari Rabb semesta alam," yang telah melimpahkan nikmat-nikmatNya kepada mereka dan mencurahkan berbagai karunia dan kemurahanNya kepada mereka, terutama sesuatu yang dilimpahkanNya kepada para wali dan para nabiNya.

(128-135) ﴾ أَتَبۡنُونَ بِكُلِّ رِيعٍ ﴿ "Apakah kamu mendirikan pada tiap-tiap tanah tinggi," maksudnya, tempat masuk di antara perbukitan, ﴾ ءَايَةٗ ﴿ "bangunan," yaitu sebagai tanda (kemegahan) ﴾ تَعۡبَثُونَ ﴿ "untuk bermain-main." Maksudnya, kalian melakukan itu semua dengan sia-sia bukan untuk suatu manfaat yang kembali kepada kemas-lahatan agama dan dunia kalian, ﴾ وَتَتَّخِذُونَ مَصَانِعَ ﴿ "dan kamu membuat bangunan-bangunan." Maksudnya, kolam-kolam air dan tempat-tempat mengalirkan air, ﴾ لَعَلَّكُمۡ تَخۡلُدُونَ ﴿ "dengan maksud supaya kamu kekal." Padahal tidak ada jalan bagi siapa pun untuk bisa kekal. ﴾ وَإِذَا بَطَشۡتُم ﴿ "Dan apabila kamu menyiksa," manusia, ﴾ بَطَشۡتُمۡ جَبَّارِينَ ﴿ "maka kamu menyiksa sebagai orang-orang kejam dan bengis," dalam bentuk membunuh, mencambuk, dan merampas harta. Memang Allah سبحانه وتعالى telah memberikan kepada mereka suatu kekuatan yang hebat, dan semestinya yang wajib mereka lakukan adalah mempergunakan kekuatan ini untuk ketaatan kepada Allah سبحانه وتعالى, akan tetapi mereka berlaku congkak dan sombong, dan mengatakan, "Siapa yang lebih kuat dari kami?" Mereka telah meng-habiskan kekuatan mereka dalam berbagai kedurhakaan terhadap Allah سبحانه وتعالى dan dalam perbuatan sia-sia dan kebodohan. Maka dari itu mereka dilarang oleh Nabi mereka dari perbuatan tersebut. ﴾ فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ ﴿ "Maka bertakwalah kepada Allah," tinggalkanlah kemusyrik-an dan kecongkakan kalian, ﴾ وَأَطِيعُونِ ﴿ "dan taatlah kepadaku," karena kalian telah mengetahui bahwa aku adalah seorang utusan Allah kepada kalian, yang dipercaya lagi tulus. ﴾ وَٱتَّقُواْ ٱلَّذِيٓ أَمَدَّكُم ﴿ "Dan ber-takwalah kepada Allah yang telah menganugerahkan kepadamu," mak-sudnya, yang telah memberikan kepada kalian, ﴾ بِمَا تَعۡلَمُونَ ﴿ "apa yang kamu ketahui." Maksudnya, yang telah mengaruniakan kepada ka-lian hal-hal yang sudah diketahui dan tidak bisa dipungkiri, yaitu berupa binatang-binatang ternak. ﴾ أَمَدَّكُم بِأَنۡعَٰمٖ ﴿ "Dia telah menganu-gerahkan kepadamu binatang-binatang ternak," yaitu berupa unta, sapi dan domba, ﴾ وَبَنِينَ ﴿ "dan anak-anak." Maksudnya, banyak anak keturunan. Dia telah memperbanyak harta kekayaan kalian dan memperbanyak anak-anak kalian, terutama anak-anak laki-laki yang merupakan yang terbaik dari dua jenis manusia. Ini adalah suatu bentuk tadzkir (mengingatkan kepada) mere-ka dengan berbagai kenikmatan. Lalu Allah mengingatkan mereka dengan akan datangnya azab Allah, seraya berfirman, ﴾ إِنِّيٓ أَخَافُ عَلَيۡكُمۡ عَذَابَ يَوۡمٍ عَظِيمٖ ﴿ "Sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab yang besar." Maksudnya, sesungguhnya aku sangat kasihan kepada kalian, aku sangat baik kepada kalian, aku khawatir kalau kalian ditimpa azab yang sangat besar. Apabila azab itu menimpa, maka tidak ada yang bisa menolaknya jika kalian terus tenggelam di dalam kekafiran dan kecongkakan kalian.

(136-138) Maka mereka berkata dengan menentang kebe-naran lagi mendustakan Nabi mereka, ﴾ سَوَآءٌ عَلَيۡنَآ أَوَعَظۡتَ أَمۡ لَمۡ تَكُن مِّنَ ٱلۡوَٰعِظِينَ ﴿ "Sama saja bagi kami, apakah kamu memberi nasihat atau tidak memberi nasihat." Maksudnya, semuanya sama! Ini adalah puncak kecongkakan. Karena suatu kaum (umat manusia) yang sampai pada keadaan di mana nasihat-nasihat Allah yang dapat mencairkan gunung-gunung yang tuli lagi keras dan dapat meremukkan hati orang-orang yang berakal, adanya nasihat itu dan ketiadaannya sama saja bagi mereka, adalah benar-benar merupakan kaum yang kezhalimannya telah memuncak, kesengsaraannya sudah amat sangat dahsyat dan sudah terputus harapan untuk bisa memberi mereka hidayah. Oleh karena itu, mereka mengatakan, ﴾ إِنۡ هَٰذَآ إِلَّا خُلُقُ ٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "Ini tidak lain hanyalah adat kebiasaan orang dahulu." Maksudnya, semua keadaan dan kenikmat-an dan lain-lainnya itu adalah kebiasaan orang-orang terdahulu, yang kadang-kadang mereka tidak membutuhkan dan kadang-kadang mereka membutuhkan. Inilah keadaan (rutinitas) tahunan. Padahal semua keadaan tersebut adalan ujian dan cobaan dari Allah سبحانه وتعالى terhadap hamba-hambaNya. ﴾ وَمَا نَحۡنُ بِمُعَذَّبِينَ ﴿ "Dan kami sekali-kali tidak akan diazab." Ini adalah suatu pengingkaran mereka terhadap kebangkitan (kiamat), atau merupakan cemoohan mereka terhadap nabi, (yang berarti): Kalaupun kami dibangkitkan lagi, maka sesungguhnya kami, sebagaimana berbagai nikmat dilimpah-kan kepada kami di dunia, maka demikian pula, kenikmatan itu akan terus dilimpahkan kepada kami bila kami dibangkitkan.

(139-140) ﴾ فَكَذَّبُوهُ ﴿ "Maka mereka mendustakannya," mak-sudnya, sikap mendustakan itu telah menjadi karakter dan moral mereka yang tidak dapat dicegah oleh siapa pun. ﴾ فَأَهۡلَكۡنَٰهُمۡۚ ﴿ "Lalu Kami membinasakan mereka," ﴾ بِرِيحٖ صَرۡصَرٍ عَاتِيَةٖ 6 سَخَّرَهَا عَلَيۡهِمۡ سَبۡعَ لَيَالٖ وَثَمَٰنِيَةَ أَيَّامٍ حُسُومٗاۖ فَتَرَى ٱلۡقَوۡمَ فِيهَا صَرۡعَىٰ كَأَنَّهُمۡ أَعۡجَازُ نَخۡلٍ خَاوِيَةٖ 7 ﴿ "Dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang, yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus; maka kamu lihat kamu 'Ad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tanggul-tanggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk)." (Al-Haqqah: 6-7). ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda" yang membuktikan kebenaran Nabi kami, Hud عليه السلام dan kebenaran ajaran yang dibawanya, serta kebatilan agama yang dianut kaumnya, berupa kesyirikan dan kecongkakan.﴾ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ ﴿ "Tetapi kebanyakan mereka tidak beriman," sekalipun sudah ada tanda-tanda yang bisa menunjukkan kepada iman. ﴾ وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "Dan sesungguhnya Rabbmu, Dia-lah Yang Mahaperkasa," yang telah membinasakan kaum Hud dengan kekuatanNya di atas kekuatan dan kebringasan mereka, ﴾ ٱلرَّحِيمُ ﴿ "lagi Maha Penyayang," terhadap NabiNya, Hud di mana Dia menyelamatkannya beserta para pengikutnya dari kalangan kaum Mukminin.

Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences

Contents

Ayat al-Kursi36Al-Kahfpage 42juz 15Bukhari 1Muslim 2999

Style

Theme
Text size
Layout

Читать на русском