As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian
Al-Anfal 8:50–73
8:50–52Page 183
وَلَوۡ تَرَىٰٓ إِذۡ يَتَوَفَّى ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ يَضۡرِبُونَ وُجُوهَهُمۡ وَأَدۡبَٰرَهُمۡ وَذُوقُواْ عَذَابَ ٱلۡحَرِيقِ ٥٠
And if you could but see when the angels take the souls of those who disbelieved...1 They are striking their faces and their backs and [saying], "Taste the punishment of the Burning Fire.
ذَٰلِكَ بِمَا قَدَّمَتۡ أَيۡدِيكُمۡ وَأَنَّ ٱللَّهَ لَيۡسَ بِظَلَّٰمٖ لِّلۡعَبِيدِ ٥١
That is for what your hands have put forth [of evil] and because Allāh is not ever unjust to [His] servants."
كَدَأۡبِ ءَالِ فِرۡعَوۡنَ وَٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡۚ كَفَرُواْ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ فَأَخَذَهُمُ ٱللَّهُ بِذُنُوبِهِمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ قَوِيّٞ شَدِيدُ ٱلۡعِقَابِ ٥٢
[Theirs is] like the custom of the people of Pharaoh and of those before them. They disbelieved in the signs of Allāh, so Allāh seized them for their sins. Indeed, Allāh is Powerful and severe in penalty.
"Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut jiwa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka (dan berkata), 'Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar', (tentulah kamu akan merasa ngeri). Demikian itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri. Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak menganiaya hambaNya. (Keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir'aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang yang sebelum-nya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Mahakuat lagi amat keras siksaNya ." (Al-Anfal: 50-52).
(50) Allah تعالى berfirman, ﴾ وَلَوۡ تَرَىٰٓ ﴿ "Kalau kamu melihat", orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah, ketika malaikat yang bertugas mencabut nyawa mewafatkan mereka, mereka sangat takut, sangat cemas, sementara para malaikat itu ﴾ يَضۡرِبُونَ وُجُوهَهُمۡ وَأَدۡبَٰرَهُمۡ ﴿ "memukul muka dan belakang mereka." Para malaikat berkata kepada mereka, "Keluarkan nyawamu." Padahal nyawa mereka sangat sulit dikeluarkan, karena ia mengetahui azab yang pedih yang ada di depannya. Oleh karena itu malaikat berkata, ﴾ وَذُوقُواْ عَذَابَ ٱلۡحَرِيقِ ﴿ "Ra-sakanlah olehmu siksa neraka yang membakar'." Yakni siksa keras lagi panas membakar.
(51) Azab ini menimpamu bukan karena kezhaliman dan ketidakadilan dari Rabbmu, akan tetapi akibat dari kemaksiatan yang kamu lakukan yang berakibat seperti yang kamu rasakan.
(52) Ini adalah sunnatullah yang berlaku untuk orang-orang yang dahulu dan yang datang berikutnya. Keadaan para pendusta itu, yakni Sunnatullah atas mereka serta kebinasaan yang Allah tam-pakkan kepada mereka akibat dosa-dosa mereka, ﴾ كَدَأۡبِ ءَالِ فِرۡعَوۡنَ وَٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡۚ ﴿ "serupa dengan keadaan Fir'aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang yang sebelumnya", dari umat-umat yang mendustakan. ﴾ كَفَرُواْ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ فَأَخَذَهُمُ ٱللَّهُ بِذُنُوبِهِمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ قَوِيّٞ شَدِيدُ ٱلۡعِقَابِ ﴿ "Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Se-sungguhnya Allah Mahakuat lagi amat keras siksaNya." Tak seorang pun mampu melindungi dirinya dari siksaNya. ﴾ مَّا مِن دَآبَّةٍ إِلَّا هُوَ ءَاخِذُۢ بِنَاصِيَتِهَآۚ ﴿ "Tidak ada suatu binatang melata pun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya." (Hud: 56).
8:53–54Page 184
ذَٰلِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ لَمۡ يَكُ مُغَيِّرٗا نِّعۡمَةً أَنۡعَمَهَا عَلَىٰ قَوۡمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنفُسِهِمۡ وَأَنَّ ٱللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٞ ٥٣
That is because Allāh would not change a favor which He had bestowed upon a people until they change what is within themselves. And indeed, Allāh is Hearing and Knowing.
كَدَأۡبِ ءَالِ فِرۡعَوۡنَ وَٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡۚ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِ رَبِّهِمۡ فَأَهۡلَكۡنَٰهُم بِذُنُوبِهِمۡ وَأَغۡرَقۡنَآ ءَالَ فِرۡعَوۡنَۚ وَكُلّٞ كَانُواْ ظَٰلِمِينَ ٥٤
[Theirs is] like the custom of the people of Pharaoh and of those before them. They denied the signs of their Lord, so We destroyed them for their sins, and We drowned the people of Pharaoh. And all [of them] were wrongdoers.
"Yang demikian (siksaan) itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah suatu nikmat yang telah di-anugerahkanNya kepada suatu kaum, hingga kaum itu merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri, dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir'aun dengan pengikut-pengikutnya serta orang-orang yang sebelumnya. Mereka mendustakan ayat-ayat Rabb mereka maka Kami membinasakan mereka disebabkan dosa-dosa mereka dan Kami tenggelamkan Fir'aun dan pengikut-pengikutnya, dan kesemuanya adalah orang-orang yang zhalim." (Al-Anfal: 53-54).
(53) ﴾ ذَٰلِكَ ﴿ "Yang demikian (siksaan) itu." Yakni siksa yang Allah timpakan kepada umat-umat yang mendustakan dan mele-nyapkan nikmat yang mereka rasakan adalah disebabkan oleh dosa-dosa mereka dan pengubahan terhadap apa yang ada pada diri mereka sendiri, karena ﴾ ٱللَّهَ لَمۡ يَكُ مُغَيِّرٗا نِّعۡمَةً أَنۡعَمَهَا عَلَىٰ قَوۡمٍ ﴿ "sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah suatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum", dari nikmat agama dan dunia, tetapi Dia membiarkannya dan akan menambahnya jika mereka mensyukuri-nya, ﴾ حَتَّىٰ يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنفُسِهِمۡ ﴿ "hingga kaum itu merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri", dari ketaatan kepada kemaksiatan, kemudian mereka mengkufuri nikmat Allah, menggantinya dengan kekufuran, maka Dia pun menariknya kembali dan merubahnya sebagaimana me-reka merubah apa yang ada pada diri mereka. Dan dalam semua itu Allah memiliki hikmah, keadilan, dan kebaikan kepada hamba-hambaNya, yang mana Allah tidak menyiksa mereka kecuali ka-rena kezhaliman mereka dan Allah menarik hati para waliNya agar selalu ingat kepadaNya dengan melihat azab yang menimpa hamba-hambaNya yang menyelisihi perintahNya. ﴾ وَأَنَّ ٱللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٞ ﴿ "Dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui", Mende-ngar semua yang diucapkan orang yang berucap, baik yang dikeras-kan maupun yang dirahasiakan. Dan Allah mengetahui apa yang disimpan oleh hati dan dipendam dalam dada, maka Dia member-lakukan takdir kepada hamba-hambaNya sesuai dengan ilmu dan kehendakNya.
(54) ﴾ كَدَأۡبِ ءَالِ فِرۡعَوۡنَ ﴿ "(Keadaan mereka) serupa dengan keada-an Fir'aun dengan pengikut-pengikutnya", yakni Fir'aun dan kaumnya. ﴾ وَٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡۚ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِ رَبِّهِمۡ ﴿ "Serta orang-orang yang sebelumnya. Mereka mendustakan ayat-ayat Rabb mereka", ketika ia datang kepada mereka. ﴾ فَأَهۡلَكۡنَٰهُم بِذُنُوبِهِمۡ ﴿ "Maka Kami membinasakan mereka disebabkan dosa-dosa mereka", semua sesuai dengan kejahatannya. ﴾ وَأَغۡرَقۡنَآ ءَالَ فِرۡعَوۡنَۚ وَكُلّٞ ﴿ "Dan Kami tenggelamkan Fir'aun dan pengikut-pengikutnya, dan kesemuanya", yakni orang-orang yang diazab dan dibinasakan ﴾ كَانُواْ ظَٰلِمِينَ ﴿ "adalah orang-orang yang zhalim", kepada diri mereka sendiri dengan berusa-ha membinasakannya. Allah tidak menzhalimi dan tidak menyiksa mereka tanpa dosa yang mereka lakukan maka hendaknya orang-orang yang ucapan ini ditujukan kepadanya tidak menyerupai me-reka dalam kezhaliman, karena Allah akan menurunkan azabNya kepadanya seperti kepada orang-orang fasik itu.
8:55–57Page 184
إِنَّ شَرَّ ٱلدَّوَآبِّ عِندَ ٱللَّهِ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ فَهُمۡ لَا يُؤۡمِنُونَ ٥٥
Indeed, the worst of living creatures in the sight of Allāh are those who have disbelieved, and they will not [ever] believe-
ٱلَّذِينَ عَٰهَدتَّ مِنۡهُمۡ ثُمَّ يَنقُضُونَ عَهۡدَهُمۡ فِي كُلِّ مَرَّةٖ وَهُمۡ لَا يَتَّقُونَ ٥٦
The ones with whom you made a treaty but then they break their pledge every time, and they do not fear Allāh.
فَإِمَّا تَثۡقَفَنَّهُمۡ فِي ٱلۡحَرۡبِ فَشَرِّدۡ بِهِم مَّنۡ خَلۡفَهُمۡ لَعَلَّهُمۡ يَذَّكَّرُونَ ٥٧
So if you, [O Muḥammad], gain dominance over them in war, disperse by [means of] them those behind them that perhaps they will be reminded.1
"Sesungguhnya binatang (makhluk) yang paling buruk di sisi Allah ialah orang-orang yang kafir, karena mereka itu tidak beriman. (Yaitu) orang-orang yang kamu telah mengambil perjan-jian dari mereka, sesudah itu mereka mengkhianati janji mereka pada setiap kalinya, dan mereka tidak takut (akibat-akibatnya). Jika kamu menemui mereka dalam peperangan, maka cerai-berai-kanlah orang-orang yang di belakang mereka dengan (menumpas) mereka, supaya mereka mengambil pelajaran." (Al-Anfal: 55-57).
(55-56) Mereka yang mengumpulkan tiga sifat buruk ini –kekufuran, ketidakimanan, dan khianat– yang mana mereka tidak memegang janji yang disepakati dan ucapan yang mereka ucapkan, adalah ﴾ شَرَّ ٱلدَّوَآبِّ عِندَ ٱللَّهِ ﴿ "binatang (makhluk) yang paling buruk di sisi Allah." Mereka lebih buruk daripada keledai, anjing, dan binatang lainnya, karena tidak adanya kebaikan pada mereka, yang ada ha-nyalah keburukan.
(57) Melenyapkan dan membinasakan mereka adalah kenis-cayaan, agar penyakit mereka tidak merembet kepada selain mereka. Oleh karena itu Allah berfirman, ﴾ فَإِمَّا تَثۡقَفَنَّهُمۡ فِي ٱلۡحَرۡبِ ﴿ "Jika kamu mene-mui mereka dalam peperangan." Yakni kamu bertemu mereka dalam peperangan di mana tidak ada perjanjian dan perdamaian, ﴾ فَشَرِّدۡ بِهِم مَّنۡ خَلۡفَهُمۡ ﴿ "maka cerai-beraikanlah orang-orang yang di belakang mereka dengan (menumpas) mereka." Yakni jadikanlah selain mereka takut dengan cara menumpas mereka, timpakan hukuman kepada mereka yang bisa menjadi pelajaran bagi yang datang sesudah mereka, ﴾ لَعَلَّهُمۡ ﴿ "Supaya mereka mengambil pelajaran." Yakni orang-orang yang datang sesudah mereka menghindari apa yang mereka lakukan agar tidak tertimpa apa yang menimpa mereka. Ini adalah salah satu manfaat hukuman dan hudud yang disebabkan karena kemaksiatan, yakni ia menjadi sebab jeranya orang yang tidak melakukan keja-hatan, bahkan ia juga merupakan sebab jeranya pelaku kejahatan agar tidak mengulangi perbuatannya. Pembatasan hukuman ini di waktu perang menunjukkan bahwa orang kafir –meskipun dia se-ring dan mudah berkhianat– jika dia telah diberi janji, maka dia tidak boleh dihukum dan dikhianati.
8:58Page 184
وَإِمَّا تَخَافَنَّ مِن قَوۡمٍ خِيَانَةٗ فَٱنۢبِذۡ إِلَيۡهِمۡ عَلَىٰ سَوَآءٍۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلۡخَآئِنِينَ ٥٨
If you [have reason to] fear from a people betrayal, throw [their treaty] back to them, [putting you] on equal terms.1 Indeed, Allāh does not like traitors.
"Dan jika kamu khawatir akan (terjadinya) pengkhianatan dari suatu golongan, maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Sesungguhnya Allah tidak menyu-kai orang-orang yang berkhianat." (Al-Anfal: 58).
(58) Yakni, jika antara kamu dengan suatu kaum terdapat perjanjian damai, lalu kamu khawatir mereka akan berkhianat, di mana kamu mencium indikasi pengkhianatan mereka dan mereka tidak berkhianat dengan terang-terangan, ﴾ فَٱنۢبِذۡ إِلَيۡهِمۡ ﴿ "maka kembali-kanlah perjanjian itu kepada mereka." Yakni, katakanlah kepada mereka bahwa antara kamu dengan mereka tidak ada perjanjian, ﴾ عَلَىٰ سَوَآءٍۚ ﴿ "dengan cara yang jujur." Yakni sehingga pengetahuanmu dan pe-ngetahuan mereka tentang itu adalah sama, tidak halal bagimu mengkhianati mereka atau melakukan sesuatu yang dilarang sesuai dengan tuntutan perjanjian sebelum kamu mengatakan itu kepada mereka. ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلۡخَآئِنِينَ ﴿ "Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat." Bahkan Dia sangat membencinya. Jadi, harus ada hal yang jelas yang membebaskanmu dari khianat. Ayat ini menunjukkan bahwa jika pengkhianatan telah terbukti terjadi dari mereka, maka tidak perlu lagi mengembalikan perjanjian kepada mereka, karena ia telah diketahui dengan jelas dari mereka, dan karena tidak ada kegunaannya, serta berdasarkan FirmanNya, ﴾ عَلَىٰ سَوَآءٍۚ ﴿ "Dengan cara yang jujur." Dan di sini pengkhianatan mereka telah diketahui oleh semua pihak. Makna tersirat ayat ini juga menun-jukkan bahwa jika pengkhianatan mereka tidak dikhawatirkan, di mana tidak ada indikasi ke arah sana dari mereka, maka tidak boleh membatalkannya, bahkan wajib dipenuhi sampai habis masanya.
8:59Page 184
وَلَا يَحۡسَبَنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ سَبَقُوٓاْۚ إِنَّهُمۡ لَا يُعۡجِزُونَ ٥٩
And let not those who disbelieve think they will escape. Indeed, they will not cause failure [to Allāh].
"Dan janganlah orang-orang yang kafir itu mengira, bahwa mereka akan dapat lolos (dari kekuasaan Allah). Sesungguhnya mereka tidak dapat melemahkan (Allah)." (Al-Anfal: 59).
(59) Yakni, janganlah orang-orang yang kafir kepada Rabb mereka, yang mendustakan ayat-ayatNya meyakini bahwa mereka akan lolos dan bebas dari hukuman Allah, karena sesungguhnya mereka tidak dapat melemahkanNya, dan Allah selalu mengawasi mereka. Allah تعالى mempunyai hikmah yang mendalam dalam pe-nundaanNya dan tidak menyegerakan azab kepada mereka, yang di antaranya adalah ujian kepada hamba-hambaNya yang beriman dan membekali mereka dari ketaatan dan keridhaanNya yang mem-buat mereka mencapai derajat yang tinggi serta akhlak dan sifat yang tidak bisa mereka raih dengan selainnya. Oleh karena itu Dia berfirman kepada hamba-hambaNya yang beriman,
8:60Page 184
وَأَعِدُّواْ لَهُم مَّا ٱسۡتَطَعۡتُم مِّن قُوَّةٖ وَمِن رِّبَاطِ ٱلۡخَيۡلِ تُرۡهِبُونَ بِهِۦ عَدُوَّ ٱللَّهِ وَعَدُوَّكُمۡ وَءَاخَرِينَ مِن دُونِهِمۡ لَا تَعۡلَمُونَهُمُ ٱللَّهُ يَعۡلَمُهُمۡۚ وَمَا تُنفِقُواْ مِن شَيۡءٖ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ يُوَفَّ إِلَيۡكُمۡ وَأَنتُمۡ لَا تُظۡلَمُونَ ٦٠
And prepare against them whatever you are able of power and of steeds of war1 by which you may terrify the enemy of Allāh and your enemy and others besides them whom you do not know [but] whom Allāh knows. And whatever you spend in the cause of Allāh will be fully repaid to you, and you will not be wronged.
"Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya, sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)." (Al-Anfal: 60).
(60) ﴾ وَأَعِدُّواْ ﴿ "Dan siapkanlah," untuk menghadapi musuh-musuhmu, orang-orang kafir yang selalu berusaha mencelakakanmu dan membatalkan agamamu, ﴾ مَّا ٱسۡتَطَعۡتُم مِّن قُوَّةٖ ﴿ "kekuatan apa saja yang kamu sanggupi." Yakni kekuatan akal (strategi), jasmani, senjata, dan apa saja yang kamu mampu, di mana kekuatan itu dapat memban-tumu menghadapi mereka, termasuk dalam hal ini adalah berbagai bentuk keahlian membuat senjata perang dan perangkatnya, seperti meriam, peluru, senapan, pesawat tempur, kendaraan darat dan laut, benteng, kapal layar, parit, perangkat-perangkat pertahanan, strategi, dan siasat, yang dengannya kaum Muslimin menjadi maju dan mampu menangkal ancaman musuh, termasuk belajar mem-bidik, melatih keberanian, dan seni perang. Oleh karena itu Nabi ﷺ bersabda, أَلَا إِنَّ الْقُوَّةَ الرَّمْيُ. "Ketahuilah bahwa kekuatan itu adalah memanah (membidik)."[80] Termasuk juga mempersiapkan kendaraan yang diperlukan pada waktu perang. Oleh karena itu Allah تعالى berfirman, ﴾ وَمِن رِّبَاطِ ٱلۡخَيۡلِ تُرۡهِبُونَ بِهِۦ عَدُوَّ ٱللَّهِ وَعَدُوَّكُمۡ ﴿ "Dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu." Illat ini ada padanya pada masa itu, yaitu yang dapat menggentarkan musuh, dan hukum selalu beriringan dengan illat-nya, jika memang ada sesuatu yang lebih menggentarkan dari pa-danya, seperti kendaraan perang darat dan udara di mana serangan-nya kepada musuh lebih telak, maka ia pun diperintahkan untuk diusahakan dan dipersiapkan, bahkan seandainya ia tidak bisa dilaksanakan kecuali dengan mempelajari ilmu persenjataan, maka mempelajarinya adalah wajib, karena suatu perkara yang suatu kewajiban tidak bisa terlaksana kecuali dengannya, maka perkara tersebut hukumnya wajib. Dan FirmanNya, ﴾ تُرۡهِبُونَ بِهِۦ عَدُوَّ ٱللَّهِ وَعَدُوَّكُمۡ ﴿ "Kamu menggentar-kan dengannya musuh Allah dan musuhmu", dari kalangan orang-orang yang kamu ketahui bahwa mereka adalah musuhmu, ﴾ وَءَاخَرِينَ مِن دُونِهِمۡ لَا تَعۡلَمُونَهُمُ ﴿ "dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahui-nya", dari kalangan orang-orang yang akan memerangimu sesudah ini yang Allah berbicara kepada mereka dengan kekalahan. ﴾ ٱللَّهُ يَعۡلَمُهُمۡۚ ﴿ "Sedang Allah mengetahuinya." Oleh karena itu Allah memerintah-kanmu agar bersiap-siap menghadapi mereka juga. Dan di antara perkara besar yang membantu dalam memerangi mereka adalah menginfakkan harta untuk berjihad melawan orang-orang kafir. Oleh karena itu, Allah تعالى mendorong hal itu dengan FirmanNya, ﴾ وَمَا تُنفِقُواْ مِن شَيۡءٖ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ ﴿ "Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah", baik sedikit ataupun banyak ﴾ يُوَفَّ إِلَيۡكُمۡ ﴿ "niscaya akan dibalas dengan cukup", pahalanya pada Hari Kiamat dengan berlipat ganda, bahkan nafkah di jalan Allah akan dilipatgandakan menjadi tujuh ratus kali lipat sampai berkali-kali lipat. ﴾ وَأَنتُمۡ لَا تُظۡلَمُونَ ﴿ "Dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)." Yakni sedikit pun pahalamu tidak akan dikurangi.
8:61–64Page 184
۞ وَإِن جَنَحُواْ لِلسَّلۡمِ فَٱجۡنَحۡ لَهَا وَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡعَلِيمُ ٦١
And if they incline to peace, then incline to it [also] and rely upon Allāh. Indeed, it is He who is the Hearing, the Knowing.
وَإِن يُرِيدُوٓاْ أَن يَخۡدَعُوكَ فَإِنَّ حَسۡبَكَ ٱللَّهُۚ هُوَ ٱلَّذِيٓ أَيَّدَكَ بِنَصۡرِهِۦ وَبِٱلۡمُؤۡمِنِينَ ٦٢
But if they intend to deceive you - then sufficient for you is Allāh. It is He who supported you with His help and with the believers
وَأَلَّفَ بَيۡنَ قُلُوبِهِمۡۚ لَوۡ أَنفَقۡتَ مَا فِي ٱلۡأَرۡضِ جَمِيعٗا مَّآ أَلَّفۡتَ بَيۡنَ قُلُوبِهِمۡ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ أَلَّفَ بَيۡنَهُمۡۚ إِنَّهُۥ عَزِيزٌ حَكِيمٞ ٦٣
And brought together their hearts. If you had spent all that is in the earth, you could not have brought their hearts together; but Allāh brought them together. Indeed, He is Exalted in Might and Wise.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِيُّ حَسۡبُكَ ٱللَّهُ وَمَنِ ٱتَّبَعَكَ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ٦٤
O Prophet, sufficient for you is Allāh and for whoever follows you of the believers.
"Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka con-donglah kepadanya dan bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Dan jika mereka bermaksud hendak menipumu, maka sesungguhnya cukup-lah Allah (menjadi pelindungmu). Dia-lah yang memperkuatmu dengan pertolonganNya dan dengan para Mukmin. Dan yang mem-persatukan hati mereka (orang-orang yang beriman), walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, nis-caya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha-perkasa lagi Mahabijaksana. Hai Nabi, cukuplah Allah (menjadi Pelindung) bagimu dan bagi orang-orang Mukmin yang mengiku-timu." (Al-Anfal: 61-64).
(61) Allah تعالى berfirman ﴾ وَإِن جَنَحُواْ ﴿ "Dan jika mereka condong", yakni orang-orang kafir yang memerangi kaum Muslimin. Yakni, mereka condong kepada kedamaian dan genjatan senjata, ﴾ فَٱجۡنَحۡ لَهَا وَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِۚ ﴿ "maka condonglah kepadanya dan bertawakallah kepada Allah." Yakni, ikutilah keinginan mereka dengan bertawakal kepada Allah karena hal itu mengandung banyak faidah, di antaranya bahwa kedamaian adalah tuntutan di setiap waktu, jika mereka yang me-mulai dalam hal ini maka harus diikuti. Di antara faidah lainnya adalah, bahwa hal itu memberi waktu bagi pasukan Muslim untuk menyusun kekuatan dan mempersiap-kan diri untuk waktu berikutnya jika diperlukan. Di antara faidahnya juga adalah, bahwa jika kamu berdamai dan masing-masing pihak mengetahui apa yang ada pada selain-nya, maka Islam adalah agama yang tinggi dan tidak ada yang di atasnya. Siapa pun yang mempunyai akal dan ilmu, jika memang dia itu obyektif, maka dia pasti akan mengutamakan agama Islam daripada agama lainnya, karena keindahan Islam dalam perintah dan larangan, dalam pergaulan dengan makhluk, dan dalam ke-adilan. Dan bahwa tidak ada kezhaliman dan aniaya sedikit pun dalam Islam, maka dalam kondisi tersebut akan muncul simpatisan dan pengikut dalam jumlah yang banyak, sehingga perdamaian itu menjadi batu loncatan bagi orang-orang Muslim untuk mengalah-kan orang-orang kafir.
(62-63) Tidak ada yang dikhawatirkan dari perdamaian kecuali satu hal, yaitu bahwa mungkin saja tujuan mereka dalam perdamaian tersebut adalah untuk menipu kaum Muslimin dengan memanfaatkan kesempatan untuk menyerang mereka, maka Allah memberitahukan bahwa Dia adalah pelindung mereka dan cukup-lah Allah sebagai pelindung, dan bahwa akibat buruk makar mereka akan menimpa mereka sendiri. Dia berfirman, ﴾ وَإِن يُرِيدُوٓاْ أَن يَخۡدَعُوكَ فَإِنَّ حَسۡبَكَ ٱللَّهُۚ ﴿ "Dan jika mereka bermaksud hendak menipumu, maka sesung-guhnya cukuplah Allah (menjadi pelindungmu)." Yakni melindungimu dari apa yang dapat menyakitimu. Dia-lah yang mengurusi kemas-lahatan dan keperluanmu, sebagaimana perlindungan dan bantuan-Nya yang menenteramkan hatimu telah kamu rasakan sebelum-nya. ﴾ ٱلَّذِيٓ أَيَّدَكَ بِنَصۡرِهِۦ وَبِٱلۡمُؤۡمِنِينَ ﴿ "Dia-lah yang memperkuatmu dengan per-tolonganNya dan dengan para Mukmin." Yakni Allah membantumu dengan pertolongan langit yaitu pertolongan dariNya yang tidak ada sesuatu pun yang dapat menandinginya, dan pertolongan dengan orang-orang Mukmin dengan membimbing mereka untuk membantumu. ﴾ وَأَلَّفَ بَيۡنَ قُلُوبِهِمۡۚ ﴿ "Dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman)," sehingga mereka kompak bersatu yang karena persatuan itu kekuatan mereka pun bertambah, dan ini bu-kan karena usaha seseorang, bukan pula dengan kekuatan selain kekuatan Allah. ﴾ لَوۡ أَنفَقۡتَ مَا فِي ٱلۡأَرۡضِ جَمِيعٗا ﴿ "Walaupun kamu membelanja-kan semua (kekayaan) yang berada di bumi", serupa emas, perak, dan lain-lain untuk menyatukan mereka setelah perselisihan dan per-pecahan yang berat itu, ﴾ مَّآ أَلَّفۡتَ بَيۡنَ قُلُوبِهِمۡ ﴿ "niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka", karena tidak ada yang mampu membo-lak-balikkan hati kecuali Allah. ﴾ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ أَلَّفَ بَيۡنَهُمۡۚ إِنَّهُۥ عَزِيزٌ حَكِيمٞ ﴿ "Akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha-perkasa lagi Mahabijaksana." Dan di antara keperkasaanNya adalah menyatukan dan mempertemukan hati mereka setelah sebelumnya bercerai-berai, sebagaimana Allah تعالى berfirman, ﴾ وَٱذۡكُرُواْ نِعۡمَتَ ٱللَّهِ عَلَيۡكُمۡ إِذۡ كُنتُمۡ أَعۡدَآءٗ فَأَلَّفَ بَيۡنَ قُلُوبِكُمۡ فَأَصۡبَحۡتُم بِنِعۡمَتِهِۦٓ إِخۡوَٰنٗا وَكُنتُمۡ عَلَىٰ شَفَا حُفۡرَةٖ مِّنَ ٱلنَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنۡهَاۗ ﴿ "Dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu karena nikmat Allah menjadilah kamu orang-orang yang bersaudara, dan kamu telah berada di tepi jurang Neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu darinya." (Ali Imran: 103).
(64) Kemudian Allah تعالى berfirman, ﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِيُّ حَسۡبُكَ ٱللَّهُ وَمَنِ ٱتَّبَعَكَ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ﴿ "Hai Nabi, cukuplah Allah (menjadi Pelindung) bagimu dan bagi orang-orang Mukmin yang mengikutimu." Yakni pelindung orang-orang Mukmin yang mengikutimu. Ini adalah janji Allah bagi ham-ba-hambaNya yang beriman yang mengikuti RasulNya, bahwa Dia akan mencukupi, melindungi, dan memenangkan mereka atas mu-suh, jika mereka melakukan sebabnya, yaitu iman dan ittiba'. Allah pasti akan menjamin apa yang mereka perlukan dari perkara agama dan dunia, perlindungan ini hanya tidak diberikan pada saat sya-ratnya tidak terlaksana.
8:65–66Page 185
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِيُّ حَرِّضِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ عَلَى ٱلۡقِتَالِۚ إِن يَكُن مِّنكُمۡ عِشۡرُونَ صَٰبِرُونَ يَغۡلِبُواْ مِاْئَتَيۡنِۚ وَإِن يَكُن مِّنكُم مِّاْئَةٞ يَغۡلِبُوٓاْ أَلۡفٗا مِّنَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بِأَنَّهُمۡ قَوۡمٞ لَّا يَفۡقَهُونَ ٦٥
O Prophet, urge the believers to battle. If there are among you twenty [who are] steadfast, they will overcome two hundred. And if there are among you one hundred [who are steadfast], they will overcome a thousand of those who have disbelieved because they are a people who do not understand.
ٱلۡـَٰٔنَ خَفَّفَ ٱللَّهُ عَنكُمۡ وَعَلِمَ أَنَّ فِيكُمۡ ضَعۡفٗاۚ فَإِن يَكُن مِّنكُم مِّاْئَةٞ صَابِرَةٞ يَغۡلِبُواْ مِاْئَتَيۡنِۚ وَإِن يَكُن مِّنكُمۡ أَلۡفٞ يَغۡلِبُوٓاْ أَلۡفَيۡنِ بِإِذۡنِ ٱللَّهِۗ وَٱللَّهُ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ ٦٦
Now, Allāh has lightened [the hardship] for you, and He knows that among you is weakness. So if there are from you one hundred [who are] steadfast, they will overcome two hundred. And if there are among you a thousand, they will overcome two thousand by permission of Allāh. And Allāh is with the steadfast.
"Hai Nabi, kobarkanlah semangat para Mukmin itu untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang (yang sabar) di antaramu, mereka dapat me-ngalahkan seribu orang-orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti. Sekarang Allah telah meringankan kepadamu dan Dia telah mengetahui bahwa padamu ada kelemah-an. Maka jika ada di antaramu seratus orang yang sabar, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang, dan jika di antaramu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka dapat mengalahkan dua ribu orang dengan seizin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar." (Al-Anfal: 65-66).
(65) Allah تعالى berfirman kepada NabiNya ﷺ, ﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِيُّ حَرِّضِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ عَلَى ٱلۡقِتَالِۚ ﴿ "Hai Nabi, kobarkanlah semangat para Mukmin itu untuk berperang." Yakni doronglah dan paculah mereka untuk berperang dengan apa yang dapat menguatkan tekad mereka dan melecut semangat mereka, dengan memberikan anjuran dan janji pahala jihad dan melawan musuh, serta memberikan ancaman dan janji dosa terhadap sebaliknya, menjelaskan keutamaan kesabaran dan keberanian, serta apa yang dihasilkannya berupa kebaikan dunia dan akhirat, menjelaskan bahayanya sifat penakut, dan bahwa ia termasuk akhlak tercela yang menodai agama dan muru'ah, dan bahwa orang Mukmin lebih berhak untuk berani daripada yang lain. ﴾ إِن تَكُونُواْ تَأۡلَمُونَ فَإِنَّهُمۡ يَأۡلَمُونَ كَمَا تَأۡلَمُونَۖ وَتَرۡجُونَ مِنَ ٱللَّهِ مَا لَا يَرۡجُونَۗ ﴿ "Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya mereka pun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang ka-mu mengharap dari Allah apa yang tidak mereka harapkan." (An-Nisa`: 104). ﴾ إِن يَكُن مِّنكُمۡ ﴿ "Jika ada di antara kamu", wahai orang-orang Muk-min ﴾ عِشۡرُونَ صَٰبِرُونَ يَغۡلِبُواْ مِاْئَتَيۡنِۚ وَإِن يَكُن مِّنكُم مِّاْئَةٞ يَغۡلِبُوٓاْ أَلۡفٗا مِّنَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ ﴿ "dua puluh orang yang sabar di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalah-kan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang (yang sabar) di antaramu, mereka dapat mengalahkan seribu orang-orang kafir." Satu Muslim melawan sepuluh orang kafir. Hal itu karena orang-orang kafir itu adalah ﴾ قَوۡمٞ لَّا يَفۡقَهُونَ ﴿ "kaum yang tidak mengerti." Yakni me-reka tidak mengetahui tentang apa yang Allah sediakan bagi para mujahidin di jalanNya. Orang-orang kafir berperang demi kekuasa-an dan membuat kerusakan di bumi, sementara kamu memahami maksud dari berperang, bahwa ia adalah untuk meninggikan kali-mat Allah, meninggikan agamaNya, membela KitabNya, dan meraih kemenangan besar di sisi Allah. Semua itu adalah pendorong untuk berani, bersabar, dan maju ke medan perang.
(66) Kemudian Allah meringankan hukum ini atas hamba-hambaNya. Dia berfirman, ﴾ ٱلۡـَٰٔنَ خَفَّفَ ٱللَّهُ عَنكُمۡ وَعَلِمَ أَنَّ فِيكُمۡ ضَعۡفٗاۚ ﴿ "Sekarang Allah telah meringankan kepadamu dan Dia telah mengetahui bahwa pa-damu ada kelemahan." Oleh karena itu hikmah dan rahmatNya me-nuntut adanya keringanan. ﴾ فَإِن يَكُن مِّنكُم مِّاْئَةٞ صَابِرَةٞ يَغۡلِبُواْ مِاْئَتَيۡنِۚ وَإِن يَكُن مِّنكُمۡ أَلۡفٞ يَغۡلِبُوٓاْ أَلۡفَيۡنِ بِإِذۡنِ ٱللَّهِۗ وَٱللَّهُ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ ﴿ "Maka jika ada di antaramu seratus orang yang sabar, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang, dan jika di antaramu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka dapat menga-lahkan dua ribu orang dengan seizin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar", dengan dukungan dan pertolonganNya. Konteks ayat-ayat ini berbentuk berita tentang orang-orang Mukmin bahwa jika mereka mencapai jumlah tertentu tersebut, mereka akan mengalahkan jumlah tertentu dari orang-orang kafir, bahwa Allah memberikan nikmat kepada mereka dengan kebera-nian iman yang mereka miliki, akan tetapi makna dan hakikatnya adalah perintah, bahwa pada awalnya Allah memerintahkan orang-orang Mukmin, bahwa satu orang Mukmin melawan sepuluh orang kafir dan tidak boleh berlari dari mereka, sepuluh menghadapi se-ratus dan seratus menghadapi seribu kemudian Allah meringankan itu, maka orang Muslim tidak boleh berlari jika berhadapan dengan orang-orang kafir yang berjumlah dua kali dari mereka, jika lebih maka boleh berlari. Akan tetapi pemahaman ini disanggah dengan dua hal: Pertama: Konteks ayat ini berbentuk berita, dan berita pada dasarnya sesuai dengan keberadaannya, bahwa maksud dari itu adalah penyebutan nikmat dan pemberitahuan tentang realita yang terjadi. Kedua: Pembatasan angka tersebut, apabila mereka adalah orang-orang yang sabar, terlatih di atas kesabaran, makna tersirat-nya adalah bahwa jika mereka bukan orang-orang yang bersabar, maka dibolehkan untuk berlari, meski orang-orang kafir itu kurang dari dua kali lipat mereka, jika perkiraan mereka akan kalah, seba-gaimana hal itu merupakan tuntutan hikmah ilahiyah. Yang pertama dijawab dengan mengatakan bahwa Firman-Nya, ﴾ ٱلۡـَٰٔنَ خَفَّفَ ٱللَّهُ عَنكُمۡ ﴿ "Sekarang Allah telah meringankan kepadamu…" dan seterusnya adalah dalil bahwa perkara ini adalah wajib dan perintah tak bisa ditawar. Kemudian Allah meringankannya men-jadi jumlah tersebut, ini jelas sekali bahwa ia adalah perintah, meski dengan konteks berita. Bisa juga dikatakan bahwa konteks berita yang dihadirkan mengandung rahasia indah yang tidak ada pada bahasa perintah, yaitu memompa semangat orang-orang Mukmin dan berita gembira bahwa mereka akan mengalahkan orang-orang kafir. Yang kedua dijawab dengan mengatakan bahwa yang dimak-sud pembatasan dengan orang-orang yang bersabar adalah sebagai pemacu kepada kesabaran, bahwa orang-orang Mukmin harus me-lakukan sebab-sebabnya, jika mereka telah melakukannya maka sebab-sebab iman dan materiil memberi isyarat gembira terwujud-nya kemenangan yang dijanjikan oleh Allah untuk kelompok kecil ini.
8:67–69Page 185
مَا كَانَ لِنَبِيٍّ أَن يَكُونَ لَهُۥٓ أَسۡرَىٰ حَتَّىٰ يُثۡخِنَ فِي ٱلۡأَرۡضِۚ تُرِيدُونَ عَرَضَ ٱلدُّنۡيَا وَٱللَّهُ يُرِيدُ ٱلۡأٓخِرَةَۗ وَٱللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٞ ٦٧
It is not for a prophet to have captives [of war] until he inflicts a massacre [upon Allāh's enemies] in the land. You [i.e., some Muslims] desire the commodities of this world,1 but Allāh desires [for you] the Hereafter. And Allāh is Exalted in Might and Wise.
لَّوۡلَا كِتَٰبٞ مِّنَ ٱللَّهِ سَبَقَ لَمَسَّكُمۡ فِيمَآ أَخَذۡتُمۡ عَذَابٌ عَظِيمٞ ٦٨
If not for a decree from Allāh that preceded,1 you would have been touched for what you took by a great punishment.
فَكُلُواْ مِمَّا غَنِمۡتُمۡ حَلَٰلٗا طَيِّبٗاۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٞ رَّحِيمٞ ٦٩
So consume what you have taken of war booty [as being] lawful and good, and fear Allāh. Indeed, Allāh is Forgiving and Merciful.
"Tidak patut, bagi seorang Nabi mempunyai tawanan sebelum ia dapat melumpuhkan musuhnya di muka bumi. Kamu menghen-daki harta benda duniawiyah sedangkan Allah menghendaki (pa-hala) akhirat (untukmu). Dan Allah Mahaperkasa lagi Mahabijak-sana. Kalau sekiranya tidak ada ketetapan yang telah terdahulu dari Allah, niscaya kamu ditimpa siksaan yang besar karena te-busan yang kamu ambil. Maka makanlah dari sebagian rampasan perang yang telah kamu ambil itu, sebagai makanan yang halal lagi baik, dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Al-Anfal: 67-69).
(67) Ini adalah teguran Allah kepada RasulNya dan orang-orang yang beriman pada hari Perang Badar, manakala mereka me-nawan orang-orang musyrik dan membiarkan mereka untuk harta tebusan. Ketika itu Umar bin al-Khaththab telah mengusulkan agar para tawanan itu dibunuh dan dihabisi saja. Allah berfirman, ﴾ مَا كَانَ لِنَبِيٍّ أَن يَكُونَ لَهُۥٓ أَسۡرَىٰ حَتَّىٰ يُثۡخِنَ فِي ٱلۡأَرۡضِۚ ﴿ "Tidak patut, bagi seorang Nabi mempu-nyai tawanan sebelum ia dapat melumpuhkan musuhnya di muka bumi." Yakni tidak layak dan tidak pantas bagi Nabi, jika Nabi memerangi orang-orang kafir yang hendak memadamkan cahaya Allah, ber-usaha mematikan agamaNya, memberangus siapa pun di bumi ini yang menyembah Allah, untuk menawan orang-orang kafir dan membiarkannya hidup demi harta tebusan dari mereka, karena ia hanyalah harta sedikit jika dibandingkan dengan kemaslahatan yang menuntut pemusnahan mereka dan penangkalan terhadap keburukan mereka. Selama mereka memendam keburukan dan memiliki gerakan, maka yang lebih utama adalah tidak menawan mereka, jika mereka telah bisa dilumpuhkan, kejahatan mereka terkikis dan kekuatan mereka sirna, maka dalam kondisi tersebut tidak mengapa menawan mereka dan membiarkan mereka hidup. Allah berfirman, ﴾ تُرِيدُونَ ﴿ "Kamu menghendaki", dengan me-nerima tebusan dari mereka ﴾ عَرَضَ ٱلدُّنۡيَا ﴿ "harta benda duniawiyah", bukan kemaslahatan yang kembali kepada agamamu ﴾ وَٱللَّهُ يُرِيدُ ٱلۡأٓخِرَةَۗ ﴿ "sedangkan Allah menghendaki (pahala) akhirat (untukmu)." Dengan memuliakan agamaNya, memenangkan para waliNya, dan menja-dikan kalimat mereka tinggi di atas yang lain, maka Dia memerin-tahkanmu untuk melakukan sesuatu yang dapat menyampaikanmu ke sana. ﴾ وَٱللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٞ ﴿ "Dan Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana." Yakni perkasa dengan sempurna, jika Allah mau, Allah bisa menga-lahkan orang-orang kafir tanpa perang, akan tetapi Allah Mahabi-jaksana, menguji sebagian kamu dengan sebagian yang lain.
(68) ﴾ لَّوۡلَا كِتَٰبٞ مِّنَ ٱللَّهِ سَبَقَ ﴿ "Kalau sekiranya tidak ada ketetapan yang telah terdahulu dari Allah", yaitu qadha dan qadarNya, bahwa Dia telah menghalalkan harta rampasan perang untukmu dan bah-wa Allah telah mengangkat azab darimu wahai umat ﴾ لَمَسَّكُمۡ فِيمَآ أَخَذۡتُمۡ عَذَابٌ عَظِيمٞ ﴿ "niscaya kamu ditimpa siksaan yang besar karena tebusan yang kamu ambil." Dalam hadits disebutkan, لَوْ نَزَلَ عَذَابُ يَوْمَ بَدْرٍ، مَا نَجَا مِنْهُ إِلَّا عُمَرَ. "Seandainya pada Hari perang Badar turun azab, maka yang selamat darinya hanyalah Umar."[81]
(69) ﴾ فَكُلُواْ مِمَّا غَنِمۡتُمۡ حَلَٰلٗا طَيِّبٗاۚ ﴿ "Maka makanlah dari sebagian ram-pasan perang yang telah kamu ambil itu, sebagai makanan yang halal lagi baik." Ini adalah di antara kasih sayang Allah تعالى kepada umat ini, dengan menghalalkan harta rampasan perang yang tidak dihalal-kan kepada umat sebelumnya. ﴾ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۚ ﴿ "Dan bertakwalah kepada Allah", dalam segala urusanmu, dan pegang eratlah ketakwaan ini sebagai bukti syukur terhadap nikmat Allah atasmu. ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٞ ﴿ "Sesungguhnya Allah Maha Pengampun." Mengampuni semua dosa bagi yang bertaubat kepadaNya, dan mengampuni seluruh maksiat bagi yang tidak menyekutukanNya dengan sesuatu pun. ﴾ رَّحِيمٞ ﴿ "Lagi Maha Penyayang" kepadamu, di mana Dia menghalalkan harta rampasan perang dan menjadikannya halal lagi baik untukmu.
8:70–71Page 186
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِيُّ قُل لِّمَن فِيٓ أَيۡدِيكُم مِّنَ ٱلۡأَسۡرَىٰٓ إِن يَعۡلَمِ ٱللَّهُ فِي قُلُوبِكُمۡ خَيۡرٗا يُؤۡتِكُمۡ خَيۡرٗا مِّمَّآ أُخِذَ مِنكُمۡ وَيَغۡفِرۡ لَكُمۡۚ وَٱللَّهُ غَفُورٞ رَّحِيمٞ ٧٠
O Prophet, say to whoever is in your hands of the captives, "If Allāh knows [any] good in your hearts, He will give you [something] better than what was taken from you, and He will forgive you; and Allāh is Forgiving and Merciful."
وَإِن يُرِيدُواْ خِيَانَتَكَ فَقَدۡ خَانُواْ ٱللَّهَ مِن قَبۡلُ فَأَمۡكَنَ مِنۡهُمۡۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ ٧١
But if they intend to betray you - then they have already betrayed Allāh before, and He empowered [you] over them. And Allāh is Knowing and Wise.
"Hai Nabi, katakanlah kepada tawanan-tawanan yang ada di tanganmu, 'Jika Allah mengetahui ada kebaikan dalam hatimu, niscaya Dia akan memberikan kepadamu yang lebih baik daripada apa yang telah diambil darimu dan Dia akan mengampuni kamu.' Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Akan tetapi jika mereka (tawanan-tawanan itu) bermaksud hendak berkhianat kepadamu, maka sesungguhnya mereka telah berkhianat kepada Allah sebelum ini, lalu Allah menjadikan(mu) berkuasa terhadap mereka. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana." (Al-Anfal: 70-71).
(70) Ayat ini turun terkait dengan tawanan perang Badar[82], yang salah satunya adalah al-Abbas, paman Nabi ﷺ, ketika dia di-minta uang tebusan, dia menyatakan bahwa dia telah masuk Islam sebelumnya, tetapi mereka tetap mengambil tebusan darinya. Maka Allah تعالى menurunkan ayat ini untuk menenangkan pikirannya dan orang-orang yang sepertinya. ﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِيُّ قُل لِّمَن فِيٓ أَيۡدِيكُم مِّنَ ٱلۡأَسۡرَىٰٓ إِن يَعۡلَمِ ٱللَّهُ فِي قُلُوبِكُمۡ خَيۡرٗا يُؤۡتِكُمۡ خَيۡرٗا مِّمَّآ أُخِذَ مِنكُمۡ ﴿ "Hai Nabi, katakanlah kepada tawanan-ta-wanan yang ada di tanganmu, 'Jika Allah mengetahui ada kebaikan dalam hatimu, niscaya Dia akan memberikan kepadamu yang lebih baik daripada apa yang telah diambil darimu'," berupa harta, yaitu dengan memu-dahkan untukmu banyak kebaikan yang lebih baik daripada apa yang diambil darimu dari karunianya. ﴾ وَيَغۡفِرۡ لَكُمۡۚ ﴿ "Dan Dia akan mengampuni kamu," yakni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam Surga. ﴾ وَٱللَّهُ غَفُورٞ رَّحِيمٞ ﴿ "Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." Allah telah membuktikan janjiNya untuk al-Abbas dan selainnya, maka setelah itu dia mendapatkan harta yang banyak, sampai suatu kali Nabi ﷺ mendapatkan harta yang melimpah, lalu Abbas datang kepada beliau, maka beliau memintanya mengambil dari harta itu dengan lembaran pakaiannya yang mampu dia ang-kut, dia pun mengambil darinya apa yang hampir-hampir dia tidak dapat mengangkutnya.[83]
(71) ﴾ وَإِن يُرِيدُواْ خِيَانَتَكَ ﴿ "Akan tetapi jika mereka (tawanan-tawa-nan itu) bermaksud hendak berkhianat kepadamu", dengan usaha untuk memusuhimu dan memerangimu. ﴾ فَقَدۡ خَانُواْ ٱللَّهَ مِن قَبۡلُ فَأَمۡكَنَ مِنۡهُمۡۗ ﴿ "Maka sesungguhnya mereka telah berkhianat kepada Allah sebelum ini, lalu Allah menjadikan(mu) berkuasa terhadap mereka." Sehingga mereka mewas-padai pengkhianatanmu, karena Allah Maha Berkuasa atas mereka, sementara mereka di bawah kekuasaanNya. ﴾ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ ﴿ "Dan Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana." Yakni mengetahui segala sesuatu, Bijaksana dengan meletakkan segala urusan pada tempat-nya. Dan termasuk ilmu dan hikmahNya adalah Dia meletakkan hukum-hukum yang mulia lagi baik ini, dan Dia telah menjamin penjagaanmu dari kejahatan para tawanan itu jika mereka ingin mengkhianatimu. 9
8:72Page 186
إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَهَاجَرُواْ وَجَٰهَدُواْ بِأَمۡوَٰلِهِمۡ وَأَنفُسِهِمۡ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ وَٱلَّذِينَ ءَاوَواْ وَّنَصَرُوٓاْ أُوْلَٰٓئِكَ بَعۡضُهُمۡ أَوۡلِيَآءُ بَعۡضٖۚ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَلَمۡ يُهَاجِرُواْ مَا لَكُم مِّن وَلَٰيَتِهِم مِّن شَيۡءٍ حَتَّىٰ يُهَاجِرُواْۚ وَإِنِ ٱسۡتَنصَرُوكُمۡ فِي ٱلدِّينِ فَعَلَيۡكُمُ ٱلنَّصۡرُ إِلَّا عَلَىٰ قَوۡمِۭ بَيۡنَكُمۡ وَبَيۡنَهُم مِّيثَٰقٞۗ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ بَصِيرٞ ٧٢
Indeed, those who have believed and emigrated and fought with their wealth and lives in the cause of Allāh and those who gave shelter and aided - they are allies of one another. But those who believed and did not emigrate - for you there is no support of them until they emigrate. And if they seek help of you for the religion, then you must help, except against a people between yourselves and whom is a treaty. And Allāh is Seeing of what you do.
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itu satu sama lain lindung-melin-dungi. Dan (terhadap) orang-orang yang beriman, tetapi belum ber-hijrah, maka tidak ada kewajiban sedikit pun atasmu melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah. (Akan tetapi) jika mereka me-minta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Allah Mahamelihat apa yang kamu kerjakan." (Al-Anfal: 72).
(72) Ini adalah akad muwalah (loyalitas) dan kecintaan yang Allah buat di antara orang-orang Muhajirin yang beriman, berhijrah di jalan Allah, meninggalkan tanah kelahiran untuk Allah demi berjihad di jalanNya, dengan orang-orang Anshar yang melindungi Rasulullah ﷺ dan kawan-kawannya, dan memberi mereka bantuan di negeri mereka dengan harta dan jiwa mereka. Mereka itu adalah wali bagi sebagian yang lain, karena kesempurnaan iman mereka dan eratnya hubungan sebagian dengan sebagian yang lain. ﴾ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَلَمۡ يُهَاجِرُواْ مَا لَكُم مِّن وَلَٰيَتِهِم مِّن شَيۡءٍ حَتَّىٰ يُهَاجِرُواْۚ ﴿ "Dan (terhadap) orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikit pun atasmu melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah." Karena mereka memutuskan akad muwalah darimu dengan memisahkan diri darimu pada waktu di mana kebutuhan kepada kaum laki-laki sangat mendesak, karena mereka tidak berhijrah maka mereka tidak memiliki sedikit pun akad muwalah dengan orang-orang yang beriman. ﴾ وَإِنِ ٱسۡتَنصَرُوكُمۡ فِي ٱلدِّينِ ﴿ "(Akan tetapi) jika mereka meminta perto-longan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama", yakni untuk me-merangi orang yang memerangi mereka karena agamanya, ﴾ فَعَلَيۡكُمُ ٱلنَّصۡرُ ﴿ "maka kamu wajib memberikan pertolongan", dengan berperang bersama mereka. Adapun jika perangnya bukan untuk tujuan ter-sebut maka kamu tidak harus menolongnya. FirmanNya تعالى, ﴾ إِلَّا عَلَىٰ قَوۡمِۭ بَيۡنَكُمۡ وَبَيۡنَهُم مِّيثَٰقٞۗ ﴿ "Kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu dengan mereka." Yakni perjanjian damai, jika orang-orang Mukmin yang tidak berhijrah itu hendak memerangi mereka, maka janganlah kamu membantu mereka atasnya, karena perjanjian yang ada di antara dirimu dengan diri mereka. ﴾ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ بَصِيرٞ ﴿ "Dan Allah Mahamelihat apa yang kamu kerjakan." Mengetahui keadaanmu, sehingga Dia meletakkan hukum yang sesuai denganmu.
8:73Page 186
وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بَعۡضُهُمۡ أَوۡلِيَآءُ بَعۡضٍۚ إِلَّا تَفۡعَلُوهُ تَكُن فِتۡنَةٞ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَفَسَادٞ كَبِيرٞ ٧٣
And those who disbelieved are allies of one another. If you do not do so [i.e., ally yourselves with other believers], there will be fitnah [i.e., disbelief and oppression] on earth and great corruption.
"Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai kaum Muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, nis-caya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar." (Al-Anfal: 73).
(73) Manakala Allah menyatakan akad muwalah di antara orang-orang Mukmin, Dia menyatakan bahwa orang-orang kafir yang dihimpun oleh kekufuran, sebagian dari mereka adalah wali bagi sebagian yang lain, maka tidak ada yang mengangkat mereka menjadi wali kecuali orang kafir yang sama dengan mereka. Firman-Nya, ﴾ إِلَّا تَفۡعَلُوهُ ﴿ "Jika kamu (hai kaum Muslimin) tidak melaksanakan," yakni berwala` (bersikap loyal) kepada orang-orang Mukmin dan berbara' (anti dan berlepas diri) dari orang-orang kafir, di mana kamu berwala` kepada mereka semua atau berbara' dari mereka semua, atau kamu berwala` kepada orang-orang kafir dan berbara' dari orang-orang Mukmin, ﴾ تَكُن فِتۡنَةٞ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَفَسَادٞ كَبِيرٞ ﴿ "niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar." Hal itu me-nimbulkan dampak negatif yang tak berbatas: bercampurnya kebe-naran dengan kebatilan, Mukmin dengan kafir, lenyapnya banyak ibadah besar seperti jihad, hijrah, dan tujuan-tujuan syariat yang lain yang bisa lenyap jika orang-orang Mukmin tidak mengangkat orang-orang Mukmin sebagai wali. Ayat-ayat di atas menyebutkan akad muwalah di antara orang-orang Mukmin dari Muhajirin dan Anshar. Dan ayat-ayat berikut ini menjelaskan pujian dan janji pahala bagi mereka.
Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences