As-Sa'diYusuf · 12:69–98

As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian

Yusuf 12:69–98

12:69–79Page 243

وَلَمَّا دَخَلُواْ عَلَىٰ يُوسُفَ ءَاوَىٰٓ إِلَيۡهِ أَخَاهُۖ قَالَ إِنِّيٓ أَنَا۠ أَخُوكَ فَلَا تَبۡتَئِسۡ بِمَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ٦٩

And when they entered upon Joseph, he took his brother to himself; he said, "Indeed, I am your brother, so do not despair over what they used to do [to me]."

فَلَمَّا جَهَّزَهُم بِجَهَازِهِمۡ جَعَلَ ٱلسِّقَايَةَ فِي رَحۡلِ أَخِيهِ ثُمَّ أَذَّنَ مُؤَذِّنٌ أَيَّتُهَا ٱلۡعِيرُ إِنَّكُمۡ لَسَٰرِقُونَ ٧٠

So when he had furnished them with their supplies, he put the [gold measuring] bowl into the bag of his brother. Then an announcer called out, "O caravan, indeed you are thieves."

قَالُواْ وَأَقۡبَلُواْ عَلَيۡهِم مَّاذَا تَفۡقِدُونَ ٧١

They said while approaching them, "What is it you are missing?"

قَالُواْ نَفۡقِدُ صُوَاعَ ٱلۡمَلِكِ وَلِمَن جَآءَ بِهِۦ حِمۡلُ بَعِيرٖ وَأَنَا۠ بِهِۦ زَعِيمٞ ٧٢

They said, "We are missing the measure of the king. And for he who produces it is [the reward of] a camel's load, and I am responsible for it."

قَالُواْ تَٱللَّهِ لَقَدۡ عَلِمۡتُم مَّا جِئۡنَا لِنُفۡسِدَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَمَا كُنَّا سَٰرِقِينَ ٧٣

They said, "By Allāh, you have certainly known that we did not come to cause corruption in the land, and we have not been thieves."

قَالُواْ فَمَا جَزَٰٓؤُهُۥٓ إِن كُنتُمۡ كَٰذِبِينَ ٧٤

They [the accusers] said, "Then what would be its recompense1 if you should be liars?"

قَالُواْ جَزَٰٓؤُهُۥ مَن وُجِدَ فِي رَحۡلِهِۦ فَهُوَ جَزَٰٓؤُهُۥۚ كَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلظَّٰلِمِينَ ٧٥

[The brothers] said, "Its recompense is that he in whose bag it is found - he [himself] will be its recompense.1 Thus do we recompense the wrongdoers."

فَبَدَأَ بِأَوۡعِيَتِهِمۡ قَبۡلَ وِعَآءِ أَخِيهِ ثُمَّ ٱسۡتَخۡرَجَهَا مِن وِعَآءِ أَخِيهِۚ كَذَٰلِكَ كِدۡنَا لِيُوسُفَۖ مَا كَانَ لِيَأۡخُذَ أَخَاهُ فِي دِينِ ٱلۡمَلِكِ إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُۚ نَرۡفَعُ دَرَجَٰتٖ مَّن نَّشَآءُۗ وَفَوۡقَ كُلِّ ذِي عِلۡمٍ عَلِيمٞ ٧٦

So he began [the search] with their bags before the bag of his brother; then he extracted it from the bag of his brother. Thus did We plan for Joseph. He could not have taken his brother within the religion [i.e., law] of the king except that Allāh willed. We raise in degrees whom We will, but over every possessor of knowledge is one [more] knowing.1

۞ قَالُوٓاْ إِن يَسۡرِقۡ فَقَدۡ سَرَقَ أَخٞ لَّهُۥ مِن قَبۡلُۚ فَأَسَرَّهَا يُوسُفُ فِي نَفۡسِهِۦ وَلَمۡ يُبۡدِهَا لَهُمۡۚ قَالَ أَنتُمۡ شَرّٞ مَّكَانٗاۖ وَٱللَّهُ أَعۡلَمُ بِمَا تَصِفُونَ ٧٧

They said, "If he steals - a brother of his has stolen before." But Joseph kept it within himself and did not reveal it to them.1 He said, "You are worse in position, and Allāh is most knowing of what you describe."

قَالُواْ يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡعَزِيزُ إِنَّ لَهُۥٓ أَبٗا شَيۡخٗا كَبِيرٗا فَخُذۡ أَحَدَنَا مَكَانَهُۥٓۖ إِنَّا نَرَىٰكَ مِنَ ٱلۡمُحۡسِنِينَ ٧٨

They said, "O ʿAzeez,1 indeed he has a father [who is] an old man, so take one of us in place of him. Indeed, we see you as a doer of good."

قَالَ مَعَاذَ ٱللَّهِ أَن نَّأۡخُذَ إِلَّا مَن وَجَدۡنَا مَتَٰعَنَا عِندَهُۥٓ إِنَّآ إِذٗا لَّظَٰلِمُونَ ٧٩

He said, "[I seek] the refuge of Allāh [to prevent] that we take except him with whom we found our possession. Indeed, we would then be unjust."

"Dan tatkala mereka masuk ke (tempat) Yusuf, maka Yusuf membawa saudaranya (Bunyamin) ke tempatnya, Yusuf berkata, 'Sesungguhnya aku (ini) adalah saudaramu, maka janganlah kamu berduka cita terhadap apa yang telah mereka kerjakan.' Maka tat-kala telah disiapkan untuk mereka bahan makanan mereka, Yusuf memasukkan piala (tempat minum) ke dalam karung saudaranya. Kemudian berteriaklah seseorang yang menyerukan, 'Hai kafilah, sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang mencuri.' Mereka menjawab, sambil menghadap kepada penyeru-penyeru itu, 'Barang apakah yang hilang darimu.' Penyeru-penyeru itu berkata, 'Kami kehilangan piala raja, dan siapa yang dapat mengembalikannya akan memperoleh bahan makanan (seberat) beban unta, dan aku menjamin terhadapnya.' Saudara-saudara Yusuf menjawab, 'Demi Allah, sesungguhnya kamu mengetahui bahwa kami datang tidak untuk membuat kerusakan di negeri (ini) dan kami bukanlah para pencuri.' Mereka berkata, 'Tetapi apa balasannya jika kamu betul-betul pendusta.' Mereka menjawab, 'Balasannya, ialah pada siapa diketemukan (barang yang hilang) dalam karungnya, maka dia sendirilah balasannya (tebusannya).' Demikianlah kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang zhalim. Maka mulailah Yusuf (memeriksa) karung-karung mereka sebelum (memeriksa) karung saudaranya sendiri, kemudian mengeluarkan piala raja itu dari karung saudaranya. Demikianlah Kami atur untuk (mencapai maksud) Yusuf. Tiadalah patut Yusuf menghukum saudaranya me-nurut undang-undang raja, kecuali Allah menghendakinya. Kami tinggikan derajat orang yang Kami kehendaki, dan di atas tiap-tiap orang yang berpengetahuan itu ada lagi yang Maha Mengeta-hui. Mereka berkata, 'Jika dia mencuri, maka sesungguhnya telah pernah mencuri pula saudaranya sebelum ini.' Maka Yusuf menyem-bunyikan kejengkelan itu pada dirinya dan tidak menampakkannya kepada mereka. Dia berkata (dalam hatinya), 'Kamu lebih buruk kedudukkanmu (sifat-sifatmu), dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu terangkan itu.' Mereka berkata, 'Wahai al-Aziz, sesung-guhnya dia mempunyai ayah yang sudah lanjut usianya, karena itu ambillah salah seorang di antara kami sebagai gantinya, sesung-guhnya kami melihat kamu termasuk orang-orang yang berbuat baik.' Yusuf berkata, 'Aku mohon perlindungan kepada Allah dari menahan seorang, kecuali orang yang kami ketemukan harta benda kami padanya, jika kami berbuat demikian, maka benar-benarlah kami orang-orang yang zhalim'." (Yusuf: 69-79).

(69) . Dan tatkala saudara-saudara Yusuf masuk untuk me-nemuinya ﴾ ءَاوَىٰٓ إِلَيۡهِ أَخَاهُۖ ﴿ "Yusuf membawa saudaranya (Bunyamin) ke tempatnya", yakni saudara kandungnya Bunyamin, yang dia pe-rintahkan kepada mereka untuk membawanya, dan mendekatkan kepada dirinya serta lebih mengistimewakan Bunyamin dibanding-kan saudara-saudara lainnya. Lalu, Yusuf memberitahukan sebuah fakta, ﴾ قَالَ إِنِّيٓ أَنَا۠ أَخُوكَ فَلَا تَبۡتَئِسۡ ﴿ "Sesungguhnya aku (ini) adalah saudaramu, maka janganlah kamu berduka cita", janganlah engkau bersedih ﴾ بِمَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ﴿ "terhadap apa yang telah mereka kerjakan", karena kesu-dahan nantinya lebih baik bagi kita. Selanjutnya, Yusuf memberita-hukan kepadanya tentang apa yang dia ingin kerjakan dan rekayasa agar Bunyamin tetap bersamanya sampai perkara ini selesai.

(70) ﴾ فَلَمَّا جَهَّزَهُم بِجَهَازِهِمۡ ﴿ "Maka tatkala telah disiapkan untuk me-reka bahan makanan mereka", maksudnya memberikan sukatan bagi setiap saudaranya, termasuk juga Bunyamin ini ﴾ جَعَلَ ٱلسِّقَايَةَ ﴿ "Yusuf memasukkan piala (tempat minum) ", yaitu bejana yang dipakai untuk minum dan menakar ﴾ فِي رَحۡلِ أَخِيهِ ثُمَّ ﴿ "ke dalam karung saudaranya, ke-mudian", mereka memasukkan ke dalam barang mereka masing-masing. Ketika mereka beranjak pulang ﴾ أَذَّنَ مُؤَذِّنٌ أَيَّتُهَا ٱلۡعِيرُ إِنَّكُمۡ لَسَٰرِقُونَ ﴿ "berteriaklah seseorang yang menyerukan, 'Hai kafilah, sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang mencuri'," sepertinya penyeru ini tidak mengetahui fakta sebenarnya.

(71) ﴾ قَالُواْ ﴿ "Mereka menjawab", yaitu para saudara Yusuf ﴾ وَأَقۡبَلُواْ عَلَيۡهِم ﴿ "sambil menghadap kepada penyeru-penyeru itu", untuk menepis tuduhan. Karena seorang pencuri, tidak ada pikiran pada dirinya kecuali menjauh dan bergegas pergi dari orang yang dia curi supaya hasil curiannya aman. Sedangkan mereka itu datang menghadap penyeru. Tidak ada tujuan lain kecuali untuk meng-hilangkan tuduhan yang menjerat mereka. Mereka berkata dalam kondisi ini, ﴾ مَّاذَا تَفۡقِدُونَ ﴿ "Barang apakah yang hilang darimu", tidak mengatakan, 'Apakah yang telah kami curi?' Karena mereka yakin tidak terlibat pencurian.

(72) ﴾ قَالُواْ نَفۡقِدُ صُوَاعَ ٱلۡمَلِكِ وَلِمَن جَآءَ بِهِۦ حِمۡلُ بَعِيرٖ ﴿ "Penyeru-penyeru itu ber-kata, 'Kami kehilangan piala raja, dan siapa yang dapat mengembalikannya akan memperoleh bahan makanan (seberat) beban unta'," sebagai upah atas penemuan barang itu ﴾ وَأَنَا۠ بِهِۦ زَعِيمٞ ﴿ "dan aku menjamin terhadap-nya", maksudnya penjamin. Ini disampaikan oleh si penyeru yang sedang melacak.

(73) ﴾ قَالُواْ تَٱللَّهِ لَقَدۡ عَلِمۡتُم مَّا جِئۡنَا لِنُفۡسِدَ فِي ٱلۡأَرۡضِ ﴿ "Saudara-saudara Yusuf menjawab, 'Demi Allah, sesungguhnya kamu mengetahui bahwa kami datang tidak untuk membuat kerusakan di negeri (ini)'," dengan berbuat berbagai maksiat ﴾ وَمَا كُنَّا سَٰرِقِينَ ﴿ "dan kami bukanlah para pencuri", ka-rena tindak pencurian termasuk jenis kerusakan di bumi yang paling besar. Mereka itu bersumpah berdasarkan keyakinan mereka bahwa mereka bukan perusak (di bumi) dan juga bukan pencuri, lantaran mereka mengetahui seluruh tindak-tanduk mereka, yang menun-jukkan penjagaan kehormatan diri mereka, wara' mereka dan bahwa tuduhan ini tidak terjadi pada mereka dengan dasar pengetahuan dari pihak yang menuduh mereka. Ungkapan ini lebih tuntas untuk menafikan tuduhan, dibandingkan mengatakan, "Demi Allah, kami tidak berbuat kerusakan di bumi dan tidak mencuri."

(74) ﴾ قَالُواْ فَمَا جَزَٰٓؤُهُۥٓ ﴿ "Mereka berkata, 'Tetapi apa balasannya'," maksudnya, balasan tindakan itu (pencurian) ﴾ إِن كُنتُمۡ كَٰذِبِينَ ﴿ "jika kamu betul-betul pendusta", (benar-benar) barang yang hilang itu ternyata bersama kalian.

(75) ﴾ قَالُواْ جَزَٰٓؤُهُۥ مَن وُجِدَ فِي رَحۡلِهِۦ فَهُوَ ﴿ "Mereka menjawab, 'Balasannya, ialah pada siapa diketemukan (barang yang hilang) dalam karungnya, maka dia sendirilah'," orang yang barang tersebut berada di karungnya ﴾ جَزَٰٓؤُهُۥ ﴿ "balasannya (tebusannya)", maksudnya orang itu menjadi milik orang yang kecurian. Aturan ini terdapat pada ajaran agama mere-ka, yaitu seorang pencuri bila telah terbukti kasus pencuriannya, maka dirinya menjadi milik pemilik harta yang dicuri. Oleh karena itu, mereka berkata, ﴾ كَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "Demikianlah kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang zhalim."

(76) Maka petugas pelacak mulai memeriksa karung-karung mereka sebelum (membuka) karung saudaranya, Bunyamin. Tindak-an itu, gunanya untuk menghilangkan kecurigaan yang menyangka bahwa kejadian tersebut dilakukan dengan unsur kesengajaan. Ke-tika tidak menemukan apa pun di karung-karung mereka, i a ﴾ ٱسۡتَخۡرَجَهَا مِن وِعَآءِ أَخِيهِۚ ﴿ "kemudian mengeluarkan piala raja itu dari karung saudara-nya", Allah tidak menggunakan ungkapan, 'ia menemukannya atau saudaranya telah mencurinya' dalam rangka mempertimbangkan fakta yang sebenarnya. Saat itulah, terealisasilah keinginan Yusuf untuk bersama dengan saudaranya (Bunyamin) di sisinya dengan cara yang tidak disadari oleh saudara-saudara lainnya. Allah berfirman, ﴾ كَذَٰلِكَ كِدۡنَا لِيُوسُفَۖ ﴿ "Demikianlah Kami atur untuk (mencapai maksud) Yusuf", maksudnya Kami telah mempermudah jalannya strategi bagi Yusuf untuk menggapai suatu tujuan yang tidak tercela. ﴾ مَا كَانَ لِيَأۡخُذَ أَخَاهُ فِي دِينِ ٱلۡمَلِكِ ﴿ "Tiadalah patut Yusuf menghu-kum saudaranya menurut undang-undang raja", karena bukan terma-suk kandungan ajaran agama sang raja bahwa seorang pencuri (yang tertangkap) dijadikan sebagai budak yang dimiliki. Mereka punya aturan hukuman yang lain. Bila kasusnya diajukan kepada ajaran raja, maka Yusuf tidak bisa membuat saudaranya tinggal menetap bersamanya. Akan tetapi, Yusuf menyerahkan putusan hukum ke-pada saudara-saudaranya, agar apa yang ia kehendaki terwujud. Allah تعالى berfirman, ﴾ نَرۡفَعُ دَرَجَٰتٖ مَّن نَّشَآءُۗ ﴿ "Kami tinggikan derajat orang yang Kami kehendaki", dengan ilmu yang bermanfaat dan mengeta-hui jalur-jalur yang mengantarkan kepada tujuannya, sebagaimana Kami mengangkat derajat Yusuf ﴾ وَفَوۡقَ كُلِّ ذِي عِلۡمٍ عَلِيمٞ ﴿ "dan di atas tiap-tiap orang yang berpengetahuan itu ada lagi yang Maha Mengetahui." Setiap orang alim, di atasnya masih ada yang lebih tahu daripada-nya, sampai habislah ilmu pada Dzat yang mengetahui alam ghaib dan alam nyata.

(77) Ketika para saudara Yusuf menyaksikan peristiwa yang terjadi ﴾ قَالُوٓاْ إِن يَسۡرِقۡ ﴿ "Mereka berkata, 'Jika ia mencuri'," yakni sau-dara kami ini, maka hal itu tidak aneh terjadi padanya ﴾ فَقَدۡ سَرَقَ أَخٞ لَّهُۥ مِن قَبۡلُۚ ﴿ "sesungguhnya telah pernah mencuri pula saudaranya sebelum ini", mereka mengarahkan (pembicaraan) kepada Yusuf عليه السلام. Tu-juan mereka, untuk membersihkan nama mereka. Sesungguhnya orang ini dan saudaranya, pernah melakukan perbuatan pencurian. Mereka berdua itu bukanlah saudara kandung kami. Dalam ung-kapan ini, terdapat pendiskreditan mereka kepada Yusuf dan Bu-nyamin. Oleh karena itu, ﴾ فَأَسَرَّهَا يُوسُفُ فِي نَفۡسِهِۦ وَلَمۡ يُبۡدِهَا لَهُمۡۚ ﴿ "maka Yusuf me-nyembunyikan kejengkelan itu pada dirinya dan tidak menampakkannya kepada mereka", maksudnya, dia tidak membalas ucapan mereka dengan sesuatu yang tidak mereka sukai. Akan tetapi dia menahan amarahnya dan menyembunyikan perasaan hatinya. ﴾ قَالَ ﴿ "Dia berkata", dalam hatinya, ﴾ أَنتُمۡ شَرّٞ مَّكَانٗاۖ ﴿ "Kamu lebih buruk keduduk-kanmu (sifat-sifatmu)", di mana kalian telah mencela kami berdua dengan suatu ungkapan yang keadaan kalian lebih buruk darinya. ﴾ وَٱللَّهُ أَعۡلَمُ بِمَا تَصِفُونَ ﴿ "Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu terang-kan itu", daripada kami, dengan menempelkan predikat pencurian kepada kami yang mana Allah mengetahui bahwa kami terbebas darinya.

(78) Selanjutnya, mereka menempuh jalur persuasif dalam menghadapi Yusuf, moga saja Yusuf mau memaafkan saudara me-reka. Maka, ﴾ قَالُواْ يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡعَزِيزُ إِنَّ لَهُۥٓ أَبٗا شَيۡخٗا كَبِيرٗا ﴿ "mereka berkata, 'Wahai al-Aziz, sesungguhnya ia mempunyai ayah yang sudah lanjut usianya'," maksud-nya, orang tuanya tidak bisa lepas darinya, dan perpisahan dengan si anak ini akan sangat m e m b e r a t k a n n y a ﴾ فَخُذۡ أَحَدَنَا مَكَانَهُۥٓۖ إِنَّا نَرَىٰكَ مِنَ ٱلۡمُحۡسِنِينَ ﴿ "karena itu ambillah salah seorang di antara kami sebagai gan-tinya, sesungguhnya kami melihat kamu termasuk orang-orang yang ber-buat baik", bersikap baiklah kepada kami dan kepada ayah kami dengan hal tersebut.

(79) Yusuf berkata, ﴾ مَعَاذَ ٱللَّهِ أَن نَّأۡخُذَ إِلَّا مَن وَجَدۡنَا مَتَٰعَنَا عِندَهُۥٓ ﴿ "Aku mohon perlindungan kepada Allah dari menahan seseorang, kecuali orang yang kami ketemukan harta benda kami padanya", maksudnya itu ada-lah tindakan kezhaliman dari kami, sekiranya kami menahan orang yang bukan tersangka disebabkan kesalahan dari orang yang kami jumpai barang kami berada padanya. Ia tidak mengatakan, 'dari orang yang mencuri.' Ini semua untuk menjaga diri dari kedustaan ﴾ إِنَّآ إِذٗا ﴿ "jika kami berbuat demikian", jika kami menahan orang yang bukan yang kami jumpai (barang kami ada padanya), ﴾ لَّظَٰلِمُونَ ﴿ "maka benar-benarlah kami orang-orang yang zhalim", di mana kami menjatuhkan hukuman pada sesuatu yang tidak pada tempatnya.

12:80–83Page 245

فَلَمَّا ٱسۡتَيۡـَٔسُواْ مِنۡهُ خَلَصُواْ نَجِيّٗاۖ قَالَ كَبِيرُهُمۡ أَلَمۡ تَعۡلَمُوٓاْ أَنَّ أَبَاكُمۡ قَدۡ أَخَذَ عَلَيۡكُم مَّوۡثِقٗا مِّنَ ٱللَّهِ وَمِن قَبۡلُ مَا فَرَّطتُمۡ فِي يُوسُفَۖ فَلَنۡ أَبۡرَحَ ٱلۡأَرۡضَ حَتَّىٰ يَأۡذَنَ لِيٓ أَبِيٓ أَوۡ يَحۡكُمَ ٱللَّهُ لِيۖ وَهُوَ خَيۡرُ ٱلۡحَٰكِمِينَ ٨٠

So when they had despaired of him, they secluded themselves in private consultation. The eldest of them said, "Do you not know that your father has taken upon you an oath by Allāh and [that] before you failed in [your duty to] Joseph? So I will never leave [this] land until my father permits me or Allāh decides for me,1 and He is the best of judges.

ٱرۡجِعُوٓاْ إِلَىٰٓ أَبِيكُمۡ فَقُولُواْ يَٰٓأَبَانَآ إِنَّ ٱبۡنَكَ سَرَقَ وَمَا شَهِدۡنَآ إِلَّا بِمَا عَلِمۡنَا وَمَا كُنَّا لِلۡغَيۡبِ حَٰفِظِينَ ٨١

Return to your father and say, 'O our father, indeed your son has stolen, and we did not testify except to what we knew. And we were not witnesses of the unseen.1

وَسۡـَٔلِ ٱلۡقَرۡيَةَ ٱلَّتِي كُنَّا فِيهَا وَٱلۡعِيرَ ٱلَّتِيٓ أَقۡبَلۡنَا فِيهَاۖ وَإِنَّا لَصَٰدِقُونَ ٨٢

And ask the city in which we were and the caravan in which we came - and indeed, we are truthful.'"

قَالَ بَلۡ سَوَّلَتۡ لَكُمۡ أَنفُسُكُمۡ أَمۡرٗاۖ فَصَبۡرٞ جَمِيلٌۖ عَسَى ٱللَّهُ أَن يَأۡتِيَنِي بِهِمۡ جَمِيعًاۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلۡعَلِيمُ ٱلۡحَكِيمُ ٨٣

[Jacob] said, "Rather, your souls have enticed you to something, so patience is most fitting. Perhaps Allāh will bring them to me all together. Indeed, it is He who is the Knowing, the Wise."

"Maka tatkala mereka berputus asa dari (putusan) Yusuf, mereka menyendiri sambil berunding dengan berbisik-bisik. Berka-talah yang tertua di antara mereka, 'Tidakkah kamu ketahui bahwa ayahmu telah mengambil janji darimu dengan nama Allah dan se-belum itu kamu telah menyia-nyiakan Yusuf. Sebab itu, aku tidak akan meninggalkan negeri Mesir, sampai ayahku mengizinkan kepa-daku (untuk kembali), atau Allah memberi keputusan terhadapku. Dan Dia adalah hakim yang sebaik-baiknya. Kembalilah kepada ayahmu dan katakanlah, 'Wahai ayah kami! Sesungguhnya anak-mu telah mencuri, dan kami hanya menyaksikan apa yang kami ketahui, dan sekali-kali kami tidak dapat menjaga (mengetahui) barang yang ghaib. Dan tanyalah (penduduk) negeri yang kami berada di situ, dan kafilah yang kami datang bersamanya, dan se-sungguhnya kami adalah orang-orang yang benar.' Ya'qub berkata, 'Hanya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu. Maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Mu-dah-mudahan Allah mendatangkan mereka semuanya kepadaku; sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mengetahui lagi Mahabijaksa-na'." (Yusuf: 80-83).

(80) Maka tatkala para saudara berputus asa dari (putusan) Yusuf agar sudi memaafkan saudara mereka (Bunyamin) ﴾ خَلَصُواْ نَجِيّٗاۖ ﴿ "mereka menyendiri sambil berunding dengan berbisik-bisik", mak-sudnya, mereka berkumpul menyendiri tanpa disertai orang lain lantas mulai berbisik-bisik di antara mereka. Maka, ﴾ قَالَ كَبِيرُهُمۡ أَلَمۡ تَعۡلَمُوٓاْ أَنَّ أَبَاكُمۡ قَدۡ أَخَذَ عَلَيۡكُم مَّوۡثِقٗا مِّنَ ٱللَّهِ ﴿ "berkatalah yang tertua di antara mereka, 'Tidakkah kamu ketahui bahwa ayahmu telah mengambil janji darimu dengan Nama Allah", dalam melindungi Bunyamin, dan bahwa ka-lian akan membawanya (pulang) kecuali musuh mengepung kalian. ﴾ وَمِن قَبۡلُ مَا فَرَّطتُمۡ فِي يُوسُفَۖ ﴿ "Dan sebelum itu kamu telah menyia-nyiakan Yusuf", maka pada diri kalian telah menyatu dua permasalahan: penyia-nyiaan kalian terhadap Yusuf di waktu silam, dan kalian tidak membawa pulang saudaranya pada saat berikutnya. Aku ti-dak punya alasan untuk aku haturkan kepada ayah. ﴾ فَلَنۡ أَبۡرَحَ ٱلۡأَرۡضَ ﴿ "Sebab itu, aku tidak akan meninggalkan negeri Mesir", aku akan tinggal di negeri ini dan akan terus di sini ﴾ حَتَّىٰ يَأۡذَنَ لِيٓ أَبِيٓ أَوۡ يَحۡكُمَ ٱللَّهُ لِيۖ ﴿ "sampai ayahku mengizinkan kepadaku (untuk kembali), atau Allah memberi kepu-tusan terhadapku", maksudnya menakdirkan aku bisa pulang, baik sendirian atau bersama saudaraku ﴾ وَهُوَ خَيۡرُ ٱلۡحَٰكِمِينَ ﴿ "Dan Dia adalah hakim yang sebaik-baiknya".

(81) Kemudian ia (saudara tertua) berpesan kepada yang lain tentang apa yang harus dikatakan kepada ayah mereka. Dia berkata, ﴾ ٱرۡجِعُوٓاْ إِلَىٰٓ أَبِيكُمۡ فَقُولُواْ يَٰٓأَبَانَآ إِنَّ ٱبۡنَكَ سَرَقَ ﴿ "Kembalilah kepada ayahmu lalu katakanlah, 'Wahai ayah kami! Sesungguhnya anakmu telah mencuri'," maksudnya dia ditahan karena perbuatan pencuriannya. Kami ti-dak berhasil membawanya pulang, meskipun sudah mengerahkan upaya untuk itu. Faktanya, sungguh kami tidaklah bersaksi dengan sesuatu yang tidak kami ketahui. Akan tetapi kami bersaksi atas apa yang kami ketahui saja. Karena kami menyaksikan piala raja dikeluarkan dari karungnya. ﴾ وَمَا كُنَّا لِلۡغَيۡبِ حَٰفِظِينَ ﴿ "Dan sekali-kali kami tidak dapat menjaga (mengetahui) barang yang ghaib", maksudnya se-kiranya kami mengetahui ilmu ghaib, tentu kami tidak akan ber-semangat dan mengerahkan upaya untuk kepergiannya bersama kami. Dan ketika kami telah memberikan janji dan jaminan, ternyata kami tidak pernah mengira kalau kejadiannya sampai seperti itu.

(82) ﴾ وَسۡـَٔلِ ﴿ "Dan tanyalah", jika engkau meragukan ucapan kami ﴾ ٱلۡقَرۡيَةَ ٱلَّتِي كُنَّا فِيهَا وَٱلۡعِيرَ ٱلَّتِيٓ أَقۡبَلۡنَا فِيهَاۖ ﴿ "(penduduk) negeri yang kami berada di situ, dan kafilah yang kami datang bersamanya", mereka mengetahui apa yang kami beritahukan kepadamu ﴾ وَإِنَّا لَصَٰدِقُونَ ﴿ "dan sesung-guhnya kami adalah orang-orang yang benar", kami tidak berbohong, tidak merubah dan tidak memutarbalikkan fakta. Itulah realita yang terjadi.

(83) Tatkala mereka kembali kepada ayah mereka dan me-ngabarkan berita ini, maka kesedihannya pun semakin dahsyat, kepiluannya pun menjadi-jadi, dan menuduh mereka dalam keja-dian ini sebagaimana tuduhan yang beliau alamatkan kepada me-reka pada peristiwa yang pertama. ﴾ قَالَ بَلۡ سَوَّلَتۡ لَكُمۡ أَنفُسُكُمۡ أَمۡرٗاۖ فَصَبۡرٞ جَمِيلٌۖ ﴿ "Dia berkata, 'Hanya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu. Maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku)'," mak-sudnya dalam masalah ini, beliau membentengi diri dengan kesa-baran yang baik yang tidak disertai oleh kemurkaan, keluh-kesah juga pengaduan kepada manusia. Selanjutnya, beliau mengharap-kan datangnya jalan keluar saat menyaksikan persoalan semakin pelik dan kesulitan sudah di ambang batas. Beliau berkata, ﴾ عَسَى ٱللَّهُ أَن يَأۡتِيَنِي بِهِمۡ جَمِيعًاۚ ﴿ "Mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka semua-nya kepadaku", maksudnya Yusuf, Bunyamin, dan saudara tertua mereka yang tinggal di Mesir. ﴾ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلۡعَلِيمُ ﴿ "Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mengetahui", Dzat Yang Mengetahui keadaan dan kebu-tuhanku terhadap solusi masalah, karuniaNya dan (mengetahui) keperluan mendesakku kepada curahan kebaikanNya, ﴾ ٱلۡحَكِيمُ ﴿ "lagi Mahabijaksana", Dzat yang menjadikan bagi segala sesuatu ka-dar batasnya, (menjadikan) bagi segala perkara batas penyelesaian-nya sesuai dengan kandungan hikmah rabbaniNya.

12:84–86Page 245

وَتَوَلَّىٰ عَنۡهُمۡ وَقَالَ يَٰٓأَسَفَىٰ عَلَىٰ يُوسُفَ وَٱبۡيَضَّتۡ عَيۡنَاهُ مِنَ ٱلۡحُزۡنِ فَهُوَ كَظِيمٞ ٨٤

And he turned away from them and said, "Oh, my sorrow over Joseph," and his eyes became white1 from grief, for he was [of that] a suppressor.2

قَالُواْ تَٱللَّهِ تَفۡتَؤُاْ تَذۡكُرُ يُوسُفَ حَتَّىٰ تَكُونَ حَرَضًا أَوۡ تَكُونَ مِنَ ٱلۡهَٰلِكِينَ ٨٥

They said, "By Allāh, you will not cease remembering Joseph until you become fatally ill or become of those who perish."

قَالَ إِنَّمَآ أَشۡكُواْ بَثِّي وَحُزۡنِيٓ إِلَى ٱللَّهِ وَأَعۡلَمُ مِنَ ٱللَّهِ مَا لَا تَعۡلَمُونَ ٨٦

He said, "I only complain of my suffering and my grief to Allāh, and I know from Allāh that which you do not know.

"Dan Ya'qub berpaling dari mereka (anak-anaknya) seraya berkata, 'Aduhai duka citaku terhadap Yusuf', dan kedua matanya menjadi putih karena kesedihan, dan dia adalah seorang yang menahan amarahnya (terhadap anak-anaknya). Mereka berkata, 'Demi Allah, senantiasa kamu mengingati Yusuf, sehingga kamu mengidap penyakit yang berat atau kamu termasuk orang-orang yang binasa.' Ya'qub menjawab, 'Sesungguhnya hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah sesuatu yang kamu tiada mengetahuinya'." (Yusuf: 84-86).

(84) Ya'qub عليه السلام berpaling dari anak-anaknya usai mereka mengabarkan berita ini. Kesedihan dan dukanya semakin besar. Dua matanya memutih lantaran deraan kesedihan di kalbu, dan kepilu-annya yang membuat beliau sering menangis di mana dua matanya menjadi putih. ﴾ فَهُوَ كَظِيمٞ ﴿ "Dan dia adalah seorang yang menahan ama-rahnya (terhadap anak-anaknya)", maksudnya, hatinya penuh dengan kesedihan yang menyayat ﴾ وَقَالَ يَٰٓأَسَفَىٰ عَلَىٰ يُوسُفَ ﴿ "Dia berkata, 'Aduhai duka citaku terhadap Yusuf'," maksudnya tampak pada beliau perasaan yang tersembunyi (di hatinya) berupa kesedihan yang sudah lama dan kerinduan yang selalu menghampiri. Musibah yang ringan ini -ditilik dari (beratnya) musibah pertama- mengingatkan memori beliau terhadap musibah yang pertama (hilangnya Yusuf dari beliau).

(85) Maka lantaran keheranan melihat keadaan beliau, putra-putra beliau berkomentar, ﴾ تَٱللَّهِ تَفۡتَؤُاْ تَذۡكُرُ يُوسُفَ ﴿ "Demi Allah, senan-tiasa kamu mengingati Yusuf", engkau masih saja mengingat Yusuf di setiap kondisimu ﴾ حَتَّىٰ تَكُونَ حَرَضًا ﴿ "sehingga kamu mengidap penyakit yang berat", maksudnya sampai engkau tua renta, tidak punya ge-rakan dan juga kekuatan untuk berucap, ﴾ أَوۡ تَكُونَ مِنَ ٱلۡهَٰلِكِينَ ﴿ "atau kamu termasuk orang-orang yang binasa", maksudnya kamu tidak akan melupakannya selama kamu mampu mengingatnya selama-lamanya.

(86) Ya'qub berkata, ﴾ إِنَّمَآ أَشۡكُواْ بَثِّي ﴿ "Sesungguhnya aku menga-dukan kesusahanku", yaitu perkataan yang aku munculkan ﴾ وَحُزۡنِيٓ ﴿ "dan kesedihanku" yang berada dalam hati ﴾ إِلَى ٱللَّهِ ﴿ "hanya kepada Allah", semata, tidak kepada kalian, dan tidak pula kepada orang lain. Berbicaralah sekehendak kalian ﴾ وَأَعۡلَمُ مِنَ ٱللَّهِ مَا لَا تَعۡلَمُونَ ﴿ "dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya", bahwa Dia akan memulangkan mereka semua kepadaku dan menyejuk-kan pandanganku dengan berkumpul kembali dengan mereka.

12:87–92Page 246

يَٰبَنِيَّ ٱذۡهَبُواْ فَتَحَسَّسُواْ مِن يُوسُفَ وَأَخِيهِ وَلَا تَاْيۡـَٔسُواْ مِن رَّوۡحِ ٱللَّهِۖ إِنَّهُۥ لَا يَاْيۡـَٔسُ مِن رَّوۡحِ ٱللَّهِ إِلَّا ٱلۡقَوۡمُ ٱلۡكَٰفِرُونَ ٨٧

O my sons, go and find out about Joseph and his brother and despair not of relief from Allāh. Indeed, no one despairs of relief from Allāh except the disbelieving people."

فَلَمَّا دَخَلُواْ عَلَيۡهِ قَالُواْ يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡعَزِيزُ مَسَّنَا وَأَهۡلَنَا ٱلضُّرُّ وَجِئۡنَا بِبِضَٰعَةٖ مُّزۡجَىٰةٖ فَأَوۡفِ لَنَا ٱلۡكَيۡلَ وَتَصَدَّقۡ عَلَيۡنَآۖ إِنَّ ٱللَّهَ يَجۡزِي ٱلۡمُتَصَدِّقِينَ ٨٨

So when they entered upon him [i.e., Joseph], they said, "O ʿAzeez, adversity has touched us and our family, and we have come with goods poor in quality, but give us full measure and be charitable to us. Indeed, Allāh rewards the charitable."

قَالَ هَلۡ عَلِمۡتُم مَّا فَعَلۡتُم بِيُوسُفَ وَأَخِيهِ إِذۡ أَنتُمۡ جَٰهِلُونَ ٨٩

He said, "Do you know what you did with Joseph and his brother when you were ignorant?"

قَالُوٓاْ أَءِنَّكَ لَأَنتَ يُوسُفُۖ قَالَ أَنَا۠ يُوسُفُ وَهَٰذَآ أَخِيۖ قَدۡ مَنَّ ٱللَّهُ عَلَيۡنَآۖ إِنَّهُۥ مَن يَتَّقِ وَيَصۡبِرۡ فَإِنَّ ٱللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجۡرَ ٱلۡمُحۡسِنِينَ ٩٠

They said, "Are you indeed Joseph?" He said, "I am Joseph, and this is my brother. Allāh has certainly favored us. Indeed, he who fears Allāh and is patient, then indeed, Allāh does not allow to be lost the reward of those who do good."

قَالُواْ تَٱللَّهِ لَقَدۡ ءَاثَرَكَ ٱللَّهُ عَلَيۡنَا وَإِن كُنَّا لَخَٰطِـِٔينَ ٩١

They said, "By Allāh, certainly has Allāh preferred you over us, and indeed, we have been sinners."

قَالَ لَا تَثۡرِيبَ عَلَيۡكُمُ ٱلۡيَوۡمَۖ يَغۡفِرُ ٱللَّهُ لَكُمۡۖ وَهُوَ أَرۡحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ ٩٢

He said, "No blame will there be upon you today. May Allāh forgive you; and He is the most merciful of the merciful.

"Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita ten-tang Yusuf dan saudaranya, dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir." Maka ketika mereka masuk ke (tem-pat) Yusuf, mereka berkata, "Hai al-Aziz, kami dan keluarga kami telah ditimpa kesengsaraan, dan kami datang membawa barang-barang yang tak berharga, maka sempurnakanlah sukatan untuk kami, dan bersedekahlah kepada kami, sesungguhnya Allah mem-beri balasan kepada orang-orang yang bersedekah." Yusuf berkata, "Apakah kamu mengetahui (kejelekan) apa yang telah kamu laku-kan terhadap Yusuf dan saudaranya ketika kamu tidak mengetahui (akibat) perbuatanmu itu." Mereka berkata, "Apakah kamu ini be-nar-benar Yusuf.' Yusuf menjawab, 'Akulah Yusuf dan ini saudaraku. Sesungguhnya Allah telah melimpahkan karuniaNya kepada kami. Sesungguhnya barangsiapa yang bertakwa dan bersabar, maka se-sungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik." Mereka berkata, "Demi Allah, sesungguhnya Allah telah melebihkan kamu atas kami, dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa)." Dia (Yusuf) berkata, "Pada hari ini tak ada cercaan terhadap kamu, mudah-mudahan Allah mengampuni (kamu), dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para penyayang." (Yusuf: 87-92).

(87) Maksudnya, Ya'qub berkata kepada anak-anaknya, ﴾ يَٰبَنِيَّ ٱذۡهَبُواْ فَتَحَسَّسُواْ مِن يُوسُفَ وَأَخِيهِ ﴿ "Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya" maksudnya, bersemangat dan bersungguh-sungguhlah dalam mencari mereka berdua ﴾ وَلَا تَاْيۡـَٔسُواْ مِن رَّوۡحِ ٱللَّهِۖ ﴿ "dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah", karena opti-misme akan mendorong seorang hamba kepada usaha dan keteku-nan serius untuk mencapai apa yang diharapkannya. Sedangkan putus asa, hanya akan mengakibatkan perasaan berat dan berma-las-malasan baginya. Pengharapan yang paling utama diinginkan seorang hamba ialah kemurahan dan curahan kebaikan Allah, rah-mat dan kasihNya. ﴾ إِنَّهُۥ لَا يَاْيۡـَٔسُ مِن رَّوۡحِ ٱللَّهِ إِلَّا ٱلۡقَوۡمُ ٱلۡكَٰفِرُونَ ﴿ "Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir", karena kekafiran mereka, maka mereka menjauhi rahmatNya dari diri me-reka. Dan (memang) rahmat Allah jauh dari mereka. Maka jangan-lah kalian menyerupai orang-orang kafir. Ayat ini menunjukkan bahwa sesuai kadar keimanan seorang hamba (kepada Allah), maka level pengharapannya kepada rahmat Allah dan kasihNya berada (pada kadar itu).

(88) Mereka pun bertolak berangkat. Ketika mereka masuk untuk menjumpai Yusuf, ﴾ قَالُواْ ﴿ "mereka berkata", dengan mengiba kepadanya, ﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡعَزِيزُ مَسَّنَا وَأَهۡلَنَا ٱلضُّرُّ وَجِئۡنَا بِبِضَٰعَةٖ مُّزۡجَىٰةٖ فَأَوۡفِ لَنَا ٱلۡكَيۡلَ وَتَصَدَّقۡ عَلَيۡنَآۖ ﴿ "Hai al-Aziz, kami dan keluarga kami telah ditimpa kesengsaraan, dan kami datang membawa barang-barang yang tak berharga, maka sempur-nakanlah sukatan untuk kami, dan bersedekahlah kepada kami", maksud-nya, kami dan keluarga telah terhimpit kesulitan ﴾ وَجِئۡنَا بِبِضَٰعَةٖ مُّزۡجَىٰةٖ ﴿ "dan kami datang membawa barang-barang yang tak berharga", yaitu pembayaran yang tidak disukai, karena jumlahnya yang sedikit lagi tidak sesuai ﴾ فَأَوۡفِ لَنَا ٱلۡكَيۡلَ ﴿ "maka sempurnakanlah sukatan kami", meskipun barternya tidak sepadan dan bersedekahlah kepada kami melebihi kadar yang semestinya ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ يَجۡزِي ٱلۡمُتَصَدِّقِينَ ﴿ "sesungguhnya Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bersedekah", dengan balasan di dunia dan akhirat.

(89) Ketika permasalahan menjadi genting dan mencapai puncaknya, Yusuf betul-betul merasa iba terhadap mereka, dan memperkenalkan dirinya kepada mereka sambil menegur mereka, ﴾ هَلۡ عَلِمۡتُم مَّا فَعَلۡتُم بِيُوسُفَ وَأَخِيهِ ﴿ "Apakah kamu mengetahui (kejelekan) apa yang telah kamu lakukan terhadap Yusuf dan saudaranya", adapun tindakan mereka kepada Yusuf, maka sudah jelas. Sedangkan tentang sauda-ranya, maka boleh jadi (karena) –wallahu a'lam- perkataan mereka, ﴾ إِن يَسۡرِقۡ فَقَدۡ سَرَقَ أَخٞ لَّهُۥ مِن قَبۡلُۚ ﴿ "Jika dia mencuri, maka sungguh telah pernah mencuri pula sauda-ranya sebelum ini."(Yusuf: 77). Atau, faktor penyebab terpisahnya Bunyamin dari ayahnya dan sumber kejadian itu adalah mereka ﴾ إِذۡ أَنتُمۡ جَٰهِلُونَ ﴿ "ketika kamu tidak mengetahui (akibat) perbuatanmu itu", ini semacam bentuk to-leransi bagi mereka yang disebabkan oleh tindakan bodoh mereka, atau merupakan upaya menjelek-jelekkan mereka lantaran melaku-kan perbuatan orang-orang yang bodoh, meskipun perbuatan itu tidak pantas dan tidak layak bagi mereka.

(90) Mereka menyadari bahwa orang yang berbicara dengan mereka adalah Yusuf. Lantas mereka bertanya-tanya, ﴾ أَءِنَّكَ لَأَنتَ يُوسُفُۖ قَالَ أَنَا۠ يُوسُفُ وَهَٰذَآ أَخِيۖ قَدۡ مَنَّ ٱللَّهُ عَلَيۡنَآۖ ﴿ "Apakah kamu ini benar-benar Yusuf." Yusuf menjawab, "Akulah Yusuf dan ini saudaraku. Sesungguhnya Allah telah melimpahkan karuniaNya kepada kami", dengan keimanan, ketak-waan, memegang kekuasaan di dunia. Karunia itu disebabkan oleh kesabaran dan ketakwaan. ﴾ إِنَّهُۥ مَن يَتَّقِ وَيَصۡبِرۡ ﴿ "Sesungguhnya barang-siapa yang bertakwa dan bersabar", yakni menjaga diri dari perbuatan yang diharamkan oleh Allah dan bersabar terhadap hal-hal yang menyakitkan dan musibah-musibah serta bersabar atas perintah-perintah Allah dan dalam menaatinya ﴾ فَإِنَّ ٱللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجۡرَ ٱلۡمُحۡسِنِينَ ﴿ "maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik", ini termasuk sifat perbuatan ihsan, dan Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang yang telah berbuat kebaikan.

(91) ﴾ قَالُواْ تَٱللَّهِ لَقَدۡ ءَاثَرَكَ ٱللَّهُ عَلَيۡنَا ﴿ "Mereka berkata, 'Demi Allah, sesungguhnya Allah telah melebihkan kamu atas kami'," maksudnya, Allah telah mengutamakanmu daripada kami dengan budi pekerti yang mulia serta perilaku yang baik, padahal kami telah melakukan perbuatan terburuk pada dirimu dan berapi-api untuk melancarkan gangguan kepadamu, dan menjauhkanmu dari ayah. Ternyata Allah تعالى melebihkanmu dan menempatkanmu pada kedudukan yang engkau inginkan [dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa): ini adalah pengakuan yang mendalam dari me-reka atas perbuatan jahat yang berasal dari mereka terhadap Yusuf].

(92) Maka Yusuf عليه السلام menjawab mereka dengan kemuliaan dan kemurahan hatinya, ﴾ لَا تَثۡرِيبَ عَلَيۡكُمُ ٱلۡيَوۡمَۖ ﴿ "Pada hari ini tak ada cer-caaan terhadap kamu", maksudnya aku tidak memaki dan tidak pula mencela kalian ﴾ يَغۡفِرُ ٱللَّهُ لَكُمۡۖ وَهُوَ أَرۡحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ ﴿ "mudah-mudahan Allah mengampuni kamu, dan Dia Maha Penyayang di antara para penyayang", Yusuf memaafkan mereka dengan sepenuhnya tanpa disertai men-diskreditkan mereka dengan menyebutkan kejahatan yang pernah mereka perbuat. Ia memohon ampunan dan rahmat bagi mereka. Ini adalah puncak sifat kebaikan yang tidak akan muncul kecuali dari orang-orang istimewa dan orang-orang terpilih dari kalangan orang-orang pilihan.

12:93–98Page 246

ٱذۡهَبُواْ بِقَمِيصِي هَٰذَا فَأَلۡقُوهُ عَلَىٰ وَجۡهِ أَبِي يَأۡتِ بَصِيرٗا وَأۡتُونِي بِأَهۡلِكُمۡ أَجۡمَعِينَ ٩٣

Take this, my shirt, and cast it over the face of my father; he will become seeing. And bring me your family, all together."

وَلَمَّا فَصَلَتِ ٱلۡعِيرُ قَالَ أَبُوهُمۡ إِنِّي لَأَجِدُ رِيحَ يُوسُفَۖ لَوۡلَآ أَن تُفَنِّدُونِ ٩٤

And when the caravan departed [from Egypt], their father said,1 "Indeed, I find the smell of Joseph [and would say that he was alive] if you did not think me weakened in mind."

قَالُواْ تَٱللَّهِ إِنَّكَ لَفِي ضَلَٰلِكَ ٱلۡقَدِيمِ ٩٥

They said, "By Allāh, indeed you are in your [same] old error."

فَلَمَّآ أَن جَآءَ ٱلۡبَشِيرُ أَلۡقَىٰهُ عَلَىٰ وَجۡهِهِۦ فَٱرۡتَدَّ بَصِيرٗاۖ قَالَ أَلَمۡ أَقُل لَّكُمۡ إِنِّيٓ أَعۡلَمُ مِنَ ٱللَّهِ مَا لَا تَعۡلَمُونَ ٩٦

And when the bearer of good tidings1 arrived, he cast it over his face, and he returned [once again] seeing. He said, "Did I not tell you that I know from Allāh that which you do not know?"

قَالُواْ يَٰٓأَبَانَا ٱسۡتَغۡفِرۡ لَنَا ذُنُوبَنَآ إِنَّا كُنَّا خَٰطِـِٔينَ ٩٧

They said, "O our father, ask for us forgiveness of our sins; indeed, we have been sinners."

قَالَ سَوۡفَ أَسۡتَغۡفِرُ لَكُمۡ رَبِّيٓۖ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلۡغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ ٩٨

He said, "I will ask forgiveness for you from my Lord. Indeed, it is He who is the Forgiving, the Merciful."

"Pergilah kamu dengan membawa baju gamisku ini, lalu letak-kanlah ia ke wajah ayahku, nanti dia akan dapat melihat kembali; dan bawalah keluargamu semuanya kepadaku." Tatkala kafilah itu telah keluar (dari negeri Mesir) maka berkatalah ayah mereka, "Sesungguhnya aku mencium bau Yusuf, sekiranya kamu tidak menuduhku lemah akal (tentu kamu membenarkan aku)." Keluar-ganya berkata, "Demi Allah, sesungguhnya kamu masih dalam ke-keliruanmu yang dahulu." Tatkala telah tiba pembawa kabar gem-bira itu, maka diletakkannya baju gamis itu ke wajah Ya'qub, lalu kembalilah dia dapat melihat. Ya'qub berkata, "Tidakkah aku ka-takan kepadamu, bahwa aku mengetahui dari Allah sesuatu yang kamu tidak mengetahuinya." Mereka berkata, "Wahai ayah kami, mohonkanlah ampun bagi kami terhadap dosa-dosa kami, sesung-guhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa)." Ya'qub berkata, "Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penya-yang." (Yusuf: 93-98).

(93) Yusuf berkata kepada para saudaranya, ﴾ ٱذۡهَبُواْ بِقَمِيصِي هَٰذَا فَأَلۡقُوهُ عَلَىٰ وَجۡهِ أَبِي يَأۡتِ بَصِيرٗا ﴿ "Pergilah kamu dengan membawa baju gamisku ini, lalu letakkanlah ia ke wajah ayahku, nanti dia akan dapat melihat kembali", karena setiap penyakit dapat disembuhkan dengan penangkalnya. Baju ini –karena di dalamnya terdapat aroma (tubuh) Yusuf yang mana dia telah memasukkan kesedihan dan kerinduan pada hati ayahnya yang mana hanya Allah-lah yang Maha Mengetahui- maka Yusuf ingin agar ayahnya mencium aromanya, hingga semangat kembali dan jiwanya pun tergugah serta penglihatannya menjadi normal. Bagi Allah ada sejumlah hikmah dan rahasia ilahi dalam kejadian ini yang tidak dapat dideteksi oleh manusia. Sementara Yusuf sanggup mengetahuinya dari kejadian tersebut.﴾ وَأۡتُونِي بِأَهۡلِكُمۡ أَجۡمَعِينَ ﴿ "Dan bawalah keluargamu semuanya kepadaku", anak-anak kalian, keluarga kalian serta orang-orang yang ikut dengan kalian, agar terwujud pertemuan yang menyeluruh serta lenyap dari kalian kesulitan hidup dan kesempitan rizki.

(94) ﴾ وَلَمَّا فَصَلَتِ ٱلۡعِيرُ ﴿ "Tatkala kafilah itu telah keluar", dari negeri Mesir mengarah ke negeri Palestina, Ya'qub telah mencium aroma baju Yusuf. Beliau berkata, ﴾ إِنِّي لَأَجِدُ رِيحَ يُوسُفَۖ لَوۡلَآ أَن تُفَنِّدُونِ ﴿ "Sesungguh-nya aku mencium bau Yusuf, sekiranya kamu tidak menuduhku lemah akal (tentu kamu membenarkan aku)", maksudnya mengolok-olok diriku dan kalian mengklaim bahwa ucapan ini muncul dari diriku tanpa kesadaran. Karena beliau melihat mereka begitu terheran-heran de-ngan kondisinya hingga menyebabkan munculnya perkataan itu.

(95) Maka terjadilah apa yang beliau perkirakan pada me-reka, lalu keluarganya berkata, ﴾ تَٱللَّهِ إِنَّكَ لَفِي ضَلَٰلِكَ ٱلۡقَدِيمِ ﴿ "Demi Allah, sesungguhnya kamu masih dalam kekeliruanmu yang dahulu", maksud-nya engkau masih saja bingung di laut yang bergelombang, tidak sadar apa yang engkau ucapkan.

(96) ﴾ فَلَمَّآ أَن جَآءَ ٱلۡبَشِيرُ ﴿ "Tatkala telah tiba pembawa kabar gembira itu", dekat dengan waktu berkumpulnya Yusuf, saudara-saudara dan ayah mereka ﴾ أَلۡقَىٰهُ ﴿ "maka ia meletakkannya", baju gamis itu ﴾ عَلَىٰ وَجۡهِهِۦ فَٱرۡتَدَّ بَصِيرٗاۖ ﴿ "ke wajah Ya'qub, lalu kembalilah dia dapat melihat", maksudnya beliau kembali ke keadaan semula, dapat melihat dengan matanya, setelah dua bola mata beliau memutih karena kesedihan (yang mendalam). Beliau berkata kepada orang-orang yang hadir, dari kalangan anak-anak dan keluarganya yang tadi menuduh be-liau lemah akal, mereka pun tercengang oleh kejadian tersebut dan beliau menang atas mereka sambil mengulang-ulang penyebutan nikmat Allah pada beliau, ﴾ أَلَمۡ أَقُل لَّكُمۡ إِنِّيٓ أَعۡلَمُ مِنَ ٱللَّهِ مَا لَا تَعۡلَمُونَ ﴿ "Tidakkah aku katakan kepadamu, bahwa aku mengetahui dari Allah sesuatu yang kamu tidak mengetahuinya." Sebelumnya aku benar-benar berharap bisa berjumpa dengan Yusuf, menunggu-nunggu(nya) agar kegun-dahan, kegelisahan, dan kesedihanku hilang.

(97) Mereka mengakui kesalahan mereka dan sadar dengan itu. ﴾ قَالُواْ يَٰٓأَبَانَا ٱسۡتَغۡفِرۡ لَنَا ذُنُوبَنَآ إِنَّا كُنَّا خَٰطِـِٔينَ ﴿ "Mereka berkata, 'Wahai ayah kami, mohonkanlah ampun bagi kami terhadap dosa-dosa kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa)'," atas perlakuan kami kepadamu.

(98) Maka ﴾ قَالَ ﴿ "Ya'qub berkata" untuk menyambut permin-taan mereka lagi bersegera meresponnya,﴾ سَوۡفَ أَسۡتَغۡفِرُ لَكُمۡ رَبِّيٓۖ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلۡغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ ﴿ "Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang", harapanku kepadaNya, adalah agar Dia mengampuni kalian dan mencurahkan rahmat kepada kalian serta menaungi kalian dengan rahmatNya. Ada yang mengatakan, bahwa beliau menunda per-mohonan ampunan bagi mereka sampai waktu sahur yang utama, supaya lebih sempurna untuk memohonkan ampunan dan lebih dekat untuk dikabulkan.

Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences

Contents

Ayat al-Kursi36Al-Kahfpage 42juz 15Bukhari 1Muslim 2999

Style

Theme
Text size
Layout

Читать на русском