As-Sa'di · Tafsir · in Indonesian
فاطر
Fatir
Originator · Meccan · 45 ayahs
35:1–2Page 434
ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ فَاطِرِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ جَاعِلِ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةِ رُسُلًا أُوْلِيٓ أَجۡنِحَةٖ مَّثۡنَىٰ وَثُلَٰثَ وَرُبَٰعَۚ يَزِيدُ فِي ٱلۡخَلۡقِ مَا يَشَآءُۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٞ ١
[All] praise is [due] to Allāh, Creator of the heavens and the earth, [who] made the angels messengers having wings, two or three or four. He increases in creation what He wills. Indeed, Allāh is over all things competent.
مَّا يَفۡتَحِ ٱللَّهُ لِلنَّاسِ مِن رَّحۡمَةٖ فَلَا مُمۡسِكَ لَهَاۖ وَمَا يُمۡسِكۡ فَلَا مُرۡسِلَ لَهُۥ مِنۢ بَعۡدِهِۦۚ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ ٢
Whatever Allāh grants to people of mercy - none can withhold it; and whatever He withholds - none can release it thereafter. And He is the Exalted in Might, the Wise.
"Segala puji bagi Allah, Pencipta langit dan bumi, Yang men-jadikan malaikat sebagai utusan-utusan yang mempunyai sayap-sayap, ada yang dua, tiga dan empat buah. Allah menambahkan pada ciptaanNya apa yang dikehendakiNya. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorang pun yang dapat menahannya, dan apa saja yang ditahan oleh Allah, maka tidak ada seorang pun yang sanggup untuk melepaskannya sesu-dah itu. Dan Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana." (Fathir: 1-2).
Makkiyah
(1) Allah سبحانه وتعالى memuji DiriNya sendiri Yang Mahamulia lagi Mahasuci karena penciptaanNya terhadap langit dan bumi serta berbagai macam makhluk yang ada pada keduanya; karena itu adalah bukti (dalil) kesempurnaan KuasaNya, keluasan kerajaan-Nya, keluasan rahmatNya, keindahan hikmah dan ilmuNya yang meliputi (segala sesuatu). Dan setelah Allah menjelaskan tentang penciptaan, berikut-nya Allah menjelaskan apa yang berkaitan dengan perintahNya, yaitu Dia menjadikan ﴾ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةِ رُسُلًا ﴿ "malaikat sebagai utusan-utusan" di dalam mengatur perintah-perintahNya yang bersifat taqdiri dan sebagai perantara antara Allah dengan manusia di dalam me-nyampaikan perintah-perintahNya yang bersifat syar'i. Di dalam penjelasan bahwa Dia menjadikan malaikat-malaikat sebagai utusan-utusan, Allah tidak memberikan pengecualian ter-hadap seorang pun di antara mereka, dan ini sekaligus merupakan satu dalil (bukti) yang menunjukkan totalitas kepatuhan mereka kepada Rabb, Allah سبحانه وتعالى, dan ketundukan mereka kepada perintah-perintahNya, sebagaimana Allah Firmankan, ﴾ لَّا يَعۡصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمۡ وَيَفۡعَلُونَ مَا يُؤۡمَرُونَ 6 ﴿ "Mereka tidak mendurhakai Allah terhadap apa ang diperintah-kanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (at-Tahrim: 6). Oleh karena para malaikat itu adalah para pelaksana –berda-sarkan izin Allah– melakukan hal-hal yang ditugaskanNya kepada mereka, maka Allah menjelaskan kemampuan mereka untuk mela-kukannya, dan betapa sangat cepatnya perjalanan mereka, di mana Allah menjadikan di antara mereka mereka, ﴾ أُوْلِيٓ أَجۡنِحَةٖ ﴿ "mempunyai sayap-sayap" yang dengannya mereka bisa terbang dan segera me-laksanakan apa saja yang diperintahkan kepadanya, ﴾ مَّثۡنَىٰ وَثُلَٰثَ وَرُبَٰعَۚ ﴿ "ada yang memiliki dua, tiga dan empat buah," maksudnya: Di antara mereka ada yang mempunyai dua sayap, ada yang tiga dan ada juga yang empat, masing-masing sesuai dengan tuntutan hikmah Allah سبحانه وتعالى. ﴾ يَزِيدُ فِي ٱلۡخَلۡقِ مَا يَشَآءُۚ ﴿ "Dia menambahkan pada ciptaanNya apa yang dikehendakiNya." Maksudnya, memberikan kelebihan kepada se-bagian makhlukNya atas sebagian yang lain dalam bentuk pencip-taannya, kekuatannya, keindahannya, tambahan anggota badan melebihi yang biasanya, kemerduan suaranya, dan dalam kebagusan nadanya. ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٞ ﴿ "Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu." Maka dari itu Kuasa Allah berlaku menurut apa yang Dia kehendaki, tidak ada sesuatu apa pun yang menjadi sulit bagiNya; yang di antaranya adalah memberikan kelebihan kepada sebagian makhlukNya atas sebagian yang lain.
(2) Kemudian Allah menjelaskan bahwa hanya Dia yang mengatur, memberi, dan menahan (tidak memberi), seraya ber-firman, ﴾ مَّا يَفۡتَحِ ٱللَّهُ لِلنَّاسِ مِن رَّحۡمَةٖ فَلَا مُمۡسِكَ لَهَاۖ وَمَا يُمۡسِكۡ ﴿ "Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorang pun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah" dari mereka berupa bagian dari rahmatNya, ﴾ فَلَا مُرۡسِلَ لَهُۥ مِنۢ بَعۡدِهِۦۚ ﴿ "maka tidak ada seorang pun yang sanggup untuk melepaskannya sesudah itu." Hal ini mengharuskan ketergantungan kepada Allah سبحانه وتعالى dan butuh kepadaNya dari segala sisi, dan mengharuskan tidak ada yang dimohon selain Dia, tidak ditakuti, dan tidak pula diharapkan kecuali Dia. ﴾ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "Dan Dia-lah Yang Mahaperkasa" Yang menun-dukkan dan menguasai segala sesuatu, ﴾ ٱلۡحَكِيمُ ﴿ "lagi Mahabijaksana," Yang meletakkan segala sesuatu pada tempat-tempatnya yang semestinya dan mendudukkannya pada kedudukannya masing-masing.
35:3–4Page 434
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱذۡكُرُواْ نِعۡمَتَ ٱللَّهِ عَلَيۡكُمۡۚ هَلۡ مِنۡ خَٰلِقٍ غَيۡرُ ٱللَّهِ يَرۡزُقُكُم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِۚ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَۖ فَأَنَّىٰ تُؤۡفَكُونَ ٣
O mankind, remember the favor of Allāh upon you. Is there any creator other than Allāh who provides for you from the heaven and earth? There is no deity except Him, so how are you deluded?
وَإِن يُكَذِّبُوكَ فَقَدۡ كُذِّبَتۡ رُسُلٞ مِّن قَبۡلِكَۚ وَإِلَى ٱللَّهِ تُرۡجَعُ ٱلۡأُمُورُ ٤
And if they deny you, [O Muḥammad] - already were messengers denied before you. And to Allāh are returned [all] matters.
"Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Ada-kah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rizki kepada kamu dari langit dan dari bumi? Tidak ada sembahan yang haq melainkan Dia; maka mengapakah kamu berpaling? Dan jika mereka mendustakan kamu, maka sungguh telah didustakan pula rasul-rasul sebelum kamu. Dan hanya kepada Allah-lah dikembali-kan segala urusan." (Fathir: 3-4).
(3) Allah سبحانه وتعالى memerintah seluruh manusia untuk mengingat nikmatNya atas mereka. Ini mencakup mengingat nikmat dengan hati sebagai bentuk pengakuan, dengan lisan sebagai bentuk pujian, dan dengan seluruh anggota tubuh dalam bentuk ketundukan. Sebab, sesungguhnya mengingat nikmat-nikmat Allah سبحانه وتعالى itu bisa memotivasi diri untuk bersyukur kepadaNya. Kemudian Allah سبحانه وتعالى mengingatkan mereka akan pokok-pokok kenikmatan, yaitu bahwa mereka diciptakan dan diberikan rizki, seraya berfirman, ﴾ هَلۡ مِنۡ خَٰلِقٍ غَيۡرُ ٱللَّهِ يَرۡزُقُكُم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِۚ ﴿ "Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rizki kepada kamu dari langit dan dari bumi?" Oleh karena sudah dimaklumi bahwa tidak ada satu pun yang dapat menciptakan dan memberikan rizki kecuali Allah, maka hal ini menjadi bukti (dalil) akan ke-Tuhan-anNya dan ke-berhakanNya untuk disembah. Maka dari itu Dia berfirman, ﴾ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَۖ فَأَنَّىٰ تُؤۡفَكُونَ ﴿ "Tidak ada sembahan yang haq melainkan Dia; maka mengapakah kamu berpaling?" Maksudnya, mengapa kalian berpaling dari peribadatan kepada Sang Pencipta lagi Pemberi rizki kepada peribadatan kepada makhluk yang justru (sama dengan kalian) diberi rizki.
(4) ﴾ وَإِن يُكَذِّبُوكَ ﴿ "Dan jika mereka mendustakan kamu" wahai Rasul, maka kamu mempunyai suri teladan dari para Rasul sebe-lum kamu, ﴾ فَقَدۡ كُذِّبَتۡ رُسُلٞ مِّن قَبۡلِكَۚ ﴿ "maka sungguh telah didustakan pula rasul-rasul sebelum kamu." Kemudian orang-orang yang mendusta-kan itu pun dibinasakan, dan Allah menyelamatkan para rasul tersebut beserta para pengikutnya. ﴾ وَإِلَى ٱللَّهِ تُرۡجَعُ ٱلۡأُمُورُ ﴿ "Dan hanya kepada Allah-lah dikembalikan segala urusan."
35:5–7Page 435
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّ وَعۡدَ ٱللَّهِ حَقّٞۖ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَا وَلَا يَغُرَّنَّكُم بِٱللَّهِ ٱلۡغَرُورُ ٥
O mankind, indeed the promise of Allāh is truth, so let not the worldly life delude you and be not deceived about Allāh by the Deceiver [i.e., Satan].
إِنَّ ٱلشَّيۡطَٰنَ لَكُمۡ عَدُوّٞ فَٱتَّخِذُوهُ عَدُوًّاۚ إِنَّمَا يَدۡعُواْ حِزۡبَهُۥ لِيَكُونُواْ مِنۡ أَصۡحَٰبِ ٱلسَّعِيرِ ٦
Indeed, Satan is an enemy to you; so take him as an enemy. He only invites his party to be among the companions of the Blaze.
ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لَهُمۡ عَذَابٞ شَدِيدٞۖ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَهُم مَّغۡفِرَةٞ وَأَجۡرٞ كَبِيرٌ ٧
Those who disbelieve will have a severe punishment, and those who believe and do righteous deeds will have forgiveness and great reward.
"Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah setan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu, maka anggaplah ia musuh, karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala. Orang-orang yang kafir, bagi mereka azab yang keras. Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih, bagi mereka ampunan dan pahala yang besar." (Fathir: 5-7)
(5-6) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّ وَعۡدَ ٱللَّهِ ﴿ "Hai manusia, se-sungguhnya janji Allah" akan adanya kebangkitan dan pembalasan terhadap amal perbuatan ﴾ حَقّٞۖ ﴿ "adalah benar adanya." Maksudnya: Tidak ada keraguan, kebimbangan ataupun ketidakpastian pada-nya. Hal ini telah dibuktikan oleh berbagai dalil sam'i (wahyu) dan berbagai argumen aqli (logis). Jika janjiNya adalah benar, maka bersiap-siaplah untuk menghadapinya dan pergunakanlah segera waktu-waktu kalian yang sangat berharga itu untuk beramal shalih, dan jangan sekali-kali ada yang menghalangi kalian dari yang demikian. ﴾ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَا ﴿ "Maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu" dengan segala kelezatan dan kegemerlapan-nya serta segala tuntutannya, sehingga melalaikan kalian dari tujuan kalian diciptakan, ﴾ وَلَا يَغُرَّنَّكُم بِٱللَّهِ ٱلۡغَرُورُ ﴿ "dan sekali-kali janganlah setan yang pandai menipu memperdayakan kamu tentang Allah" yaitu setan, musuh kalian yang sesungguhnya, ﴾ فَٱتَّخِذُوهُ عَدُوًّاۚ ﴿ "maka anggap-lah ia musuh." Maksudnya: Hendaknya permusuhan setan terhadap kalian menjadi perhatian, dan jangan kalian meremehkan serangan-nya yang biasa terjadi setiap waktu, sebab dia bisa melihat kalian sedangkan kalian tidak dapat melihatnya, dan dia selalu mengintai kalian. ﴾ إِنَّمَا يَدۡعُواْ حِزۡبَهُۥ لِيَكُونُواْ مِنۡ أَصۡحَٰبِ ٱلسَّعِيرِ ﴿ "Karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala." Inilah maksud dan yang diinginkannya dari siapa saja yang mengikutinya, yaitu dihinakan sehina-hinanya dengan azab yang sangat dahsyat.
(7) Kemudian Allah menjelaskan bahwa manusia, dilihat dari (sudut pandang) patuh dan tidaknya kepada setan terbagi menjadi dua golongan. Lalu Allah menyebutkan balasan masing-masing golongan, seraya berfirman, ﴾ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ ﴿ "Orang-orang yang kafir" yang mengingkari apa yang dibawa oleh para rasul dan di-jelaskan oleh kitab-kitab suci, ﴾ لَهُمۡ عَذَابٞ شَدِيدٞۖ ﴿ "bagi mereka azab yang keras" di dalam Neraka Jahanam; sangat dahsyat keadaan dan sifat-sifatnya, dan mereka kekal abadi di dalamnya selama-lamanya. ﴾ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ﴿ "Dan orang-orang yang beriman" dengan hati mereka kepada hal-hal yang Allah serukan untuk diimani, ﴾ وَعَمِلُواْ ﴿ "dan mengerjakan," dengan anggota badan mereka, amal-amal shalih sesuai dengan konsekwensi iman tersebut ﴾ لَهُم مَّغۡفِرَةٞ ﴿ "bagi mereka ampunan" terhadap dosa-dosa mereka, yang dengannya keburukan dan segala hal yang tidak diinginkan menjadi hilang dari mereka ﴾ وَأَجۡرٞ كَبِيرٌ ﴿ "dan pahala yang besar," yang dengannya segala hal yang diinginkan pasti tercapai.
35:8Page 435
أَفَمَن زُيِّنَ لَهُۥ سُوٓءُ عَمَلِهِۦ فَرَءَاهُ حَسَنٗاۖ فَإِنَّ ٱللَّهَ يُضِلُّ مَن يَشَآءُ وَيَهۡدِي مَن يَشَآءُۖ فَلَا تَذۡهَبۡ نَفۡسُكَ عَلَيۡهِمۡ حَسَرَٰتٍۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمُۢ بِمَا يَصۡنَعُونَ ٨
Then is one to whom the evil of his deed has been made attractive so he considers it good [like one rightly guided]? For indeed, Allāh sends astray whom He wills and guides whom He wills. So do not let yourself perish over them in regret. Indeed, Allāh is Knowing of what they do.
"Maka apakah orang yang dijadikan menganggap baik pe-kerjaannya yang buruk lalu ia meyakini pekerjaan itu baik? Maka sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendakiNya dan menunjuki siapa yang dikehendakiNya; maka janganlah dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat." (Fathir: 8).
(8) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ أَفَمَن زُيِّنَ لَهُۥ ﴿ "Maka apakah orang yang dijadikan menganggap baik" pekerjaannya yang buruk lagi keji, yang dihiasi dan diperbagus oleh setan dalam pandangan matanya, ﴾ فَرَءَاهُ حَسَنٗاۖ ﴿ "lalu ia meyakini pekerjaan itu baik." Yakni, seperti orang yang diberi hidayah oleh Allah kepada jalan yang lurus dan Agama yang benar; apakah sama yang ini dengan yang itu?! Yang pertama melakukan amal keburukan dan memandang yang haq itu batil, sedangkan yang batil itu haq, dan orang yang kedua melakukan kebaikan dan melihat yang haq adalah haq dan yang batil adalah batil. Namun, pemberian hidayah dan penyesatan itu hanya ada di Tangan Allah سبحانه وتعالى, ﴾ فَإِنَّ ٱللَّهَ يُضِلُّ مَن يَشَآءُ وَيَهۡدِي مَن يَشَآءُۖ فَلَا تَذۡهَبۡ نَفۡسُكَ عَلَيۡهِمۡ ﴿ "maka sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendakiNya dan me-nunjuki siapa yang dikehendakiNya; maka janganlah dirimu binasa ter-hadap mereka," yakni terhadap orang-orang yang sesat di mana perbuatan-perbuatan buruk mereka pandang baik dan mereka dihalang-halangi oleh setan dari yang haq, ﴾ حَسَرَٰتٍۚ ﴿ "karena kese-dihan." Hal itu karena kewajibanmu hanyalah menyampaikan, dan sedikitpun kamu tidak berwenang memberi petunjuk kepada mereka, dan Allah-lah yang akan memberikan pembalasan kepada mereka atas amal perbuatan mereka. ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمُۢ بِمَا يَصۡنَعُونَ ﴿ "Sesungguh-nya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat."
35:9Page 435
وَٱللَّهُ ٱلَّذِيٓ أَرۡسَلَ ٱلرِّيَٰحَ فَتُثِيرُ سَحَابٗا فَسُقۡنَٰهُ إِلَىٰ بَلَدٖ مَّيِّتٖ فَأَحۡيَيۡنَا بِهِ ٱلۡأَرۡضَ بَعۡدَ مَوۡتِهَاۚ كَذَٰلِكَ ٱلنُّشُورُ ٩
And it is Allāh who sends the winds, and they stir the clouds, and We drive them to a dead land and give life thereby to the earth after its lifelessness. Thus is the resurrection.
"Dan Allah-lah yang mengirimkan angin; lalu angin itu menggerakkan awan, maka Kami halau awan itu ke suatu negeri yang mati lalu Kami hidupkan bumi setelah kematiannya dengan hujan itu. Demikianlah kebangkitan itu." (Fathir: 9).
(9) Allah سبحانه وتعالى menginformasikan tentang kemahasempurnaan KuasaNya dan kemahaluasan belas kasihNya, dan sesungguhnya Dia-lah ﴾ أَرۡسَلَ ٱلرِّيَٰحَ فَتُثِيرُ سَحَابٗا فَسُقۡنَٰهُ إِلَىٰ بَلَدٖ مَّيِّتٖ ﴿ "yang mengirimkan angin; lalu angin itu menggerakkan awan, maka Kami halau awan itu ke suatu negeri yang mati" kemudian Allah menurunkannya di atasnya ﴾ أَرۡسَلَ ٱلرِّيَٰحَ فَتُثِيرُ سَحَابٗا فَسُقۡنَٰهُ إِلَىٰ بَلَدٖ مَّيِّتٖ ﴿ "lalu Kami hidupkan bumi setelah kematiannya dengan hujan itu" maka hiduplah daerah tersebut dan juga para penghuni-nya, hewan-hewan pun mendapat makanan dan berkeliaran di ladang-ladang rumput itu. ﴾ كَذَٰلِكَ ﴿ "Demikianlah," Allah Yang telah menghidupkan bumi setelah kematiannya, akan menghidupkan kembali orang-orang yang sudah mati dari dalam kuburnya; maka kelak mereka akan datang untuk menghadap Allah, supaya Dia memberikan kepu-tusan di antara mereka dan menetapkan keputusan dengan kepu-tusan hukum yang adil.
35:10Page 435
مَن كَانَ يُرِيدُ ٱلۡعِزَّةَ فَلِلَّهِ ٱلۡعِزَّةُ جَمِيعًاۚ إِلَيۡهِ يَصۡعَدُ ٱلۡكَلِمُ ٱلطَّيِّبُ وَٱلۡعَمَلُ ٱلصَّٰلِحُ يَرۡفَعُهُۥۚ وَٱلَّذِينَ يَمۡكُرُونَ ٱلسَّيِّـَٔاتِ لَهُمۡ عَذَابٞ شَدِيدٞۖ وَمَكۡرُ أُوْلَٰٓئِكَ هُوَ يَبُورُ ١٠
Whoever desires honor [through power] - then to Allāh belongs all honor.1 To Him ascends good speech, and righteous work raises it.2 But they who plot evil deeds will have a severe punishment, and the plotting of those - it will perish.
"Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, maka hanya milik Allah kemuliaan itu semuanya. KepadaNya-lah naiknya perkataan-perkataan yang baik dan amal yang shalih yang dinaik-kanNya. Dan orang-orang yang merencanakan kejahatan bagi mereka azab yang keras, dan rencana jahat mereka akan hancur." (Fathir: 10).
(10) Artinya: Hai orang yang menghendaki kemuliaan, carilah kemuliaan itu pada Dzat Yang kemuliaan itu ada di Tangan-Nya. Dan sesungguhnya kemuliaan itu hanya di Tangan Allah, dan ia tidak bisa diperoleh kecuali dengan cara menaatiNya. Allah telah menyebutkannya melalui FirmanNya, ﴾ إِلَيۡهِ يَصۡعَدُ ٱلۡكَلِمُ ٱلطَّيِّبُ ﴿ "Ke-padaNya-lah naiknya perkataan-perkataan yang baik," seperti bacaan al-Qur`an, tasbih, tahmid, tahlil dan setiap perkataan yang baik lagi mulia. Ia diangkat kepada Allah dan diperlihatkan kepadaNya, lalu Allah membanggakan pelakunya di hadapan para malaikat. ﴾ وَٱلۡعَمَلُ ٱلصَّٰلِحُ ﴿ "Dan amal yang shalih" berupa amalan-amalan hati dan amalan-amalan lahiriah. ﴾ يَرۡفَعُهُۥۚ ﴿ "yang dinaikkanNya." Yakni, diangkat oleh Allah سبحانه وتعالى sebagaimana halnya kalimat-kalimat yang baik. Ada yang mengatakan: Maksudnya, amal shalih mengangkat perkataan-perkataan yang baik; sehingga terangkatnya perkataan-perkataan yang baik itu tergantung kepada amal-amal shalih sang hamba. Amal shalihnyalah yang mengangkat perkataan-perkataan yang baik. Jika ia tidak mempunyai amal shalih, maka tidak ada satu perkataan pun yang dinaikkan kepada Allah سبحانه وتعالى. Itulah amal-amal yang dinaikkan kepada Allah سبحانه وتعالى dan Allah meninggikan dan memuliakan pelakunya. Adapun amal-amal buruk, maka sebaliknya, pelakunya meng-inginkan ia mendapatkan kemuliaan dengannya; ia melakukan tipu daya dan muslihat namun akibatnya menimpa dirinya sendiri. Ia tidak makin bertambah kecuali kehinaan dan kerendahan. Maka dari itu Allah berfirman,﴾ وَٱلۡعَمَلُ ٱلصَّٰلِحُ يَرۡفَعُهُۥۚ وَٱلَّذِينَ يَمۡكُرُونَ ٱلسَّيِّـَٔاتِ لَهُمۡ عَذَابٞ شَدِيدٞۖ ﴿ "Dan amal yang shalih dinaikkanNya, sedangkan orang-orang yang merencanakan kejahatan bagi mereka azab yang keras," di mana mereka dihinakan di dalamnya dengan sehina-hinanya. ﴾ وَمَكۡرُ أُوْلَٰٓئِكَ هُوَ يَبُورُ ﴿ "Dan rencana jahat mereka akan hancur." Maksudnya, akan binasa dan menjadi sirna, dan rencana jahat mereka sama sekali tidak menguntungkan mereka sedikitpun; sebab ia adalah rencana jahat dengan kebatilan dan untuk tujuan kebatilan pula.
35:11Page 435
وَٱللَّهُ خَلَقَكُم مِّن تُرَابٖ ثُمَّ مِن نُّطۡفَةٖ ثُمَّ جَعَلَكُمۡ أَزۡوَٰجٗاۚ وَمَا تَحۡمِلُ مِنۡ أُنثَىٰ وَلَا تَضَعُ إِلَّا بِعِلۡمِهِۦۚ وَمَا يُعَمَّرُ مِن مُّعَمَّرٖ وَلَا يُنقَصُ مِنۡ عُمُرِهِۦٓ إِلَّا فِي كِتَٰبٍۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٞ ١١
And Allāh created you from dust, then from a sperm-drop; then He made you mates. And no female conceives nor does she give birth except with His knowledge. And no aged person is granted [additional] life nor is his lifespan lessened but that it is in a register. Indeed, that for Allāh is easy.
"Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan. Dan tidak ada seorang perempuan pun yang mengandung dan tidak pula melahirkan melainkan dengan pengetahuanNya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan ada dalam Kitab. Sesungguh-nya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah." (Fathir: 11).
(11) Allah سبحانه وتعالى mengingatkan penciptaanNya kepada manu-sia dan bagaimana manusia berpindah fase demi fase, sejak dari tanah lalu menjadi air mani dan seterusnya. ﴾ ثُمَّ جَعَلَكُمۡ أَزۡوَٰجٗاۚ ﴿ "Kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan," yakni, Dia terus memindahkan kalian dari satu fase ke fase berikut-nya hingga menjadikan kalian sampai berpasang-pasangan, yang laki-laki mengawini yang perempuan; yang melalui perkawinan itu diharapkan adanya anak keturunan. Sekalipun nikah itu meru-pakan salah satu sebabnya, namun ia tetap selalu disertai qadha`, takdir, dan ilmu Allah. ﴾ وَمَا تَحۡمِلُ مِنۡ أُنثَىٰ وَلَا تَضَعُ إِلَّا بِعِلۡمِهِۦۚ ﴿ "Dan tidak ada seorang perempuan pun yang mengandung dan tidak pula melahirkan melainkan dengan pe-ngetahuanNya," begitu juga fase-fase kehidupan manusia, semuanya berdasarkan ilmu dan ketentuan Allah, ﴾ وَمَا يُعَمَّرُ مِن مُّعَمَّرٖ وَلَا يُنقَصُ مِنۡ عُمُرِهِۦٓ ﴿ "Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya." Maksudnya, orang yang diberi umur panjang, ﴾ إِلَّا ﴿ "melainkan" berdasarkan ilmuNya; dan tidak pula berkurang umur seseorang yang sedang ia jalani, kalau seki-ranya ia tidak melakukan hal-hal yang menjadi sebab makin pen-deknya umur, seperti zina, durhaka terhadap kedua ibu-bapak, memutus hubungan kerabat (silaturahim) dan yang serupa; yang tersebut di atas adalah termasuk faktor penyebab pendeknya umur. Artinya: Panjang atau pendeknya umur, baik karena suatu sebab atau tanpa sebab, semuanya berdasarkan ilmu Allah سبحانه وتعالى, dan Dia telah mengukuhkannya ﴾ فِي كِتَٰبٍۚ ﴿ "dalam Kitab" yang menghim-pun seluruh apa yang akan terjadi pada seorang hamba dalam se-luruh waktunya dan hari-hari kehidupannya. ﴾ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٞ ﴿ "Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah ," maksudnya, Ilmu Allah meliputi semua data-data yang banyak dan juga cakupan kitabNya padanya. Itulah tiga dalil dari sekian dalil-dalil tentang (kebenaran) kebangkitan dan akan dihidupkannya kembali manusia, semuanya rasional. Allah mengingatkannya di dalam ayat-ayat di atas, yaitu: Menghidupkan kembali tanah (bumi) sesudah kekeringannya, dan sesungguhnya yang kuasa menghidupkannya pasti akan kuasa menghidupkan orang-orang yang sudah mati; berpindah-pindah-nya seorang manusia dari fase ke fase yang lain. Maka Tuhan yang telah menciptakannya dan memindahnya dari fase ke fase yang lain, dari satu kondisi ke kondisi yang lain hingga mencapai kepada garis yang telah ditentukan untuknya, maka untuk mengulangi-nya dan menciptakannya kembali dalam bentuk ciptaan yang lain adalah lebih mudah dan itu lebih gampang bagiNya. Begitu pula cakupan ilmuNya terhadap seluruh bagian-bagian (partikel-partikel) alam samawi dan alam bumi, yang kecil dan yang besar, yang ada di dalam hati, dan janin yang ada di dalam rahim, bertambah dan berkurangnya umur, semua itu ada di dalam suatu kitab. Dan karena yang telah terjadi itu sudah ter-bukti mudah bagiNya, maka kalau Dia menghidupkan kembali orang-orang yang sudah mati tentu lebih mudah dan lebih gampang lagi. Maka Mahasuci Allah yang kebaikanNya amat sangat banyak, dan Dia mengingatkan hamba-hambaNya akan apa yang mengan-dung kebaikan bagi mereka untuk kehidupan dunia dan akhirat mereka.
35:12–14Page 436
وَمَا يَسۡتَوِي ٱلۡبَحۡرَانِ هَٰذَا عَذۡبٞ فُرَاتٞ سَآئِغٞ شَرَابُهُۥ وَهَٰذَا مِلۡحٌ أُجَاجٞۖ وَمِن كُلّٖ تَأۡكُلُونَ لَحۡمٗا طَرِيّٗا وَتَسۡتَخۡرِجُونَ حِلۡيَةٗ تَلۡبَسُونَهَاۖ وَتَرَى ٱلۡفُلۡكَ فِيهِ مَوَاخِرَ لِتَبۡتَغُواْ مِن فَضۡلِهِۦ وَلَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ ١٢
And not alike are the two seas [i.e., bodies of water]. One is fresh and sweet, palatable for drinking, and one is salty and bitter. And from each you eat tender meat and extract ornaments which you wear, and you see the ships plowing through [them] that you might seek of His bounty; and perhaps you will be grateful.
يُولِجُ ٱلَّيۡلَ فِي ٱلنَّهَارِ وَيُولِجُ ٱلنَّهَارَ فِي ٱلَّيۡلِ وَسَخَّرَ ٱلشَّمۡسَ وَٱلۡقَمَرَۖ كُلّٞ يَجۡرِي لِأَجَلٖ مُّسَمّٗىۚ ذَٰلِكُمُ ٱللَّهُ رَبُّكُمۡ لَهُ ٱلۡمُلۡكُۚ وَٱلَّذِينَ تَدۡعُونَ مِن دُونِهِۦ مَا يَمۡلِكُونَ مِن قِطۡمِيرٍ ١٣
He causes the night to enter the day, and He causes the day to enter the night and has subjected the sun and the moon - each running [its course] for a specified term. That is Allāh, your Lord; to Him belongs sovereignty. And those whom you invoke other than Him do not possess [as much as] the membrane of a date seed.
إِن تَدۡعُوهُمۡ لَا يَسۡمَعُواْ دُعَآءَكُمۡ وَلَوۡ سَمِعُواْ مَا ٱسۡتَجَابُواْ لَكُمۡۖ وَيَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ يَكۡفُرُونَ بِشِرۡكِكُمۡۚ وَلَا يُنَبِّئُكَ مِثۡلُ خَبِيرٖ ١٤
If you invoke them, they do not hear your supplication; and if they heard, they would not respond to you. And on the Day of Resurrection they will deny your association.1 And none can inform you like [one] Aware [of all matters].
"Dan tiada sama dua laut; yang ini tawar, segar, sedap di-minum dan yang lain asin lagi pahit. Dan dari masing-masing laut itu kamu dapat memakan daging yang segar dan kamu dapat mengeluarkan perhiasan yang dapat kamu memakainya, dan pada masing-masingnya kamu lihat kapal-kapal berlayar membelah laut supaya kamu dapat mencari karuniaNya dan supaya kamu bersyukur. Dia memasukkan malam ke dalam siang dan mema-sukkan siang ke dalam malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Yang demikian itulah Allah Rabbmu, kepunyaanNyalah kerajaan. Dan orang-orang yang kamu seru selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari. Jika kamu menyeru mereka, mereka tiada mendengar seruanmu; dan kalau mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu. Dan di Hari Kiamat mereka akan mengingkari kemusyrikanmu dan tidak ada yang dapat memberikan keterangan kepadamu sebagaimana yang diberikan oleh Yang Maha Mengetahui." (Fathir: 12-14).
(12) Ini adalah pemberitaan tentang Kuasa, hikmah, dan rahmatNya, yaitu bahwasanya Dia menjadikan dua laut untuk ke-pentingan alam bumi ini semuanya, dan Allah tidak menyamakan antara dua laut itu, sebab maslahat menuntut adanya sungai-sungai itu tawar, segar dan sedap diminum agar bisa dimanfaatkan oleh orang-orang yang ingin meminumnya, oleh para pemilik kebun dan para petani; dan menuntut keberadaan laut asin lagi pahit agar udara yang melingkupi bumi ini tidak rusak karena berbagai bau binatang-binatang laut yang mati, dan keberadaannya yang diam tidak bergerak. Keasinannya mencegahnya untuk cepat membusuk, dan supaya hewan-hewannya menjadi lebih indah dan lebih lezat. Maka dari itu Allah berfirman, ﴾ وَمِن كُلّٖ ﴿ "Dan dari masing-masing" laut yang asin dan sungai yang tawar ﴾ تَأۡكُلُونَ لَحۡمٗا طَرِيّٗا ﴿ "kamu dapat memakan daging yang segar" yaitu ikan yang mudah ditangkap di lautan ﴾ وَتَسۡتَخۡرِجُونَ حِلۡيَةٗ تَلۡبَسُونَهَاۖ ﴿ "dan kamu dapat mengeluarkan perhiasan yang dapat kamu memakainya" seperti mutiara, permata, dan lain-lain dari apa-apa yang terdapat di dalam lautan. Ini adalah kemaslahatan yang sangat besar bagi manusia. Dan di antara maslahat dan kegunaan lain dari lautan adalah bahwasanya Allah telah menundukkannya untuk mengapungkan berbagai bahtera seperti kapal dan berbagai alat-alat transportasi, maka Anda melihatnya mengarungi lautan dan membelahnya. Ia mengarunginya dari satu pulau ke pulau yang lain, dari satu tem-pat ke tempat yang lain. Bahtera itu mengangkut para penumpang, barang-barang kebutuhan, dan barang-barang perniagaan mereka, sehingga banyak karunia Allah dan nikmatNya yang bisa diambil. Maka dari itu Allah berfirman, ﴾ لِتَبۡتَغُواْ مِن فَضۡلِهِۦ وَلَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ ﴿ "Supaya kamu dapat mencari karuniaNya dan supaya kamu bersyukur."
(13) Hal lain adalah bahwa Allah menggantikan siang dengan malam dan malam dengan siang, dan memasukkan siang kepada malam dan malam kepada siang. Apabila siang tiba, maka malam pun pergi, dan terkadang memperpanjang yang satu dan memperpendek yang lain dan kadang menjadikannya sama pan-jang; sehingga dengan demikian terciptalah berbagai maslahat bagi manusia untuk tubuh, hewan ternak, pepohonan dan tanaman-tanaman mereka. Demikian pula apa-apa yang diciptakan oleh Allah سبحانه وتعالى seperti ditundukkannya matahari dan bulan, seperti berbagai maslahat sinar dan cahaya, gerak, diam dan bertebarannya manusia dalam mencari karuniaNya, lalu fungsi cahaya matahari dalam mema-tangkan buah-buahan dan mengeringkan apa saja yang hendak dikeringkan dan berbagai hal lainnya yang menjadi kebutuhan primer yang kalau saja ia tidak ada, maka manusia akan mendapat-kan bahaya (mudarat) yang sangat besar. Dan FirmanNya ﴾ كُلّٞ يَجۡرِي لِأَجَلٖ مُّسَمّٗىۚ ﴿ "Masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan." Masing-masing matahari dan bulan beredar pada garis orbitnya sebagaimana dikehendaki oleh Allah. Lalu apabila batas waktunya telah datang dan kehancuran dunia telah dekat waktunya, maka terhentilah peredarannya, kekuatan-nya menjadi tersendat, dan bulan pun redup, matahari pun digu-lung, dan bintang-bintang berjatuhan. Setelah Allah menjelaskan sebagian dari makhluk-makhluk ciptaan tersebut dan menjelaskan apa-apa yang terkandung di dalamnya, yaitu ibrah (pelajaran) yang membuktikan kemaha-sempurnaanNya dan karuniaNya, Dia berfirman,﴾ ذَٰلِكُمُ ٱللَّهُ رَبُّكُمۡ لَهُ ٱلۡمُلۡكُۚ ﴿ "Yang demikian itulah Allah Rabbmu, kepunyaanNya-lah kera-jaan."Artinya, Dia-lah satu-satunya yang menciptakan semua apa yang disebutkan di atas dan yang menundukkannya adalah Rabb Sembahan yang berhak diibadahi, yang kepunyaanNya jualah semua kerajaan. ﴾ وَٱلَّذِينَ تَدۡعُونَ مِن دُونِهِۦ ﴿ "Dan orang-orang yang kamu seru selain Dia" seperti patung-patung dan berhala-berhala sama sekali tidak memiliki ﴾ مِن قِطۡمِيرٍ ﴿ "apa-apa walaupun setipis kulit ari." Maksud-nya, sama sekali tidak mempunyai sesuatu apa pun, sedikit atau banyak, walaupun setipis kulit ari yang merupakan sesuatu yang paling remeh. Ini merupakan peniadaan yang total dan berlaku umum. Lalu bagaimana mereka diseru (disembah), padahal mereka sama sekali tidak mempunyai sesuatu pun dari kerajaan langit dan bumi.
(14) Di sisi lain, ﴾ إِن تَدۡعُوهُمۡ ﴿ "jika kamu menyeru mereka," me-reka tidak mendengar kalian, karena mereka ada yang berwujud benda mati, orang-orang yang sudah mati dan para malaikat yang sibuk dengan ketaatan kepada Tuhannya. ﴾ وَلَوۡ سَمِعُواْ ﴿ "Dan kalau mereka mendengar," ini jika berandai-andai, ﴾ مَا ٱسۡتَجَابُواْ لَكُمۡۖ ﴿ "mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu," sebab mereka tidak mempunyai sesuatu pun dan kebanyakan mereka tidak meridhai ibadah orang yang menyembahnya. Oleh karenanya, Allah berfir-man, ﴾ وَيَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ يَكۡفُرُونَ بِشِرۡكِكُمۡۚ ﴿ "Dan di Hari Kiamat mereka akan meng-ingkari kemusyrikanmu." Maksudnya, mereka berlepas diri dari kalian, dan mereka mengatakan: Mahasuci Engkau, Engkau-lah Pelindung kami dari mereka. ﴾ وَلَا يُنَبِّئُكَ مِثۡلُ خَبِيرٖ ﴿ "Dan tidak ada yang dapat memberikan kete-rangan kepadamu sebagaimana yang diberikan oleh Yang Maha Menge-tahui," maksudnya, tidak ada seorang pun yang dapat memberikan keterangan kepadamu yang lebih benar daripada Allah Yang Maha Mengetahui, maka pastikanlah bahwa perkara yang diberitakan-Nya seakan-akan penglihatan dengan mata, maka janganlah Anda ragu dan syak hati padanya. Maka ayat-ayat ini mengandung dalil-dalil dan argumen-ar-gumen yang pasti yang membuktikan bahwasanya Allah سبحانه وتعالى adalah Dzat yang berhak diibadahi dan disembah, yang tidak ada siapa pun selain Dia yang berhak disembah; dan bahwa sesungguhnya ibadah (penyembahan) kepada selain Dia adalah kebatilan (kepal-suan) yang bergantung kepada kebatilan; sama sekali tidak berguna bagi penyembahnya.
35:15–18Page 436
۞ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ أَنتُمُ ٱلۡفُقَرَآءُ إِلَى ٱللَّهِۖ وَٱللَّهُ هُوَ ٱلۡغَنِيُّ ٱلۡحَمِيدُ ١٥
O mankind, you are those in need of Allāh, while Allāh is the Free of need, the Praiseworthy.
إِن يَشَأۡ يُذۡهِبۡكُمۡ وَيَأۡتِ بِخَلۡقٖ جَدِيدٖ ١٦
If He wills, He can do away with you and bring forth a new creation.
وَمَا ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ بِعَزِيزٖ ١٧
And that is for Allāh not difficult.
وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٞ وِزۡرَ أُخۡرَىٰۚ وَإِن تَدۡعُ مُثۡقَلَةٌ إِلَىٰ حِمۡلِهَا لَا يُحۡمَلۡ مِنۡهُ شَيۡءٞ وَلَوۡ كَانَ ذَا قُرۡبَىٰٓۗ إِنَّمَا تُنذِرُ ٱلَّذِينَ يَخۡشَوۡنَ رَبَّهُم بِٱلۡغَيۡبِ وَأَقَامُواْ ٱلصَّلَوٰةَۚ وَمَن تَزَكَّىٰ فَإِنَّمَا يَتَزَكَّىٰ لِنَفۡسِهِۦۚ وَإِلَى ٱللَّهِ ٱلۡمَصِيرُ ١٨
And no bearer of burdens will bear the burden of another. And if a heavily laden soul calls [another] to [carry some of] its load, nothing of it will be carried, even if he should be a close relative. You can only warn those who fear their Lord unseen and have established prayer. And whoever purifies himself only purifies himself for [the benefit of] his soul. And to Allāh is the [final] destination.
"Hai manusia, kamulah yang butuh kepada Allah; dan Allah, Dia-lah Yang Mahakaya lagi Maha Terpuji. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia memusnahkan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru. Dan yang demikian itu sekali-kali tidak sulit bagi Allah. Dan orang-orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Dan jika seseorang yang berat dosanya memanggil untuk memikul dosanya itu tiadalah akan dipikulkan untuknya sedikitpun meskipun kaum kerabatnya. Sesungguhnya yang dapat kamu beri peringatan hanya orang-orang yang takut kepada azab RabbNya, sekalipun mereka tidak melihatNya, dan mereka men-dirikan shalat. Dan barangsiapa yang menyucikan dirinya, se-sungguhnya ia menyucikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan kepada Allah-lah semua akan kembali." (Fathir: 15-18).
(15) Allah سبحانه وتعالى mengalamatkan FirmanNya kepada seluruh manusia, memberitahu mereka tentang kondisi dan sifat mereka, dan sesungguhnya mereka adalah benar-benar butuh kepada Allah dari segala segi. Mereka butuh diciptakan; kalau saja bukan karena Allah menciptakan mereka, tentu mereka tidak ada. Mereka juga butuh untuk dibekali dengan kekuatan, dan anggota tubuh, yang kalau saja Allah tidak memberikannya kepada mereka, tentu me-reka tidak bisa melakukan suatu pekerjaan apa pun. Mereka butuh untuk dibekali dengan makanan pokok, rizki, dan berbagai nikmat yang nampak dan yang tidak nampak; yang kalau saja bukan karena karunia, kebaikan, dan pemberian kemu-dahan segala urusan dariNya, maka tentu mereka tidak bisa mem-peroleh rizki dan kenikmatan sedikitpun. Mereka juga butuh untuk dihindarkan dari berbagai bencana, dilepaskan dari segala hal yang tidak disukai, dijauhkan dari ber-bagai kesengsaraan dan penderitaan, yang kalau saja bukan karena pembelaan Allah terhadap mereka, yang melepaskan mereka dari berbagai penderitaan dan menghilangkan berbagai kesulitan me-reka, tentu saja berbagai hal yang tidak disukai dan berbagai pen-deritaan tetap menimpa mereka. Mereka juga butuh kepadaNya untuk dibimbing dengan berbagai bentuk bimbingan dan berbagai jenis pengaturan. Mereka sangat butuh kepadaNya di dalam menghambakan diri dan mencintaiNya, beribadah kepadaNya dan ketulusan iba-dah kepadaNya; yang kalau saja Allah سبحانه وتعالى tidak memberi hidayah kepada mereka untuk semua itu, tentu mereka binasa, ruh, jiwa, hati, dan keadaan mereka menjadi rusak. Mereka sangat membutuhkanNya di dalam mengajarkan kepada mereka apa-apa yang tidak mereka ketahui dan amal yang dapat memperbaiki keadaan mereka; yang kalau saja bukan karena Allah mengajarkan kepada mereka, tentu mereka tidak akan pernah belajar; dan kalau saja bukan karena taufikNya, tentu mereka tidak akan bisa menjadi baik. Jadi, mereka sangat fakir (butuh) secara dasar kepadaNya dengan segala arti kefakiran; sama saja, apakah mereka menyadari akan sebagian bentuk kefakiran itu ataukah tidak! Akan tetapi orang yang mendapat taufik di antara mereka, yaitu yang selalu merasakan kefakiran (kebutuhan) dirinya dalam setiap keadaan dalam permasalahan dunia dan agamanya, merendahkan diri dan memohon kepadaNya untuk tidak diserahkan kepada dirinya sendiri sekejap mata pun, dan memohon kepadaNya agar diberi pertolongan atas segala urusannya, dan ia merasakan (menyerta-kan) makna seperti ini dalam setiap saat, maka orang seperti ini pantas mendapatkan pertolongan yang sempurna dari Allah se-sembahannya Yang lebih sayang kepadanya daripada seorang ibu terhadap anaknya. ﴾ وَٱللَّهُ هُوَ ٱلۡغَنِيُّ ٱلۡحَمِيدُ ﴿ "Dan Allah, Dia-lah Yang Mahakaya lagi Maha Terpuji." Maksudnya, Dia-lah yang memiliki kekayaan yang sem-purna dari segala sisi. Dia sama sekali tidak membutuhkan kepada apa yang dibutuhkan oleh makhlukNya, dan Dia juga sama sekali tidak memerlukan kepada apa yang diperlukan oleh manusia. Hal itu adalah karena kesempurnaan sifat-sifatNya dan keberadaan se-mua sifat-sifatNya sebagai sifat-sifat kesempurnaan dan kemuliaan. Dan di antara kemahakayaan Allah سبحانه وتعالى adalah bahwa Dia men-jadikan manusia kaya di dunia dan di akhirat. Allah Maha Terpuji pada DzatNya, nama-namaNya, karena semua namaNya adalah husna (sangat indah), juga sifat-sifatNya, karena semua sifatNya adalah tinggi (mulia), dan semua perbuatanNya, karena semua perbuatanNya adalah merupakan karunia, kebaikan, keadilan, hikmah dan rahmat; dan juga (Maha Terpuji) dalam semua perin-tah dan semua laranganNya. Maka Dia Maha Terpuji atas apa yang ada di dalamnya dan atas apa yang dikaruniakanNya. Dan Dia Maha Terpuji di dalam kemahakayaanNya dan Dia Mahakaya di dalam keterpujianNya.
(16) ﴾ إِن يَشَأۡ يُذۡهِبۡكُمۡ وَيَأۡتِ بِخَلۡقٖ جَدِيدٖ ﴿ "Jika Dia menghendaki, niscaya Dia memusnahkan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru." Ada kemungkinan bahwa maknanya adalah jika Dia menghendaki, maka Dia memusnahkan kalian wahai manusia dan mendatang-kan manusia selain kalian yang lebih taat kepada Allah daripada kalian. Dengan demikian, ayat ini mengandung ancaman bagi mereka berupa kebinasaan dan kemusnahan, dan sesungguhnya masyi`ah (kehendak) Allah سبحانه وتعالى tidak hanya terbatas pada yang de-mikian saja. Bisa juga maknanya adalah penetapan kebenaran kebangkitan dan kehidupan kembali, dan bahwa kehendak Allah سبحانه وتعالى berlaku terhadap segala sesuatu dan terhadap penghidupan kembali sete-lah kalian mati menjadi makhluk yang baru. Namun waktunya telah ditetapkan oleh Allah سبحانه وتعالى, tidak akan dimajukan dan tidak pula ditunda.
(17) ﴾ وَمَا ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ بِعَزِيزٖ ﴿ "Dan yang demikian itu sekali-kali tidak sulit bagi Allah." Maksudnya, tidak ada halangan bagiNya dan tidak pula ada yang dapat membuatNya lemah.
(18) Makna yang terakhir dikuatkan oleh apa yang disebut-kanNya sesudahnya pada FirmanNya, ﴾ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٞ وِزۡرَ أُخۡرَىٰۚ ﴿ "Dan orang-orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain," maksud-nya, pada Hari Kiamat kelak, setiap orang akan diberi pembalasan menurut amal perbuatannya, dan tidak seorang pun menanggung dosa orang lain. ﴾ وَإِن تَدۡعُ مُثۡقَلَةٌ ﴿ "Dan jika seseorang yang berat dosanya memanggil untuk memikul dosanya itu," maksudnya, seorang jiwa yang penuh kesalahan dan dosa meminta pertolongan kepada orang yang mau menanggung sebagian dosa-dosanya, ﴾ لَا يُحۡمَلۡ مِنۡهُ شَيۡءٞ وَلَوۡ كَانَ ذَا قُرۡبَىٰٓۗ ﴿ "tiadalah akan dipikulkan untuknya sedikitpun meskipun kaum kerabat-nya." Dia sama sekali tidak akan menanggung dosa seorang kera-batnya, karena keadaan di akhirat tidak sama dengan keadaan di dunia, di mana seseorang bisa menolong teman dekatnya, seorang sahabat dapat menolong sahabatnya. Bahkan pada di Hari Kiamat nanti, masing-masing orang mendambakan kalau dirinya mempu-nyai hak atas orang lain, sekalipun atas kedua orang tua dan kaum kerabatnya. ﴾ إِنَّمَا تُنذِرُ ٱلَّذِينَ يَخۡشَوۡنَ رَبَّهُم بِٱلۡغَيۡبِ وَأَقَامُواْ ٱلصَّلَوٰةَۚ ﴿ "Sesungguhnya yang dapat kamu beri peringatan hanya orang-orang yang takut kepada azab Rabb-Nya, sekalipun mereka tidak melihatNya, dan mereka mendirikan shalat." Maksudnya, mereka yang mau mendengar peringatan dan meng-ambil pelajaran darinya, adalah orang-orang yang takut kepada Allah, sekalipun mereka tidak melihatNya; yaitu orang-orang yang takut kepadaNya dalam kondisi sembunyi maupun terlihat orang dan berada di tempat jauh (ghaib), dan mereka adalah orang-orang yang menegakkan shalat dengan segala batasan-batasannya, syarat-syaratnya, rukun-rukun, kewajiban-kewajiban dan kekhusyu'an-nya. Sebab, takut kepada Allah mendorong seorang hamba untuk mengerjakan apa-apa yang jika diabaikan akan ditimpa azab, dan jauh dari apa-apa yang jika dilakukan dapat mengakibatkan siksa. Sedangkan shalat itu sendiri mengajak kepada kebaikan dan men-cegah dari yang keji dan mungkar. ﴾ وَمَن تَزَكَّىٰ فَإِنَّمَا يَتَزَكَّىٰ لِنَفۡسِهِۦۚ ﴿ "Dan barangsiapa yang menyucikan di-rinya, sesungguhnya ia menyucikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri." Maksudnya, siapa saja yang menyucikan dirinya dengan cara membersihkan diri dari sifat-sifat tercela, seperti riya', sombong, dusta, curang, makar, penipuan, kemunafikan, dan akhlak buruk yang serupa dengannya, dan menghiasi dirinya dengan akhlak mulia, seperti jujur, ikhlas, tawadhu' (merendahkan hati), bersikap santun, memberikan nasihat baik kepada orang lain, dan bersih dari rasa dengki, iri dan akhlak-akhlak tercela lainnya, maka se-sungguhnya pembersihan itu, manfaatnya pasti kembali kepada dirinya sendiri dan tujuannya (melakukan itu semua) pasti sampai kepada dirinya, tidak ada sesuatu apa pun dari amalnya yang ter-sia-siakan. ﴾ وَإِلَى ٱللَّهِ ٱلۡمَصِيرُ ﴿ "Dan kepada Allah-lah semua akan kembali," lalu Dia akan memberikan balasan kepada segenap manusia atas apa yang telah mereka kerjakan, dan Allah akan memperhitungkan mereka berdasarkan apa yang telah mereka lakukan, dan Dia sama sekali tidak akan mengabaikan satu perbuatan kecil ataupun besar, melainkan Dia pasti menghitungnya.
Text: Quranic Universal Library (Tarteel), via spa5k/tafsir_api (MIT), at a fixed version. The ayahs: Quran Foundation. Sources and licences